Tes TORCH

21 Apr 2021|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tes TORCH dilakukan melalui pemeriksaan darahTes TORCH dilakukan dengan mengabil sampel darah pasien

Apa itu tes TORCH?

Tes TORCH adalah serangkaian pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi pada ibu hamil. TORCH sendiri merupakan singkatan dari jenis-jenis infeksi yang akan diperiksa, yaitu toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simpleks.
Pemeriksaan ini juga tak jarang ditambah dengan sifilis, sehingga menjadi TORCHS.Pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal infeksi dengan mendeteksi kadar antibodi bernama imunoglobulin. Antibodi adalah protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan bakteri, virus, serta benda asing lain.Secara spesifik, terdapat dua jenis imunoglobulin yang diperiksa, yaitu:
  • Imunoglobulin G (IgG)

IgG merupakan jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lain. Antibodi ini akan menyimpan memori terkait bakteri atau virus yang pernah masuk ke tubuh, sehingga dapat memberi perlindungan terhadap infeksi selanjutnya.
  • Imunoglobulin M (IgM)

Tubuh menghasilkan IgM setelah terpapar oleh bakteri atau virus untuk pertama kalinya. Karena itu, antibodi ini merupakan perlindungan pertama terhadap infeksi.Dokter dapat menggunakan hasil tes TORCH yang dipadukan dengan gejala pada ibu hamil untuk mendeteksi apakah janin sudah terkena infeksi atau belum.Pasalnya, infeksi dapat ditularkan oleh ibu ke janin selama kehamilan. Deteksi dan pengobatan infeksi sedini mungkin dapat mencegah komplikasi pada bayi baru lahir.

Kenapa tes TORCH diperlukan?

Tes TORCH diperlukan untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simpleks pada janin. Bila ibu hamil terkena infeksi selama kehamilan, janin juga dapat terinfeksi.Janin lebih rentan mengalami infeksi pada usia 3-4 bulan kehamilan. Infeksi TORCH dapat menyebabkan masalah kesehatan pada bayi, seperti cacat lahir, pertumbuhan yang terhambat, serta gangguan otak dan sistem saraf.

Seberapa sering tes TORCH dilakukan?

Dokter biasanya melakukan tes TORCH pada pemeriksaan kehamilan pertama. Tes lanjutan lalu dilaksanakan jika calon ibu mengalami gejala infeksi selama kehamilan.Selain pada ibu hamil, tes TORCH juga akan dilakukan bila bayi mengalami tanda atau gejala infeksi berikut:
  • Ukuran tubuh yang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan usia kehamilan sang ibu
  • Tuli
  • Pertumbuhan yang terhambat
  • Kejang-kejang
  • Kelainan jantung
  • Katarak
  • Pembesaran hati atau limpa
  • Kadar trombosit yang rendah
  • Bayi kuning

Apa saja persiapan untuk menjalani tes TORCH?

Tes TORCH tidak memerlukan persiapan khusus. Namun pasien bisa menginformasikan pada dokter apabila:
  • Merasa sudah mengalami penyakit yang diperiksa dalam pemeriksaan TORCH.
  • Mengonsumsi obat, suplemen, obat herbal. Dokter bisa meminta pasien untuk berhenti menggunakan obat-obatan tertentu atau berpuasa sebelum tes.

Bagaimana tes TORCH dilakukan?

Pada tes TORCH, petugas medis akan mengambil sampel darah dari lengan pasien dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  • Petugas medis akan membersihkan lokasi pengambilan darah dengan cairan antiseptik. Langkah ini bertujuan membunuh kuman di permukaan kulit pasien.
  • Lengan atas pasien akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah dapat terkumpul dan pembuluh darah vena lebih mudah ditemukan.
  • Setelah vena ditemukan, darah akan diambil dengan suntikan
  • Petugas medis kemudian memasang tabung khusus di belakang jarum suntik untuk menampung darah pasien.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.
Pengambilan darah biasanya hanya membutuhkan waktu singkat, yakni sekitar lima menit. Pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri saat jarum disuntikkan atau dilepaskan.Selain dari vena, darah juga dapat diambil dari ujung jari pasien. Darah yang keluar dari penusukan berupa darah kapiler, yang akan diletakkan pada alat deteksi.

Seperti apa hasil tes TORCH?

Hasil tes TORCH dapat mendeteksi apakah pasien sedang atau pernah mengalami infeksi . Melalui pemeriksaan ini, dokter juga bisa mengetahui apakah pasien telah memiiki kekebalan terhadap infeksi karena divaksin atau belum.Secara umumnya, hasil tes TORCH dapat berupa hasil positif atau negatif. Berikut penjelasannya:
  • Hasil positif

Hasil tes TORCH dikatakan positif jika salah satu aau kedua antibodi IgM atau IgG menunjukkan hasil reaktif. Ini menandakan bahwa pasien pernah atau sedang terinfeksi, atau pernah divaksin.
  • Hasil negatif

Hasil tes TORCH dikatakan negatif bila kedua antibodi menunjukkan hasil non-reaktif. Berarti tidak ada antibodi yang terdeteksi atau tidak ada infeksi yang sedang maupun pernah terjadi.

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes TORCH positif?

Hasil TORCH yang positif perlu ditangani berdasarkan jenis antibodi yang bereaksi dan pasien yang mengaaminya. Berikut penjelasannya:
  • Pada ibu hamil

Pada ibu hamil dengan hasil tes TORCH IgM positif, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan guna mengonfirmasi adanya infeksi.Sementara hasil tes TORCH IgG positif pada ibu hamil, biasanya menandakan infeksi di masa lampau dan kekebalan terhadap penyakit tersebut.Bila ibu hamil mengalami gejala infeksi, tes TORCH perlu diulang beberapa minggu kemudian. Dengan ini, kadar antibodinya bisa dibandingkan. Jika kadarnya meningkat, berarti infeksi sedang atau baru saja terjadi.Apabila infeksi aktif ditemukan, dokter akan memberikan penanganan secara spesifik selama masa kehamilan.
  • Pada bayi baru lahir

Pada bayi baru lahir dengan hasil tes TORCH positif (baik IgM maupun IgG), pemeriksaan lebih lanjut perlu dilaksanakan. Langkah iin bertujuan mendeteksi apakah bayi sedang mengalami infeksi aktif atau tidak.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah tes TORCH?

Tidak ada hal yang perlu dilakukan setelah tes TORCH. Pasien bisa langsung pulang sesudahnya.

Apa saja risiko komplikasi tes TORCH?

Pemeriksaan yang melibatkan prosedur pengambilan darah, termasuk tes TORCH, memiliki beberapa risiko di bawah ini:
  • Perdarahan
  • Sensasi seperti mau pingsan hingga pingsan
  • Butuh banyak suntikan untuk menemukan pembuluh darah vena
  • Darah yang menumpuk di bawah kulit (hematoma alias lebam)
  • Infeksi
kehamilantes kehamilancacat lahirtoksoplasmosismasalah kehamilancytomegalovirusherpes simplex tipe 1rubellabayi baru lahir
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003350.htm
Diakses pada 22 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/torch-screen
Diakses pada 22 April 2021
Lab Tests Online. https://labtestsonline.org/tests/torch
Diakses pada 22 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email