Tes PSA

17 Mar 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tes PSA yang dilakukan melalui pengambilan darah, bisa mendeteksi keberadaan kanker prostat.Tes PSA menjadi pemeriksaan pada kanker prostat awal.

Apa itu prosedur tes PSA?

Prostate-specific antigen (PSA) adalah sebuah protein yang diproduksi oleh sel-sel kanker atau sel-sel normal di dalam kelenjar prostat. PSA dapat ditemukan di dalam cairan semen yang juga diproduksi oleh prostat, dan pada sirkulasi darah dalam jumlah kecil. Pengukuran atau tes PSA di dalam darah digunakan sebagai sarana metode skrining untuk kanker prostat. Nilai PSA yang tinggi mengindikasikan adanya kanker prostat.

Mengapa prosedur tes PSA perlu dilakukan?

Kanker prostat merupakan penyakit yang tidak jarang dan merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian akibat kanker. Deteksi dini dari kanker prostat menjadi salah satu langkah penting penting. Sebab melalui deteksi dini, penderita kanker prostat dapat memperoleh terapi sedini mungkin.Pria yang menderita kanker prostat memiliki kadar PSA yang tinggi. Selain itu, beberapa kondisi non-kanker pada prostat juga dapat meningkatkan kadar PSA di dalam darah.Karena tidak spesifik mengarah pada diagnosis penyakit tertentu, tes PSA dilakukan sebagai sarana skrining pada kanker prostat awal, yang umumnya juga disertai dengan pemeriksaan digital rectal exam (DRE).Bila pada kedua hasil tes skrining ini ditemukan kelainan, maka dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani biopsi atau pengambilan jaringan prostat. Selain sebagai sarana skrining kanker prostat, PSA juga dapat digunakan sebagai parameter evaluasi keberhasilan terapi kanker prostat dan mengevaluasi kemungkinan munculnya kembali kanker prostat.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur tes PSA?

Sebelum melakukan prosedur tes PSA, dokter akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan atau suplemen yang dapat mengganggu hasil pemeriksaan. Beritahukan kepada dokter mengenai seluruh obat-obatan, herbal, atau suplemen yang Anda konsumsi. Selain itu Anda dianjurkan untuk tidak melakukan ejakulasi dalam 48 jam terakhir dan hindari berolahraga berat dalam 48 jam terakhir.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur tes PSA?

Tes PSA dilakukan dengan cara mengambil sampel darah Anda dan memeriksanya di laboratorium. Anda juga bisa mendatangi fasilitas laboratorium langsung, untuk menjalani pemeriksaan darah. Hasil tes akan keluar beberapa hari setelah sampel darah terambil.

Hasil apa yang didapatkan dari tes PSA?

Tidak ada standar mengenai kadar PSA yang normal di dalam darah. PSA diukur dan disebut dalam satuan nanogram per mililiter (ng/mL). Kadar PSA di atas 4.0 ng/mL menandakan bahwa terjadi fase awal dari kanker prostat. Sementara itu, bila kadar PSA lebih tinggi dari 10 ng/mL maka Anda memiliki risiko 50% untuk mengalami kanker prostat. Selain itu peningkatan kadar PSA juga dapat ditemukan pada kondisi pembesaran prostat, infeksi pada kelenjar prostat (prostatitis), dan infeksi saluran kemih.Namun perlu diingat, kadar PSA yang rendah bukan berarti Anda bebas dari kanker prostat. Oleh karena itu, dokter akan mengevaluasi beberapa faktor lain dan melakukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan keberadaan kanker prostat.Hasil tes PSA dapat dibaca atau dievaluasi dengan beberapa cara, seperti yang diuraikan di bawah ini:
  • PSA velocity, yang mengukur mekanisme peningkatan kadar PSA seiring dengan pertambahan waktu. Dokter akan membandingkan hasil serial tes PSA saat terjadi peningkatan cepat, yang dapat menandakan kanker prostat.
  • PSA density, bagi pria dengan ukuran kelenjar prostat besar yang memiliki kadar PSA lebih tinggi. Untuk mengevaluasi hal tersebut, dokter akan menggunakan teknologi ultrasound untuk mengukur volume prostat dan membagi hasil tes PSA dengan volume prostat. Densitas yang tinggi dapat mengindikasikan terjadinya kanker prostat.
  • PSA berdasarkan usia, karena secara alami, kadar PSA naik mengikuti pertambahan usia. Metode ini dilakukan dengan membandingkan pengukuran kadar PSA dengan pria lain yang seusia. Namun, cara ini jarang digunakan karena kurang efektif.

Apa saja kelehaman dari prosedur tes PSA?

Beberapa kelemahan dari prosedur tes PSA antara lain adalah:
  • Adanya PSA-raising factors, seperti pembesaran prostat, peradangan prostat, penambahan usia, dan infeksi prostat, yang dapat meningkatkan kadar PSA.
  • Adanya PSA-lowering factors, termasuk beberapa obat-obatan yang dapat menurunkan kadar PSA seperti obat-obatan BPH dan kemoterapi. Obesitas dan gangguan sistem kemih dapat menurunkan kadar PSA di dalam darah.
  • Hasil yang tidak akurat, karena meningkatnya PSA tidak serta-merta membuktikan adanya kanker prostat. Banyak pria dengan kanker prostat memiliki kadar PSA yang normal.
  • Overdiagnosis, yang dibuktikan oleh studi bahwa sekitar 23-42% pria dengan kanker prostat (terbukti melalui PSA), tidak memiliki gejala kanker prostat seumur hidupnya.
  • Menyebabkan timbulnya pilihan dilakukannya biopsi, yang dapat mengakibatkan nyeri, perdarahan, dan infeksi pada pasien dengan PSA yang tinggi.
  • Efek psikologis terutama pada hasil positif palsu yang menyebabkan pasien mengalami kecemasan dan stres.
kankerprostatpenyakit priakanker prostatkesehatan pria
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/psa-test/about/pac-20384731
Diakses pada 13 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/prostate-cancer/advanced-education/psa-tests#1
Diakses pada 13 Maret 2020
NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/prostate-cancer/should-i-have-psa-test/
Diakses pada 13 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email