Tes Kehamilan

15 Jan 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tes kehamilan dapat dilakukan dengan mengecek sampel urineTes kehamilan bisa dilakukan melalu sampel urine

Apa itu prosedur tes kehamilan?

Tes kehamilan adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui kehamilan dengan akurat. Tes ini mampu mendeteksi kehamilan dengan tepat hingga 99 persen.
Oleh karena itu, wanita yang terlambat haid atau memiliki tanda-tanda awal kehamilan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini.Tes kehamilan dapat mendeteksi kehamilan dengan cara mengukur kadar hormon bernama human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini bisa ditemukan di darah dan urine pada sekitar 10 hingga 14 hari setelah pembuahan (konsepsi) terjadi. Kadar hCG mencapai puncaknya di antara minggu ke 8-11 kehamilan.Terdapat dua jenis tes kehamilan yang biasanya dilakukan, yaitu tes darah dan tes urine. Berikut penjelasannya:
  • Tes darah

Tes darah biasanya dilakukan di klinik, dan bukan merupakan pemeriksaan yang sering dijalani. Tes ini dapat mendeteksi kehamilan lebih awal daripada tes urine, yaitu sekitar 6-8 hari pascapembuahan. Tetapi hasilnya lebih lama selesai dibandingkan tes urine. Tes ini lebih akurat dari tes urine.
  • Tes urine

Tes urine dapat dilakukan di rumah atau klinik. Pemeriksaan ini cepat dan mudah, misalnya dengan test pack. Pasien juga dapat mengetahui hasilnya dalam beberapa menit setelah pemeriksaan.

Kenapa tes kehamilan diperlukan?

Tes kehamilan dilakukan untuk membantu wanita dalam memastikan kehamilannya. Ketika seorang wanita mengetahui dirinya hamil, ia dapat menjaga kesehatan, menjalani pemeriksaan kehamilan, dan melakukan perubahan gaya hidup sedini mungkin.

Siapa yang membutuhkan tes kehamilan?

Setiap wanita dalam usia subur yang menduga dirinya hamil perlu melakukan tes kehamilan. Secara umum, semua perempuan yang telah melakukan hubungan intim tanpa pengaman juga disarankan menjalani tes ini.Beberapa tanda awal kehamilan yang perlu dipastikan dengan tes kehamilan meliputi:
  • Terlambat haid
  • Payudara yang membesar, nyeri, atau bengkak
  • Rasa lelah
  • Lebih sering buang air kecil
  • Mual

Apa saja persiapan untuk menjalani tes kehamilan?

Beberapa jenis obat dapat mempengaruhi hasil tes kehamilan. Contoh-contohnya meliputi:
  • Promethazine
  • Obat untuk penyakit Parkinson
  • Obat tidur
  • Obat antipsikotik, seperti chlorpromazine
  • Obat opioid
  • Obat penenang
  • Obat antikejang
  • Obat kesuburan
  • Diuretik
Karena itu, beritahukan jenis obat yang sedang Anda konsumsi pada dokter sebelum menjalani pemeriksaan.Pasien juga perlu memeriksa tanggal kadaluwarsa alat tes kehamilan dan membaca petunjuk pada kemasan alat sebelum melakukan tes jika ingin menggunakan test pack.

Bagaimana prosedur tes kehamilan dilakukan?

Berdasarkan jenisnya, prosedur tes kehamilan bisa berbeda-beda. Berikut penjelasannya:
  • Tes darah

Tes darah biasanya dilakukan di klinik atau laboratorium. Tenaga medis akan mengambil sampel darah pasien untuk diperiksa.Dokter atau petugas medis kemudian akan menghubungi Anda bila hasi tes kehamilan sudah selesai.
  • Tes urine

Tes urine bisa dilakukan di rumah maupun di fasilitas kesehatan. Pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan pada pagi hari karena konsumsi air dalam jumlah banyak sebelum tes dapat mengganggu hasilnya.Alat tes kehamilan dapat diletakkan pada aliran urine saat Anda berkemih atau dicelupkan ke urine yang telah ditampung dalam wadah. Tunggu 1-2 menit hingga hasil pemeriksaan tampak pada alat.

Seperti apa hasil tes kehamilan?

Hasil tes kehamilan tergantung pada jenis pemeriksaan yang dilakukan. Berikut penejelasannya
  • Tes darah

Tes darah terdiri atas dua tipe pemeriksaan, yaitu tes kualitatif hCG dan kuantitatif hCG.Pada tes kualitatif hCG, hasil hanya berupa ada tidaknya hCG dalam darah. Adanya hormon ini berarti pasien positif hamil, dan tidak terdeteksinya hormon menandakan pasien tidak hamil.Sementara pada tes kuantitatif hCG, kadar hormon dalam darah akan diukur untuk melihat kemungkinan masalah dalam kehamilan. Tes ini merupakan salah satu pemeriksaan yang bertujuan mendiagnosis adanya kehamilan ektopik atau keguguran.
  • Tes urine

Pada tes urine, hasil positif tampak dalam bentuk garis, warna, atau simbol seperti + dan -. Jenis tanda yang muncul akan tergantung pada test pack yang Anda gunakan.Sementara pada alat tes urine digital, hasilnya bisa berupa kata ‘hamil’ atau ‘tidak hamil’ yang muncul pada alat.

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes kehamilan positif?

Apabia hasil tes positif, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter guna menyusun jadwal pemeriksaan kehamilan atau prenatal yang sebaiknya dijalani. Dengan ini, kehamilan bisa berjalan dengan lancar hingga persalinan tiba.Jika hasil tes kehamilan negatif dan pasien tetap mengalami gejala kehamilan, tes ulang perlu dilakukan dalam satu minggu setelah tes pertama. Pasien juga dapat meminta jenis tes kehamilan berupa tes darah untuk memastikan hasilnya bila tes pertama dilakukan dengan sampel urine.Meski jarang terjadi, hasil positif palsu dapat terjadi, yaitu hasil tes positif padahal pasien tidak hamil. Hasil positif palsu dapat ditemukan apabila pasien mengalami kondisi medis berikut:
  • Keguguran
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Tumor ovarium
  • Penyakit hati
  • Gagal ginjal
  • Alat tes kehamilan yang kadaluwarsa

Apa saja risiko tes kehamilan?

Tes kehamilan menggunakan sampel urine relatif aman dilakukan. Sedangkan tes kehamilan dari sampel darah memiliki beberapa risiko yang meliputi:
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri pada lokasi pengambilan darah
  • Memar, kemerahan, dan bengkak pada lokasi pengambilan darah
  • Pendarahan
  • Sensasi seperti ingin pingsan saat darah diambil
  • Infeksi pada lokasi pengambilan darah
menjaga kehamilantes kehamilanpemeriksaan kehamilankehamilan ektopik
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316463.php
Diakses pada 4 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/pregnancy-tests#1
Diakses pada 4 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/home-pregnancy-tests/art-20047940
Diakses pada 4 Maret 2020
CDC. https://www.cdc.gov/diphtheria/downloads/blood-draw.pdf
Diakses pada 4 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email