Veneer gigi akan disesuaikan dengan warna asli gigi Anda
Dokter akan mencocokkan warna veneer gigi dengan gigi asli Anda

Apa itu veneer gigi?

Veneer gigi adalah suatu lapisan buatan yang digunakan untuk melapisi permukaan gigi guna memperbaiki tampilannya. Prosedur pemasangannya biasa dilakukan untuk mengubah warna, bentuk, panjang, atau lebar gigi dan bersifat permanen.

Veneer umumnya terbuat dari porselen atau resin. Lapisan ini kemudian dibentuk menyerupai lapisan gigi asli pasien.

Berapa biaya prosedur veneer gigi?

Harga prosedur veneer gigi berbeda-beda di tiap fasilitas kesehatan dan tergantung pada tipe veneer yang Anda pilih serta tingkat kesulitan kasus gigi yang Anda alami. Pada umumnya, biaya veneer gigi dimulai dari Rp 700.000 tiap satu giginya. Namun harga ini bisa lebih rendah atau lebih tinggi di beberapa fasilitas kesehatan tertentu.

Berhubung pemasangan veneer gigi termasuk prosedur kosmetika, tindakan medis ini tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Kenapa veneer gigi diperlukan?

Prosedur veneer gigi bertujuan memperbaiki tampilan permukaan gigi, terutama yang disebabkan oleh kerusakan gigi, gigi patah, atau gigi yang kuning. Veneer biasanya dilakukan pada gigi di bagian depan.

Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab Anda membutuhkan pemasangan veneer gigi meliputi:

  • Gigi yang kekuningan atau berubah warna
  • Gigi yang patah
  • Bentuk gigi yang tidak teratur, tapi masih tingkat kesulitannya masih ringan
  • Gigi-gigi yang renggang
  • Kerusakan gigi

Siapa yang tidak dianjurkan untuk menjalani prosedur veneer gigi?

Prosedur veneer gigi bukanlah indikasi atau keputusan mutlak yang harus dilakukan, dan lebih bersifat pilihan. Orang-orang yang mengalami kondisi-kondisi di atas dan ingin memperindah senyumannya merupakan kandidat untuk menjalani veneer gigi.

Namun tidak semua orang cocok menjalani pemasangan veneer gigi. Pada orang yang mengalami gigi berlubang, penyakit gusi, atau butuh prosedur pada akar gigi (root planing), veneer gigi biasanya tidak dianjurkan. Pasalnya, prosedur ini dapat memperparah kerusakan.

Veneer gigi juga tidak disarankan bagi Anda yang memiliki susunan gigi berjejal yang parah. Bila veneer gigi tetap dilakukan, risiko peradangan pada gusi dan penumpukan sisa makanan bisa meningkat.

Seberapa sering Anda harus menjalani veneer gigi?

Tidak terdapat panduan spesifik mengenai seberapa sering seseorang sebaiknya menjalani prosedur veneer gigi. Tergantung tipenya, ada veneer gigi yang dapat bertahan bahkan selama lebih dari 10 tahun. Ini berarti, Anda mungkin baru perlu mengulangi pemasangan veneer setelah lebih dari 10 tahun.

Frekuensi atau durasi ketahanan veneer tersebut tergantung pada seberapa cepat rusaknya veneer gigi yang Anda gunakan. 

Apa saja persiapan untuk menjalani veneer gigi?

Sebelum melakukan prosedur veneer gigi, ada baiknya Anda mengetahui informasi terkait prosedur ini. Misalnya tentang jenis, risiko dan hasil dari veneer gigi.

Berkonsultasilah dengan dokter gigi yang merawat agar Anda mendapatkan informasi yang lengkap dan tepat sebelum menjalani tindakan medis ini.

Apa yang akan dilakukan oleh dokter sebelum prosedur veneer gigi?

Sebelum memulai prosedur veneer gigi, dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi Anda. Pemeriksaan biasanya bertujuan melihat ada tidaknya kerusakan gigi dan tambalan, serta mengecek bentuk serta susunan gigi. Dengan ini, dokter dapat memutuskan apakah kondisi gigi Anda memungkinkan untuk dipasangi veneer.

Setelah pemeriksaan, dokter akan menjelaskan mengenai dua jenis veneer yang bisa menjadi pilihan. Berikut penjelasannya:

  • Direct veneer

Direct veneer diartikan sebagai prosedur veneer di mana bahan veener diaplikasikan secara langsung pada gigi pasien. Bahan ini lalu dibentuk serta diukir sedemikian rupa oleh dokter gigi agar menyerupai gigi asli.

Prosedur direct veneer umumnya dilakukan menggunakan bahan resin komposit.

  • Indirect veneer

Pada indirect veneer, proses pembuatan serta pengukiran veneer dilakukan di laboratorium. Dengan ini, dokter gigi cukup menempelkan lapisan veneer yang sudah dibuat ke gigi pasien.

Indirect veneer dapat dibuat dari berbagai jenis bahan. Namun porselen merupakan bahan yang paling kerap digunakan.

Pemilihan kedua jenis veneer akan disesuaikan dengan kondisi gigi, kemampuan biaya, serta hasil akhir yang ingin Anda capai. Dokter akan menjelaskan kelebihan serta kekurangan masing-masing prosedur supaya Anda dapat memutuskannya dengan matang.

Bagaimana prosedur veneer gigi dilakukan?

Sebelum melakukan direct maupun indirect veneer, dokter akan membersihkan dan mengikis sedikit lapisan terluar gigi atau enamel. Langkah ini memungkinkan veneer menempel dengan baik pada permukaan gigi pasien.

Setelah melakukan pengikisan, dokter akan melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Prosedur direct veneer

Pada direct veneer, dokter akan langsung mengaplikasikan bahan resin komposit di permukaan gigi yang telah dikikis dan mulai membentuk veneer secara langsung. Dokter akan menyesuaikan ketebalan, tinggi, serta warna resin komposit supaya veneer dapat terlihat alami.  

Prosedur ini umumnya akan selesai dalam satu kali kunjungan. Namun dokter tetap akan menyarankan Anda untuk melakukan kontrol pada seminggu setelahnya, untuk melihat adaptasi bahan ini dalam rongga mulut Anda.

  • Prosedur indirect veneer

Pada indirect veneer, dokter akan mencetak gigi menggunakan bahan khusus (impression). Langkah ini berfungsi melihat bentuk gigi Anda dan sebagai panduan untuk pembuatan veneer.

Cetakan tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk dibuatkan lapisan veneer yang nantinya akan ditempelkan ke gigi Anda. Proses ini umumnya membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.

Selama menunggu lapisan veneer selesai dikerjakan di laboratorium, dokter akan memasangkan veneer sementara. Dengan ini, lapisan gigi yang telah dikikis tidak terbuka begitu saja.

Sesudah veneer siap, dokter akan menempelkannya pada permukaan gigi dengan lem khusus. Dokter juga akan menyesuaikan bentuk veneer dengan memotongnya beberapa kali guna menyempurnakan tampilannya pada gigi Anda.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah prosedur veneer gigi?

Setelah prosedur veneer gigi selesai, Anda biasanya dapat langsung pulang atau melanjutkan aktivitas. Dokter akan memberikan larangan makanan atau minuman tertentu, serta rekomendasi terkait perawatan veneer Anda. Berikut contohnya:

  • Menghindari konsumsi makanan dan minuman berwarna secara berlebihan. Misalnya, kopi, teh, soda, atau kunyit. Bahan-bahan pangan ini dapat mengubah warna veneer secara perlahan-lahan dalam jangka panjang.
  • Menjauhi konsumsi makanan yang terlalu keras dan menggigitnya memakai gigi yang telah dipasangi veneer, untuk mencegah veener patah.
  • Membersihkan gigi secara rutin. Contohnya, menyikat gigi minimal dua kali sehari dan memakai benang gigi (dental floss) untuk mengeluarkan sisa makanan dari sela-sela gigi. Sisa-sisa makanan lama-kelamaan dapat menimbulkan iritasi pada gusi maupun gigi bila tidak dibersihkan.
  • Rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi. Langkah ini sebaiknya Anda jalani setidaknya enam bulan sekali agar kesehatan rongga mulut senantiasa terjaga.

Seperti apa hasil pemasangan veneer gigi?

Setelah melakukan pemasangan veneer gigi, penampilan gigi Anda akan menjadi lebih rapi dan sesuai dengan yang Anda harapkan. Veneer umumnya dapat bertahan 7-15 tahun.

Namun ketahanan tersebut juga bergantung pada pola makan serta kondisi-kondisi tertentu yang dapat membuat veneer menjadi tidak awet. Dokter akan menjelaskannya pada Anda.

Kapan Anda perlu kembali menemui dokter gigi setelah veneer gigi?

Dokter akan memberikan jadwal konsultasi lanjutan yang perlu Anda lakukan. Langkah ini bertujuan memantau reaksi gusi terhadap veneer sekaligus melakukan perawatan lanjutan bila diperlukan.

Apa saja risiko veneer gigi?

Pemasangan veneer gigi merupakan prosedur permanen. Ini berarti, gigi yang sudah menggunakan veener tidak dapat dikembalikan seperti semula.

Beberapa risiko dan efek samping veneer gigi yang bisa terjadi meliputi:

  • Lapisan gigi yang telah dikikis akan menyebabkan gigi lebih sensitif terhadap makanan panas atau dingin
  • Nyeri pada rahang
  • Gigi atas dan bawah yang tidak rata ketika dikatupkan
  • Veneer yang pecah
  • Pengecilan ukuran gusi akibat pengikisan lapisan gigi selama prosedur
  • Perbedaan warna antara veneer gigi dengan gigi asli, yang akan mengurangi keindahan gigi pasien

Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-veneers
Diakses pada 10 Maret 2020

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/veneers
Diakses pada 10 Maret 2020

Mayo Dental Clinic. http://www.mayodentalclinic.com/services/cosmetic/veneers/
Diakses pada 10 Maret 2020

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/dental-health/what-are-dentures-bridges-veneers-and-dental-implants-made-of/
Diakses pada 10 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/veneers#1
Diakses pada 10 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3713859/
Diakses pada 10 Maret 2020

Artikel Terkait

Nekrosis pulpa adalah kondisi kerusakan gigi paling parah saat saraf gigi mengalami infeksi hingga mati

Nekrosis Pulpa, Penyakit Saat Gigi Berlubang Besar namun Tidak Sakit

Nekrosis pulpa adalah kondisi yang terjadi pada gigi yang sarafnya sudah mati. Nekrosis pulpa merupakan kerusakan gigi yang paling parah dan hanya bisa diobati dengan perawatan saluran akar atau pencabutan.