Tes Testosteron

19 Aug 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tes testosteron membutuhkan pengambilan darah pasienTes testosteron dilakukan melalui pemeriksaan darah pasien

Apa itu tes testosteron?

Tes testosteron adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur kadar hormon testosteron dalam darah.

Pemeriksaan kadar testosteron bertujuan mendiagnosis kondisi medis yang disebabkan oleh kadar testosteron berlebihan atau terlalu rendah dalam darah.

Testosteron merupakan hormon reproduksi pria yang dihasilkan oleh testis. Selama masa puber seorang pria, hormon ini akan membuat suara menjadi lebih berat, memicu pertumbuhan penis dan bulu dada, membantu dalam pembentukan otot dan produksi sperma, memicu libido (tgairah seks).

Sedangkan pada wanita, testosteron dihasilkan dalam jumlah kecil dalam ovarium. Hormon ini berperan menjaga keseimbangan hormon dan mengatur fungsi tubuh lain.

Terdapat dua jenis tes testosteron dalam darah, yaitu tes testosteron bebas dan tes testosteron total.

Sesuai namanya, tes testosteron total akan menguur keseluruhan jumlah hormon ini, baik testosteron terikat maupun bebas. Sementara tes free testosterone index hanya menilai jumlah testosteron bebas.

Kenapa tes testosteron diperlukan?

Tes testosteron dibutuhkan untuk mendiagnosis beberapa kondisi medis yang meliputi:

  • Menurunnya libido pada pria dan wanita
  • Gangguan ereksi pada laki-laki
  • Tumor testis
  • Gangguan kesuburan (infertilitas) pada pria dan wanita
  • Pubertas dini atau terlambat pada anak laki-laki
  • Pertumbuhan rambut berlebih dan perkembangan ciri seks maskulin pada wanita
  • Haid tidak teratur

Siapa yang membutuhkan tes testosteron?

Pemeriksaan testosteron biasanya dilakukan bila pasien memiliki gejala kadar testosteron yang tak normal.

Pada pria, tes testosteron dilakukan bila terdapat tanda dan gejala kadar testosteron yang rendah. Sementara pada wanita, pemeriksaan ini dianjurkan jika ada gejala yang menandakan kadar testosteron yang tinggi.

Gejala pria dengan testosteron rendah

Gejala wanita dengan testosteron yang tinggi

Anak laki-laki juga mungkin membutuhkan tes testosteron. Pasalnya, pubertas terhambat pada anak laki-laki dapat menjadi gejala dari testosteron yang rendah. Sedangkan pubertas dini dapat menjadi gejala dari kadar testosteron yang tinggi.

Apa saja persiapan untuk menjalani tes testosteron?

Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum pemeriksaan ini. Pasien hanya perlu memberitahukan pada dokter apabila ia sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat mempengaruhi hasil tes.

Bagaimana tes testosteron dilakukan?

Tes testosteron dilakukan dengan pengambilan sampel darah. Tenaga medis akan mengambil darah dari lengan pasien melalui prosedur di bawah ini

  • Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik. Langkah ini dilakukan untuk membunuh kuman di permukaan kulit.
  • Lengan atas pasien akan diikat dengan tourniquet agar aliran darah di lengan dapat terkumpul dan pembuluh darah vena mudah ditemukan.
  • Setelah vena ditemukan, darah kemudian akan diambil dengan cara menyuntikan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Tabung khusus lalu dipasang di belakang jarum guna menampung darah pasien.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.

Proses pengambilan darah umumnya hanya membutuhkan waktu singkat, yaitu sekitar lima menit. Pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri saat jarum disuntikkan atau dilepaskan.

Pengambilan sampel darah biasanya dilakukan pada pagi hari karena kadar hormon testosteron paling tinggi pada wanktu ini. Tes juga mungkin dilaksanakan lebih dari satu kali karena kadar hormon bisa berubah tiap hari.

Seperti apa hasil tes testosteron?

Hasil tes testosteron dapat berupa kadar testosteron yang normal, tinggi, atau rendah. Angka yang normal akan tergantung pada jenis kelamin dan usia pasien.

Hasil tes testosteron total akan ditunjukkan dalam satuan nanogram per desiliter (ng/dL).

Hasil normal tes testosteron total pada pria

  • 19-49 tahun: 249-836 ng/dL
  • 50 tahun ke atas: 193-740 ng/dL

Hasil normal tes testosteron total pada wanita

  • Usia 19-49 tahun: 8-48 ng/dL
  • 50 tahun ke atas: 2-41 ng/dL

Penyebab kadar testosteron yang rendah pada pria

Hasil tes testosteron yang tinggi pada laki-laki akan menandakan kondisi hypogonadism. Kondisi ini dapat disebabkan oleh:

  • Penyakit pada kelenjar hipotalamus
  • Penyakit keturunan, seperti sindrom Klinefelter, Kallman, dan Prader-Willi
  • Kegagalan testis, seperti pada penyakit myotonic dystrophy
  • Gangguan produksi hormon testosteron akibat konsumsi alkohol berlebihan, cedera fisik, atau infeksi virus
  • Penyakit kronis, seperti diabetes

Penyebab kadar testosteron yang tinggi pada pria

Pria dengan kadar testosteron yang terlalu tinggi dapat menandakan kondisi medis yang meliputi:

Penyebab kadar testosteron yang tinggi pada wanita

Pada wanita, hormon testosteron yang tinggi dapat menjadi indikasi adanya:

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes testosteron tidak normal?

Hasil tes testosteron yang abnormal tidak otomatis menandakan gangguan medis yang membutuhkan penanganan dari dokter.

Konsumsi obat-obatan tertentu dan alkohol juga dapat mempengaruhi hasil tes ini. Oleh sebab itu, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter terkait hasil pemeriksaan dan penanganan lanjutan.

Pada pria dengan kadar hormon testosteron yang rendah, dokter mungkin akan memberikan obat terapi pengganti testosteron.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah tes testosteron?

Tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan setelah free testosterone index. Pasien umumnya bisa langsung pulang atau kembali beraktivitas seperti biasa.

Apa saja komplikasi tes testosteron?

Tes testosteron melibatkan prosedur pengambilan darah, sehingga memiliki beberapa risiko komplikasi di bawah ini:

  • Perdarahan
  • Membutuhkan banyak suntikan untuk melokalisir pembuluh darah vena
  • Memar
  • Infeksi
  • Pingsan atau sensasi seperti mau pingsan
hormon seks

Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/testosterone-levels-test/
Diakses pada 19 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/testosterone-test#1
Diakses pada 19 Agustus 2020

Lab Tests Online. https://labtestsonline.org/tests/testosterone
Diakses pada 19 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email