Pemberian Vaksin Hepatitis B

21 Jun 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pemberian vaksin hepatitis B sudah bisa dilakukan sejak seseorang masih bayiPemberian vaksin hepatitis B bisa dilakukan sejak bayi

Apa itu vaksin hepatitis B?

Vaksin hepatitis B adalah jenis vaksin yang berfungsi mencegah infeksi virus hepatitis B. Virus ini dapat menyebabkan penyakit peradangan akut dan kronis pada hati. Penyakit hepatitis B merupakan jenis hepatitis yang paling berbahaya. Menurut WHO, sekitar 780 ribu orang meninggal tiap tahunnya akibat komplikasi dari penyakit ini.
Virus hepatitis B dapat menyebar ketika darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya dari pasien yang telah terinfeksi memasuki tubuh seseorang. Virus ini dapat menular melalui:
  • Proses persalinan (bayi dengan ibu hepatitis B dapat tertular)
  • Berbagi penggunaan benda-benda pribadi seperti sikat gigi atau alat cukur dengan penderita hepatitis B
  • Kontak dengan darah atau luka terbuka dengan penderita hepatitis B
  • Berhubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi hepatitis B
  • Berbagi penggunaan jarum suntik atau alat medis lainnya
  • Terpapar darah penderita dari jarum suntik atau alat medis tajam lainnya

Kenapa pemberian vaksin hepatitis B diperlukan?

Vaksin hepatitis B diperlukan untuk mencegah penyakit hepatitis B. Virus hepatitis B dapat menyebabkan infeksi akut yang berlangsung selama beberapa minggu dan infeksi kronis yang lebih serius dan berlangsung dalam jangka waktu lama. Berikut penjelasannya:
  • Infeksi hepatitis B akut

Infeksi ini berlangsung dalam jangka waktu pendek dan ditandai dengan demam, rasa lelah, nafsu makan berkurang, mual, muntah, kulit berwarna kuning, air kencing berwarna lebih gelap, feses berwarna lebih pucat, dan nyeri pada otot, sendi, dan perut.
  • Infeksi hepatitis B kronik

Infeksi hepatitis B kronik berlangsung dalam jangka waktu lama. Kondisi ini ditandai dengan virus hepatitis yang menetap di dalam tubuh. Kebanyakan pasien dengan infeksi hepatitis B kronik tidak memiliki gejala apapun, namun infeksi dapat menyebabkan kerusakan hati (sirosis), kanker hati, dan kematian. Pasien tetap dapat menularkan virus ke orang lain meski tidak bergejala.

Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis B?

Vaksin hepatitis B diperlukan pada bayi, anak, remaja, dan dewasa. Berikut penjelasannya:

1. Bayi

Bayi perlu mendapat dosis vaksin hepatitis B yang pertama saat kelahirannya dan biasanya dosis vaksin lengkap selesai diberikan saat bayi berusia 6 bulan.

2. Anak dan remaja

Semua anak-anak dan remaja berusia kurang dari 19 tahun yang belum pernah divaksin juga perlu mendapat vaksin hepatitis B.

3. Dewasa

Vaksin hepatitis B disarankan untuk diberikan pada orang dewasa yang beresiko terkena infeksi hepatitis B, yaitu:
  • Orang-orang yang pasangannya adalah penderita hepatitis B.
  • Orang yang aktif secara seksual dan terlibat hubungan dengan lebih dari satu pasangan.
  • Orang-orang yang sedang diperiksa atau sedang mendapat pengobatan penyakit menular seksual.
  • Lelaki yang melakukan kontak seksual dengan lelaki lain.
  • Orang-orang yang berbagi jarum suntik, suntikan, atau peralatan suntik obat-obatan lainnya.
  • Orang-orang yang kontak dekat atau tinggal bersama seseorang yang terkena virus hepatitis B.
  • Para petugas kesehatan yang beresiko terkena darah atau cairan tubuh pasien.
  • Para penghuni dan petugas prasarana orang-orang yang cacat perkembangan mental
  • Orang-orang yang berada di lembaga permasyarakatan.
  • Para korban kekerasan atau pelecehan seksual.
  • Para wisatawan yang berkunjung ke daerah dengan tingkat hepatitis B yang tinggi.
  • Orang-orang dengan penyakit hati kronik, penyakit ginjal, infeksi HIV, infeksi hepatitis C, atau diabetes.
  • Siapapun yang ingin terlindung dari infeksi hepatitis B.

Seberapa sering Anda vaksin hepatitis B diberikan?

Vaksin hepatitis B biasanya diberikan sebanyak 2, 3, hingga 4 kali suntik dalam jangka waktu 1 hingga 6 bulan.Pada anak, dosis pertama idealnya diberikan sedini mungkin (kurang dari 12 jam setelah lahir), lalu vaksin kedua pada jarak 4 minggu dari imunisasi pertama. Jarak vaksin ke-3 dengan ke-2 minimal 2 bulan dan terbaik setelah 5 bulan.Apabila anak belum pernah mendapat vaksin hepatitis B saat bayi, vaksin dapat diberikan kapan saja saat berkunjung ke dokter. Hal ini dapat dilakukan tanpa harus memeriksa kadar antibodi terhadap virus hepatitis B.

Apa saja persiapan untuk menjalani pemberian vaksin hepatitis B?

Beritahukan kepada dokter apabila pasien memiliki kondisi berikut:
  • Pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin hepatitis B
  • Sedang dalam kondisi kurang sehat.
Pasien dengan kondisi di atas tidak boleh mendapatkan vaksin ini.

Bagaimana prosedur pemberian vaksin hepatitis B dilakukan?

Vaksin hepatitis A diberikan melalui suntikan. Satu dosis berisi 0.5 ml vaksin (pada pasien di bawah 20 tahun) atau 1 ml vaksin (pada pasien di atas 20 tahun) akan disuntikan secara intramuskular (tegak lurus kulit).

Apa saja komplikasi pemberian vaksin hepatitis B?

Risiko pemberian vaksin dapat berupa rasa nyeri pada lokasi penyuntikkan atau timbulnya demam. Pasien juga dapat pingsan selama prosedur. Beritahukan kepada dokter bila pasien merasa pusing, mengalami gangguan penglihatan, atau telinga berdenging saat atau setelah divaksin.Seperti pemberian obat-obatan lainnya, reaksi alergi berat terhadap vaksin juga dapat terjadi. Segera hubungi dokter bila pasien mengalami gejala reaksi alergi seperti timbulnya bentol, bengkak pada wajah dan tenggorokan, sesak napas, denyut jantung cepat, pusing, atau kelemahan pada tubuh.
hepatitis b
WHO. https://www.who.int/immunization/diseases/hepatitisB/en/
Diakses pada 20 Juni 2020
CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hep-b.html
Diakses pada 20 Juni 2020
Immunization Action Coalition. https://www.immunize.org/vis/indonesian_hepatitis_b.pdf
Diakses pada 20 Juni 2020
Immunization Action Coalition. https://www.immunize.org/catg.d/p3085.pdf
Diakses pada 20 Juni 2020
Immunization Action Coalition. https://www.immunize.org/technically-speaking/20161027.asp
Diakses pada 20 Juni 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii
Diakses pada 20 Juni 2020
Hepatitis B Foundation. https://www.hepb.org/prevention-and-diagnosis/vaccination/
Diakses pada 20 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email