Tim dokter spesialis bedah diperlukan dalam operasi transplantasi tangan
Transplantasi tangan harus dilakukan oleh tim dokter spesialis bedah

Apa itu transplantasi tangan?

Transplantasi tangan adalah prosedur yang diperuntukkan orang yang terlah menjalani amputasi pada salah satu atau kedua tangan. Prosedur ini harus dilakukan oleh doketer dengan spesialisasi khusus dan hanya tersedia di beberapa rumah sakit khusus transplantasi.

Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling kompleks. Struktur tangan terdiri dari tulang, tendon, otot, jaringan lunak, saraf, pembuluh darah, dan kulit luar. Transplantasi tangan melibatkan seluruh struktur tersebut.

Meski tidak menjamin tingkat keberhasilan yang tinggi, transplantasi tangan dapat membantu seseorang untuk mengembalikan fungsi dan sensasi pada tangannya. Namun perlu diingat bahwa pasien yang menjalani operasi ini perlu memiliki komitmen tinggi dalam menjalani pengobatan dan perawatan seumur hidupnya.

Kenapa transplantasi tangan diperlukan?

Tujuan transplantasi tangan adalah untuk meningkat kualitas hidup pasien serta mengembalikan beberapa fungsi dan sensasi pada tangannya.

Siapa yang membutuhkan transplantasi tangan?  

Transplantasi tangan ditujukan pada orang yang telah mengalami amputasi tangan. Namun tidak semua pasien amputasi tangan harus menjalani prosedur ini.

Prosedur transplantasi tangan bisa menjadi pilihan untuk pasien yang merasa kualitas hidupnya terbatas karena amputasi tangan, dan merasa tidak nyaman ketika memakai tangan buatan atau prostesis.

Apa saja syarat transplantasi tangan?

Orang yang hendak menjalani transplantasi tangan juga harus memenui syarat-syarat di bawah ini:

  • Telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dengan dokter bedah. Mulai dari pemeriksan fisik untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum, rontgen, tes darah, hingga pemeriksaan penunjang lainnya.
  • Berhasil lulus dalam tes kesehatan mental dan emosional. Pemeriksaan ini akan menunjukkan kemampuan adaptasi pasien terhadap kondisinya nanti serta komitmennya untuk menjalani pengobatan maupun perawatan pascaprosedur.
  • Tidak pernah mengalami infeksi yang serius.
  • Tidak menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang.
  • Tidak memiliki riwayat penyakit saraf kronis, seperti neuropati perifer.
  • Tidak mengalami penyakit serius tertentu, misalnya diabetes, gangguan ginjal, penyakit jantung, atau kanker yang tidak bisa ditangani.
  • Mampu menanggung biaya perawatan, baik untuk operasi transplantasi tangan maupun perawatan setelahnya

Apa saja persiapan sebelum menjalani transplantasi tangan?

Persiapan yang dapat dilakukan sebelum menjalani transplantasi tangan meliputi:

  • Mendiskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko prosedur.
  • Menjalani pemeriksaan fisik dan penunjang sesuai anjuran dokter.
  • Melakukan fisioterapi untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas tangan yang akan menjalani transplantasi.
  • Mencari tempat tinggal sementara di dekat rumah sakit karena pasien mungkin butuh kontrol rutin ke dokter selama beberapa bulan.
  • Menginformasikan pada dokter mengenai obat-obatan yang rutin dikonsumsi. Dokter akan memberikan rekomendasi konsumsi obat yang harus dihentikan sebelum pasien menjalani prosedur.
  • Berpuasa (tidak makan dan minum) selama 6-12 jam sebelum operasi.

Bagaimana transplantasi tangan dilakukan?

Transplantasi tangan umumnya dilakukan oleh oleh tim dokter spesialis bedah serta berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 18-24 jam. Pasalnya, operasi ini membutuhkan keahlian dan ketelitian khusus.

Secara garis besar, transplantasi tangan akan dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Pasien akan dibawa ke ruang operasi agar tim dokter bisa menyiapkan lokasi transplantasi.
  • Dokter akan memakai alat USG untuk menandai pembuluh darah vena di pasien, yang nantinya akan disambung ke vena pasien tangan yang sudah didonorkan.
  • Dokter anestesi akan memberikan anestesi umum pada pasien.
  • Dokter bedah akan membersihkan area operasi dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi.
  • Ketika donor tangan tiba di kamar operasi, tim dokter bedah akan menyiapkan bagian tangan pasien dan tangan yang sudah didonorkan. Kedua langkah ini dilakukan secara bersamaan.
  • Setelah semua siap, tim dokter akan menyambung semua struktur tangan donor ke lokasi amputasi pasien.
  • Bagian pertama yang disambung adalah tendon, kemudian pembuluh darah dan saraf dengan teknik pembedahan menggunakan mikroskop.
  • Setelah itu, darah pasien akan dialirkan ke tangan yang telah dicangkok.
  • Jika darah bisa mengalir dengan lancar, tendon yang tersisa, otot, dan saraf lalu disambungkan.
  • Bagian transplantasi ini lalu ditutup dengan penjahitan jaringan lunak dan kulit.
  • Perban dan bidai kemudian dipasang. Demikian pula dengan alat khusus untuk memantau aliran darah pada tangan yang telah dicangkok.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah transplantasi tangan?

Setelah transplantasi tangan selesai, pasien akan dipindah ke ruangan intensif (ICU). Dalam ruangan ini, tanda-tanda vital pasien akan dipantau secara ketat. Mulai dari detak jantung, tekanan darah, hingga tingkat kesadaran.

Bila kondisi pasien stabil selama berada di ICU, pasien bisa dipindahkan ke ruangan perawatan biasa. Tim medis juga akan mengevaluasi keberhasilan operasi dengan cara meminta pasien untuk menggerakkan jari-jari pada tangan yang sudah dicangkok.

Tim medis pun bisa memberikan obat-obatan penghilang nyeri untuk mengatasi rasa nyeri yang muncul setelah operasi.

Selama di rumah sakit, pasien akan menjalani fisioterapi. Fisioterapis akan mengajarkan latihan yang bisa dilakukan di rumah untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan fungsi tangan yang sudah ditransplantasikan.

Durasi rawat inap di rumah sakit berbeda-beda bagi tiap pasien. Lama perawatan ini tergantung dari kondisi pasien dan ada tidaknya penyakit lain yang menyertai.

Ketika diizinkan pulang, pasien perlu ingat bahwa keberhasilan prosedur dan fungsi tangan yang dicangkok akan sangat bergantung pada kepatuhannya dalam melakukan kontrol ke dokter serta menjalani fisioterapis secara rutin.

Dokter juga akan meresepkan obat imunosupresan. Obat ini berfungsi menekan sistem imun untuk mencegah reaksi penolakan.

Reaksi penolakan terjadi ketika tubuh mendeteksi ada benda atau zat asing yang masuk, termasuk tangan yang sudah ditransplantasikan. Akibatnya, sistem kekebakan tubuh akan berusaha untuk menghancurkan benda atau zat asing tersebut.

Bila reaksi penolakan terus dibiarkan, tangan yang dicangkok akan mengalami masalah. Karena itu, pasien transplantasipenerima donor tangan perlu mengonsumsi obat imunosupresan secara rutin dan sesuai petunjuk dokter.

Meski begitu, imunosupresan juga memiliki risiko tersendiri. Obat ini bisa membuat penggunanya lebih mudah mengalami infeksi.

Pengguna imunosupresan perlu waspada dan senantiasa memantau ada tidaknya tanda-tanda infeksi pada tubuhnya. Misalnya, demam, ruam, atau gejala peradangan lainnya. pasien harus segera berkonsultasi ke dokter bila mengalaminya.

Apa saja komplikasi transplantasi tangan?

Seperti operasi lainnya, transplantasi tangan juga memiliki risiko komplikasi. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi meliputi:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Gumpalan darah
  • Reaksi penolakan akut yang muncul segera pascaoperasi, seperti ruam, pembengkakan, atau perubahan warna kulit pada tangan yang dicangkok
  • Reaksi penolakan kronis yang terjadi pada beberapa waktu setelah transplantasi tangan, seperti nyeri dan penurunan fungsi tangan yang sudah dicangkok
  • Peningkatan risiko infeksi, kanker, gangguan ginjal, diabetes, osteoporosis, gangguan medis lainnya

Bila Anda khawatir dengan risiko-risiko tersebut, diskusikanlah secara rinci dengan dokter sebelum Anda menjalani transplantasi tangan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/hand-transplant/about/pac-20394334
Diakses pada 25 Mei 2020

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/transplant/programs/reconstructive_transplant/hand_transplant_surgery.html
Diakses pada 25 Mei 2020

Artikel Terkait

Cuci darah atau dialisis adalah prosedur untuk menyingkirkan zat limbah di tubuh pada penderita gagal ginjal

Memahami Cuci Darah yang Membantu Pasien Gagal Ginjal

Saat menderita gagal ginjal, tubuh penderitanya akan mengalami penumpukan zat limbah dan cairan. Keadaan tersebut dapat diatasi dengan cuci darah. Seberapa penting cuci darah tersebut?