Tes Kolesterol

10 Feb 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Prosedur cek kolesterol dilakukan dengan cara mengambil sampel darah yang kemudian diperiksa di laboratoriumTes kolesterol dilakukan dengan pengambilan darah

Apa itu tes kolesterol?

Tes kolesterol adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol dan trigliserida di dalam darah seseorang. 
Kolesterol merupakan komponen lemak yang ada dalam darah dan sel-sel tubuh. Komponen ini dihasilkan oleh hati dan dapat diperoleh dari makanan. Contohnya, daging, telur, unggas, dan susu.Selain itu, konsumsi makanan yang kaya lemak pun dapat memicu organ hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol dalam tubuh.Terdapat dua jenis kolesterol, yakni high density cholesterol (HDL) dan low density cholesterol (LDL). Di Indonesia, HDL dikenal sebagai kolesterol baik dan LDL disebut sebagai kolesterol jahat.Kolesterol sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga agar sel dan organ tetap sehat. Tetapi, jumlah kolesterol total (terutama LDL) yang melebihi batas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyakit serius lainnya. Pasalnya, kolesterol bisa memicu penyumbatan pembuluh darah dan mengganggu aliran darah.Oleh karena itu, tes yang juga sering dikenal dengan tes profil lipid atau tes panel lipid ini dapat membantu Anda untuk mengetahui risiko penumpukan plak dalam pembuluh darah. Plak ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dalam tubuh (aterosklerosis).

Berapa biaya tes kolesterol?

Biaya tes kolesterol berbeda-beda tergantung dari fasilitas kesehatannya. Namun rata-rata biaya yang perlu Anda siapkan untuk satu kali pemeriksaan ini dimulai dari Rp50.000. Anda bisa melakukan cek kolesterol di apotik, puskesmas, klinik, hingga rumah sakit.

Kenapa tes kolesterol diperlukan? 

Tes kolesterol dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah. Tes ini penting karena pasien dengan kadar kolesterol tinggi biasanya tidak merasakan gejala apapun. Padahal, kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung serta penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya. Pada tes kolesterol lengkap, Anda akan mendapatkan kadar dari empat tipe lemak dalam darah di bawah ini:
  • Kadar kolesterol total

Kadar kolesterol total menggambarkan jumlah kolesterol keseluruhan yang ada di dalam darah Anda.
  • Low density lipoprotein (LDL)

LDL atau kolesterol jahat dapat menumpuk dalam pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.
  • High density lipoprotein (HDL)

HDL atau kolesterol baik dapat membantu dalam membersihkan pembuluh darah dari tumpukan kolesterol jahat (LDL).
  • Trigliserida

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak dalam pembuluh darah yang berfungsi menyuplai energi bagi tubuh. Ketika berlebih, lemak ini akan disimpan dalam tubuh.Kadar trigliserida yang tinggi dapat menjadi indikator adanya masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.

Siapa yang membutuhkan tes kolesterol?

Semua orang perlu melakukan cek kolesterol secara rutin. Seberapa sering pemeriksaan ini dilakukan akan tergantung pada usia dan faktor risiko kesehatan yang Anda miliki.Tes kolesterol direkomendasikan pada pasien dengan kondisi-kondisi berikut:
  • Wanita berusia di atas 55 tahun dan pria di atas 45 tahun
  • Hipertensi
  • Penyakit hati
  • Arteriosklerosis pada tungkai
  • Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, serta dysbetalipoproteinemia
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Hipotiroid atau kondisi kekurangan hormon tiroid
  • Gangguan pada ginjal
  • Penyakit hati
  • Diabetes tipe 1 atau tipe 2
  • Sirosis bilier primer

Seberapa sering Anda harus menjalani tes kolesterol?

Frekuensi tes kolesterol yang sebaiknya Anda jalani akan tergantung pada beberapa faktor. Mulai dari usia hingga kondisi kesehatan Anda.

Secara umum

Tes kolesterol perlu dilakukan secara teratur pada pria dan wanita sejak usia 20 tahun. Pemeriksaan ini sebaiknya dijalani setiap lima tahun sekali. 

Pasien yang memiliki gangguan kesehatan tertentu

Bagi pasien yang sudah memiliki gangguan kesehatan lain, tes kolesterol perlu dilakukan setiap tahun. Contohnya pada pengidap diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau orang yang mengonsumsi obat-obatan untuk mengendalikan kadar tekanan darah.Selain itu, tes kolesterol perlu dilakukan lebih sering pada:
  • Orang dengan riwayat keluarga penyakit jantung atau kadar kolesterol tinggi
  • Orang dengan kadar kolesterol tinggi pada pemeriksaan sebelumnya
  • Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • Orang yang kurang gerak atau sedenter
  • Orang yang menerapkan pola makan tinggi lemak
  • Pria berusia di atas 45 tahun
  • Wanita berusia di atas 55 tahun
  • Orang dengan kebiasaan merokok
  • Orang yang mengidap hipertensi

Anak-anak, remaja, dan kalangan dewasa muda

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan cek kolesterol pada anak sebanyak dua kali:
  • Saat anak berusia 9 hingga 11 tahun
  • Saat anak berusia 17 hingga 21 tahun
Sementara itu, tes kolesterol tidak disarankan pada usia pubertas. Pasalnya, hormon dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh remaja.

Apa saja persiapan untuk menjalani tes kolesterol?

Umumnya, dokter akan meminta Anda untuk berpuasa sebelum menjalani pemeriksaan. Apabila hanya berencana melakukan pemeriksaan HDL dan kolesterol total, Anda tidak perlu berpuasa.Akan tetapi, bagi Anda yang berencana melakukan pemeriksaan profil lipid lengkap, puasa perlu dilakukan selama 9 hingga 12 jam sebelum tes kolesterol.Selama puasa, Anda tidak diperkenankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman apapun. Pasien hanya boleh minum air putih.Sebelum pemeriksaan, Anda perlu memberikan informasi yang terkait:
  • Gejala atau masalah kesehatan yang dimiliki
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  • Obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi
  • Kehamilan
  • Pengangkatan ovarium
Dokter juga akan meminta Anda untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu. Misalnya, pil KB yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah, pada beberapa hari sebelum pemeriksaan.Penyakit akut pun dapat meningkatkan atau malah menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Oleh karena itu, Anda yang baru saja mengalami gangguan medis akut tertentu dalam tiga bulan sebelum tes kolesterol, perlu melakukan tes ulang dalam dua hingga tiga bulan setelahnya.

Bagaimana prosedur tes kolesterol dilakukan?

Untuk memeriksa kadar kolesterol, dokter akan mengambil sampel darah Anda dengan cara:
  • Anda akan diminta untuk mengangkat lengan baju.
  • Lengan atas Anda lalu diikat oleh perban elastis atau tali khusus (tourniquet) agar aliran darah di lengan dapat terkumpul.
  • Lokasi pengambilan darah akan dibersihkan dengan kapas yang mengandung cairan antiseptik.
  • Jarum kemudian disuntikkan ke pembuluh darah untuk mengambil darah.
  • Tabung khusus kemudian akan dipasang ke alat suntik untuk menampung darah.
  • Perban elastis di lengan atas Anda akan dilepas untuk mengembalikan aliran darah agar darah mengalir ke dalam tabung.
  • Ketika petugas medis menilai bahwa jumlah darah yang diambil sudah cukup, jarum suntik akan dilepas.
  • Lokasi pengambilan darah akan ditutup dengan kasa atau plester steril.
Prosedur tersebut biasa hanya berlangsung selama beberapa menit. Pasien umumnya akan merasakan nyeri pada bagian yang disuntik. Mulai dari sensasi seperti tertusuk atau tersengat hingga nyeri sedang.Setelah prosedur pengambilan darah selesai, Anda akan diperbolehkan untuk pulang dan kembali beraktivitas seperti biasa. Hasil tes kolesterol bisa Anda ambil sendiri atau dikirim ke rumah maupun kantor Anda.Apabila tes tersebut dilakukan atas anjuran dokter, hasilnya bisa langsung dikirimkan ke dokter yang bersangkutan. Dokter kemudian akan menghubungi Anda.

Seperti apa hasil tes kolesterol?

Hasil tes kolesterol akan ditunjukkan dalam satuan miligram per desiliter (mg/dL). Angka kadar kolesterol yang ideal meliputi:
  • Kolesterol total: di bawah 200 mg/dL (semakin rendah akan semakin baik)
  • LDL: 70-130 mg/dL (semakin rendah akan semakin baik)
  • HDL: 40-60 mg/dL (semakin tinggi akan semakin baik)
  • Trigliserida: di bawah 150 mg/dL (semakin rendah akan semakin baik)

Apa saja yang perlu diperhatikan selama tes kolesterol?

Tidak ada hal khusus yang perlu Anda lakukan selama dan setelah tes kolesterol. Pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa setelah pengambilan darah untuk tes.Anda juga bisa membawa makanan ringan atau camilan sehat agar dapat dikonsumsi setelah pengambilan darah.

Apa saja risiko tes kolesterol?

Pembuluh darah vena dan arteri bervariasi pada masing-masing individu. Bahkan pada satu orang, kondisi vena dan arterinya bisa berlainan di tiap sisi tubuh.Oleh sebab itu, tingkat kesulitan pengambilan darah pun berbeda-beda pada tiap pasien. Ada pasien yang darahnya mudah diambil, ada pula pasien yang memiliki ukuran pembuluh darah kecil, sehingga darahnya sulit diambil.Risiko tes kolesterol yang dapat terjadi meliputi:
  • Pendarahan
  • Pingsan atau perasaan nyaris pingsan
  • Darah yang menumpuk di bawah kulit atau memar (hematoma)
  • Rasa pegal atau nyeri di sekitar lokasi penyuntikan
  • Infeksi

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes kolesterol menunjukkan angka yang tinggi?

Kadar kolesterol di atas batas normal dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Dokter bisa menyarankan Anda untuk menjalani tes gula darah guna mengecek kemungkinan diabetes dan tes hormon tiroid guna memeriksa fungsi kelenjar tiroid.Kadar kolesterol yang tinggi umumnya dapat diturunkan dengan menerapkan gaya hidup sehat yang meliputi:
  • Rutin berolahraga

Berolahraga secara rutin dapat membantu dalam menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL dalam darah. Latihan fisik ini juga dapat membantu dalam menjaga agar berat badan berada pada batas normal. Jenis olahraga yang disarankan adalah jenis aerobik atau latihan kardio dengan intensitas sedang selama 150 menit dalam seminggu. Kemudan diiringi dengan dua sesi latihan penguatan otot.
  • Menurunkan berat badan

Berat badan yang berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan risiko penyakit jantung.
  • Berhenti merokok

Pasien juga disarankan untuk berhenti merokok. Pasalnya, kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang

Pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan yang rendah lemak, gula, dan karbohidrat. Makanan dengan kadar serat yang tinggi akan sangat disarankan.Setelah Anda menjalani perubahan gaya hidup selama beberapa waktu, dokter akan meminta Anda untuk kembali melakukan tes kolesterol.Jika perbaikan gaya hidup telah Anda lakukan dinilai kurang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol Anda, dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol. Misalnya, obat-obatan golongan statin.Kombinasi gaya hidup sehat dan obat-obatan dapat menurunkan kadar kolesterol pada kebanyakan orang. Berdiskusilah dengan dokter untuk menentukan metode penanganan terbaik dalam mengurangi kadar kolesterol Anda.
diabetespenyakit jantungkolesterol
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cholesterol-test/about/pac-20384601
Diakses pada 10 Februari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315910.php
Diakses pada 10 Februari 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/cholesterol-levels/
Diakses pada 10 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/cholesterol-test
Diakses pada 10 Februari 2020
University of California San Francisco. https://www.ucsfbenioffchildrens.org/tests/003492.html
Diakses pada 10 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email