Menanamkan folikel rambut langsung ke bagian yang botak termasuk salah satu cara transplantasi rambut
Transplantasi rambut bisa dilakukan dengan menanamkan folikel ke bagian yang botak

Apa itu transplantasi rambut?

Transplantasi rambut adalah prosedur yang bertujuan menanamkan atau mencangkok rambut ke area kepala yang botak. Operasi ini dilakukan oleh dokter bedah plastik atau dokter kulit.

Di seluruh dunia, terdapat 60 persen laki-laki dan 50 persen perempuan yang mengalami rambut rontok di sepanjang hidupnya. Untuk mengatasinya, orang dengan kerontokan rambut biasanya menggunakan obat penumbuh rambut yang bisa dibeli secara bebas.

Sementara transplantasi rambut merupakan alternatif bagi penderita kebotakan ketika ia sudah menggunakan obat penumbuh rambut, namun hasilnya tidak efektif. Secara umum, tingkat keberhasilan cangkok rambut lebih tinggi dibandingkan obat penumbuh rambut.

Meski begitu, biaya prosedur ini lebih mahal, baik untuk biaya operasinya sendiri maupun biaya perawatan setelahnya.

Di samping biaya, Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini sebelum menjalani transplantasi rambut:

  • Sekitar 10-80 persen rambut yang ditransplantasi akan tumbuh penuh dalam waktu 3-4 bulan.
  • Seperti rambut pada umumnya, rambut yang dicangkok juga bisa menipis dan rontok seiring waktu.
  • Transplantasi rambut kurang efektif bagi orang dengan folikel rambut yang dorman. Kondisi ini berarti kantong akar rambut memiliki rambut di bawah permukaan kulit, namun rambut tidak mengalami pertumbuhan.

Kenapa transplantasi rambut diperlukan?

Alasan di balik transplantasi rambut adalah untuk memperbaiki penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri pada orang yang mengalami kebotakan. Ini berarti, umumnya tidak ada indikasi medis dari operasi cangkok rambut.

Siapa yang membutuhkan transplantasi rambut?

Orang-orang yang membutuhkan transplantasi rambut adalah mereka yang mengalami:

  • Kebotakan pada puncak kepala atau kepala bagian depan
  • Kebotakan akibat penyakit lupus, cedera, atau kondisi medis lainnya

Siapa yang tidak cocok untuk menjalani transplantasi rambut?

Transplantasi rambut belum tentu efektif bagi semua orang. Operasi ini tidak dianjurkan bagi orang yang mengalami:

  • Kebotakan rambut yang luas
  • Rambut tontok karena obat kemoterapi atau obat-obatan lain
  • Jaringan parut tebal akibat cedera pada kulit kepala

Seberapa sering Anda harus menjalani transplantasi rambut?

Tidak terdapat panduan spesifik mengenai seberapa sering seseorang harus menjalani transplantasi rambut.

Apa saja persiapan untuk menjalani transplantasi rambut?

Persiapan yang dapat Anda lakukan sebelum menjalani transplantasi rambut antara lain:

  • Mendiskusikan manfaat dan risiko transplantasi rambut dengan dokter.
  • Berpuasa di malam sebelum operasi. Pasalnya, transplantasi rambut memerlukan bius total.

Bagaimana prosedur transplantasi rambut dilakukan?

Untuk tahap awal, dokter akan melakukan pembiusan total agar Anda tertidur selama tranplantasi rambut berlangsung. Dokter kemudian melakukan prosedur cangkok rambut yang telah dipilih.

Terdapat dua jenis prosedur transplantasi rambut yang meliputi:

1. Follicular unit strip surgery (FUSS)

  • Pada prosedur FUSS, dokter akan mengangkat sebagian kulit kepala yang berambut, (biasanya pada bagian belakang kepala) dengan pisau bedah.
  • Kulit kepala berambut tersebut kemudian dicangkok ke area kulit kepala yang botak.
  • Bekas sayatan pengambilan kulit kepala kemudian dijahit dan ditutupi dengan rambut sekitarnya.

2. Follicular unit extraction (FUE)

  • Dokter akan mencukur rambut di bagian belakang kepala dan mencabut folikel rambut satu per satu.
  • Folikel-folikel rambut tersebut lalu ditransplantasikan ke area yang botak.

Area rambut yang dicukur pada FUE akan pulih dengan baik, dan hanya bintik-bintik kecil yang menjadi bekas pencabutan folikel rambut. Namun bintik-bintik kecil ini dapat ditutupi dengan rambut-rambut di sekitarnya.

FUE merupakan prosedur transplantasi rambut yang kurang invasif bila dibandingkan dengan FUSS. Namun biaya FUE cenderung lebih mahal.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah transplantasi rambut?

Sesudah menjalani transplantasi rambut, kulit kepala Anda mungkin akan terasa sangat sensitif. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menutupi area tersebut dengan perban selama beberapa hari.

Dokter juga akan memberikan resep obat antibiotik untuk mencegah infeksi. Demikian pula dengan obat penghilang nyeri dan obat antiperadangan guna mengurangi pembengkakan.

Secara umum, Anda sudah bisa kembali beraktivitas dengan normal dalam waktu seminggu pascaprosedur. Bila dokter melakukan penjahitan pada saat transplantasi rambut, benang jahit akan diangkat dalam kurun waktu 10 hari setelah prosedur.

Berdasarkan American Society of Plastic Surgeon, rambut yang dicangkok biasanya akan rontok dalam waktu enam minggu setelah prosedur. Setelah itu, pertumbuhan rambut baru akan tampak di area pencangkokan rambut dalam waktu beberapa bulan.

Apa saja komplikasi transplantasi rambut?

Sama halnya dengan prosedur medis pada umumnya, transplantasi rambut juga memiliki beberapa komplikasi yang meliputi:

  • Infeksi, terutama pada daerah pengambilan dan penanaman rambut
  • Perdarahan hebat
  • Peradangan pada folikel rambut
  • Pertumbuhan rambut baru yang abnormal, misalnya tampak berkelompok
  • Jaringan parut pada kulit kepala
  • Benjolan-benjolan pada kulit kepala

Healthline. https://www.healthline.com/health/does-hair-transplant-work#procedure
Diakses pada 3 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320153
Diakses pada 3 Maret 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007205.htm
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait

Memijat kulit kepala dapat menstimulasi sirkulasi darah untuk merangsang pertumbuhan rambut

Dari 9 Obat Penumbuh Rambut Ini, Mana yang Paling Ampuh?

Tak perlu risau dengan kebotakan karena Anda dapat memilih obat penumbuh rambut, mulai dari yang alami hingga yang kimia. Cara lain, memijat kulit kepala juga melancarkan sirkulasi darah dan mencegah kerontokan rambut.