Tes Darah

07 Oct 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sebelum tes darah, periksakan diri Anda ke dokterTes darah dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah vena

Apa itu tes darah?

Tes darah adalah pemeriksaan standar yang rutin dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit atau kondisi medis tertentu. Prosedur ini biasanya disarankan setelah pemeriksaan fisik oleh dokter.
Melalui tes darah, dokter dapat mengevaluasi berbagai kondisi medis spesifik yang dialami oleh pasien.

Apa saja jenis tes darah?

Pada tes darah, sederet jenis pemeriksaan di bawah ini dapat dilakukan:
  • Tes hitung darah lengkap

Tes hitung darah lengkap meliputi beberapa komponen darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, trombosit, hematokrit, dan mean corpuscular volume (MCV).
  • Pemeriksaan enzim darah

Pada pemeriksaan enzim darah, dokter dapat mengidentifikasi kadar enzim spesifik di dalam tubuh, seperti enzim troponin jantung.
  • Tes koagulasi darah

Pada tes koagulasi, dokter akan mendeteksi kadar protein yang membantu proses pembekuan darah.
  • Pemeriksaan panel lipid (kolesterol)

Pemeriksaan panel lipid lebih dikenal dengan tes kolesterol. Prosedur ini akan menghitung kadar low-density lipoprotein (LDL), high-density lipoprotein (HDL), kolesterol total, dan trigliserida dalam darah pasien.
  • Pemeriksaan panel metabolik

Pemeriksaan panel metabolik menilai kadar kalsium, gula darah, ureum, kreatinin, dan elektrolit.
  • Tes protein C-reaktif (CRP)

Tes CRP bertujuan membantu dalam mendiagnosis kondisi medis yang menyebabkan peradangan. CRP diproduksi oleh hati dan nilainya yang tinggi dapat menjadi tanda peradangan di tubuh seseorang.
  • Tes fungsi hati

Tes fungsi hati dilakukan untuk mengukur kadar enzim dan protein hati guna mengetahui seberapa baik fungsi hati pasien. Jenis senyawa yang diperiksa meliputi SGOT, SGPT, bilirubin total, alkaline phosphatase (ALP), dan albumin.
  • Tes fungsi tiroid

Tes fungsi tiroid dibutuhkan untuk mengetahui kondisi kelenjar tiroid, misalnya kondisi kurang aktif atau terlalu aktif. Pemeriksaan ini akan mengecek kadar TSH, tiroksin (T4), dan triiodotironin (T3).

Kenapa tes darah diperlukan?

Fungsi dari masing-masing tes darah tentu saja berbeda-beda. Apa sajakah itu?

1. Tes hitung darah lengkap

Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu dokter dalam mengidentifikasi ada tidaknya kelainan darah atau kondisi medis tertentu. Misalnya, anemia, peradangan, infeksi, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

2. Pemeriksaan enzim darah

Pemeriksaan enzim darah berfungsi mendeteksi berbagai kondisi medis, seperti serangan jantung.Bila dokter mencurigai adanya serangan jantung, hasil tes mungkin saja menunjukkan enzim darah seperti troponin. Enzim ini dikeluarkan oleh jantung ketika cedera dan dapat dideteksi melalui darah.

3. Tes koagulasi darah

Tes koagulasi darah dilakukan bila dokter mencurigai pasien memiliki kelainan pada proses pembekuan darah. Pemeriksaan ini juga berfungsi memantau efektivitas pengobatan bagi pasien yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

4. Pemeriksaan panel lipid

Pemeriksaan ini bertujuan menilai risiko terjadinya penyakit jantung koroner atau penumpukan plak pada pembuluh darah.

5. Pemeriksaan panel metabolik

Pemeriksaan ini bisa mendeteksi kadar senyawa kimia dalam darah. Berikut contohnya:
  • Kadar kalsium yang dapat menandakan ada tidaknya kelainan pada ginjal, tulang, atau kondisi medis lain
  • Kadar gula yang bisa menandakan ada tidaknya penyakit diabetes.
  • Kadar ureum dan kreatinin yang mampu menggambarkan ada tidaknya kelainan fungsi ginjal
  • Kadar elektrolit yang dapat mengindikasikan ada tidaknya kondisi dehidrasi atau gangguan tubuh lainnya

Siapa yang membutuhkan tes darah?

Pada umumnya, dokter merekomendasikan tes darah untuk dilakukan setiap tahun oleh siapa saja. Namun pemeriksaan ini akan dilaksanakan pada sederet keadaan berikut:
  • Muncul gejala yang tidak biasa atau terus-menerus

Gejala ini dapat berupa rasa lelah, berat badan meningkat atau menurun, atau nyeri.
  • Pasien yang ingin menjaga kesehatannya

Mengetahui kadar komponen darah, seperti HDL atau LDL, dapat membantu pasien dalam merencanakan pola makan dan kebiasaan yang lebih sehat.
  • Mengurangi risiko terjadinya penyakit atau komplikasi lainnya.

Tes darah secara rutin dapat mendeteksi tanda-tanda penyakit sejak dini.

Apa saja persiapan untuk menjalani tes darah?

Semua makanan dan minuman yang dikonsumsi bisa mengandung vitamin, protein, dan nutrisi lain. Kandungan ini dapat meningkatkan atau menurunkan kadar zat-zat tertentu di dalam tubuh.Oleh karena itu, pasien dianjurkan untuk berpuasa selama 8-12 jam sebelum menjalani beberapa jenis tes darah di bawah ini:

Bagaimana tes darah dilakukan?

Pada tes darah, tenaga medis akan mengambil sampel darah dari lengan pasien dengan prosedur berikut:
  • Tenaga medis akan membersihkan lokasi pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman di permukaan kulit.
  • Lengan atas pasien lalu diikat dengan tourniquet agar aliran darah di lengan dapat terkumpul dan pembuluh darah vena mudah ditemukan.
  • Setelah vena ditemukan, darah akan diambil dengan cara menyuntikan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Tabung khusus kemudian dipasang di belakang jarum untuk menampung darah pasien.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban steril.
Prosedur pengambilan darah biasanya hanya membutuhkan waktu singkat, yakni sekitar lima menit. Pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri saat jarum ditusukkan dan dicabut.

Seperti apa hasil tes darah?

Hasil tes darah akan berbeda-beda berdasarkan jenis tes yang dijalani oleh pasien. berikut penjelasannya:

1. Hasil tes hitung darah lengkap yang normal

  • Sel darah merah: 4,32-5,72 juta/uL untuk pria dan 3,9-5,03 juta/uL untuk wanita
  • Hemoglobin: 13,5-17,5 g/dL untuk pria dan 12,0-15,5 g/dL untuk wanita
  • Hematokrit: 38,8-50,0% untuk pria dan 34,9-44,5% untuk wanita
  • Sel darah putih: 3.500-10.500 sel/uL
  • Trombosit: 150.000-450.000 sel/uL

2. Hasil pemeriksaan enzim darah yang normal

  • CPK-1: 200 U/L
  • CPK-2: 5-25 IU/L
  • CPK-3: 200 U/L
  • Troponin: <0,02 ng/mL

3. Hasil tes koagulasi yang normal

  • Waktu protrombin: 11-13,5 detik
  • INR: 0,8-1,1

4. Hasil tes protein C-reaktif (CRP) yang normal

  • <10 mg/L
  • Nilai CRP di atas 10 mg/L akan menandakan infeksi serius, trauma, atau penyakit kronis

5. Hasil pemeriksaan panel lipid yang normal

  • HDL: >40 mg/dL untuk pria dan >50 mg/dL untuk wanita
  • LDL: <100 mg/dL
  • Kolesterol total: <200 mg/dL
  • Trigliserida: <150 mg/dL

6. Hasil pemeriksaan panel metabolik yang normal

  • Blood urea nitrogen (BUN): 6-20 mg/dL
  • Kreatinin: 0,9-1,3 mg/dL untuk pria dan 0,6-1,1 mg/dL untuk wanita
  • Gula darah (glukosa): 70-99 mg/dL
  • Albumin: 3,4-5,4 g/dL
  • Natrium: 136-145 mEq/L
  • Kalium: 3,5-5,1 mEq/L
  • Kalsium: 8,6-10,2 mg/dL
  • Klorida: 98-107 mEq/L

7. Hasil tes fungsi tiroid yang normal

  • TSH: 0,4-4 mIU/L
  • T3: 100-200 ng/dl
  • T4: 5-12 mcg/dl

8. Hasil tes fungsi hati yang normal

  • SGOT: 8-48 U/L
  • SGPT: 7-55 U/L
  • ALP: 40-129 U/L
  • Bilirubin: 0,1-1,2 mg/dL

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah tes darah?

Tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan setelah tes darah. Pasien biasanya dapat langsung pulang atau kembali beraktivitas dengan normal.

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes darah tidak normal?

Terdapat banyak kondisi medis yang bisa mendasari hasil tes darah yang tidak normal. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan memberikan pengobatan yang sesuai berdasarkan penyakit yang mendasarinya.

Apa saja komplikasi tes darah?

Pemeriksaan yang melibatkan prosedur pengambilan darah memiliki beberapa risiko komplikasi di bawah ini:
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman saat jarum dimasukkan dan dicabut
  • Pembuluh darah vena yang tertusuk dan bocor
  • Memar
  • Pingsan atau sensasi seperti mau pingsan
diabetespenyakit ginjalkolesterolgula darahpenyakit hatimedical check up
Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-tests
Diakses pada 7 Oktober 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003652.htm
Diakses pada 7 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/blood-tests
Diakses pada 7 Oktober 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/blood-tests/types/
Diakses pada 7 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email