Veneer Gigi

Veneer gigi adalah prosedur pelapisan gigi menggunakan bahan tertentu agar bentuk gigi terlihat lebih baikVeneer gigi adalah prosedur pelapisan gigi yang rusak dengan bahan tertentu agar terlihat kembali utuh

Apa itu veneer gigi?

Veneer gigi adalah prosedur pemasangan lapisan buatan di atas permukaan gigi untuk mengubah warna, bentuk, panjang atau lebar gigi, serta posisinya agar gigi kembali terlihat sehat dan utuh. Biasanya, prosedur veneer gigi dilakukan sebagai solusi dari gigi yang patah, renggang, berwarna kuning, atau berlubang.
Veneer bisa terbuat dari banyak jenis bahan, namun di Indonesia, bahan porselen atau resin lah yang umum dipilih dan digunakan oleh pasien. Masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, termasuk dari segi ketepatan warna dan biaya.

Berapa biaya prosedur veneer gigi?

Harga prosedur veneer gigi berbeda-beda di tiap fasilitas kesehatan dan tergantung pada tipe veneer yang Anda pilih serta tingkat kesulitan kasus gigi yang Anda alami. Pada umumnya, biaya veneer gigi dimulai dari Rp 700.000 tiap satu giginya. Namun harga ini bisa lebih rendah atau lebih tinggi di beberapa fasilitas kesehatan tertentu.Berhubung pemasangan veneer gigi termasuk prosedur kosmetika, tindakan medis ini tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Kenapa veneer gigi diperlukan?

Prosedur veneer gigi bertujuan memperbaiki tampilan permukaan gigi, terutama yang disebabkan oleh kerusakan gigi, gigi patah, atau gigi yang kuning. Veneer biasanya dilakukan pada gigi di bagian depan.Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab Anda membutuhkan pemasangan veneer gigi meliputi:
  • Gigi yang kekuningan atau berubah warna
  • Gigi yang patah
  • Bentuk gigi yang tidak teratur, tapi masih tingkat kesulitannya masih ringan
  • Gigi-gigi yang renggang
  • Kerusakan gigi

Siapa yang tidak dianjurkan untuk menjalani prosedur veneer gigi?

Prosedur veneer gigi bukanlah indikasi atau keputusan mutlak yang harus dilakukan, dan lebih bersifat pilihan. Orang-orang yang mengalami kondisi-kondisi di atas dan ingin memperindah senyumannya merupakan kandidat untuk menjalani veneer gigi.Namun tidak semua orang cocok menjalani pemasangan veneer gigi. Pada orang yang mengalami gigi berlubang, penyakit gusi, atau butuh prosedur pada akar gigi (root planing), veneer gigi biasanya tidak dianjurkan. Pasalnya, prosedur ini dapat memperparah kerusakan.Veneer gigi juga tidak disarankan bagi Anda yang memiliki susunan gigi berjejal yang parah. Bila veneer gigi tetap dilakukan, risiko peradangan pada gusi dan penumpukan sisa makanan bisa meningkat.

Seberapa sering Anda harus menjalani veneer gigi?

Tidak terdapat panduan spesifik mengenai seberapa sering seseorang sebaiknya menjalani prosedur veneer gigi. Tergantung tipenya, ada veneer gigi yang dapat bertahan bahkan selama lebih dari 10 tahun. Ini berarti, Anda mungkin baru perlu mengulangi pemasangan veneer setelah lebih dari 10 tahun.Frekuensi atau durasi ketahanan veneer tersebut tergantung pada seberapa cepat rusaknya veneer gigi yang Anda gunakan. 

Apa saja persiapan untuk menjalani veneer gigi?

Sebelum melakukan prosedur veneer gigi, ada baiknya Anda mengetahui informasi terkait prosedur ini. Misalnya tentang jenis, risiko dan hasil dari veneer gigi.Berkonsultasilah dengan dokter gigi yang merawat agar Anda mendapatkan informasi yang lengkap dan tepat sebelum menjalani tindakan medis ini.

Apa yang akan dilakukan oleh dokter sebelum prosedur veneer gigi?

Sebelum memulai prosedur veneer gigi, dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi Anda. Pemeriksaan biasanya bertujuan melihat ada tidaknya kerusakan gigi dan tambalan, serta mengecek bentuk serta susunan gigi. Dengan ini, dokter dapat memutuskan apakah kondisi gigi Anda memungkinkan untuk dipasangi veneer.Setelah pemeriksaan, dokter akan menjelaskan mengenai dua jenis veneer yang bisa menjadi pilihan. Berikut penjelasannya:
  • Direct veneer

Direct veneer diartikan sebagai prosedur veneer di mana bahan veener diaplikasikan secara langsung pada gigi pasien. Bahan ini lalu dibentuk serta diukir sedemikian rupa oleh dokter gigi agar menyerupai gigi asli.Prosedur direct veneer umumnya dilakukan menggunakan bahan resin komposit.
  • Indirect veneer

Pada indirect veneer, proses pembuatan serta pengukiran veneer dilakukan di laboratorium. Dengan ini, dokter gigi cukup menempelkan lapisan veneer yang sudah dibuat ke gigi pasien.Indirect veneer dapat dibuat dari berbagai jenis bahan. Namun porselen merupakan bahan yang paling kerap digunakan.Pemilihan kedua jenis veneer akan disesuaikan dengan kondisi gigi, kemampuan biaya, serta hasil akhir yang ingin Anda capai. Dokter akan menjelaskan kelebihan serta kekurangan masing-masing prosedur supaya Anda dapat memutuskannya dengan matang.

Bagaimana prosedur veneer gigi dilakukan?

Sebelum melakukan direct maupun indirect veneer, dokter akan membersihkan dan mengikis sedikit lapisan terluar gigi atau enamel. Langkah ini memungkinkan veneer menempel dengan baik pada permukaan gigi pasien.Setelah melakukan pengikisan, dokter akan melakukan langkah-langkah berikut ini:
  • Prosedur direct veneer

Pada direct veneer, dokter akan langsung mengaplikasikan bahan resin komposit di permukaan gigi yang telah dikikis dan mulai membentuk veneer secara langsung. Dokter akan menyesuaikan ketebalan, tinggi, serta warna resin komposit supaya veneer dapat terlihat alami.  Prosedur ini umumnya akan selesai dalam satu kali kunjungan. Namun dokter tetap akan menyarankan Anda untuk melakukan kontrol pada seminggu setelahnya, untuk melihat adaptasi bahan ini dalam rongga mulut Anda.
  • Prosedur indirect veneer

Pada indirect veneer, dokter akan mencetak gigi menggunakan bahan khusus (impression). Langkah ini berfungsi melihat bentuk gigi Anda dan sebagai panduan untuk pembuatan veneer.Cetakan tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk dibuatkan lapisan veneer yang nantinya akan ditempelkan ke gigi Anda. Proses ini umumnya membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.Selama menunggu lapisan veneer selesai dikerjakan di laboratorium, dokter akan memasangkan veneer sementara. Dengan ini, lapisan gigi yang telah dikikis tidak terbuka begitu saja.Sesudah veneer siap, dokter akan menempelkannya pada permukaan gigi dengan lem khusus. Dokter juga akan menyesuaikan bentuk veneer dengan memotongnya beberapa kali guna menyempurnakan tampilannya pada gigi Anda.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah prosedur veneer gigi?

Setelah prosedur veneer gigi selesai, Anda biasanya dapat langsung pulang atau melanjutkan aktivitas. Dokter akan memberikan larangan makanan atau minuman tertentu, serta rekomendasi terkait perawatan veneer Anda. Berikut contohnya:
  • Menghindari konsumsi makanan dan minuman berwarna secara berlebihan. Misalnya, kopi, teh, soda, atau kunyit. Bahan-bahan pangan ini dapat mengubah warna veneer secara perlahan-lahan dalam jangka panjang.
  • Menjauhi konsumsi makanan yang terlalu keras dan menggigitnya memakai gigi yang telah dipasangi veneer, untuk mencegah veener patah.
  • Membersihkan gigi secara rutin. Contohnya, menyikat gigi minimal dua kali sehari dan memakai benang gigi (dental floss) untuk mengeluarkan sisa makanan dari sela-sela gigi. Sisa-sisa makanan lama-kelamaan dapat menimbulkan iritasi pada gusi maupun gigi bila tidak dibersihkan.
  • Rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi. Langkah ini sebaiknya Anda jalani setidaknya enam bulan sekali agar kesehatan rongga mulut senantiasa terjaga.

Seperti apa hasil pemasangan veneer gigi?

Setelah melakukan pemasangan veneer gigi, penampilan gigi Anda akan menjadi lebih rapi dan sesuai dengan yang Anda harapkan. Veneer umumnya dapat bertahan 7-15 tahun.Namun ketahanan tersebut juga bergantung pada pola makan serta kondisi-kondisi tertentu yang dapat membuat veneer menjadi tidak awet. Dokter akan menjelaskannya pada Anda.

Kapan Anda perlu kembali menemui dokter gigi setelah veneer gigi?

Dokter akan memberikan jadwal konsultasi lanjutan yang perlu Anda lakukan. Langkah ini bertujuan memantau reaksi gusi terhadap veneer sekaligus melakukan perawatan lanjutan bila diperlukan.

Kelebihan dan kekurangan veener gigi

Setiap prosedur medis pasti memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Sehingga, sebelum menjalani veneer Anda sebaiknya mempertimbangkan dengan baik masing-masing sisi tersebut. Berikut ini adalah kelebihan dari pemasangan veneer gigi:
  • Gigi terlihat sehat kembali
  • Lebih awet dibandingkan dengan tambal gigi biasa
  • Pilihan warna lebih detail, sehingga lebih mirip gigi asli
  • Mudah dirawat dan dibersihkan layaknya gigi asli
  • Tidak terasa mengganjal dan terasa nyaman di rongga mulut
Selain kelebihannya, veneer gigi juga memiliki kekurangan dan risiko yang mungkin Anda alami, seperti:
  • Pemasangan veneer gigi merupakan prosedur permanen. Ini berarti, gigi yang sudah menggunakan veener tidak dapat dikembalikan seperti semula.
  • Lapisan gigi yang telah dikikis berisiko menjadi lebih sensitif terhadap makanan panas atau dingin
  • Gigi atas dan bawah yang tidak rata ketika dikatupkan, sehingga berisiko muncul rasa nyeri pada rahang
  • Veneer mungkin pecah saat mengunyah makanan yang terlalu keras
  • Pengecilan ukuran gusi akibat pengikisan lapisan gigi selama prosedur
  • Perbedaan warna antara veneer gigi dengan gigi asli akan mengurangi keindahan gigi pasien
  • Tidak bisa dilakukan pada gigi yang kerusakannya parah
  • Veneer bisa berubah warna jika pasien sering mengonsumsi makanan dan minuman berwarna
kesehatan gigifraktur gigiveneer gigi
Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-veneers
Diakses pada 10 Maret 2020
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/veneers
Diakses pada 10 Maret 2020
Mayo Dental Clinic. http://www.mayodentalclinic.com/services/cosmetic/veneers/
Diakses pada 10 Maret 2020
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/dental-health/what-are-dentures-bridges-veneers-and-dental-implants-made-of/
Diakses pada 10 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/veneers#1
Diakses pada 10 Maret 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3713859/
Diakses pada 10 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email