Terapi Perilaku Kognitif

07 Apr 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Terapi perilaku kognitif akan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih positifTerapi perilaku kognitif antara lain fokus pada cara berpikir

Apa itu prosedur terapi perilaku kognitif?

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy (CBT) adalah terapi yang dilakukan dengan berkonsultasi pada ahli seperti psikolog atau psikiater dengan tujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku. Terapi ini paling umum dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan depresi.

Dengan CBT, Anda akan dibantu untuk mengelola kekhawatiran atau hasil pikiran negatif yang sering muncul sehingga lama kelamaan bisa mengatur pemikiran dengan lebih baik dan efektif. Hal ini membuat hari-hari dan pikiran Anda menjadi lebih positif.

Terapi perilaku kognitif memiliki fokus untuk mengolah cara berpikir, kepercayaan, dan perilaku seseorang yang dapat memengaruhi perasaan dan tindakannya.

Terapi biasanya dilakukan di klinik, namun pada beberapa kasus, konsultasi dan terapi secara daring lewat aplikasi maupun telepon bisa dilakukan.

Tidak hanya perorangan, CBT juga bisa dilakukan secara berpasangan atau bahkan berkelompok.

Mengapa prosedur terapi perilaku kognitif perlu dilakukan?

CBT adalah salah satu jenis terapi perilaku yang dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi atau persoalan, seperti:

  • Masalah kejiwaan termasuk depresi, gangguan cemas, fobia, gangguan stres pascatrauma, gangguan tidur, gangguan makan, penyalahgunaan obat-obatan, gangguan bipolar, gangguan seksual, Skizofrenia, dan penyakit obsesif kompulsif
  • Gejala gangguan jiwa yang berulang
  • Gangguan jiwa, yang tidak bisa ditangani dengan obat-obatan
  • Stres
  • Emosi yang sulit dikendalikan
  • Konflik dan masalah dalam berkomunikasi
  • Rasa duka atau kehilangan
  • Trauma emosional yang berhubungan dengan kekerasan
  • Gangguan fisik kronis

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur terapi perilaku kognitif?

Beberapa hal yang harus Anda persiapkan sebelum menjalani prosedur terapi perilaku kognitif antara lain:

  • Mencari terapis dari sumber yang terpercaya seperti dokter pribadi Anda, keluarga, maupun teman. Anda dapat mencari tahu kualifikasi terapis termasuk latar belakang, pendidikan, sertifikasi, spesialisasi, dan lisensinya, sebelum menjalani terapi perilaku kognitif.
  • Mencari tahu biaya yang harus dikeluarkan
  • Merinci ulang permasalahan yang akan Anda bahas bersama terapis

Apa yang akan dilakukan terapis pada prosedur terapi perilaku kognitif?

Terapi perilaku kognitif dapat dilakukan secara privat atau di dalam grup bersama dengan orang-orang dengan masalah serupa. Anda biasanya akan melakukan sesi dengan terapis seminggu sekali atau 2 minggu sekali. Lamanya terapi ini 30-60 menit per sesinya.

Secara garis besar, terapi perilaku kognitif memiliki beberapa tujuan, yaitu mengetahui gangguan jiwa yang diderita pasien dan mempelajari cara untuk menenangkan diri, menyelesaikan masalah, dan mengelola stres.

Berikut ini beberapa tahap yang biasanya akan dilalui pasien saat menjalani terapi perilaku kognitif:

  1. Mengidentifikasi pemicu yang membuat Anda merasa bermasalah

Pada pertemuan pertama, terapis akan menggali informasi tentang diri Anda dan permasalahan yang dialami. Terapis akan menggali riwayat kesehatan mental saat ini dan sebelumnya, untuk dapat mendalami situasi dan kondisi Anda.

Pada sesi ini, Anda juga dapat menanyakan pada terapis tentang pendekatan yang digunakan, tujuan terapi, durasi, dan frekuensi terapi.

  1. Mulai berbagai mengenai masalah yang dirasakan

Pada saat terapi perilaku kognitif mulai dijalankan, terapis akan membantu Anda untuk membuka diri secara perlahan agar bisa membagi permasalahan yang sedang Anda rasakan.

Terapis akan melihat pola dan memperhatikan cara Anda mengeinterpretasikan masalah yang dirasakan. Di sesi ini, cara berpikir, cara menghadapi masalah, dan cara Anda memandang kehidupan dan orang-orang di sekitar akan mulai terlihat.

Anda juga mungkin akan disarankan untuk menulis buku harian atau jurnal harian agar bisa mengenali diri lebih jauh lagi.

Bila kesulitan untuk membuka diri, terapis akan mencoba membuat nyaman, hingga Anda dapat membuka diri.

  1. Mengidentifikasi masalah sebenarnya

Di tahap ini, terapis akan membantu Anda untuk mengenali pola pikir dan perilaku diri sendiri. Dengan membantu diri kita mengenali masalah yang ada, maka akan membantu kita sadar saat ada gejala maupun perubahan yang terjadi secara psikologis, fisik, maupun perilaku.

Anda akan memahami respon tubuh dan pikiran ketika berada di situasi tertentu dan mengenali hal-hal apa saja yang perlu diubah.

  1. Mengubah cara berpikir negatif menjadi positif

Setelah mengenali permasalahan yang ada, maka terapis akan membantu Anda memilah pemikiran yang memang berdasarkan fakta atau hanya persepsi yang dibuat sendiri oleh pikiran Anda.

Meski terdengar sederhana, ini adalah proses yang paling sulit dilakukan. Pasalnya, mengakui bahwa yang Anda pikirkan selama ini salah bukanlah hal yang mudah.

Terapis akan mengajarkan Anda cara untuk mengubah pola pikir yang selama ini negatif agar menjadi lebih positif.

Hasil apa yang didapatkan dari terapi perilaku kognitif?

Jika dilakukan secara teratur dan ada dorongan yang kuat dari dalam diri untuk mulai terapi, maka hasil positif akan Anda dapatkan. Secara umum, terapi yang berhasil akan membantu Anda mendapatkan beberapa perubahan positif, seperti:

  • Menemukan cara berpikir yang salah yang selama ini ternyata menjadi sumber rasa cemas atau stres lalu bisa mengevaluasinya kembali dengan cara yang lebih baik
  • Menambah pemahaman seputar cara mengerti perilaku dan motivasi orang lain
  • Mendapatkan cara agar berani berhadapan dengan masalah dengan bijak dan sistematis
  • Menjadi lebih percaya terhadap kemampuan diri sendiri
  • Berani menghadapi ketakutan dan tidak lagi menghindarinya
  • Mengerti strategi untuk berhadapan dengan orang yang tidak disukai atau bahkan yang jadi sumber masalah kejiwaan Anda
  • Menjadi lebih tenang dan rileks dalam menjalani aktivitas sehari-hari

Setiap orang tentu akan mendapatkan hasil yang berbeda-beda, tergantung dari berbagai hal mulai dari jenis pemicu kecemasan dan stress yang dialami, hingga ketaatan untuk terus rutin menjalani terapi.

Apa saja risiko dari prosedur terapi perilaku kognitif?

Anda akan merasa tidak nyaman pada saat terapi perilaku kognitif dilakukan. Sebab pada terapi ini, Anda akan diminta untuk mengeksplorasi perasaan atau pengalaman yang tidak menyenangkan.

Anda dapat saja menangis, marah, cemas, merasa lelah, dan stres sementara waktu,pada saat terapi dilakukan. Namun, hal tersebut dapat diminimalisir bila Anda didampingi terapis yang berpengalaman.

depresigangguan kecemasangangguan psikologispsikoterapi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cognitive-behavioral-therapy/about/pac-20384610
Diakses pada 31 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/296579
Diakses pada 31 Maret 2020

NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/cognitive-behavioural-therapy-cbt/
Diakses pada 31 Maret 2020

American Psychological Association. https://www.apa.org/ptsd-guideline/patients-and-families/cognitive-behavioral
Diakses pada 7 September 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email