Transfusi Tukar (Exchange Transfusion)

09 Oct 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Transfusi tukar atau exchange transfusion akan mengganti darah pasien dengan darah pendonorTransfusi tukar bertujuan mengganti darah pasien dengan darah dari pendonor

Apa itu transfusi tukar (exchange transfusion)?

Exchange transfusion atau transfusi tukar adalah tindakan medis yang melibatkan penggantian darah pasien dengan darah atau plasma pendonor.
Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi dampak penyakit kuning (jaundice) berat atau kelainan pada darah akibat penyakit seperti anemia sel sabit (sickle cell anemia).Melalui transfusi tukar, komponen darah abnormal dan zat toksin berbahaya dalam tubuh pasien akan diganti dengan darah yang normal dari pendonor. Dengan ini, volume darah pasien juga dapat dipertahankan.Pertukaran darah akan dilakukan dengan menggunakan kateter guna mengirim darah pendonor ke dalam tubuh pasien.Transfusi tukar biasanya dilaksanakan dalam beberapa siklus. Satu siklusnya berlangsung selama beberapa menit.Setelah prosedur ini, kateter bisa saja dibiarkan pada tempatnya sebagai persiapan untuk transfusi tukar selanjutnya.

Kenapa transfusi tukar (exchange transfusion) diperlukan?

Transfusi tukar dapat membantu dengan tujuan:
  • Mengurangi gejala penyakit kuning

Penyakit kuning atau jaundice adalah kondisi medis yang ditandai dengan menumpuknya senyawa kimia bilirubin di dalam tubuh atau hiperbilirubinemia. Kondisi ini akan menyebabkan gejala berupa kulit dan bagian putih mata yang tampak kuning.
  • Mengatasi kelainan darah seperti anemia sel sabit

Sickle cell anemia atau anemia sel sabit merupakan kelainan darah yang menyebabkan sel darah merah menjadi kaku dan berbentuk seperti bulan sabit. Bentuk inilah yang menjadi asal nama penyakit ini.Bentuk sel darah merah abnormal tersebut dapat memicu gangguan aliran darah, sehingga terbentuk sumbatan di pembuluh darah.Selain kedua penyakit di atas, exchange transfusion juga diperlukan untuk mengatasi kondisi medis lain terkait komponen kimia darah dan mengurangi gejala toksik akibat obat-obatan atau zat beracun.

Siapa yang membutuhkan transfusi tukar?

Pada umumnya, transfusi tukar dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi medis berikut:
  • Tingginya kadar sel darah merah pada bayi baru lahir (neonatal polycythemia)
  • Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir karena perbedaan rhesus darah dengan sang ibu
  • Kelainan pada senyawa kimia tubuh yang parah
  • Penyakit kuning parah pada bayi baru lahir, yang tidak merespons terhadap fototerapi
  • Anemia sel sabit yang berat
  • Keracunan akibat obat-obatan tertentu

Apa saja persiapan untuk menjalani transfusi tukar?

Sebelum prosedur, beberapa persiapan yang diperlukan oleh pasien meliputi:
  • Menjalani tes golongan darah untuk memastikan jenis golongan darah pasien dan kecocokannya dengan darah dari pendonor
  • Menginformasikan pada dokter bila pasien memiliki riwayat alergi terhadap transfusi darah.
Pasien biasanya tidak perlu berpuasa dan bisa tetap makan atau minum seperti biasa sebelum prosedur.

Bagaimana transfusi tukar dilakukan?

Transfusi tukar akan dilakukan di rumah sakit atau klinik. Selama prosedur, darah pasien akan dikeluarkan dari tubuh dan dibuang, lalu diganti dengan darah atau plasma dari pendonor.Secara umum, transfusi tukar dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut:
  • Dokter akan memasang dua selang kecil bernama kateter pada pembuluh darah vena di lengan pasien.
  • Dokter lalu mengeluarkan darah pasien dalam beberapa siklus transfusi melalui salah satu kateter.
  • Tiap siklus butuh waktu selama beberapa menit, dan kateter akan mengeluarkan darah sebanyak 5-20 ml pada tiap siklus.
  • Ketika darah pasien sudah dikeluarkan, darah atau plasma dari pendonor akan dimasukkan ke dalam tubuh pasien lewat kateter lainnya.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah transfusi tukar?

Setelah menjalani transfusi tukar, kondisi pasien akan dipantau selama beberapa hari di rumah sakit. Durasi rawat inap ini akan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit pasien yang mendasari diperlukannya transfusi tukar.

Apa saja komplikasi transfusi tukar?

Risiko komplikasi transfusi tukar umumnya sama dengan risiko transfusi darah secara umum. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Terbentuknya gumpalan darah
  • Perubahan komposisi senyawa kimia darah, seperti kalium rendah atau tinggi, kalsium rendah, kadar gula darah rendah, serta perubahan keseimbangan asam-basa dalam tubuh
  • Kelainan jantung, seperti irama jantung yang tidak normal
  • Gangguan pada paru-paru
  • Kejang-kejang
  • Infeksi, namun risiko ini tergolong sangat rendah karena adanya proses penapisan darah (skrining darah) sebelum transfusi
  • Syok apabila jumlah darah yang diganti tidak cukup
penyakit kuninganemia sel sabitjaundicedonor darah
Medline Plus.https://medlineplus.gov/ency/article/002923.htm
Diakses pada 9 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/exchange-transfusion
Diakses pada 9 Oktober 2020
The Royal Children Hospital. https://www.rch.org.au/uploadedFiles/Main/Content/neonatal_rch/EXCHANGE_TRANSFUSION.pdf
Diakses pada 9 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email