Imunisasi tetanu tetap dibutuhkan, bahkan ketika anak sudah menginjak usia 12 tahun.
Vaksin tetanus perlu diberikan sejak anak berusia 2 bulan.

Apa itu prosedur imunisasi tetanus?

Tetanus adalah infeksi akibat bakteri Clostridium tetani yang dapat menyerang otot dan sistem saraf. Bakteri penyebab tetanus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka atau sayatan pada kulit. Kemudian, bakteri tersebut memproduksi toksin yang menyebabkan penyakit tetanus. Imunisasi tetanus penting dilakukan sebagai prosedur pencegahan terjadinya penyakit tetanus.

Mengapa prosedur imunisasi tetanus perlu dilakukan?

Prosedur imunisasi tetanus dilakukan untuk menstimulasi antibodi yang dapat melawan toksin dari bakteri tetanus. Antibodi ini dapat melindungi Anda dari masuknya penyakit akibat bakteri tetanus ke dalam tubuh yang menyebabkan infeksi.

Tersedia beberapa jenis vaksin yang dapat mencegah infeksi tetanus saat ini yaitu:

  • Vaksin difteri dan tetanus (DT)
  • Vaksin difteri, tetanus, dan pertussis (DTaP)
  • Vaksin tetanus dan difteri (Td)
  • Vaksin tetanus, difteri, dan pertussis (Tdap)

Selain itu, imunisasi tetanus,merupakan prosedur pemberian imunisasi wajib di berbagai negara termasuk di Indonesia. Berikut ini jadwal wajib imunisasi tetanus yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

  • Imunisasi difteri, pertussis, dan tetanus (DPT)-1 diberikan pada usia 2-4 bulan.
  • Imunisasi DPT-2 diberikan pada usia 3-5 bulan.
  • Imunisasi DPT-3 diberikan pada usia 4-6 bulan.
  • Imunisasi DPT-4 diberikan 1 tahun setelah DPT-3 atau sekitar usia 18-24 bulan.
  • Imunisasi DPT-5 diberikan pada saat anak mulai masuk sekolah dasar di usia 5-7, untuk memperpanjang kekebalan terhadap tetanus selama 10 tahun.
  • Ulangan DT-6 diberikan pada usia 12 tahun, untuk memperpanjang kekebalan terhadap tetanus selama 20 tahun.

Selain itu, prosedur imunisasi tetanus (Tetanus Toxoid atau TT) juga dilakukan pada wanita usia subur (WUS) untuk memberikan perlindungan terhadap bayi yang dilahirkan, terhadap penyakit tetanus neonatorum.

Pada orang yang mengalami luka dan berisiko mengalami infeksi tetanus, serta status imunisasi tetanus tidak diketahui maupun tidak diperbaharui, maka imunisasi tetanus dapat diberkan untuk mencegah tetanus bersamaan dengan injeksi tetanus immunoglobulin.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur imunisasi tetanus?

Pastikan Anda atau anak terbebas dari penyakit yang dapat menyebabkan demam, sebelum menjalani prosedur imunisasi tetanus. Namun syarat tersebut dapat diabaikan bila memang prosedur imunisasi tetanus harus segera diberikan, seperti pada kasus luka. Pastikan juga untuk tidak mendapatkan imunisasi tetanus bila pada imunisasi sebelumnya, terjadi reaksi imunisasi yang berat. Imunisasi tetanus aman bagi ibu hamil dan yang sedang menyusui.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur imunisasi tetanus?

Tim medis akan menyuntikkan 0,5 mL dosis DPT/DT/TT ke otot, baik untuk imunisasi dasar maupun imunisasi ulangan.

Apa saja risiko dari prosedur imunisasi tetanus?

Setelah menjalani prosedur imunisasi tetanus, ada beberapa risiko yang dapat terjadi, seperti:

  • Kemerahan dan bengkak pada kulit yang disuntik. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari.
  • Badan terasa tidak nyaman selama beberapa hari
  • Nyeri kepala ringan
  • Nyeri otot ringan
  • Demam
  • Reaksi imunisasi berat dapat terjadi, meskipun jarang

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii
Diakses pada 6 Maret 2020

CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/tetanus/index.html
Diakses pada 9 Maret 2020

PatientInfo. https://patient.info/childrens-health/immunisation/tetanus-immunisation
Diakses pada 6 Maret 2020

Artikel Terkait

Pemberian vaksin dapat mencegah penyakit polio

Hati-hati! Kenali Gejala Polio yang Dapat Menyebabkan Kelumpuhan Total

Polio adalah penyakit serius yang dapat menyebabkan komplikasi. Dan penyakit polio sendiri memiliki beberapa jenis dan harus dipahami bagaimana gejala masing-masing jenisnya