Vaksin Tetanus

09 Mar 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vaksin tetanus bisa diberikan pada anak dan dewasaVaksin tetanus perlu diberikan sejak anak berusia 2 bulan.

Apa itu prosedur vaksin tetanus?

Vaksin tetanus adalah vaksin untuk melindungi tubuh dari penyakit tetanus yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani. Vaksin ini akan menstimulasi antibodi yang dapat melawan toksin dari bakteri tetanus. Antibodi ini dapat melindungi Anda dari penyakit akibat masuknya bakteri tetanus ke dalam tubuh. Vaksin tetanus bisa didapatkan oleh bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.

Vaksin tetanus sering juga disebut sebagai vaksin TT dan suntik tetanus. Vaksin untuk mencegah tetanus biasanya digabung dengan vaksin untuk penyakit lain seperti difteri dan pertusis. Sehingga, ada banyak jenis yang bisa Anda dapatkan mulai dari vaksin DT, DTaP, Td, hingga Tdap.

Tetanus adalah penyakit berbahaya yang dapat menyerang otot dan sistem saraf. Sehingga, vaksinnya penting untuk didapatkan.

Bakteri penyebab tetanus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka atau sayatan pada kulit. Kemudian, bakteri tersebut memproduksi toksin yang menyebabkan penyakit tetanus.

Berapa harga vaksin tetanus?

Harga vaksin tetanus berbeda-beda, tergantung dari jenis vaksin yang didapat serta lokasi fasilitas kesehatan yang dituju.

Harga vaksin tetanus jenis suntik TT bisa didapatkan mulai dari harga Rp60.000. Sementara untuk vaksin tetanus DT, harganya akan lebih tinggi mulai dari Rp85.000.

Tanyakan biaya yang diperlukan untuk vaksin tetanus pada fasilitas kesehatan yang dituju karena rentang harga bisa cukup jauh berbeda. Anda bisa lakukan booking untuk vaksin tetanus di sini.

Apa saja jenis vaksin tetanus?

Tersedia beberapa jenis vaksin yang dapat mencegah infeksi tetanus saat ini yaitu:

  • Vaksin difteri dan tetanus (DT)

Vaksin DT bisa melindungi tubuh dari penyakit difteri dan tetanus. Vaksin ini diperuntukkan bagi bayi dan anak yang berusia di bawah 7 tahun.

  • Vaksin difteri, tetanus, dan pertussis (DTaP)

Vaksin DTaP merupakan vaksin tetanus yang diperuntukkan untuk mencegah difteri, tetanus, dan pertusis. Vaksin ini dapat diberikan pada bayi dan anak berusia di bawah 7 tahun. Vaksin tetanus bisa mulai diberikan pada bayi mulai usia 6 minggu.

  • Vaksin tetanus dan difteri (Td) dan Vaksin tetanus, difteri, dan pertussis (Tdap)

Vaksin Td dan Tdap adalah vaksin tetanus untuk anak, remaja dan orang dewasa berusia di atas 7 tahun. Vaksin ini digunakan untuk vaksin pertama kali ataupun booster.

Kapan jadwal pemberian vaksin tetanus pada anak?

Vaksin tetanus,merupakan prosedur pemberian vaksin wajib di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Berikut ini jadwal wajib vaksin tetanus yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

  • Vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT)-1 diberikan pada usia 2-4 bulan.
  • Vaksin DPT-2 diberikan pada usia 3-5 bulan.
  • Vaksin DPT-3 diberikan pada usia 4-6 bulan.
  • Vaksin DPT-4 diberikan 1 tahun setelah DPT-3 atau sekitar usia 18-24 bulan.
  • Vaksin DPT-5 diberikan pada saat anak mulai masuk sekolah dasar di usia 5-7, untuk memperpanjang kekebalan terhadap tetanus selama 10 tahun.
  • Usia di atas 7 tahun diberikan vaksin Td atau Tdap. Booster selanjutnya diberikan pada usia 10-18 tahun. Lalu booster Td diberiksan setiap 10 tahun.

Apakah ibu hamil perlu menerima vaksin tetanus?

Ya, ibu hamil perlu menerima vaksin tetanus. Vaksin tetanus jenis Tdap aman untuk diberikan pada ibu hamil. Biasanya, suntik tetanus akan dilakukan pada usia kehamilan 27 minggu hingga 36 minggu.

Ini dilakukan karena butuh waktu dua minggu setelah suntik tetanus diberikan sampai imun terhadap tetanus terbentuk di tubuh. Sehingga dengan memberikan vaksin tetanus di trimester akhir, imunitas tubuh ibu terhadap tetanus bisa melindungi bayi saat persalinan dan mencegah tetanus neonatorum pada bayi.

Bagaimana pemberian vaksin tetanus sebelum menikah?

Suntik TT juga disarankan untuk diterima wanita usia subur (WUS) yang akan menikah untuk mengurangi risiko terjadinya tetanus pada bayi yang baru lahir. Idealnya, suntik TT untuk wanita usia subur dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu:

  • Suntikan I (T1) bisa dilakukan sebelum pernikahan
  • Suntikan II (T2) dilakukan 4 minggu setelah T1
  • Suntikan III (T3) dilakukan 6 bulan setelah T2
  • Suntikan IV (T4) dilakukan 1 tahun setelah T3
  • Suntikan V (T5) dilakukan 1 tahun setelah T4

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur vaksin tetanus?

Pastikan Anda atau anak terbebas dari penyakit yang dapat menyebabkan demam, sebelum menjalani prosedur vaksin tetanus. Namun syarat tersebut dapat diabaikan bila memang prosedur vaksin tetanus harus segera diberikan, seperti pada kasus luka.

Pastikan juga untuk tidak mendapatkan vaksin tetanus bila pada vaksin sebelumnya, terjadi reaksi vaksin yang berat. Vaksin tetanus aman bagi ibu hamil dan yang sedang menyusui.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur vaksin tetanus?

Tim medis akan menyuntikkan 0,5 mL dosis DPT/DT/TT ke otot, baik untuk vaksin dasar maupun vaksin ulangan.

Apa saja risiko dari prosedur vaksin tetanus?

Setelah menjalani prosedur vaksin tetanus, ada beberapa risiko yang dapat terjadi, seperti:

  • Kemerahan dan bengkak pada kulit yang disuntik. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari.
  • Badan terasa tidak nyaman selama beberapa hari
  • Nyeri kepala ringan
  • Nyeri otot ringan
  • Demam
  • Reaksi vaksin berat dapat terjadi, meskipun jarang
vaksin bayi dan anakimunisasi anaktetanus

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii
Diakses pada 6 Maret 2020

CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/tetanus/index.html
Diakses pada 9 Maret 2020

PatientInfo. https://patient.info/childrens-health/immunisation/tetanus-immunisation
Diakses pada 6 Maret 2020

CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/dtap-tdap-td/public/index.html
Diakses pada 16 Agustus 2021

CDC. https://www.cdc.gov/pertussis/pregnant/hcp/vaccine-safety.html
Diakses pada 16 Agustus 2021

IDAI. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020
Diakses pada 16 Agustus 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email