Tes fungsi ginjal dapat dilakukan dengan tes darah
Tes fungsi ginjal bisa dilakukan dengan pemeriksaan sampel darah

Apa itu tes fungsi ginjal?

Tes fungsi ginjal adalah pemeriksaan laboratorium yang bertujuan menilai fungsi ginjal. Tes ini biasanya dilakukan bila dokter mencurigai seseorang mengalami gangguan fungsi ginjal.

Evaluasi fungsi ginjal bisa dilakukan melalui pengambilan dan pemeriksaan sampel darah maupun urine pasien.

Ginjal merupakan organ internal yang berperan mengeluarkan zat-zat sisa dan cairan dari darah. Karena itu, pemeriksaan darah dan urine dapat memberikan gambaran mengenai kinerja ginjal dalam membuang zat-zat sisa tersebut.

Dengan menjalani tes fungsi ginjal, deteksi dini terhadap gangguan ginjal bisa dilakukan. Bila ginjal mengalami masalah, penanganan pun bisa diberikan secepatnya untuk menghindari kerusakan ginjal yang permanen.

Kenapa tes fungsi ginjal dilakukan?

Tes fungsi ginjal dianjurkan untuk orang-orang yang dicurigai mengalami gangguan fungsi ginjal. Umumnya, gejala gangguan ginjal bisa berupa:

Siapa yang membutuhkan tes fungsi ginjal?

Pemeriksan rutin tes fungsi ginjal umumnya dianjurkan pada orang-orang yang berisiko tinggi untuk mengalami kerusakan ginjal. Berikut contohnya:

Seberapa sering Anda harus menjalani tes fungsi ginjal?

Tidak terdapat panduan spesifik mengenai seberapa sering seseorang harus menjalani pemeriksaan tes fungsi ginjal. Namun pada orang-orang berisiko tinggi untuk mengalami kerusakan ginjal, tes fungsi ginjal dianjurkan secara rutin oleh dokter.

Apa saja persiapan untuk menjalani tes fungsi ginjal?

Sebelum menjalani tes fungsi ginjal, hal-hal yang sebaiknya Anda persiapkan meliputi:

  • Menanyakan pada dokter mengenai konsumsi obat-obatan yang harus Anda hentikan untuk sementara
  • Menanyakan mengenai pola makan tertentu yang mungkin harus Anda terapkan

Untuk menjalani tes fungsi ginjal, Anda tidak perlu berpuasa.

Bagaimana tes fungsi ginjal dilakukan?

Tes fungsi ginjal bisa dilakukan dengan dua cara, yakni tes darah dan tes urine.

1. Tes darah

Prosedur pengambilan sampel darah untuk tes fungsi ginjal meliputi:

  • Petugas medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik.
  • Elastic band akan dipasang pada lengan atas Anda dan dikencangkan agar darah terkumpul di pembuluh darah vena dan dapat ditemukan dengan mudah.
  • Petugas kemudian akan menusukkan jarum ke dalam pembuluh darah vena.
  • Petugas lalu memasang tabung di belakang jarum suntik untuk menampung darah.
  • Setelah jumlah darah dirasa cukup, tabung akan dicabut.
  • Lokasi tusukan jarum akan ditutup dengan plester.
  • Tabung sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.

2. Tes urine

Pada umumnya, Anda akan diminta untuk menampung urine selama 24 jam. Dokter biasanya akan memberikan tabung khusus yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan urine.

Pengumpulan urine dimulai pada pagi hari. Saat Anda bangun tidur, Anda bisa membuang air seni pertama ini seperti biasa dan tidak perlu ditampung.

Setelah urine pertama tersebut, barulah Anda perlu menampungnya dengan cara di bawah ini:

  • Tiap Anda buang air kecil, gunakan tabung untuk menampung urine Anda.
  • Pisahkan air seni Anda tiap kali buang air kecil.
  • Berikan label untuk mencacat keterangan urine, misalnya jam penampungan.
  • Pada keesokan paginya, tampung urine pertama Anda setelah Anda bangun tidur. Urine ini akan melengkapi jadwal pengambilan sampel selama 24 jam.
  • Setelah itu, segera bawa semua sampel urine Anda dan berikan pada petugas medis untuk dianalisis.

Seperti apa hasil tes fungsi ginjal?

Hasil tes fungsi ginjal berbeda-beda, tergantung pada sampel yang digunakan. Berikut penjelasannya:

1. Hasil normal untuk tes fungsi ginjal dari sampel darah

  • Kreatinin

Kadar kreatinin yang normal adalah 1,2 mg/dL untuk wanita dan 1,4 mg/dL untuk pria

  • Laju filtrasi ginjal (GFR)

Hasil GFR menunjukkan seberapa baik laju filtrasi yang dilakukan oleh ginjal. Nilai GFR didapatkan dari hasil perhitungan manual.

Variabel yang dimasukkan dalam penghitungan GFR meliputi usia, jenis kelamin, ras, dan nilai kreatinin.

Nilai normal GFR adalah 60 mg/dL ke atas. Bila di bawah angka ini, pasien kemungkinan mengalami gangguan fungsi ginjal.

  • Kadar urea nitrogen dalam darah (blood urea nitrogen/BUN)

Pemeriksaan ini berfungsi menilai zat sisa dalam darah (urea nitrogen). Kadar normalnya adalah 7-20 mg/dL.

Kadar yang lebih tinggi dari angka tersebut bisa menandakan adanya gangguan fungsi ginjal, diet tinggi protein, atau konsumsi antibiotik tertentu.

2. Hasil normal untuk tes fungsi ginjal dari sampel urine

  • Urinalisis

Tujuan urinanalisis adalah menilai ada tidaknya partikel protein, darah, nanah, bakteri, dan glukosa dalam urine. Keberadaan partikel-partikel ini bisa mengindikasikan infeksi ginjal, infeksi kandung kemih, penyakit ginjal, batu ginjal, dan diabetes.

  • Mikroalbuminuria dalam urine (microalbuminuria) dan rasio albumin- kreatinin

Kedua pemeriksaan ini bertujuan menentukan kadar albumin dalam urine. Kadar albumin yang normal adalah di bawah 30 mg/dL.

Albumin merupakan protein penting dalam darah. Bila ginjal membuang terlalu banyak albumin dalam urine, kondisi ini dapat menandakan fungsi ginjal yang tidak terlalu baik.

Mikroalbuminuria termasuk tes yang bisa mendeteksi keberadaan protein dalam urine dengan lebih rinci. Sekecil apapun keberadaannya, tes ini bisa mendeteksinya.

Karena itu, dokter bisa menganjurkan mikroalbuminuria pada orang yang berisiko tinggi mengalami gangguan ginjal meski tes urine lainnya memberikan hasil negatif.

3. Hasil uji bersihan kreatinin

Tes fungsi ginjal lain yang tidak kalah penting adalah uji bersihan kreatinin (creatinine clearance test). Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah dan urine 24 jam.

Dokter akan membandingkan kadar kreatinin dalam urine dengan kadarnya dalam darah. Perbandingan ini akan menunjukkan seberapa banyak atau sedikitnya ginjal menyaring kreatinin.

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes fungsi ginjal tidak normal?

Bila hasil tes fungsi ginjal abnormal, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani pemeriksaan penunjang lain. Contohnya, seperti CT scan, USG, dan biopsi ginjal.

Serangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan diagnosis dan penyebab di balik gangguan fungsi ginjal yang Anda alami.

Apa saja efek samping tes fungsi ginjal?

Tes fungsi ginjal tergolong pemeriksaan yang relatif aman. Namun kemunginan efek sampingnya tetap ada, terutama pada tes darah. Contohnya, infeksi pada area penusukan jarum untuk mengambil sampel darah.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325397
Diakses pada 18 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/kidney-function-tests
Diakses pada 18 Maret 2020

Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/health-a-z/k/kidney-function-blood-test/
Diakses pada 18 Maret 2020

Artikel Terkait

Makanan untuk ginjal sehat perlu diperhatikan agar tehindar dari gangguan ginjal

6 Makanan untuk Ginjal yang Sehat Ini Perlu Rutin Dikonsumsi

Nutrisi yang baik memainkan peran penting bagi kesehatan tubuh, termasuk ginjal. Jika asupan ini tak terpenuhi, bukan tak mungkin ginjal akan mengalami gangguan. Untuk mencegahnya, apa sajakah makanan untuk ginjal yang perlu Anda konsumsi?