Tes Serologi

Tes serologi dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk diperiksa di laboratoriumTes serologi bisa mendeteksi berbagai penyakit seperti infeksi jamur, bakteri, dan virus

Apa itu tes serologi?

Tes serologi adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi tertentu di dalam darah seseorang. Tes serologi bisa digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit di tubuh, mulai dari infeksi jamur, infeksi menular seksual, hingga infeksi virus.
Saat seseorang terkena penyakit, maka sistem daya tahan tubuhnya akan meresepon dengan membuat antibodi untuk melawan penyebab penyakit sekaligus melindungi sel yang sehat. Sistem pertahanan tubuh kita akan membentuk antibodi sesuai dengan penyakit yang menyerang, jadi ciri khasnya bisa berbeda-beda.Antibodi inilah yang akan terdeteksi pada pemeriksaan tes serologi. Jika antibodi penyakit tertentu terdeteksi, maka tandanya tubuh pernah atau sedang terinfeksi penyakit tersebut.

Kenapa tes serologi dilakukan?

Tes serologi dibutuhkan untuk membantu mencari penyebab dari gejala infeksi yang seseorang alami.  Tes serologi juga dapat dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi yang menyerang sel tubuh sendiri (penyakit  autoimun).

Perlukah melakukan tes serologi setelah vaksin Covid-19?

Banyak orang bertanya perlukah melakukan tes untuk melihat efektivitas vaksin Covid-19?Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia atau PAPDI menyebutkan bahwa tes serologi tidak perlu dilakukan masyarakat umum yang baru mendapatkan vaksin Covid-19. Tes ini hanya dilakukan kepada para peserta uji klinis vaksin untuk menilai efikasi.Perlu diketahui juga bahwa tes serologi berbeda dengan rapid test antibodi mapupun rapid test antigen yang merupakan tes awal untuk mendeteksi keberadaan virus Covid-19 di tubuh atau tes skrining.Vaksin Covid-19 tidak membuat hasil tes skrining menjadi positif Covid-19. Jadi, kalau hasil Anda positif setelah vaksin, kemungkinan yang terjadi adalah infeksi memang baru terjadi atau infeksi sudah terjadi sejak sebelum vaksin tapi Anda tidak menyadarinya.Tes serologi pada peserta uji klinis yang menerima vaksin Covid-19 akan menunjukkan hasil yang lebih spesifik dengan menampilkan kadar antibodi yang terdapat dalam darah. Sementara tes skrining Covid-19 hanya akan menunjukkan hasil positif atau negative ataupun reaktif dan non-reaktif.

Penyakit apa saja yang bisa dideteksi melalui tes serologi?

Beberapa penyakit yang bisa dideteksi lewat tes serologi antara lain:

Apa saja persiapan untuk menjalani tes serologi?

Pada umumnya tes serologi tidak membutuhkan persiapan khusus.

Bagaimana tes serologi dilakukan?

Prosedur pemeriksaan serologi hampir sama seperti pemeriksaan laboratorium pada umumnya yaitu dengan cara pengambilan sampel darah. Prosedurnya adalah sebagai berikut:
  • Lengan atas Anda akan dibendung menggunakan manset khusus
  • Setelah petugas lab dapat melihat pembuluh darah vena di sekitar bagian dalam siku Anda, petugas lab akan melakukan prosedur antiseptik (membersihkan area penusukan dengan alkohol) untuk mencegah infeksi saat penusukan.
  • Setelah dibersihkan, petugas lab akan menusukkan jarum ke dalam pembuluh darah vena Anda, manset pada lengan atas Anda dibuka untuk memperlancar pengambilan darah
  • Setelah mendapat volume sampel darah yang diinginkan, petugas lab akan mengirimkan sampel darah tersebut ke lab untuk dianalisis

Seperti apa hasil tes serologi?

Hasil tes serologi dapat dibedakan sebagai berikut:
  • Hasil normal: bila hasil tes serologi menunjukkan antibodi terhadap antigen tertentu negatif, berarti Anda tidak mengalami infeksi atau penyakit autoimun tertentu itu.
  • Hasil tidak normal: bila hasil tes serologi Anda menunjukkan terdapat antibodi terhadap antigen tertentu, hal ini dapat berarti Anda sedang mengalami infeksi atau pernah mengalami infeksi tertentu. Hasil tes antibodi positif juga dapat membantu dokter menentukan seseorang mengalami penyakit autoimun atau tidak.

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes serologi tidak normal?

Bila hasil tes serologi Anda positif (tidak normal), maka dokter akan mendiskusikan dengan Anda mengenai rencana penatalaksanaan lebih lanjut sesuai dengan hasil tes serologi Anda tersebut.Terkadang walaupun hasil serologi Anda negatif (normal) pun, bila dokter mencurigai infeksi tertentu, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lain untuk memastikan apakah Anda mengalami infeksi tertentu atau tidak.

Apa saja risiko tes serologi?

Tes serologi adalah pemeriksaan yang relatif aman. Namun seperti prosedur medis lainnya, tes serologi juga memiliki risikonya tersendiri yaitu: infeksi pada area penusukan jarum suntik dan terbentuk hematoma (bekuan darah) di bawah permukaan kulit. Namun risiko ini dapat diminimalisir dengan prosedur antiseptik yang baik dan teknik pengambilan darah yang baik.
infeksi bakteriinfeksi jamurinfeksi viruscoronavirus
Healthline. https://www.healthline.com/health/serology
Diakses pada 1 April 2020
Pediatrics in Review. https://pedsinreview.aappublications.org/content/29/12/445.long
Diakses pada 1 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email