Pemberian Vaksin Hepatitis B

26 Oct 2021|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vaksin hepatitis B bisa diberikan pada bayi baru lahir dan orang dewasa yang belum pernah divaksinPemberian vaksin hepatitis B bisa dilakukan pada bayi hingga orang dewasa

Apa itu vaksin hepatitis B?

Vaksin hepatitis B adalah jenis vaksin yang berfungsi mencegah infeksi virus hepatitis B. Di dalam vaksin hepatitis B, terdapat salah satu protein yang berasal dari permukaan virus (HBsAg). Nantinya protein tersebut akan berperan sebagai antigen yang memicu pembentukan antibodi sebagai komponen sistem kekebalan tubuh terhadap virus hepatitis B.

Hepatitis B sendiri adalah penyakit yang dapat menyebabkan peradangan akut dan kronis pada organ hati. Jenis hepatitis ini merupakan yang paling berbahaya.

Virus hepatitis B dapat menyebabkan infeksi akut yang berlangsung selama beberapa minggu. Hepatitis B akut biasanya disertai gejala berupa:

  • Demam
  • Rasa lelah
  • Nafsu makan menurun
  • Mual dan muntah
  • Penyakit kuning (jaundice)
  • Urine berwarna pekat
  • Feses berwarna pucat
  • Nyeri otot dan sendi, serta perut

Selain itu, virus juga dapat menetap di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi kronis, alias menahun. Kebanyakan pasien dengan infeksi hepatitis B kronik tidak memiliki gejala apa pun. Akan tetapi, infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan hati (sirosis), kanker hati, dan kematian. Pasien tetap dapat menularkan virus ke orang lain meski tidak bergejala. 

Menurut Organisasi kesehatan dunia, WHO, sekitar 780 ribu orang meninggal tiap tahunnya akibat komplikasi dari penyakit ini. Oleh karena itu, infeksi hepatitis B harus dicegah, salah satunya dengan pemberian vaksin.

Vaksin hepatitis B adalah salah satu vaksin yang wajib diberikan pada anak.  WHO merekomendasikan semua bayi yang baru lahir agar mendapat imunisasi hepatitis B pertama sesegera mungkin, paling lama 24 jam sesudah kelahiran

Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis B?

Vaksin hepatitis B diperlukan pada bayi, anak, remaja, dan orang dewasa yang belum pernah menerima menerima vaksin hepatitis B sebelumnya. Berikut penjelasannya:

1. Bayi, anak, dan remaja

Bayi perlu mendapat dosis vaksin hepatitis B yang pertama saat kelahirannya. Dosis vaksin hepatitis B biasanya akan lengkap diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan.

Anak-anak dan remaja yang berusia kurang dari 19 tahun dan belum pernah divaksin juga perlu mendapat vaksin hepatitis B.

2. Dewasa berusia di atas 18 tahun

Vaksin hepatitis B disarankan untuk diberikan pada orang dewasa yang berisiko terkena infeksi hepatitis B, yaitu:

  • Orang-orang yang pasangannya adalah penderita hepatitis B.
  • Orang yang aktif secara seksual dan terlibat hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.
  • Orang-orang yang sedang diperiksa atau sedang mendapat pengobatan penyakit menular seksual.
  • Lelaki yang melakukan kontak seksual dengan lelaki lain.
  • Orang-orang yang berbagi jarum suntik, suntikan, atau peralatan suntik obat-obatan lainnya.
  • Orang-orang yang kontak dekat atau tinggal bersama seseorang yang terkena virus hepatitis B.
  • Para petugas kesehatan yang berisiko terkena darah atau cairan tubuh pasien.
  • Para penghuni dan petugas yang tinggal di sarana perawatan kesehatan mental
  • Orang-orang yang berada di lembaga pemasyarakatan.
  • Para korban kekerasan atau pelecehan seksual.
  • Para wisatawan yang berkunjung ke daerah dengan tingkat hepatitis B yang tinggi.
  • Orang-orang dengan penyakit hati kronik, penyakit ginjal, infeksi HIV, infeksi hepatitis C, atau diabetes.
  • Siapa pun yang ingin terlindung dari infeksi hepatitis B.

Bagaimana jadwal dan dosis pemberian vaksin hepatitis B?

Jadwal dan dosis vaksin hepatitis B akan berbeda-beda tergantung kelompok usianya. Berikut adalah jadwal dan dosis pemberiannya.

  • Bayi dan anak-anak 

Menurut jadwal imunisasi yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020, dosis vaksin hepatitis B pada anak diberikan sebanyak 4 kali. 

Dosis pertama diberikan ketika bayi baru lahir (kurang dari 12 jam setelah lahir). Dosis kedua hingga keempat diberikan secara berurutan ketika bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan. Setelah itu bayi bisa menerima suntikan booster di usia 18 bulan.

Pada anak yang belum pernah mendapat vaksin hepatitis B saat baru lahir, vaksin dapat diberikan kapan saja saat berkunjung ke dokter. 

Hal ini dapat dilakukan tanpa harus memeriksa kadar antibodi terhadap virus hepatitis B.

  • Dewasa di atas 18 tahun

Pada orang dewasa, vaksin hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali. Dosis kedua diberikan 1 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga diberikan 5 bulan setelah dosis kedua. 

Setelah itu, orang dewasa disarankan untuk suntik booster vaksin hepatitis B setiap 5 tahun sekali. Bagi orang dewasa, dianjurkan untuk membuat jadwal pemeriksaan HbsAg terlebih dahulu. 

Apa saja persiapan untuk menjalani pemberian vaksin hepatitis B?

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum pemberian vaksin antara lain:

  • Tidur yang cukup di malam hari sebelumnya
  • Hindari olahraga berlebihan
  • Penuhi kebutuhan nutrisi selama 1 minggu sebelum dan setelah menjalani imunisasi hepatitis B.
  • Beritahukan kepada dokter tentang informasi kesehatan diri, seperti:
    • Riwayat alergi yang Anda miliki. Vaksin hepatitis B tidak dapat diberikan kepada orang yang memiliki alergi terhadap setiap bahan yang terkandung di dalam vaksin. Hal ini menjadi syarat vaksin hepatitis b dewasa maupun anak. 
    • Jika Anda merasa kurang sehat, demam atau diketahui menderita penyakit infeksi.
    • Jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, multiple sclerosis, sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit hati, atau gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia atau trombositopenia.
    • Anda sedang menjalani pengobatan kemoterapi atau mengonsumsi obat imunosupresan.
    • Informasi mengenai obat termasuk obat antikoagulan, seperti warfarin,  suplemen, atau produk herbal.
    • Sedang hamil atau merencanakan kehamilan.

Informasi di atas dapat memengaruhi keputusan dokter dalam memberikan vaksin hepatitis B pada pasien yang bersangkutan. 

Bagaimana prosedur pemberian vaksin hepatitis B dilakukan?

Vaksin hepatitis A diberikan melalui suntikan. Satu dosis berisi 0.5 ml vaksin (pada pasien di bawah 20 tahun) atau 1 ml vaksin (pada pasien di atas 20 tahun) akan disuntikan secara intramuskular (ke otot).

Apa saja efek samping pemberian vaksin hepatitis B?

Risiko pemberian vaksin dapat berupa rasa nyeri pada lokasi penyuntikkan atau timbulnya demam. Pasien juga dapat pingsan selama prosedur. 

Beritahukan kepada dokter bila pasien merasa pusing, mengalami gangguan penglihatan, atau telinga berdenging saat atau setelah divaksin.

Seperti pemberian obat-obatan lainnya, reaksi alergi berat terhadap vaksin juga dapat terjadi. Segera hubungi dokter bila pasien mengalami gejala reaksi alergi seperti timbulnya bentol, bengkak pada wajah dan tenggorokan, sesak napas, denyut jantung cepat, pusing, atau kelemahan pada tubuh.

hepatitis bhepatitisinfeksi viruspenyakit hati

WHO. https://www.who.int/immunization/diseases/hepatitisB/en/
Diakses pada 19 Oktober 2021


CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hep-b.html
Diakses pada 19 Oktober 2021


Immunization Action Coalition. https://www.immunize.org/vis/indonesian_hepatitis_b.pdf
Diakses pada 19 Oktober 2021


Immunization Action Coalition. https://www.immunize.org/catg.d/p3085.pdf
Diakses pada 20 Juni 2020


Immunization Action Coalition. https://www.immunize.org/technically-speaking/20161027.asp
Diakses pada 20 Juni 2020


IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii
Diakses pada 19 Oktober 2021


Hepatitis B Foundation. https://www.hepb.org/prevention-and-diagnosis/vaccination/
Diakses pada 19 Oktober 2021


Pusat Informasi Obat Nasional. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
Diakses pada 19 Oktober 2021


Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/news/Pages/AAP-Recommends-that-Infants-Receive-First-Hepatitis-B-Dose-within-24-Hours-of-Birth.aspx
Diakses pada 19 Oktober 2021


Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020
Diakses pada 19 Oktober 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email