Alat tes otoacoustic emission akan dipasang ke telinga bayi
Dokter akan memasang alat tes otoacoustic emission ke telinga bayi

Apa itu tes otoacoustic emission (OAE)?

Tes otoacoustic emission (OAE) adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis THT, untuk mengecek respons telinga bagian dalam terhadap suara. Tes ini biasanya skrining pendengaran pada bayi dan anak-anak yang belum bisa memberikan respons dalam jenis tes fungsi dengar lain.

Otoacoustic emission (OAE) merupakan suara yang dihasilkan oleh koklea (rumah siput) di telinga bagian dalam saat mendapat stimulus berupa suara bernada ‘klik’ yang halus.

Ketika suara ini mencapai koklea, sel-sel rambut koklea akan bergetar. Getaran ini kemudian menghasilkan gelombang suara lembut yang menggema kembali ke telinga bagian tengah.

Koklea pada orang tanpa gangguan pendengaran akan menghasilkan suara atau emisi yang normal. Sementara itu, pasien dengan gangguan pendengaran tidak akan menghasilkan emisi tersebut.

Siapa yang membutuhkan tes otoacoustic emission?

Tes OAE dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  • Sebagai skrining gangguan pendengaran untuk anak dan dewasa yang tidak dapat merespons dengan baik pada pemeriksaan pendengaran lain.
  • Mendeteksi gangguan telinga sebelum disadari oleh pasien. Tes otoacoustic emission bisa memeriksa respons koklea dengan akurat pada pasien yang belum bisa bicara atau bereaksi.
  • Mengetahui ada tidaknya gangguan pada fungsi telinga yang disebabkan oleh kemoterapi pada penderita

Apa saja persiapan untuk menjalani tes OAE?

Tidak ada persiapan khusus sebelum tes OAE. Pemberian obat bius atau anestesi juga tidak diperlukan oleh pasien.

Selama tes otoacoustic emission, pasien dan semua orang yang berada di ruang pemeriksaan harus duduk diam agar tidak mengganggu jalannya pemeriksaan.

Bagaimana tes otoacoustic emission dilakukan?

Tes otoacoustic emission dilakukandalam ruang kecil tertutup dan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Prosedurnya meliputi:

  • Alat khusus bernama probe dipasang ke telinga pasien.
  • Kemudian, stimulus suara berupa serangkaian nada atau suara ‘klik’ akan diperdengarkan di telinga pasien.
  • Komputer atau mikrofon yang tersambung dengan probe akan merekam gelombang suara yang dihasilkan oleh koklea sebagai respons terhadap stimulus suara tersebut.

Setelah pemeriksaan selesai, hasil tes OAE akan langsung diberitahukan oleh dokter atau tenaga medis.

Seperti apa hasil tes otoacoustic emission?

Hasil tes otoacoustic emission dapat berupa ada tidaknya emisi suara yang dihasilkan oleh koklea. Berikut penjelasannya:

  • Bila hasil pemeriksaan menemukan emisi suara (OAE), pendengaran pasien tergolong normal.
  • Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya emisi suara, pendengaran pasien dianggap mengalami gangguan.

Gangguan pendengaran tersebut bisa disebabkan oleh ketulian, kelainan bentuk telinga bagian dalam, atau kotoran, cairan, maupun infeksi pada telinga. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mencari tahu penyebab tidak adanya OAE sekaligus menyingkirkan kemungkinan kondisi tuli.

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes OAE tidak normal?

Hasil tes OAE yang tidak normal tidak selalu menandakan adanya ketulian. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi pasien.

Tes ini seringkali menjadi kurang akurat karena bayi yang rewel saat prosedur atau adanya kotoran telinga yang menyumbat pendengaran pasien. Pada kondisi tersebut, tes menjadi tidak normal padahal pasien tidak mengalami kondisi tuli permanen.

Probe yang kurang rapat terpasang pada lubang telinga juga dapat menyebabkan kegagalan pemeriksaan.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah tes OAE?

Tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan oleh pasien setelah tes OAE. Pasien umumnya bisa pulang atau kembali beraktivitas dengan normal.

Apa saja risiko tes otoacoustic emission?

Tes OAE bersifat nonivasif dan aman dilakukan. Hanya saja, anak mungkin merasa risih atau tidak nyaman saat menjalaninya. 

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-an-oae-otoacoustic-emissions-hearing-test-1191845
Diakses pada 22 Mei 2020

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/otoacoustic-emission-testing-oae
Diakses pada 22 Mei 2020

Nationwide Children’s Hospital. https://www.nationwidechildrens.org/specialties/audiology/oae-testing
Diakses pada 22 Mei 2020

Brentwood Hearing Center. https://brentwoodhearingcenter.com/blog/what-is-otoacoustic-emissions-testing
Diakses pada 22 Mei 2020

Coshocton Regional Medical Center. https://www.coshoctonhospital.org/Services/Diagnostic-Services/Otoacoustic-Emission-Testing.aspx
Diakses pada 22 Mei 2020

Artikel Terkait

Salah satu penyebab tuli konduktif adalah penumpukan kotoran telinga

Benarkah Kotoran Telinga Jadi Penyebab Tuli Konduktif pada Lansia?

Tuli konduktif adalah salah satu gangguan pendengaran yang berisiko dialami lansia. Tuli konduktif ini menyebabkan penurunan fungsi pendengaran (hearing loss) atau ketulian (deafness).