Terapi Tertarget

28 Apr 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Terapi tertarget digunakan untuk memberantas sel kanker secara spesifikTerapi tertarget akan mengincar sel kanker secara spesifik

Apa itu terapi tertarget?

Terapi tertarget adalah salah satu jenis terapi kanker yang menggunakan obat-obatan. Terapi ini bekerja dengan cara menargetkan gen, protein, atau jaringan spesifik pada sel kanker, yang berperan dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel kanker.
Pada beberapa jenis kanker, terapi tertarget atau targeted therapy bekerja lebih baik dibandingkan metode pengobatan kanker lain.Terapi tertarget berbeda dengan kemoterapi yang juga menggunakan obat-obatan. Pada kemoterapi, obat-obatan yang berperan memberantas sel kanker juga dapat membunuh sel yang sehat.Karena ditujukan secara spesifik pada sel kanker, terapi tertarget cenderung lebih aman bagi sel-sel normal daripada prosedur kemoterapi.Namun terapi tertarget biasanya dilakukan bersamaan dengan metode pengobatan kanker lainnya. Misalnya, operasi, kemoterapi, terapi hormon, atau terapi radiasi.Penggunaan terapi tertarget dapat bekerja dengan baik bila obat yang digunakan sesuai dengan sel kanker atau tumor yang ditargetkan. Karena itu, perlu serangkaian pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah terapi ini cocok dijalani oleh pasien atau tidak.Para ilmuwan masih terus melakukan penelitian untuk mengembangkan terapi tertarget guna menghasilkan metode yang terbaik bagi pasien.

Kenapa terapi tertarget diperlukan?

Terapi target dapat mengobati kanker dengan cara mengganggu kerja protein spesifik, yang berperan dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker ke seluruh tubuh. Terapi ini biasanya dianjurkan untuk:
  • Membantu sistem kekebalan tubuh dalam menghancurkan sel kanker

Sel kanker dapat terus hidup dalam tubuh karena memiliki kemampuan bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh.Terapi tertarget akan menandai sel kanker, sehingga lebih mudah ditemukan dan dihancurkan oleh sistem imun. Terapi ini juga berperan meningkatkan sistem imun.
  • Menghentikan pertumbuhan sel kanker

Terapi tertarget akan mengganggu kinerja protein yang berperan dalam kembang biak sel-sel kanker. Hal ini kemudian memperlambat pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.
  • Menghentikan sinyal yang membentuk pembuluh darah pada sel kanker

Sel kanker membutuhkan pembuluh darah baru agar dapat tumbuh. Terapi tertarget akan menghalangi sinyal yang berperan dalam proses pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis) tersebut , sehingga sel kanker tidak mendapat aliran darah dan mati.
  • Mengirimkan senyawa yang dapat membunuh sel kanker

Beberapa jenis terapi tertarget dikombinasikan dengan toksin, obat-obatan kemoterapi, dan radiasi yang dapat membunuh sel kanker.
  • Memicu kematian sel kanker

Sel normal akan mati dengan sendirinya ketika mengalami kerusakan. Namun sel kanker dapat menghindari proses kematian sel ini.Di situlah, fungsi terapi tertarget muncul. Terapi ini dapat memicu kematian sel kanker secara alami.
  • Mengurangi asupan hormon untuk pertumbuhan sel kanker

Beberapa jenis kanker membutuhkan hormon untuk tumbuh. Contohnya, kanker prostat dan kanker payudara.Dengan terapi tertarget, produksi hormon tertentu dapat dicegah, sehingga pertumbuhan sel kanker bisa dihambat.

Siapa yang membutuhkan terapi tertarget?

Terapi tertarget dapat dilakukan sebagai pilihan pengobatan untuk penderita beberapa jenis kanker di bawah ini:
Dokter akan menentukan apakah terapi tertarget merupakan pilihan yang tepat bagi jenis kanker pasien atau tidak.

Apa saja persiapan untuk menjalani terapi tertarget?

Beberapa jenis kanker memiliki target yang dapat menjadi sasaran terapi ini. Namun pada sebagian besar kasus, dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui apakah sel kanker yang dimiliki pasien memiliki target atau tidak.Pemeriksaan lanjutan tersebut dilakukan dengan prosedur biopsi, yakni mengambil sampel kanker untuk diperiksa di bawah mikroskop.Bila kanker pasien memiliki target yang dapat menjadi fokus pengobatan, terapi tertarget baru bisa dilakukan. Dokter juga biasanya akan melakukan metode pengobatan kanker lainnya sebelum merekomendasikan terapi ini.Umumnya, pasien akan mendapatkan terapi ini bersamaan dengan operasi, kemoterapi, terapi hormon, atau terapi radiasi.

Bagaimana prosedur terapi tertarget dilakukan?

Terapi tertarget dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Obat ini bisa dalam bentuk pil yang harus diminum atau obat suntik yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah pasien.

Apa saja yang perlu diperhatikan selama terapi tertarget?

Selama menjalani terapi tertarget, pasien harus rutin memeriksakan diri ke rumah sakit. Dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan tes penunjang (seperti tes darah), serta pemeriksaan pencitraan.Serangkaian pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter dalam mengevaluasi efektivitas terapi tertarget.

Apa saja risiko komplikasi terapi tertarget?

Risiko komplikasi yang dapat muncul karena terapi tertarget meliputi:
Komplikasi tersebut bisa bersifat ringan hingga berat, dan akan membaik setelah terapi tertarget selesai Anda jalani.
kanker
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000902.htm
Diakses pada 28 April 2020
Cancer Net. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/how-cancer-treated/personalized-and-targeted-therapies/understanding-targeted-therapy
Diakses pada 28 April 2020
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/targeted-therapy-cancer#1
Diakses pada 28 April 2020
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/targeted-therapies
Diakses pada 28 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email