Transfusi darah bisa diberikan saat operasi bila dibutuhkan
Transfusi darah bisa saja dilakukan saat operasi

Apa itu transfusi darah?

Transfusi darah adalah prosedur yang dilakukan pada orang yang mengalami kekurangan sel darah merah dalam tubuh. Kondisi ini bisa terjadi akibat perdarahan atau produksi sel darah merah yang kurang memadai.

Prosedur transfusi darah umumnya aman. Untuk menjaga keamanan produk darah ketika ditransfusikan, bank darah selalu melakukan skrining secara ketat pada darah yang sudah didonorkan guna melihat penyakit yang mungkin ditularkan.

Di Indonesia sendiri, proses donor darah dan skrining keamanan darah akan dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

Transfusi darah pun tak hanya bisa memberikan sel darah merah. Prosedur ini juga mencakup transfusi trombosit dan plasma.

Kenapa transfusi darah diperlukan?

Secara umum, transfusi darah dianjurkan pada pasien yang:

  • Menjalani operasi besar yang menyebabkan pasien kehilangan banyak darah
  • Mengalami perdarahan yang parah karena trauma atau cedera
  • Mengalami perdarahan pada saluran cerna, contohnya akibat tukak
  • Menderita penyakit tertentu yang bisa menyebabkan kondisi anemia, seperti leukemia, penyakit hati, dan gangguan ginjal kronis
  • Mengidap kelainan pembekuan darah yang membutuhkan transfusi plasma atau trombosit

Seberapa sering seseorang harus menjalani transfusi darah?

Frekuensi transfusi darah akan tergantung pada kondisi yang menjadi penyebab Anda kekurangan darah. Dokter akan menentukan frekuensi dan jumlah darah yang dibutuhkan agar mencapai jumlah hemoglobin tertentu.

Apa saja persiapan sebelum menjalani transfusi darah?

Persiapan sebelum menjalani transfusi darah umumnya meliputi:

  • Mendiskusikan manfaat dan risiko transfusi darah dengan dokter
  • Memberitahukan pada dokter mengenai kondisi alergi berat yang Anda miliki
  • Menjalani pemeriksaan golongan darah. Petugas medis akan mengambil sampel darah Anda untuk dikirim ke bank darah. Bank darah akan memeriksa golongan darah Anda serta melakukan cross-match untuk menentukan donor darah yang tepat.
  • Pada kondisi darurat, pasien biasanya akan langsung menerima transfusi darah berdasarkan tipe golongan darah dan rhesus yang dimilikinya.

Bagaimana transfusi darah dilakukan?

Prosedur transfusi darah hampir sama seperti ketika seseorang menjalani infus biasa. Hanya saja, yang masuk ke tubuh Anda bukan cairan, melainkan darah, plasma, atau trombosit.

Petugas medis akan memasang jalur infus pada pembuluh darah vena Anda untuk mengalirkan darah dari dalam kantong darah yang telah disiapkan. Kecepatan tetes darah kemudian akan diatur oleh petugas.

Secara umum, transfusi darah berlangsung selama 1-4 jam untuk satu kantong darah. Durasi ini tergantung pada kecepatan darah memasuki tubuh Anda.

Sesudah transfusi darah selesai Anda jalani, petugas medis akan melepaskan jalur infus dari pembuluh darah dan Anda biasanya bisa langsung pulang.

Apa saja yang perlu diperhatikan selama dan setelah transfusi darah?

Pada saat transfusi darah berlangsung, petugas medis akan memantau kondisi pasien. Langkah ini bertujuan mendeteksi ada tidaknya efek samping.

Segera beritahukan pada petugas medis bila Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini selama menjalani transfusi darah:

Gejala-gejala tersebut juga sebaiknya diwaspadai setelah transfusi darah selesai dan dilaporkan pada petugas medis.

Apa saja komplikasi transfusi darah?

Proses transfusi darah umumnya tergolong aman. Meski begitu, prosedur ini tetap memiliki risiko komplikasi yang meliputi:

  • Reaksi alergi, dari ringan hingga berat.
  • Mengalami infeksi virus atau bakteri bila sampel darah tidak melalui proses skrining yang memadai, tapi kemungkinannya sangat jarang.
  • Memar dan nyeri pada lokasi pemasangan jarum infus, selama beberapa hari setelah transfusi.
  • Gangguan pada jantung, paru-paru, atau sistem imun tubuh.

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami nyeri dada, nyeri punggung, atau sesak napas.

Mayo Clinic.https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/blood-transfusion/about/pac-20385168
Diakses pada 19 Mei 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/blood-transfusion-what-to-know#1
Diakses pada 19 Mei 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/bloodtransfusionanddonation.html
Diakses pada 19 Mei 2020

NHS.UK. https://www.nhs.uk/conditions/blood-transfusion/
Diakses pada 19 Mei 2020

Artikel Terkait

Bukan Sekadar Kedinginan, Ini 7 Penyebab Kaki Dingin dan Cara Mengatasinya

Kaki dingin mungkin sering Anda rasakan jika cuaca sedang dingin dan kaki tidak dilindungi celana atau kaus kaki yang hangat. Selain kedinginan, ternyata ada beberapa penyebab lain yang dapat memicu terjadinya kondisi ini.