Pemberian Vaksin MMR

Vaksin MMR adalah vaksin untuk mencegah campak, rubella, dan gondonganVaksin MMR bisa diberikan sejak masih bayi

Apa itu pemberian vaksin MMR?

Vaksin MMR adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak (measles), gondongan (mumps), serta campak Jerman (rubella). Vaksin MMR tergolong aman, efektif, dan tidak memicu autisme. Vaksin ini mengandung virus campak, gondongan, dan rubella yang hidup, namun sudah dilemahkan.
Selain pada bayi dan anak, orang dewasa juga dapat menerima vaksin ini, terutama ibu hamil yang dapat mengalami gangguan serius apabila terinfeksi virus campak serta rubella. Dengan menerima vaksin MMR, maka tubuh akan kebal dari ketiga jenis virus ini.Di Indonesia, prioritas pemberian vaksin MMR kini telah digantikan oleh vaksin MR. Vaksin MR adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak (measles) dan rubella. Pemerintah memprioritaskan pemberian vaksin MR karena kedua penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya.Campak dapat menyebabkan komplikasi serius pada penderitanya, seperti diare, radang paru-paru atau pneumonia, radang otak atau ensefalitis, kebutaan, gizi buruk, dan yang paling parah adalah kematian.Sementara itu, penyakit rubella memang tidak terlalu berbahaya apabila menyerang anak-anak. Namun, jika ibu hamil sampai terinfeksi rubella, maka keselamatan janin yang dikandungnya bisa terancam. Sebab, rubella dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dalam kondisi cacat, seperti mengalami katarak kongenital, gangguan pendengaran, kelainan jantung, hingga kerusakan jaringan otak.

Apakah vaksin MMR menyebabkan autisme?

Beberapa waktu lalu, muncul kontroversi mengenai vaksin MMR yang dikatakan berpotensi menyebabkan autisme. Hal ini diungkapkan oleh penelitian dari dokter Wakefield yang mengemukakan adanya kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dengan kasus autisme.Namun penelitian selanjutnya yang dilakukan dalam sembilan tahun terakhir, tidak menemukan ada kaitan antara vaksin MMR dan autisme.

Bagaimana jadwal pemberian vaksin MR/MMR?

Berikut adalah jadwal pemberian vaksin MR maupun MMR yang dianjurkan:
  • Bayi dan anak-anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebuatkan bahwa vaksin MR untuk anak idelanya diberikan sebanyak tiga kali. Vaskin MR bisa diberikan mulai usia 9 bulan. Lalu, pemberian kedua diberikan saat usia 18 bulan. Pemberian ketiga pada usia 5-7 tahun. Apabila sampai usia 12 bulan anak belum menerima vaksin MR, maka bisa diberikan vaksin MMR. Pada pemberian ketiga di usia 5-7 tahun, anak juga bisa diberikan vaksin MMR.
  • Wanita usia subur yang sedang merencanakan kehamilan

Pastikan terlebih dulu apakah Anda pernah mendapat vaksin MMR atau belum. Bila belum atau status imunisasi MMR Anda tidak jelas, Anda bisa mendapat vaksin ini.Perlu diingat, vaksin MMR tidak boleh diberikan pada wanita yang sedang hamil. Anda juga sebaiknya mencegah kehamilan selama satu bulan setelah menerima vaksin ini.
  • Orang dewasa lainnya

Jika tidak yakin apakah Anda sudah mendapatkan vaksin MMR atau belum, Anda bisa menjalani vaksin MMR. Sementara orang dewasa yang sama sekali belum pernah menerima vaksin MMR dianjurkan untuk menerimanya setidaknya satu kali.

Siapa yang boleh mendapatkan vaksin MMR?

Semua orang dianjurkan untuk mendapatkan vaksin MMR, khususnya kelompok orang di bawah ini:
  • Bayi dan anak-anak sebelum usia sekolah
  • Anak-anak hingga remaja usia 18 tahun yang belum menerima vaksin MMR atau sudah mendapatkannya, tapi tidak komplit
  • Wanita yang merencanakan kehamilan
  • Orang dewasa kelahiran tahun 1970-979 yang mungkin hanya mendapat vaksin campak saja, atau orang yang lahir di tahun 1980-1990 yang tidak terproteksi dari penyakit gondongan

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin MMR?

Ada pula kalangan yang sebaiknya tidak menerima vaksin MMR, di antaranya adalah orang yang:
  • Mengalami reaksi alergi berat terhadap neomisin atau komponen lain dari vaksin MMR
  • Pernah mengalami reaksi alergi berat pada penyuntikan vaksin MMR sebelumnya
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, penderita HIV/AIDS, orang yang mengkonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi sistem imun (seperti steroid dan imunosupresan)
  • Sedang menderita tuberkulosis
Pemberian vaksin MMR juga harus ditunda bila Anda:
  • Sedang sakit dengan tingkat keparahan sedang hingga berat
  • Sedang hamil
  • Baru saja mendapatkan transfusi darah
  • Mengalami kondisi medis yang menyebabkan Anda mudah mengalami perdarahan atau lebam
  • Baru menerima vaksin lain pada empat minggu sebelumnya

Apa saja persiapan pemberian vaksin MMR?

Hal yang dapat Anda persiapkan sebelum Anda atau anak Anda mendapatkan vaksin MMR meliputi:
  • Mendiskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko pemberian vaksin MMR
  • Memastikan kondisi Anda atau anak Anda benar-benar sehat saat menjalani vaksin MMR
  • Memastikan bahwa Anda sedang tidak hamil
  • Beritahukan pada dokter mengenai riwayat alergi obat yang pernah Anda alami, terutama bila Anda alergi terhadap neomisin atau komponen lain dalam vaksin MMR

Bagaimana prosedur pemberian vaksin MMR?

Pemberian vaksin MMR adalah lewat suntikan subkutan, yakni suntikan di bawah kulit. Seperti prosedur penyuntikan pada umumnya, dokter akan melakukan membersihkan area suntikan dengan alkohol terlebih dulu. Setelah itu barulah dokter menyuntikkan vaksin di area tersebut.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah pemberian vaksin MMR?

Setelah mendapatkan vaksin MMR, Anda mungkin dapat mengalami efek samping berupa demam tinggi dan nyeri pada area suntikan. Perlu diingat bahwa wanita harus menunda kehamilan selama satu bulan setelah mendapat vaksin ini.

Apa saja risiko pemberian vaksin MMR?

Pemberian vaksin MMR dapat memiliki memicu efek samping ringan hingga berat. Beberapa di antaranya meliputi :
  • Ringan: Demam dan ruam
  • Sedang: Nyeri dan kaku pada sendi, kejang, dan kadar trombosit yang rendah
  • Berat: Biduran, pembengkakan, dan kesulitan bernapas, tapi efek samping ini relatif jarang terjadi.
campakrubellavaksin bayi dan anakgondongan
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/mmr-tidak-menyebabkan-autisme-bagian-i
Diakses pada 4 Maret 2020
NHS.uk. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/mmr-vaccine/
Diakses pada 4 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/mmr-vaccine
Diakses pada 4 Maret 2020
Saripedia. Jadwal imunisasi rekomendasi IDAI
Diakses pada 4 Maret 2020
Mayo Clinic.https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/measles-and-rubella-virus-vaccine-live-intramuscular-route-injection-route/side-effects/drg-20062133?p=1
Diakses pada 4 Maret 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020
Diakses pada 26 Juli 2021
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr
Diakses pada 26 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email