Transplantasi hati memungkinkan penggantian organ hati yang sudah tidak berfungsi, dengan organ hati dari pendonor.
Transplantasi hati bisa mengganti organ hati yang sudah tak berfungsi, dengan organ hati dari donor.

Apa itu prosedur transplantasi hati?

Transplantasi hati merupakan prosedur pembedahan yang bertujuan membuang organ hati yang tidak berfungsi (gagal hati) dan menggantinya dengan organ hati dari donor yang sudah meninggal. Selain itu, transplantasi hati juga bisa dilakukan dengan mengambil sebagian organ hati dari orang yang hidup dan sehat. Organ hati merupakan organ terbesar di tubuh manusia yang memiliki beberapa fungsi vital, antara lain:

  • Sebagai tempat metabolisme nutrisi, obat-obatan, dan hormon
  • Memproduksi asam empedu yang membantu dalam penyerapan lemak, kolesterol, dan vitamin yang larut dalam lemak
  • Memproduksi protein yang berperan dalam proses pembekuan darah
  • Mengurangi bakteri dan racun dari dalam darah
  • Mencegah terjadinya infeksi dan mengatur sistem kekebalan tubuh

Transplantasi hati umumnya dilakukan sebagai pilihan terapi bagi orang-orang yang mengalami komplikasi akibat gagal hati kronik stadium akhir. Namun, transplantasi hati juga dapat menjadi pilihan pada penderita gagal hati akut, meskipun hal tersebut merupakan kasus yang jarang ditemukan.

Mengapa prosedur transplantasi hati perlu dilakukan?

Transplantasi hati merupakan pilihan terapi bagi orang-orang dengan gagal hati (baik akut maupun kronik) yang sudah tidak dapat diatasi dengan pengobatan lain. Tindakan ini juga diperlukan oleh beberapa orang dengan kanker atau keganasan hati.

Ketika terjadi kegagalan hati, terutama gagal hati kronik, organ hati tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal. Umumnya, pembentukan jaringan parut atau sirosis hati merupakan alasan utama dilakukannya prosedur transplantasi hati.

Berikut ini adalah beberapa penyebab utama terjadinya sirosis hati yang memicu timbulnya gagal hati:

  • Infeksi hepatitis B dan C
  • Penyakit hati akibat kebiasaan mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan jangka panjang
  • Perlemakan hati non-alkohol atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD)
  • Penyakit genetik seperti hemokromatosis dan penyakit Wilson yang memengaruhi metabolisme hati
  • Penyakit pada saluran empedu seperti sirosis bilier primer, atresia bilier, dan primary sclerosing cholangitis

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur transplantasi hati?

Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk memilih fasilitas kesehatan yang bisa menjalankan prosedur transplantasi hati. Setelah memilih lokasi untuk transplantasi hati, Anda akan diminta untuk menjalani evaluasi untuk menentukan kelayakan dalam menjalani prosedur ini.

Secara garis besar, berikut ini beberapa aspek yang digali selama evaluasi untuk prosedur transplantasi hati:

  • Apakah Anda cukup sehat untuk menjalani pembedahan dan pengobatan yang harus digunakan seumur hidup setelah transplantasi?
  • Apakah Anda memiliki kondisi medis yang dapat menurunkan angka kesuksesan transplantasi hati?
  • Apakah Anda siap untuk mengikuti instruksi yang akan diberikan oleh tim medis?

Anda akan diminta menjalani beberapa pemeriksaan sebagai bahan pertimbangan evaluasi seperti tes laboratorium (sampel darah dan urine), tes pencitraan, evaluasi organ jantung, dan beberapa tes lainnya.

Selain itu, Anda juga akan dirujuk untuk berkonsultasi dengan ahli gizi. Tujuannya, untuk memperoleh rekomendasi asupan makanan sebelum dan sesudah transplantasi. Anda pun akan diminta untuk berkonsultasi dengan psikolog mengenai kesiapan menjalani transplantasi.

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur transplantasi hati?

Setelah hasil evaluasi menyatakan Anda layak menjalani transplantasi hati, tim medis akan memasukkan nama Anda ke daftar tunggu transplantasi. Daftar tunggu transplantasi hati akan dibuat oleh tim medis berdasarkan prioritas yang dihitung dengan sistem skoring Model for End-Stage Liver Disease (MELD) untuk pasien dewasa atau Pediatric End-Stage Liver Disease (PELD) untuk pasien di bawah 12 tahun. Selama menunggu panggilan prosedur transplantasi hati, tim medis akan mengobati keluhan dan komplikasi yang terjadi akibat gagal hati.

Siapkan peralatan untuk menginap di rumah sakit di dalam koper karena Anda dapat dipanggil kapan saja untuk prosedur transplantasi hati. Bila menerima donor hati dari orang yang sudah meninggal Anda dapat dipanggil secara mendadak. Lain halnya bila Anda menerima donor hati dari orang yang masih hidup. Dalam kondisi ini, prosedur transplantasi hati akan dijadwalkan.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur transplantasi hati?

Sebelum prosedur dimulai, dokter akan melakukan evaluasi terakhir untuk memastikan Anda cukup sehat dalam menjalani pembedahan. Anda akan mendapat sedasi dan anestesi umum sebelum prosedur dilakukan. Artinya, Anda akan dibuat tidak sadar selama prosedur dilakukan.

Bila menerima donor dari orang yang sudah meninggal, dokter bedah akan membuat sayatan panjang di daerah perut untuk dapat mengakses organ hati Anda. Dokter akan mengambil organ hati yang rusak dan mengganti dengan organ hati donor.

Organ hati donor akan dihubungkan dengan pembuluh darah dan saluran empedu Anda. Setelah semua selesai, dokter bedah akan menjahit dan menutup sayatan di kulit perut Anda. Prosedur ini dapat memakan waktu lebih dari 12 jam, bergantung dari kondisi medis Anda.

Bila Anda menerima donor organ hati dari orang yang masih hidup, dokter akan melakukan operasi terlebih dahulu pada pendonor. Dokter akan mengambil sebagian organ hati donor, kemudian melakukan pengambilan organ hati Anda yang rusak, dan menempatkan organ hati donor yang akan dihubungkan dengan pembuluh darah dan saluran empedu.

Organ hati adalah organ yang dapat melakukan regenerasi. Oleh karena itu, ukuran hati Anda akan kembali normal dalam beberapa minggu setelah mendapatkan sebagian kecil organ hati donor.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani prosedur transplantasi hati?

Setelah prosedur selesai dilakukan, Anda akan menjalani perawatan di ruang rawat intensif untuk mewaspadai kemunculan komplikasi dan mengevaluasi kinerja organ hati. Ketika tubuh sudah stabil, Anda akan dipindahkan ke ruang rawat biasa untuk pemulihan lebih lanjut, lamanya perawatan di rumah sakit kurang lebih 5-10 hari.
Ketika sudah keluar dari rumah sakit, tim medis akan meminta Anda untuk menjalani kontrol rutin dan menkonsumsi obat-obatan imunosupresan seumur hidup. Anda dapat kembali beraktivitas seperti biasa atau kembali bekerja beberapa bulan setelah prosedur transplantasi dilakukan.

Hasil apa yang didapatkan dari transplantasi hati?

Secara umum, sebanyak 75% pasien yang menjalani transplantasi hati, mampu bertahan hidup kurang lebih selama lima tahun. Artinya, bila terdapat 100 orang yang menjalani transplantasi hati, 70 orang akan hidup selama lima tahun, dan 30 orang berisiko meninggal dalam waktu kurang dari lima tahun.

Apa saja risiko dari prosedur transplantasi hati?

Beberapa komplikasi dapat terjadi pada saat prosedur maupun setelah prosedur transplantasi hati dilakukan. Komplikasi-komplikasi tersebut antara lain:

  • Kebocoran empedu atau mengecilnya saluran empedu
  • Perdarahan atau terbentuknya bekuan darah
  • Kegagalan transplantasi hati
  • Infeksi
  • Reaksi penolakan organ
  • Perubahan kesadaran mulai dari terlihat kebingungan hingga kejang
  • Efek dari obat-obatan imunosupresan seperti pengeroposan tulang, meningkatnya risiko infeksi, diabetes, diare, nyeri kepala, tekanan darah tinggi, dan kenaikan kadar kolesterol

Selain itu Anda juga akan mengonsumsi obat imunosupresan seumur hidup untuk membantu tubuh mencegah penolakan terhadap transplantasi organ hati. Obat ini memiliki efek samping diantaranya:

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liver-transplant/about/pac-20384842
Diakses pada 9 Februari 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/departments/transplant/programs/liver
Diakses pada 9 Februari 2020

Artikel Terkait

Tahapan kerusakan hati dimulai dari peradangan, fibrosis hati, sirosis hati, dan kerusakan hati tahap akhir

Kenali Kerusakan Hati dan Tahapan Kerusakannya

Hati adalah organ yang berfungsi melawan infeksi dan membersihkan darah dari zat-zat toksin. Gagal hati atau kerusakan hati terjadi apabila hati tidak berfungsi dengan baik. Kerusakan hati secara kronis dapat terjadi akibat mengonsumsi alkohol berlebih dan penyakit hepatitis.