Apa itu prosedur terapi psoriasis?

Terapi psoriasis adalah serangkaian perawatan yang bertujuan untuk mengatasi psoriasis. 

Psoriasis adalah penyakit kulit yang menyebabkan bercak bersisik merah dan gatal pada kulit. Psoriasis dapat muncul di kulit tubuh bagian manapun, tetapi paling sering terjadi di lutut, siku dan kulit kepala.

Penyebab psoriasis belum diketahui, tetapi diduga disebabkan oleh genetik dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Tingkat keparahan psoriasis sangat bervariasi pada masing-masing penderitanya. Bagi sebagian orang, penyakit ini hanya berupa iritasi ringan. Namun bagi sebagian lainnya hal itu dapat sangat memengaruhi kualitas hidup mereka. 

Pilihan terapi psoriasis termasuk perawatan dengan krim dan salep (terapi topikal), terapi cahaya (fototerapi), pemberian obat oral, injeksi atau kombinasi diantaranya.

Menemukan perawatan psoriasis yang tepat bisa jadi proses yang sulit. Pasalnya, yang berhasil untuk satu orang mungkin saja tidak cocok untuk orang lainnya. Diskusikanlah dengan dokter untuk menemukan perawatan terbaik dalam mengurangi atau menghilangkan gejala psoriasis.

 

Mengapa prosedur terapi psoriasis perlu dilakukan?

Pasien psoriasis mengalami peningkatan produksi sel-sel kulit. Sel-sel kulit biasanya diproduksi dan diganti tubuh setiap 3-4 minggu. Namun pada psoriasis, proses tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 3-7 hari. Penumpukan sel kulit yang dihasilkan inilah yang akan menciptakan lapisan psoriasis. 

Terapi psoriasis dilakukan untuk menghilangkan berbagai gejala psoriasis serta mencegah sel-sel kulit agar tidak tumbuh begitu cepat. 

 

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani prosedur terapi psoriasis?

Tidak terdapat persiapan khusus sebelum menjalani terapi psoriasis. Namun, Anda perlu berdiskusi dengan dokter mengenai manfaat dan risikonya terlebih dahulu.

 

Apa yang dilakukan dokter pada prosedur terapi psoriasis?

Pengobatan psoriasis dibagi menjadi 3 kategori, yakni:

  1. Terapi topikal dengan obat oles

    • Kortikosteroid. Obat-obatan ini adalah obat yang paling sering diresepkan untuk mengobati psoriasis ringan hingga sedang. Ada dalam bentuk salep, krim, losion, gel, busa, spray dan sampo. Salep kortikosteroid ringan (hidrokortison) biasanya direkomendasikan untuk area sensitif, seperti wajah atau lipatan kulit, untuk mengobati bercak yang meluas. Kortikosteroid topikal dapat diterapkan sekali sehari pada gejala psoriasis yang berat.
      Dokter juga mungkin akan meresepkan krim atau salep kortikosteroid yang lebih kuat seperti triamcinolone atau clobetasol untuk area yang lebih kecil, kurang sensitif atau lebih sulit diobati.
      Penggunaan jangka panjang atau penggunaan kortikosteroid yang kuat secara berlebihan dapat membuat kulit menipis. Seiring waktu, kortikosteroid topikal mungkin tidak akan lagi memberikan efek.
    • Analog vitamin D. Bentuk sintetis dari vitamin D, seperti kalsipotrien dan kalsitriol dapat memperlambat pertumbuhan sel kulit. Jenis obat ini dapat dikombinasikan dengan kortikosteroid topikal. Kalsitriol dapat menyebabkan sedikit iritasi pada area sensitif. 
    • Retinoid. Contohnya adalah tazarotene, yang tersedia dalam bentuk gel dan krim untuk dioleskan 1-2 kali sehari. Efek samping yang paling umum adalah iritasi kulit dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya. Penggunaan tazarotene tidak dianjurkan saat Anda sedang hamil, menyusui atau menjalani program kehamilan.
    • Penghambat kalsium. Misalnya inhibitor calcineurin seperti tacrolimus dan pimecrolimus dapat mengurangi peradangan dan penumpukan plak. Obat-obat tersebut dapat bereaksi lebih baik di daerah kulit tipis, seperti di sekitar mata dibandingkan dengan krim steroid atau retinoid. Sebab, kedua zat tersebut dapat mengiritasi dan menyebabkan efek berbahaya pada area kulit tipis.
      Inhibitor Calcineurin tidak dianjurkan ketika Anda sedang hamil, menyusui atau merencanakan kehamilan. Obat ini juga tidak boleh digunakan dalam jangka panjang, karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan limfoma.
    • Asam salisilat. Zat ini biasanya tersedia dalam bentuk sampo dan produk kulit kepala lainnya. Asam salisilat dapat mengurangi hilangnya lapisan luar kulit kepala yang mengalami psoriasis kulit kepala.
    • Coal tar, yang dapat mengurangi hilangnya lapisan luar kulit, gatal, dan peradangan pada kulit. Obat ini dapat diperoleh dengan atau tanpa resep dan tersedia dalam berbagai bentuk, seperti sampo, krim, dan minyak. Produk ini dapat mengiritasi kulit, seringnya meninggalkan noda dan dapat memiliki bau yang kuat. Coal tar tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil, menyusui atau sedang menjalani program kehamilan
    • Anthralin. Ini merupakan produk tar lainnya yang berupa krim. Digunakan untuk memperlambat pertumbuhan sel kulit. Zat ini juga dapat menghilangkan sisik dan membuat kulit lebih halus. Produk ini tidak dapat digunakan pada wajah atau alat kelamin karena dapat mengiritasi kulit, dan meninggalkan noda. 
  1. Terapi cahaya

    Terapi cahaya adalah pengobatan lini pertama untuk psoriasis sedang hingga berat, baik diberikan secara tunggal atau dalam kombinasi dengan obat-obatan. Prosedur ini dilakukan melalui penyinaran sejumlah cahaya alami atau buatan secara terkontrol pada kulit yang terkena psoriasis. Perawatan berulang mungkin diperlukan pada prosedur ini. 

    Beberapa pilihan terapi cahaya pada psoriasis meliputi:

    • Sinar matahari. Paparan sinar matahari yang singkat (helioterapi) dapat meringankan psoriasis. Sebelum memulai terapi dengan sinar matahari, tanyakan kepada dokter tentang cara paling aman untuk menggunakan cahaya alami matahari.
    • UVB broadband. Dosis terkendali sinar UVB broadband berasal dari cahaya buatan yang dapat mengobati psoriasis luas dan psoriasis yang tidak membaik dengan perawatan topikal. Efek samping jangka pendek dari prosedur ini termasuk kemerahan, gatal dan kulit kering. 
    • UVB narrowband. Terapi cahaya narrowband UVB mungkin lebih efektif daripada pengobatan broadband UVB. Biasanya terapi ini diberikan 2-3 kali seminggu sampai kulit membaik. Efek samping UVB narrowband dapat menyebabkan luka bakar.
      • Psoralen plus ultraviolet A (PUVA). Perawatan ini melibatkan konsumsi obat peka cahaya (psoralen) yang harus Anda minum sebelum menerima paparan sinar UVA. Sinar UVA nantinya akan menembus ke dalam kulit yang lebih dalam. Sementara itu, psoralen membuat kulit lebih responsif terhadap paparan UVA.
        Perawatan ini secara konsisten dapat memperbaiki kulit dan sering digunakan untuk kasus psoriasis yang lebih parah. Efek samping jangka pendeknya termasuk mual, sakit kepala, luka bakar dan gatal-gatal. Efek samping jangka panjangnya berupa kulit kering dan keriput, bintik-bintik, peningkatan sensitivitas sinar matahari, dan peningkatan risiko kanker kulit, termasuk melanoma.
    • Laser excimer. Terapi cahaya ini menggunakan sinar UVB dosis tinggi yang hanya menargetkan kulit yang terkena psoriasis. Terapi laser Excimer membutuhkan sesi lebih sedikit daripada fototerapi tradisional, karena sinar UVB lebih kuat. Efek samping dari terapi ini termasuk kulit kemerahan dan melepuh.
  1. Penggunaan obat minum 

    Jika Anda menderita psoriasis sedang hingga berat dan perawatan lain tidak berhasil, dokter mungkin akan meresepkan obat oral atau injeksi (sistemik). Karena potensi efek samping yang parah, beberapa obat ini hanya digunakan untuk jangka waktu singkat, meliputi:

    • Steroid. Jika Anda memiliki beberapa bercak psoriasis kecil yang tak kunjung hilang, dokter mungkin akan menyuntikkan steroid seperti triamcinolone langsung ke bercak tersebut.
    • Retinoid. Seperti acitretin, retinoid juga tersedia dalam bentuk obat minum dengan efek sistemik.
    • Metotreksat. Obat ini biasanya diminum sebagai dosis oral tunggal, metotreksat bekerja dengan menurunkan produksi sel-sel kulit dan menekan peradangan. Obat ini kurang efektif dibandingkan obat oral lainnya seperti adalimumab dan infliximab. Metotreksat memiliki efek samping berupa sakit perut, kehilangan nafsu makan dan kelelahan.
      Tim medis perlu secara berkala memantau kadar darah dan fungsi hati pasien yang menggunakan metotreksat dalam jangka panjang. Pria dan wanita yang sedang program hamil harus berhenti menggunakan obat ini setidaknya 3 bulan sebelum program dimulai. Obat ini juga tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui.
    • Siklosporin. Diminum untuk mengobati psoriasis berat, cyclosporine bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh. Obat ini mirip dengan metotreksat dalam hal efektivitas, tetapi tidak dapat digunakan terus-menerus selama lebih dari 1 tahun. Seperti obat imunosupresan lainnya, siklosporin meningkatkan risiko infeksi dan masalah kesehatan lainnya, termasuk kanker.
      Tim medis harus secara berkala memantau tekanan darah dan fungsi ginjal pasien yang menggunakan siklosporin. Penggunaan siklosporin tidak dianjurkan saat Anda sedang hamil, menyusui atau menjalani program kehamilan.
  1. Pemakaian obat injeksi (sistemik)

    Obat-obatan psoriasis seperti etanercept, infliximab, adalimumab, ustekinumab, secukinumab dan ixekizumab diberikan melalui suntikan. Obat-obatan tersebut mengubah sistem kekebalan tubuh dengan cara yang mengganggu siklus psoriasis, dan meringankan gejala serta tanda-tanda penyakit dalam beberapa minggu. 

    Obat-obatan injeksi tersebut harus digunakan dengan hati-hati karena dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. 

  2. Penggunaan obat-obatan lainnya. 

    Thioguanine dan hydroxyurea adalah obat yang dapat digunakan bagi penderita psoriasis ketika obat lain tidak dapat diberikan. Obat-obatan ini dapat diminum 2 kali sehari untuk mengurangi rasa gatal. Bicarakan dengan dokter Anda tentang kemungkinan efek samping dari obat-obatan ini.

 

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur terapi psoriasis?

Gejala psoriasis dapat terkontrol dan juga mengalami perbaikan.

 

Apa risiko dari prosedur terapi psoriasis?

Risiko dari terapi psoriasis rata-rata berasal dari efek samping pengobatan psoriasis yang digunakan pada jangka Panjang. Tergantung dari obat dan perawatan yang digunakan, beberapa efek samping yang dilaporkan pernah terjadi adalah:

  • Kulit kemerahan dan melepuh
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Luka bakar
  • Gatal-gatal

Beberapa obat ataupun perawatan psoriasis juga dapat meningkatkan risiko terkena:

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/diagnosis-treatment/drc-20355845#:~:text=Short%2Dterm%20side%20effects%20include,targets%20only%20the%20affected%20skin.
Diakses pada 15 Juli 2020

WebMd.
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-treatment
Diakses pada 15 Juli 2020

Psoriasis Organization.
https://www.psoriasis.org/about-psoriasis/treatments
Diakses pada 15 Juli 2020

Medscape.
https://emedicine.medscape.com/article/1943419-treatment
Diakses pada 15 Juli 2020

NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/psoriasis/treatment/
Diakses pada 15 Juli 2020

Artikel Terkait

Sebelum mengaplikasikan obat mata ikan berbentuk salep atau krim, coba rendam kaki dalam air hangat selama 20 menit

Tak Harus Operasi, Ini 7 Obat Mata Ikan yang Bisa Didapatkan di Rumah

Obat mata ikan tak selalu harus dengan operasi. Anda bisa merendam kaki di dalam air hangat hingga mengganti sepatu untuk mengurangi gesekan.