Tes Alergi

28 May 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tes alergi adalah pemeriksaan untuk mengetahui substansi apa saja yang bisa memicu gejala alergi pada seseorangTes alergi bisa dilakukan lewat pemeriksaan reaksi alergi di kulit

Apa itu tes alergi?

Tes alergi adalah pemeriksaan untuk mendeteksi substansi maupun bahan tertentu yang bisa memicu alergi di tubuh. Prosedur ini bisa dilakukan melalui tes darah, tes kulit, maupun diet eliminasi. Tes ini juga dapat dilakukan untuk membantu diagnosis penyakit, seperti asma dan dermatitis kontak.
Seseorang bisa mengalami alergi ketika sistem kekebalan tubuh mendeteksi suatu substansi dan bereaksi secara berlebihan terhadap substansi tersebut. Misalnya, serbuk sari yang tidak menimbulkan respons apapun pada sebagian besar orang, bisa memicu keluhan tertentu pada penderita alergi.Pada sebagian orang, reaksi alergi yang muncul tidaklah berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun tidak jarang, alergi dapat memicu kondisi berbahaya seperti pembengkakan di saluran napas yang dapat berujung pada kematian akibat kehabisan oksigen. Maka dari itu, tes alergi adalah salah satu pemeriksaan yang penting untuk dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap substansi pemicu alergi yang dalam bahasa medis, disebut sebagai alergen. Terdapat tiga jenis alergen yang bisa menyebabkan reaksi alergi. Berikut penjelasannya:
  • Alergen yang dihirup

Alergen ini akan menimbulkan reaksi ketika terjadi kontak dengan saluran pernapasan. Serbuk sari merupakan jenis alergen di udara yang paling sering ditemukan.Gejala yang ditimbulkan oleh alergen ini dapat berupa hidung beringus (meler), bersin-bersin, saluran napas tersumbat, serta mata berair dan gatal.
  • Alergen yang dimakan

Jenis alergen ini ditemukan pada berbagai jenis makanan. Contohnya, kacang dan makanan laut.
  • Alergen kontak

Alergen ini menimbulkan reaksi jika mengenai kulit. Alergen kontak bisa memicu keluhan berupa ruam dan gatal di kulit.Pada tes alergi, pasien diberi paparan alergen dalam jumlah kecil. Dokter lalu mengamati reaksi alergi yang timbul.

Kenapa tes alergi diperlukan?

Informasi yang didapat dari hasil tes alergi bisa membantu dokter dalam menentukan langkah pengobatan. Misalnya, menghindari alergen, memberikan obat-obatan, atau menganjurkan imunoterapi.Tes alergi umumnya dilakukan untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis terkait alergi di bawah ini:

Siapa yang sebaiknya tidak menjalani tes alergi berupa tes kulit?

Tes tusuk kulit (skin prick test) umumnya aman dilakukan pada pasien dari berbagai golongan usia, termasuk bayi. Namun tes ini tidak direkomendasikan bagi pasien dengan keadaan berikut:
  • Pernah mengalami reaksi alergi berat

Pasien mungkin sangat sensitif terhadap substansi tertentu. Akibatnya, alergen dalam jumlah sangat kecil pun dapat menimbulkan reaksi alergi yang mengancam nyawa (anafilaksis).
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengganggu hasil tes

Obat jenis antihistamin, antidepresan, dan obat GERD dapat memengaruhi hasil tes alergi. Daripada menghentikan konsumsinya untuk sementara dan berdampak pada kesehatan pasien, dokter bisa menganjurkan pasien untuk melanjutkan penggunaan obat-obatan ini.
  • Memiliki kondisi kulit tertentu

Tes kulit membutuhkan kulit yang sehat untuk menjadi lokasi pemeriksaan. Karena itu, penderita eksim parah atau psoriasis yang melibatkan area tubuh luas, tidak dapat menjalani tes kulit.Bila tes kulit tidak bisa dilakukan pada pasien, pemeriksaan alergi dengan tes darah akan direkomendasikan oleh dokter.

 Apa saja persiapan untuk menjalani tes alergi?

Sebelum tes alergi, beberapa persiapan di bawah ini akan dilakukan oleh dokter:

1. Melakukan tanya jawab

Tanya jawab ini terkait gaya hidup, riwayat keluarga dengan alergi, dan beragam pertanyaan lainnya.

2. Meminta pasien untuk berhenti atau melanjutkan konsumsi obat-obatan tertentu

Dokter bisa menganjurkan pasien untuk menuntaskan konsumsi obat ini, atau menghentikannya sementara sebelum pemeriksaan. Contoh obat-obatan ini meliputi:

Bagaimana prosedur tes alergi dilakukan?

Tes alergi dapat dilakukan dengan cara- cara di bawah ini:

1. Tes tusuk kulit (skin prick test)

Pada uji tusuk kulit, prosedurnya meliputi:
  • Dokter menggunakan alkohol untuk membersihkan bagian kulit yang akan menjadi lokasi tes, biasanya di lengan bawah bagian dalam
  • Dokter kemudian memberi tanda pada kulit dengan spidol atau pulpen.
  • Larutan alergen akan diteteskan pada tiap tanda yang telah dibuat. Tiap tanda akan ditetesi jenis alergen yang berbeda-beda.
  • Setelah itu, jarum kecil akan ditusukkan ke kulit yang sudah ditetesi alergen, tapi tidak sampai berdarah. Langkah ini dilakukan agar alergen masuk ke dalam kulit.
  • Dokter lalu mengamati reaksi kulit pasien selama beberapa saat.

2. Tes kulit intradermal (intradermal test)

Bila hasil tes tusuk kulit kurang jelas, dokter akan melakukan tes kulit intradermal. Pada tes intradermal, dokter akan menyuntikkan ekstrak alergen dalam jumlah kecil ke dalam kulit.Prosedur ini juga direkomendasikan untuk mengecek ada tidaknya alergi terhadap racun serangga atau antibiotik penisilin.

3. Tes tempel (patch test)

Tes tempel umumnya dilakukan untuk mendeteksi alergen yang menyebabkan iritasi kulit (dermatitits kontak). Contoh alergen ini meliputi bahan lateks, obat-obatan, zat perwarna rambut, atau logam.Pada patch test, dokter akan menempelkan perekat-perekat yang telah diisi oleh 20-30 alergen di punggung atau lengan pasien. Setelah dua hari, dokter akan melepas perekat dan memeriksa ada tidaknya reaksi alergi pada perekat yang ditempel.

4. Tes darah

Tes alergi melalui pemeriksaan darah dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien. Sampel darah ini digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi imunoglobulin E (IgE) sebagai respons terhadap reaksi alergi.

5. Tes diet eliminasi

Tes diet eliminasi bertujuan memeriksa alergi terhadap makanan tertentu. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan mengurangi suatu jenis makanan yang dicurigai sebagai alergen, lalu kembali menambah porsinya.Reaksi alergi akan dipantau untuk mencari tahu jenis makanan yang memicu reaksi alergi pada pasien.

Seperti apa hasil tes alergi?

Hasil tes alergi berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Berikut penjelasannya:
  • Tes tusuk kulit dan tes kulit intradermal

Pada tes tusuk kulit dan tes kulit intradermal, hasil akan didapat dalam 15 menit. Reaksi alergi akan berupa bentol merah yang gatal (seperti gigitan nyamuk).
  • Patch test

Untuk tes tempel, hasil positif ditandai dengan adanya iritasi kulit pada kulit saat perekat dilepas oleh dokter.
  • Tes darah

Pada tes darah, kadar antibodi IgE akan dinilai. IgE yang melebihi angka normal menandakan adanya alergi.
  • Tes diet eliminasi

Pada tes diet eliminasi, respons pasien terhadap bahan makanan yang dicurigai sebagai alergen akan diamati. Dengan ini, jenis yang menyebabkan reaksi alergi dapat diketahui.

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes alergi positif?

Hasil positif menandakan pasien mungkin mengalami reaksi alergi terhadap alergen tertentu. Setelah dokter menentukan jenis alergennya, pasien akan diminta untuk menghindari paparan alergen tersebut. Dokter juga akan merencanakan metode pengobatan untuk mengurangi gejala.

Apa saja risiko tes alergi?

Risiko tes alergi meliputi kulit gatal, kemerahan, dan membengkak. Keluhan ini biasanya akan membaik dalam beberapa jam.Namun keluhan-keluhan tersebut juga bisa bertahan hingga beberapa hari. Dokter dapat meresepkan krim steroid untuk menguranginya.Meski jarang, risiko berupa reaksi anafilaksis pun dapat terjadi. Reaksi alergi yang parah ini berbahaya dan bisa mengancam nyawaAnafilaksis ditandai dengan gejala berupa sesak napas, jantung berdebar, tekanan darah rendah, dan saluran napas yang bengkak.Oleh karena itu, tes alergi harus dilakukan di fasilitas kesehatan dengan petugas medis yang berpengalaman. Dengan ini, penanganan segera dapat dilakukan bila terjadi reaksi alergi yang parah.
alergialergi akibat sengatan lebahalergi lingkunganalergi obat
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergy-testing
Diakses pada 28 Mei 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/allergy-tests/about/pac-20392895
Diakses pada 28 Mei 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/allergy-blood-test/
Diakses pada 28 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email