Tes Narkoba

29 Jan 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tes narkoba umumnya dilakukan lewat urineTes narkoba paling sering dilakukan lewat urine

Apa itu tes narkoba?

Tes narkoba adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi jenis dan kadar obat-obatan terlarang dalam tubuh. Jenis obat-obatan terlarang yang sering diperiksa meliputi mariyuana, opioid, amfetamin, kokain, dan phencyclidine (PCP).
Secara umum, tes narkoba menggunakan sampel urine untuk mendeteksi adanya obat-obatan terlarang dalam tubuh. Tetapi sampel yang diambil juga bisa berasal dari rambut, darah, keringat, bahkan air liur.Dibanding sampel lainnya, pemeriksaan sampel rambut dapat mendeteksi adanya penggunaan narkoba dalam jangka waktu yang lebih lama.Di Indonesia sendiri, tes narkoba dengan sampel air liur belum tersedia. Saat ini, tes narkoba paling sering dilakukan dengan metode tes urine. 

Kenapa tes narkoba diperlukan?

Tes narkoba dibutuhkan untuk memastikan seseorang mengonsumsi obat-obatan terlarang atau tidak. Beberapa tujuan dilakukannya tes ini meliputi:
  • Untuk kepentingan penerimaan kerja

Tes narkoba menjadi salah satu persyaratan dalam penerimaan kerja untuk mendeteksi penggunaan obat-obatan terlarang pada calon karyawan.
  • Untuk mengecek penggunaan narkoba pada atlet

Ada beberapa obat yang dapat meningkatkan kemampuan atlet. Karena itu, tes ini diperlukan untuk mendeteksinya.
  • Untuk keperluan hukum atau forensik

Salah satunya untuk mengetahui apakah penggunaan obat-obatan tertentu terkait dengan kasus kriminal atau kecelakaan kendaraan bermotor. Tes narkoba juga bisa dibutuhkan untuk keperluan pengadilan.
  • Untuk memantau penggunaan opioid

Pasien yang mengonsumsi obat jenis opioid yang diresepkan oleh dokter untuk meredakan nyeri, akan menjalani tes narkoba guna memastikan kadar obat yang dikonsumsi sudah tepat.

Siapa yang membutuhkan tes narkoba?

Selain untuk keperluan di atas, dokter atau petugas kesehatan lainnya mungkin akan menyarankan tes narkoba bagi pasien dengan gejala penyalahgunaan obat. Sederet gejala tersebut meliputi:
  • Berbicara lambat atau tidak jelas
  • Pupil mata yang melebar atau mengecil
  • Gelisah
  • Panik
  • Paranoid
  • Delirium, yakni kebingungan dan menurunnya kesadaran
  • Sulit bernapas
  • Mual-mual
  • Perubahan tekanan darah atau irama jantung

Apa saja persiapan untuk menjalani tes narkoba?

Tidak ada persiapan khusus yang diperlukan untuk menjalani tes ini. Namun Anda mungkin perlu memberitahukan pada dokter terkait obat-obatan atau suplemen yang sedang Anda konsumsi. Pasalnya, obat-obatan ini bisa saja berpengaruh pada hasil tes.

Bagaimana prosedur tes narkoba dilakukan?

Prosedur tes narkoba bervariasi dan tergantung pada jenis sampel yang digunakan. Berikut penjelasannya:

1. Tes narkoba lewat sampel urine

Sampel yang diambil adalah urine pancar tengah, yang dikenal juga dengan nama midstream atau clean catch. Prosedur tes urine untuk pemeriksaan narkoba dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Cuci tangan dengan sabun dan air bersih
  • Bersihkan area genital dengan kain lembap yang disediakan oleh petugas. Pasien laki-laki perlu membersihkan hingga ke ujung penis, dan pasien wanita perlu membuka bibir vagina dan membersihkannya dari arah depan ke belakang.
  • Ambil wadah penampung urine.
  • Pasien dapat mulai buang air kecil dan pastikan sebagian urine masuk ke wadah tersebut.
  • Kumpulkan sampel urine hingga batas yang diinstrusikan, lalu selesaikan proses buang air kecil.
  • Setelah selesai, tutup wadah hingga benar-benar rapat.
  • Cuci tangan Anda sekali lagi.
  • Berikan wadah urine ke petugas kesehatan.
Pada beberapa kasus, petugas medis atau staf lainnya mungkin akan menemani pasien selama pengambilan sampel.

2. Tes narkoba dengan sampel darah

Tes ini juga akan dilakukan di laboratorium dan hanya berlangsung kurang dari lima menit. Prosedurnya meliputi:
  • Petugas medis akan mengikat lengan atas pasien dengan tali kain khusus.
  • Petugas lalu membersihkan lokasi penyuntikan dengan cairan antiseptik.
  • Petugas kemudian menyuntikkan jarum ke pembuluh darah vena di lipatan lengan pasien.
  • Petugas kemudian memasang tabung khusus ke bagian belakang jarum suntik.
  • Tali pengikat kemudian dilonggarkan agar darah pasien bisa keluar dengan lancar.
  • Darah pasien akan ditampung dalam tabung khusus.
  • Setelah sampel darah dirasa cukup, jarum akan dicabut.
  • Bekas suntikan akan ditutup dengan perban.

3. Tes narkoba dengan sampel rambut

Pada tes ini, beberapa helai rambut dari kepala pasien akan diambil untuk dianalisis di laboratorium.

Seperti apa hasil tes narkoba?

Hasil tes narkoba bisa berupa:

1. Negatif atau normal

Ini menandakan tidak adanya narkoba dalam tubuh pasien atau kadar obat tersebut berada di bawah nilai yang terdeteksi.

2. Positif

Hasil tes narkoba yang positif menandakan adanya satu atau lebih jenis obat-obatan terlarang dalam tubuh pasien.

3. Positif palsu

Hasil positif palsu juga dapat terjadi, misalnya karena ada pengaruh dari obat-obatan medis tertentu yang dikonsumsi oleh pasien. Berikut contohnya:
  • Positif palsu amfetamin dan methamphetamine bisa terjadi karena konsumsi obat flu yang mengandung dextromethorphan, pseudoephedrine, phenylpropanolamine, dan ephedrine atau obat penurun asam lambung (seperti ranitidine).
  • Positif palsu barbiturate dan methadone yang bisa muncul karena konsumsi obat penurun demam dan pereda nyeri seperti ibuprofen, atau obat penenang golongan
  • Positif palsu opiate yang dapat terjadi akibat konsumsi obat antibiotik golongan fluoroquionolone (seperti ofloxacin), antibiotik untuk TBC (seperti rifampicin) dan obat malaria (seperti pil kina).
  • Positif palsu tes ganja yang bisa muncul karena konsumsi obat antivirus untuk HIV (seperti efavirens), obat untuk mengatasi alergi (seperti promethazine), dan obat antiinflamasi nonsteroid (seperti ketoprofen, naproxen, dan sulindac).
  • Positif palsu kokain yang dapat terjadi akibat konsumsi antibiotik golongan amoxicillin.
Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan penggunaan obat tersebut. Anda juga sebaiknya menginformasikan pada pemeriksa mengenai obat apa saja yang sedang Anda konsumsi sebelum menjalani tes narkoba.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah tes narkoba?

Tidak ada hal khusus yang perlu diperhatikan setelah pemeriksaan ini. Anda biasanya bisa kembali menjalani rutinitas pascaprosedur.

Apa saja risiko tes narkoba?

Tidak ada risiko berarti karena tes narkoba. Mungkin efek samping yang terasa hanyalah rasa nyeri ringan ketika pengambilan sampel darah.Meski begitu, hasil tes narkoba yang positif dapat berdampak pada aspek kehidupan pasien. Mulai dari pekerjaan, masa depan karier olahraga, hingga proses hukum.
medical check upnarkobapenyalahgunaan obat
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/10285-drug-testing
Diakses pada 11 Maret 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/drug-testing/
Diakses pada 11 Maret 2020
Bradford Health Services. https://bradfordhealth.com/drug-testing/
Diakses pada 11 Maret 2020
Farmasi UGM. http://farmasi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/2018/05/2017-3-19-866094Ini-Penyebab-Hasil-Tes-Narkoba-Positip.pdf
Diakses pada 11 Maret 2020
Badan Narkotika Nasional. http://lab.bnn.go.id/urine_screening_system/9.%20FALSE%20POSITIVE%20PADA%20ALAT%20SKRINING%20URINE%20NARKOBA.php
Diakses pada 11 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email