Tes Mantoux addaalh tes TBC dengan menyuntikkan zar PPD ke kulit lengan pasien
Tes Mantoux dilakukan dengan menyuntikkan zat PPD ke kulit lengan pasien

Apa itu tes Mantoux?

Tes Mantoux adalah pemeriksaan yang bertujuan mendeteksi infeksi kuman tuberkulosis pada pasien. Tuberkulosis (TB atau TBC) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Bakteri M. tuberculosis terutama menyerang paru-paru. Tapi bakteri ini juga dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti ginjal, otak, dan tulang belakang.

Pemeriksaan yang juga disebut tuberculin skin test (TST) ini dilakukan dengan menyuntikkan zat khusus bernama purified protein derivative (PPD) pada kulit di bagian lengan pasien. Apabila pasien pernah terpapar bakteri TB, reaksi kulit berupa bentol akan muncul.

Selain tes Mantoux, pemeriksaan darah juga dapat dilakukan untuk mendeteksi infeksi tuberkulosis. Tetapi tes Mantoux lebih dianjurkan bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Kenapa tes Mantoux diperlukan?

Pasien yang terpapar M. tuberculosis dapat mengalami penyakit TB aktif atau TB laten. TB aktif menimbulkan gejala. Sedangkan TB laten tidak memicu gejala apapun.

Tes Mantoux dapat mendeteksi infeksi TB, sehingga keberadaan bakteri pada penderita TB laten pun bisa diketahui. Pasalnya, TB laten dapat menjadi aktif seiring berjalannya waktu, misalnya ketika imunitas penderita menurun.

TB aktif membutuhkan pengobatan selama 6-9 bulan, sementara TB laten memerlukan pengobatan guna mencegah berkembangnya kondisi ini menjadi TB aktif.

Siapa yang membutuhkan tes Mantoux?

Tes Mantoux merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi infeksi tuberkulosis. Tes ini biasanya dilakukan pada pasien dengan beberapa kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Mengalami kontak dekat dengan penderita TB
  • Tenaga medis yang terpapar bakteri TB saat bekerja
  • Memiliki gejala TB, seperti batuk menetap, keringat malam, dan turunnya berat badan tanpa penyebab yang jelas
  • Hasil rontgen dada yang tidak normal
  • Baru saja mendapat transplantasi organ atau memiliki kondisi medis yang mengganggu sistem kekebalan tubuh, seperti infeksi HIV

Siapa yang ridak dianjurkan untuk menjalani tes Mantoux?

Tes Mantoux tidak dianjurkan pada orang dengan kondisi yang meliputi:

  • Sudah didiagnosis mengalami tuberkulosis
  • Mengalami reaksi alergi serius terhadap purified protein derivative atau PPD
  • Mengalami ruam kulit, sehingga mengganggu hasil pemeriksaan

Apa saja persiapan untuk menjalani tes Mantoux?

Sebelum tes Mantoux dilakukan, Anda perlu memberitahukan pada dokter atau tenaga medis apabila memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Pernah menjalani pengobatan TB
  • Pernah menjalani tes Mantoux
  • Mengalami infeksi virus dalam satu minggu terakhir
  • Memiliki penyakit yang mengganggu sistem kekebalan tubuh
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu sistem mun, seperti steroid
  • Menerima vaksin apapun dalam satu bulan terakhir

Bagaimana prosedur tes Mantoux dilakukan?

Prosedur pemeriksaan ini dilakukan dalam dua tahap di bawah ini:

  • Tahap pertama

Pada tahap pertama, dokter akan menyuntikkan zat PPD di bawah kulit pasien, biasanya di bagian lengan. Zat ini dikenal juga dengan nama tuberkulin.

Setelah tuberkulin disuntikkan, benjolan kecil berwarna pucat akan muncul pada area penyuntikan.

  • Tahap kedua

24 hingga 72 jam setelah penyuntikan, dokter akan melihat kondisi kulit pasien untuk memastikan ada tidaknya reaksi terhadap tuberkulin. Reaksi kulit yang timbul menandakan adanya infeksi bakteri TB pada pasien.

Apabila pasien datang lebih dari 72 jam setelah penyuntikan, tes Mantoux harus diulang. Selain itu, jika tidak ada reaksi yang timbul pada tes Mantoux dan tes ini merupakan pemeriksaan pertama pasien, pemeriksaan perlu diulang dalam 1-3 minggu kemudian. Langkah ini bertujuan memastikan hasilnya benar-benar negatif.

Seperti apa hasil tes Mantoux?

Setelah tes Mantoux dilakukan, dokter akan melihat keberadaan reaksi kulit pada area penyuntikan. Reaksi ini berupa benjolan kecil yang menebal pada kulit dan dikenal dengan nama indurasi.

Hasil positif atau negatif pasa tes Mantoux tergantung pada ukuran indurasi yang muncul pada kulit pasien. Berikut penjelasannya:

1. Hasil positif

Hasil positif didapat bila ukuran indurasi lebih besar dari batas normal. Kondisi ini menandakan bahwa pasien telah terinfeksi oleh bakteri penyebab tuberkulosis.

Pemeriksaan lain kemudian perlu dilakukan untuk memastikan apakah pasien mengalami penyakit TB aktif atau TB laten.

2. Hasli positif palsu

Tes Mantoux juga bisa memberikan hasil positif palsu. Hasil ini bisa disebabkan oleh pasien yang baru saja menerima vaksin BCG atau mengalami infeksi bakteri Mycobacterium dari jenis yang berbeda, prosedur dan teknik penyuntukan yang tidak tepat, serta penggunaan antigen yang salah.

3. Hasil negatif atau normal

Hasil negatif didapatkan jika ukuran indurasi lebih kecil dari batas normal. Ini menandakan bahwa pasien tidak terinfeksi oleh bakteri TB.

Tetapi pasien yang memiliki riwayat kontak dengan pengidap TB dalam waktu dekat, perlu mengulangi tes dalam 8-12 minggu sesudah tes pertama.

4. Hasil negatif palsu

Hasil negatif palsu juga dapat terjadi, yakni hasil tes negatif pada pasien yang sebenarnya terinfeksi TB. Hasil ini bisa muncul karena:

  • Pasien memiliki kondisi kurang sehat atau sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Pasien mengalami infeksi TB yang baru terjadi di antara 8-10 bulan
  • Pasien baru saja melakukan vaksin campak atau cacar
  • Pasien mengalami penyakit yang disebabkan virus seperti campak atau cacar
  • Pasien memiliki penyakit kanker atau HIV/AIDS
  • Pasien mengidap infeksi TB yang sudah bertahun-tahun lamanya
  • Prosedur dan teknik penyuntikan yang kurang tepat

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes Mantoux positif?

Hasil tes Mantoux positif biasanya akan dikonfirmasi dengan rontgen dada guna menentukan apakah infeksi tuberkulosis berupa TB aktif atau laten. Dokter juga mungkin menyarankan pemeriksaan CT scan dada karena hasilnya lebih akurat.

Apabila pemeriksaan pencitraan tersebut mengindikasikan adanya penyakit tuberkulosis, dokter akan menyarankan Anda melakukan tes dahak.

Dahak yang dikeluarkan ketika pasien batuk akan diperiksa di laboratorium untuk memastikan jenis bakteri yang menyebabkan infeksi. Tes dahak dapat membantu dokter dalam menentukan strategi pengobatan.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah tes Mantoux?

Pasien dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari sesudah pemeriksaan. Namun beberapa hal di bawah ini sebaiknya Anda terapkan:

  • Hindari menggaruk atau menggosok area penyuntikan
  • Jangan menutup area penyuntikan dengan perban maupun plester
  • Hindari mengoleskan krim atau salep pada lokasi penyuntikan
  • Apabila terbentuk gelembung berisi air di kulit, Anda bisa mengompresnya dengan air dingin

Apa saja risiko tes Mantoux?

Secara umum, tes Mantoux tergolong pemeriksaan yang aman dan tidak menimbulkan efek samping yang serius. Meski begitu, kemungkinannya tetap ada.

Efek samping yang mungkin terjadi meliputi reaksi kulit terhadap tuberkulin yang ditandai dengan pembengkakan dan kemerahan pada area penyuntikan. Reaksi ini lebih sering terjadi pada pasien yang pernah menerima vaksin BCG atau mengalami infeksi tuberkulosis.

CDC. https://www.cdc.gov/tb/topic/testing/tbtesttypes.htm
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/what-does-a-positive-tb-test-look-like
Diakses pada 4 Maret 2020

Medicine Net.https://www.medicinenet.com/tuberculosis_skin_test_ppd_skin_test/article.htm
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthy WA. https://healthywa.wa.gov.au/Articles/S_T/Tuberculin-Skin-Test
Diakses pada 4 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/lung/tuberculin-skin-test
Diakses pada 4 Maret 2020

Health Link British Columbia. https://www.healthlinkbc.ca/medical-tests/hw203560#hw203563
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait

Selain obat, penderita TBC juga dapat mengonsumsi makanan untuk mempercepat penyembuhan TBC seperti sayuran berwarna

Makanan untuk Mempercepat Penyembuhan TBC, Apa Saja?

Makanan untuk mempercepat penyembuhan TBC harus mengandung nutrisi maksimal sehingga imun terjaga. Selain mengonsumsi obat anti tuberkulosis dari dokter, Anda juga perlu mengonsumsi sayuran, buah, gandum utuh, dan makanan kaya protein.