Tonometri dilakukan dengan alat khusus bernama slit lamp
Pasien perlu duduk di depan alat khusus bernama slit lamp ketika tonometri

Apa itu tonometri?

Tonometri adalah pemeriksaan untuk mengukur tekanan di dalam bola mata atau dapal istilah medis dikenal dengan tekanan intraocular (TIO)S. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam menentukan kemungkinan glaukoma pada pasien.

Glaukoma merupakan kondisi medis yang ditandai dengan kerusakan saraf optik pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Penyakit ini biasanya disertai dengan peningkatan tekanan mata.

Dengan tonometri, tekanan mata yang meningkat dapat terdeteksi sehingga penanganan lebih lanjut bisa dilakukan untuk mencegah kebutaan.

Terdapat tiga jenis tonometry, yaitu tonometry Goldmann, tonometry elektronik dan tonometry non kontak. Namun yang tersering dilakukan saat ini adalah menggunaan tonometry goldmann.

Kenapa tonometri diperlukan?

Di dalam mata, terdapat cairan yang menjaga kondisi mata agar tetap sehat. Pada kondisi normal, cairan akan diproduksi secara berkala dan cairan yang sudah bersirkulasi dalam mata dalam waktu lama akan dikeluarkan.

Apabila sistem drainase untuk mengeluarkan cairan mata tersebut tersumbat, cairan akan menumpuk. Sebagai akibatnya, tekanan dalam mata akan meningkat.

Tekanan mata yang tinggi bisa disebabkan oleh cedera pada mata yang akan kembali normal ketika cedera sudah teratasi. Namun pada kondisi glaukoma, sistem drainase cairan pada mata tidak berjalan dengan baik.

Cairan akan terperangkap dalam mata dan menyebabkan tekanan tinggi pada mata. Tekanan ini akan merusak saraf optik.

Pengidap glaukoma seringkali tidak memiliki gejala apapun. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara berkala diperlukan untuk mendeteksi kondisi ini.

Pemeriksaan tonometri dapat mendeteksi peningkatan tekanan dalam bola mata. Perubahan tekanan juga dapat dipantau melalui tes mata ini.

Siapa yang membutuhkan tonometri?

Dokter mata akan menyarankan tonometri pada pasien dengan risiko glaukoma. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini meliputi:

Pemeriksaan ini juga akan dilakukan pada pasien dengan gejala glaukoma berikut ini:

  • Penyempitan lapang pandang yang semakin memburuk
  • Penglihatan yang menyempit dan membuat pasien seolah-olah membuat pandangan pasien seperti melalui terowongan
  • Nyeri mata hebat
  • Mata buram
  • Lingkaran bercahaya yang muncul ketika cahaya terang, misalnya saat melihat lampu mobil
  • Kemerahan pada mata

Apa saja persiapan untuk menjalani tonometri?

Sebelum menjalani tonometri, pasien akan diminta untuk melepas lensa kontak yang sedang digunakan. Hal ini dilakukan karena zat pewarna yang dipakai dalam pemeriksaan dapat menodai lensa kontak secara permanen.

Selain itu, beritahukan pada dokter apabila pasien memiliki riwayat ulkus kornea, infeksi mata, atau memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma. Informasikan pula mengenai obat-obatan yang sedang digunakan.

Bagaimana prosedur tonometri dilakukan?

Sebelum tonometri, dokter mata akan meneteskan obat bius pada mata pasien. Obat ini akan membuat pasien tidak merasa nyeri selama pemeriksaan.

Setelah mata sudah dalam kondisi baal, dokter akan menyentuhkan kertas tipis yang mengandung zat warna ke permukaan mata. Dokter kemudian melakukan tonometri dengan prosedur sebagai berikut:

  • Dokter akan meletakkan alat khusus bernama slit lamp di depan pasien.
  • Dahi dan dagu pasien diposisikan pada alat tersebut.
  • Lampu akan diarahkan ke mata hingga pasien ujung probe tonometer menyentuh kornea.
  • Tonometer akan mengukur tekanan pada mata pasien.
  • Dokter mata akan mengatur alat hingga tekanan dalam bola mata pasien dapat dinilai.

Seperti apa hasil tes tonometri?

Hasil tes tonometri berupa pengukuran tekanan di dalam bola mata yang akan ditunjukkan dalam satuan milimeter per satuan raksa (mmHg). Tekanan mata yang normal berkisar 10-21 mmHg.

Ketebalan kornea dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Kornea yang tebal bisa meningkatkan tekanan mata pada pasien normal. Sementara kornea yang tipis dapat menurunkan tekanan mata.

Karena itu, pemeriksaan lanjutan bernama pachymetry perlu dilakukan pada beberapa pasien. Tes ini bertujuan mengukur ketebalan kornea pasien.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah tonometri?

Tidak ada hal khusus yang perlu diperhatikan setelah tonomertri. Pasien dapat kembali beraktivitas normal.

Apa yang harus dilakukan bila hasil tonometri tidak normal?

Hasil tonometri yang tidak normal dapat mengindikasikan adanya kondisi medis yang meliputi:

  • Glaukoma
  • Hifema, yakni penumpukan darah di rongga mata bagian depan
  • Peradangan pada mata
  • Cedera pada mata atau kepala

Pasien dengan tekanan bola mata yang tinggi mungkin akan diminta untuk melakukan pemeriksaan tonometri rutin. Langkah ini bertujuan memantau tekanan bola mata.

Dokter juga mungkin memberikan obat tetes mata guna mengurangi tekanan. Dengan ini, kerusakan saraf optik yang dapat mengganggu penglihatan bisa dihindari.

Apa saja efek samping tonometri?

Karena diberi obat bius yang diteteskan ke mata, pasien tidak akan merasa nyeri selama prosedur tonometri. Namun pemeriksaan ini memiliki efek samping berupa goresan kecil pada kornea, yang dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/what-is-tonometry#1
Diakses pada 20 Maret 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003447.htm

Diakses pada 20 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/tonometry
Diakses pada 20 Maret 2020

Artikel Terkait

Katarak adalah salah satu jenis cacat mata yang umumnya menyerang lansia

7 Jenis Cacat Mata yang Patut Anda Waspadai

Cacat mata banyak macamnya, mulai dari rabun dekat hingga glukoma. Untuk menghindari jenis-jenis cacat mata tersebut, berikut 8 tips yang dapat Anda ikuti.