Tes Urine (Urinalisis)

Tes urine atau pemeriksaan urine lengkap dilakukan untuk mengetahui kandungan zat dalam urinePada tes urine (urinalisis), sampel air seni akan ditampung dalam wadah khusus

Apa itu tes urine (urinalisis)?

Tes urine (urinalisis) adalah pemeriksaan dengan menggunakan urine sebagai sampel untuk mendeteksi kondisi seseorang. Dalam pemeriksaan ini, urine akan dinilai dari warna, bau, hingga zat-zat yang terkandung di dalamnya. 

Urine manusia dapat memberikan petunjuk mengenai apa yang terjadi di dalam tubuh. Misalnya, urine berwarna pekat bisa menjadi tanda dehidrasi, urine yang terlihat keruh menunjukkan infeksi, atau urine yang berbau manis bisa menjadi tanda diabetes.

Dalam urine terkandung ratusan limbah tubuh yang berbeda. Dari situ, informasi mengenai apa yang Anda konsumsi, seberapa banyak Anda berolahraga, serta seberapa baik ginjal Anda bekerja dapat diketahui. 

Pemeriksaan urine lengkap dilakukan dengan prosedur yang cukup sederhana. Pasien akan diminta untuk menampung air kencing dalam wadah khusus. Selanjutnya, petugas lab akan memeriksa sampel urine untuk dianalisis. 

Tujuan melakukan pemeriksaan urine (urinalisis)

Pemeriksaan urine lengkap biasanya direkomendasikan dokter untuk tujuan berikut: 

 

  • Memeriksa kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan

 

Tes urine dapat dilakukan saat pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up), sebagai persiapan sebelum operasi, atau pemeriksaan skrining untuk berbagai penyakit, seperti infeksi saluran kemih, diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit hati.

 

  • Mendiagnosis penyakit tertentu

 

Urinalisis bisa dianjurkan apabila pasien mengalami gejala berupa nyeri perut, nyeri punggung, sering buang air kecil, atau nyeri saat buang air kecil (anyang-anyangan), ada darah dalam urine, serta masalah buang air kecil lainnya.

 

  • Memantau perkembangan penyakit

 

Dokter juga bisa menyarankan pasien untuk menjalani tes urine sebagai bagian dari pemeriksaan rutin. Langkah ini bertujuan memantau perkembangan penyakit, seperti penyakit ginjal atau masalah pada saluran kemih.

 

  • Mendeteksi obat-obatan dan alkohol

 

Pemeriksaan urine juga digunakan untuk skrining penggunaan narkotika maupun psikotropika, seperti amfetamin atau metamfetamin, barbiturat, benzodiazepin, kokain, ganja, hidrokodon, oksikodon, nikotin, atau alkohol.

 

  • Mendeteksi kehamilan

 

Tes urine juga jadi cara paling umum untuk mendeteksi kehamilan melalui hormon hCG (human chorionic gonadotropin). Hormon ini hanya diproduksi saat terjadi kehamilan dan ikut dikeluarkan bersama urine.

Apa saja persiapan untuk  menjalani tes urine (urinalisis)?

Persiapan yang dapat dilakukan oleh pasien sebelum menjalani tes urine meliputi:

  • Minum cukup air putih

Dengan mengonsumsi air putih yang cukup, pasien bisa buang air kecil dengan mudah dan menyediakan sampel urine.

  • Memberikan informasi pada dokter

Pasien perlu menginformasikan pada dokter mengenai obat, suplemen, vitamin, serta obat herbal yang dikonsumsi. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat mengganggu hasil pemeriksaan urine.

Contoh obat dan suplemen tersebut meliputi vitamin C, metronidazole, riboflavin, obat pencahar, metokarbamol, serta nitrofurantoin.

Anda mungkin tidak perlu puasa sebelum menjalani pemeriksaan.

Tahapan menjalani tes urine (urinalisis)

Langkah pertama dalam pemeriksaan urine lengkap adalah mengumpulkan sampel urine dari pasien. Dokter atau petugas medis akan meminta pasien untuk menampung air seni dalam wadah khusus. 

Cara menampung urine ini biasa dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Bersihkan area sekitar lubang kencing dengan tisu khusus yang disediakan oleh petugas medis
  • Tampunglah urine mulai di tengah aliran urine. Artinya, Anda sebaiknya tidak langsung menampung urine begitu buang air kecil. Biarkan aliran awal terbuang dahulu, baru ditampung
  • Jumlah urine yang perlu ditampung adalah minimal 30-59 ml

Sesudah sampel dirasa cukup, Anda bisa memberikannya kepada petugas lab. Namun, ingat untuk tidak menyentuh bagian dalam wadah untuk mencegah kontaminasi bakteri

Pada beberapa kasus, dokter bisa saja merekomendasikan pemasangan kateter (selang kencing) untuk mengeluarkan sampel urine pasien. 

Tahapan pemeriksaan urine lengkap

Setelah mendapatkan sampel urine, langkah selanjutnya adalah menganalisis. Pemeriksaan urine lengkap memiliki tiga metode analisis, antara lain:

1. Pemeriksaan visual 

Pada pemeriksaan visual, tampilan urine akan diamati oleh petugas laboratorium. Hal ini meliputi analisis warna, bau dan tingkat kejernihan urine. 

Pada kondisi normal, urine akan tampak bening kekuningan hingga kuning tua. Warna urine yang terlihat sedikit keruh, dapat menandakan infeksi saluran kemih. 

Sementara jika hasil tes urine berwarna merah atau cokelat, hal ini mungkin menunjukkan adanya darah dalam urine. Urine berwarna merah karena darah bisa mengindikasikan batu kandung kemih, kanker ginjal, kandung kemih, atau penyakit darah tertentu.

Meski begitu, Anda tak perlu panik dulu saat mendapati urine Anda berwarna berbeda. Pasalnya, warna dan kejernihan urine juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. 

Misalnya, urine kemerahan bisa muncul jika pasien baru saja mengonsumsi makanan berwarna merah, seperti buah bit atau buah naga merah.

2. Pemeriksaan kimiawi

Pemeriksaan kimiawi dari urine akan menghitung protein, glukosa, hemoglobin, badan keton, dan pigmen empedu. Komponen-komponen ini sebagian besar hadir dalam urine yang sehat, tapi jumlahnya sangat kecil sehingga tidak akan terdeteksi pada saat cek urine.  

Pada pemeriksaan urine lengkap, analisis kimiawi ini dilakukan dengan mencelupkan strip khusus (dipstick) ke dalam sampel urine. Strip ini dilengkapi dengan bahan kimia yang berubah warna ketika bersentuhan dengan zat yang ada dalam urine.

Cek urine kimiawi ini dapat menganalisis berbagai parameter dalam urine yang dapat mengindikasikan sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya:

  • Protein
  • Glukosa
  • Badan keton
  • Bilirubin
  • Urobilinogen
  • Hemoglobin, sel darah merah
  • asam askorbat
  • Leukosit
  • Nitrit
  • pH
  • berat jenis

2. Pemeriksaan mikroskopis

Urinalisis mikroskopis cek urine yang dilakukan dengan menganalisis sedimen (endapan) urine di bawah mikroskop. Umumnya, pemeriksaan mikroskopis direkomendasikan pada pasien yang memiliki hasil tes urine abnormal, baik pada cek urine visual maupun tes dipstick.

Urinalisis mikroskopis dilakukan dengan menuangkan sampel urine ke dalam tabung reaksi. Selanjutnya, tabung urine akan dimasukkan ke dalam alat sentrifugal yang akan memutar tabung tersebut. 

Dari proses tersebut, cairan dan senyawa di dalam air seni akan terpisah. Bagian bawah dari sampel tersebut inilah yang disebut dengan sedimen.

Beberapa hal yang diperiksa dalam pemeriksaan sedimen urine, antara lain:

  • Sel darah putih. Jumlah yang abnormal mungkin menandakan infeksi saluran kemih.
  • Sel darah merah. Jumlahnya yang tinggi bisa menandakan penyakit ginjal, kelainan darah, atau kanker kandung kemih.
  • Bakteri atau jamur, yang bisa mengindikasikan adanya infeksi.
  • Sel silinder. Sel silinder adalah protein berbentuk seperti tabung. Jika kadarnya cukup tinggi dalam urine, pasien kemungkinan mengidap penyakit ginjal.
  • Kristal. Adanya kristal dalam urine menandakan adanya batu ginjal.

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes urine (urinalisis) tidak normal?

Apabila tes urine yang dijalani memiliki hasil yang tidak normal, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan guna menegakkan diagnosis. Pasalnya, urinalisis saja mungkin tidak cukup untuk menentukan diagnosis dengan pasti.

Pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan oleh dokter dapat berupa pemeriksaan fisik dan klinis maupun pemeriksaan laboratorium lainnya seperti:

  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Comprehensive metabolic panel (CMP)
  • Analisis kreatinin urine
  • Analisis total protein dan albumin urine
  • Kultur urine.

Apa saja risiko komplikasi tes urine (urinalisis)?

Tes urine adalah pemeriksaan yang tergolong aman. Jadi risiko komplikasinya pun umumnya tidak ada.

Sementara bagi pasien yang harus dipasang kateter untuk pemeriksaan urine, efek samping yang mungkin muncul adalah nyeri, perdarahan, infeksi, hingga rusaknya kandung kemih.

Biaya tes urine

Biaya tes urine dapat bervariasi, tergantung dari fasilitas kesehatan yang menyediakan pemeriksaan ini. Umumnya, harga pemeriksaan urine lengkap di rumah sakit swasta dihargai mulai dari Rp30.000. Biaya cek urine dapat lebih mahal jika harus melakukan tes lanjutan.

urinemedical check upbatu ginjalinfeksi saluran kemihkandung kemih

National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557685/
Diakses pada 27 Oktober 2021

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/urinalysis/about/pac-20384907
Diakses pada 27 Oktober 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/urinalysis
Diakses pada 15 April 2020

Drugs. https://www.drugs.com/article/drug-testing.html
Diakses pada 27 Oktober 2021

Medicine. https://www.medicinenet.com/urinalysis/article.htm
Diakses pada 27 Oktober 2021

British Columbia HealthLink. https://www.healthlinkbc.ca/medical-tests/hw6580
Diakses pada 27 Oktober 2021

UCSF Health. https://www.ucsfhealth.org/medical-tests/003583
Diakses pada 27 Oktober 2021

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003579.htm
Diakses pada 27 Oktober 2021

Kidney. https://www.kidney.org/atoz/content/what-urinalysis
Diakses pada 27 Oktober 2021

Lab Test Online. https://labtestsonline.org/tests/urinalysis
Diakses pada 27 Oktober 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email