USG Payudara

19 Nov 2021|Nurul Rafiqua
USG Payudara: Fungsi, Jenis, Prosedur, Hasil, dan KomplikasiUSG payudara memanfaatkan teknologi gelombang suara frekuensi tinggi

Apa itu USG payudara?

Ultrasonografi (USG) payudara adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasonik). Tes pencitraan ini biasanya dilakukan untuk memeriksa adanya tumor, kanker payudara, atau kelainan lain di payudara.

Dalam pemeriksaan yang disebut juga dengan USG mammae ini, alat bernama transduser akan diletakkan di payudara pasien untuk menghantarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Gelombang suara tersebut akan menangkap jaringan dan struktur organ dan pantulannya akan dikonversi menjadi gambar pada layar komputer. 

USG dapat merekam gambar struktur dan pergerakan organ payudara dengan detail, termasuk aliran darah di dalamnya.

Tidak seperti sinar-X (Rontgen) dan CT scan, USG tidak menggunakan radiasi, sehingga dianggap lebih aman untuk wanita hamil dan ibu menyusui.

Apa tujuan pemeriksaan USG payudara?

Fungsi USG payudara yang utama adalah sebagai salah satu jenis pemeriksaan kanker payudara. Namun, prosedur ini bisa juga digunakan pada diagnosis kelainan lainnya. 

Beberapa fungsi USG payudara, antara lain:

1. Memeriksa adanya kelainan pada payudara

Perubahan pada payudara biasanya terdeteksi saat deteksi dini kanker payudara, baik secara mandiri (SADARI) atau saat pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) oleh dokter.

Dokter mungkin saja merekomendasikan USG payudara jika pada pemeriksaan sebelumnya ditemukan tanda dan gejala berikut:

  • Teraba benjolan
  • Penebalan di kulit payudara
  • Perubahan ukuran dan bentuk payudara
  • Kulit payudara mengerut
  • Keluar cairan dari puting
  • Nyeri
  • Pembengkakan pada lengan atas
  • Teraba benjolan pada ketiak atau sekitar leher

Melalui USG payudara, ukuran dan lokasi dari benjolan yang muncul dapat terdeteksi.

2. Sebagai pemeriksaan lanjutan dari tes pencitraan lainnya

USG payudara berguna untuk mengonfirmasi hasil tes mammografi. Pasalnya, mammografi tidak dapat mengecek semua jenis kelainan pada payudara.

USG payudara dapat memberikan gambaran yang jelas akan benjolan yang teraba, tapi tidak terdeteksi oleh mammogram. USG payudara juga sering kali digunakan pada wanita dengan jaringan payudara yang padat. Biasanya, sinar mammografi tidak dapat menembus jaringan payudara yang padat.

Selain itu, USG payudara juga bisa melihat seberapa baik aliran darah menuju payudara. Dari sini, dapat diketahui sifat benjolan yang muncul, apakah tumor tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker).

Terkadang, USG payudara dapat digunakan sebagai pengganti mammografi untuk deteksi dini kanker payudara, terutama pada wanita dengan kondisi berikut:

  • Berusia di bawah 25 tahun
  • Hamil
  • Menyusui
  • Terpasang implan silikon dalam payudaranya

3. Sebagai pemandu dalam biopsi payudara

Ketika hasil USG payudara menunjukkan kelainan yang mencurigakan, dokter dapat merekomendasikan biopsi yang dipandu USG. Pemeriksaan USG payudara biasanya diperlukan sebelum biopsi untuk merencanakan prosedur dan menentukan apakah biopsi dapat digunakan.

 

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani USG payudara?

Sebelum melakukan USG payudara, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Sebaiknya Anda tidak melakukan USG mammae menjelang haid. Sebab, pada masa ini terjadi perubahan hormon dalam tubuh yang bisa membuat payudara terasa tidak nyaman. Sama seperti SADARI, USG payudara bisa dilakukan dalam waktu 7-10 hari setelah haid pertama.
  • Tidak memakai perhiasan.
  • Kenakan pakaian yang longgar, nyaman, dan mudah untuk dilepas selama pemeriksaan.
  • Anda boleh makan atau minum seperti biasa.
  • Hindari mengoleskan bedak, losion, atau kosmetik pada area payudara sebelum pemeriksaan. Produk-produk ini dapat mengganggu keakuratan pengujian. 

Bagaimana prosedur USG payudara dilakukan?

USG payudara biasanya biasanya berlangsung singkat, sekitar 15-30 menit. Prosedur ini akan dilakukan oleh seorang dokter radiologi.

Berikut langkah pemeriksaan USG payudara:

  • Pasien akan diminta untuk membuka pakaian dari pinggang ke atas (termasuk bra) dan mengganti pakaian dengan pakaian khusus yang disediakan oleh rumah sakit.
  • Selanjutnya pasien diminta berbaring di kasur pemeriksaan dengan kedua lengan diposisikan ke atas kepala.  
  • Setelah itu, dokter akan mengoleskan gel khusus di kulit payudara. Gel ini berguna untuk membantu transduser bergerak dan memancarkan gelombang suara agar dapat bergerak melewati jaringan payudara.
  • Transduser akan digerakkan oleh dokter pada permukaan kulit payudara untuk merekam gambar jaringan yang dilewatinya.
  • Selanjutnya, transduser akan mentransmisikan gambar yang direkam dan  menampilkannya pada layar monitor.
  • Jika ada sesuatu yang membutuhkan perhatian khusus, USG mungkin dilakukan lebih lama.
  • Setelah proses pemindaian selesai, dokter atau perawat akan menyeka gel yang menempel di kulit.
  • Pasien biasanya diperbolehkan untuk pulang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa setelah USG payudara selesai dilakukan.

Bagaimana cara membaca hasil USG payudara?

Hasil USG payudara biasanya akan keluar dalam beberapa hari atau bisa saja di hari yang sama. Apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan, dokter akan menjadwalkan tes tersebut di hari lain.

Dokter akan membacakan hasil USG payudara pada pasien jika informasi yang didapat sudah cukup. Hasil USG payudara dapat dilihat sebagai gambar hitam putih. Kista, tumor, atau massa abnormal lainnya akan nampak sebagai area yang lebih gelap pada gambar.

Dari penafsiran gambar USG payudara, dokter dapat mendeteksi sejumlah kondisi berikut:

  • Penyakit payudara fibrokistik, perubahan hormonal yang menyebabkan benjolan lunak.
  • Fibroadenoma, tumor jinak pada jaringan payudara
  • Infeksi atau peradangan pada jaringan payudara
  • Papiloma intraduktal, tumor jinak pada saluran susu
  • Nekrosis jaringan lemak pada payudara yang mengakibatkan munculnya benjolan berisi jaringan yang rusak atau mati.
  • Kanker payudara

Hasil USG payudara yang menunjukkan tanda-tanda kanker biasanya akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti MRI payudara, CT scan, atau biopsi.

Berapa biaya usg payudara?

Biaya USG payudara bervariasi tergantung dari fasilitas kesehatan yang menyediakannya. Namun, rata-rata harga USG payudara dimulai dari Rp250.000-750.000. 

USG payudara juga termasuk ke dalam pemeriksaan yang ditanggung BPJS jika dilakukan sesuai dengan rujukan dari dokter (bukan permintaan sendiri). 

Selain di rumah sakit, Anda bisa pergi ke puskesmas yang menyediakan layanan ini. Ada lebih dari 3.700 puskesmas di seluruh di Indonesia yang telah dilatih dalam pelayanan deteksi dini penyakit kanker payudara.

Adakah risiko atau efek samping dari pemeriksaan usg payudara?

USG payudara adalah prosedur yang aman dan hanya memiliki sedikit efek samping. Tes ini tidak menimbulkan rasa sakit ataupun paparan radiasi.

Efek samping yang mungkin muncul bisa berasal dari reaksi alergi terhadap gel yang digunakan saat prosedur USG berlangsung. Akan tetapi, hal ini sangat jarang terjadi.

Meksi begitu, USG payudara memiliki sejumlah kekurangan atau keterbatasan, seperti:

  • USG tidak bisa menggantikan mammografi yang dilakukan rutin sebagai skrining kanker payudara. Sifatnya lebih kepada pemeriksaan penunjang.
  • Pada orang gemuk atau memiliki payudara yang sangat besar USG payudara bisa jadi kurang akurat.
  • Temuan MRI yang disebabkan oleh kanker tidak selalu terlihat dengan USG.
  • Penafsiran hasil pemeriksaan USG payudara biasanya membutuhkan prosedur tambahan, seperti USG lanjutan, aspirasi atau biopsi, sehingga perlu mengeluarkan biaya lebih banyak. 
  • Banyak area yang dianggap mencurigakan tapi ternyata tidak bersifat kanker (positif palsu).
kanker payudaratumor jinak payudarapayudara


Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info/breastus
Diakses pada 10 November 2021

Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/breast-ultrasound
Diakses pada 10 November 2021

Kementerian Kesehatan RI.
http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-kanker-dan-kelainan-darah/deteksi-dini-kanker-payudara-dengan-sadari-dan-sadanis
Diakses pada 10 November 2021

WHO. https://www.who.int/cancer/detection/breastcancer/en/
Diakses pada 10 November 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/breast-ultrasound#next-steps
Diakses pada 10 November 2021

My Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21496-breast-ultrasound
Diakses pada 10 November 2021
CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170611002954-26-220866/kemenkes-pemeriksaan-payudara-dan-serviks-ditanggung-bpjs
Diakses pada 10 November 2021

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/screening-tests-and-early-detection/breast-ultrasound.html
Diakses pada 10 November 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email