Torakoskopi dilakukan dengan alat khusus bernama torakoskop
Dokter akan menyiapkan alat toraskoskop sebelum prosedur

Apa itu torakoskopi?

Torakoskopi adalah prosedur yang dilakukan untuk mengevaluasi keadaan bagian dalam rongga dada. Pemeriksaan nama lain pleuroskopi ini menggunakan alat bernama torakoskop.

Kenapa torakoskopi dilakukan?

Torakoskopi dilakukan untuk mendiagnosis dan menentukan stadium kanker dalam rongga dada. Misalnya, kanker paru, mesothelioma, dan kanker esofagus.

Prosedur ini juga disarankan untuk mengevaluasi dan mengambil sampel jaringan dari:

  • Lapisan pembungkus paru (pleura parietal dan viseral)
  • Rongga pleura
  • Dinding dada
  • Rongga dada, yakni ruang antara dinding dada dengan paru
  • Membran pembungkus jantung (perikardium)

Beberapa prosedur dalam rongga dada juga dapat dilakukan bersamaan dengan torakoskopi. Berikut contohnya:

  • Mengangkat tumor berukuran kecil dari paru
  • Mengeluarkan cairan atau nanah dari pleura maupun paru
  • Menyuntikkan obat atau terapi lain langsung ke dalam paru (prosedur pleurodesis)

Siapa yang membutuhkan torakoskopi?

Torakoskopi dianjurkan oleh dokter untuk orang yang:

Apa saja persiapan untuk menjalani torakoskopi?

Persiapan yang dapat Anda lakukan sebelum menjalani pemeriksaan torakoskopi meliputi:

  • Mendskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko torakoskopi
  • Menginformasukan pada dokter tentang obat-obatan yang rutin Anda konsumsi.
  • Menanyakan pada dokter mengenai konsumsi jenis obat yang harus dihentikan sebelum torakoskopi
  • Berpuasa minimal 6-12 jam sebelum prosedur

Bagaimana torakoskopi dilakukan?

Secara garis besar, prosedur torakoskopi dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini:

  • Dokter anestesi akan melakukan pembiusan umum.
  • Dokter bedah akan membersihkan area operasi dengan cairan antiseptik.
  • Dokter bedah lalu membuat 1-3 sayatan kecil pada bagian pinggir dada, yaitu di antara dua tulang rusuk.
  • Alat torakoskop kemudian dimasukkan ke dalam rongga dada melalui salah satu sayatan.
  • Bila prosedur torakoskopi yang Anda jalani bersamaan dengan prosedur VATS (video assisted thoracic surgery) untuk mengangkat benjolan kecil pada paru, dokter akan membuat sayatan lagi untuk menyelipkan alat operasi lain ke rongga dada.
  • Jika torakoskopi yang Anda jalani bertujuan mengevaluasi kondisi paru, dokter akan mengembangkan paru-paru Anda. Dengan ini, dokter memiliki ruang yang lebih luas untuk mengecek keadaan dalam rongga dada.
  • Dokter juga bisa sekaligus mengambil sampel cairan, sel, atau jaringan dari area yang abnormal. Dengan ini, sampel bisa diperiksa di bawah mikroskop.
  • Setelah prosedur selesai, selang akan dipasang pada salah satu sayatan untuk mengeluarkan cairan dan udara yang masuk ke rongga dada.

Anda dapat pulang ke rumah ketika paru-paru sudah berfungsi dengan baik dan selang dada sudah dikeluarkan.

Seperti apa hasil torakoskopi?

Hasil toraskopi dikatakan tidak normal apabila:

  • Terdapat massa yang berifat ganas (kanker) pada pleuraatau esofagus
  • Kanker paru telah menyebar ke kelenjar getah bening atau dinding dada
  • Kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain
  • Efusi pleura

Apa yang harus dilakukan bila hasil torakoskopi tidak normal?

Dokter akan menentukan apakah Anda memerlukan pemeriksaan penunjang, tindakan medis, atau pengobatan lanjutan sesuai dengan hasil diagnosis.

Apa saja komplikasi torakoskopi?

Sama seperti prosedur medis lainnya, torakoskopi juga memiliki sederet risiko komplikasi berikut ini:

  • Infeksi pada luka sayatan
  • Infeksi paru (pneumonia)
  • Kesulitan bernapas
  • Rasa nyeri atau kaku pada dada
  • Paru-paru yang mengempis
  • Udara dari rongga paru masuk ke dalam jaringan di bawah kulit dada, leher, atau wajah (emfisema subkutan)
  • Paru-paru tidak sengaja tertusuk

Canadian Cancer Society. https://www.cancer.ca/en/cancer-information/diagnosis-and-treatment/tests-and-procedures/thoracoscopy/?region=on
Diakses pada 25 Maret 2020

American Cancer Society. https://www.cancer.org/treatment/understanding-your-diagnosis/tests/endoscopy/thoracoscopy.html
Diakses pada 25 Maret 2020

Artikel Terkait

Infeksi paru-paru dapat menimbulkan komplikasi yaitu empiema

Ketahui Kaitan Antara Infeksi Paru-paru Pneumonia dan Empiema

Infeksi paru-paru pneumonia yang tidak segera mendapatkan penanganan akan memicu penumpukan cairan pada paru-paru. Bila cairan berlebih ini terinfeksi, maka akan muncul nanah pada paru-paru atau biasa disebut empiema.