Test PCR Covid-19

30 Apr 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Swab test corona (Covid-19) membutuhkan sampel jaringan dari tenggorokan pasienSwab test corona (Covid-19) dilakukan menggunakan cotton bud khusus

Apa itu swab test PCR dalam diagnosis corona (Covid-19)?

Tes PCR (polymerase chain reaction) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi materi genetik dari organisme tertentu, seperti bakteri atau virus. Organisasi kesehatan dunia, WHO, telah menetapkan tes PCR sebagai gold standard pada pemeriksaan Covid-19. Pasalnya, tes ini menawarkan proses yang cepat dengan hasil yang paling akurat. 

Tes PCR untuk Covid-19 dilakukan dengan metode swab (usap). Metode swab ini mengharuskan petugas medis mengambil sampel lendir dari saluran pernapasan pasien, dari hidung atau tenggorokan menggunakan alat semacam cotton bud.

Itu sebabnya, pada awal pertama kali digunakan, masyarakat mengenal metode ini dengan swab test corona. 

Namun, swab test sebenarnya hanyalah metode pengambilan sampel, bukan nama pemeriksaan.

Selain tes PCR, skrining lain yang menggunakan metode usap adalah swab antigen test. Meski begitu, keduanya adalah pemeriksaan yang berbeda.

Bagaimana cara kerja tes PCR?

Tes PCR bekerja cara dengan menemukan DNA atau RNA dari kuman penyebab penyakit (patogen) dari sampel lendir yang diambil. 

Ditemukannya materi genetik tersebut (DNA ataupun RNA) dalam sampel pemeriksaan menandakan bahwa organisme tersebut telah menjangkiti tubuh pasien.

Selama pemeriksaan sampel tes PCR, materi genetik dari virus yang ada, akan diperbanyak menggunakan enzim tertentu untuk menghasilkan materi genetik yang lebih banyak, agar dapat terlihat di mesin PCR. 

Semakin sedikit perbanyakan yang diperlukan, berarti semakin tinggi jumlah virus yang berada di dalam tubuh. Jumlah perbanyakan itulah yang kemudian muncul dalam bentuk nilai CT (cycle threshold) pada hasil pemeriksaan PCR.

Tidak hanya mendeteksi virus Covid-19, tes PCR juga dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit lainnya. Misalnya, pada hepatitis C, batuk rejan (pertusis), penyakit Lyme, ataupun infeksi menular seksual seperti HIV, gonore, serta klamidia. 

Siapa yang membutuhkan tes PCR Covid-19?

Umumnya, tes PCR direkomendasikan pada orang-orang yang memiliki kondisi berikut:

  • Memiliki salah satu dari gejala Covid-19 berikut ini:
    • Demam atau kedinginan
    • Batuk
    • Sesak napas atau kesulitan bernapas
    • Kelelahan
    • Nyeri otot atau tidak enak badan
    • Sakit kepala
    • Kehilangan kemampuan untuk mencium bau atau merasakan makanan (anosmia)
    • Sakit tenggorokan
    • Hidung tersumbat atau pilek
    • Mual atau muntah
    • Diare
  • Memiliki hasil rapid test corona yang positif
  • Kontak erat dengan pasien Covid-19
  • Pernah bepergian atau baru kembali dari luar kota atau luar negeri, terutama jika diketahui wilayah atau negara tersebut mengalami wabah Covid-19.

Perlu diingat, tidak semua orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami gejala yang sama dengan yang disebutkan di atas. Bahkan, banyak pasien Covid-19 yang tidak mengalami gejala apa pun. 

Oleh karena itu, saat ini, tes PCR dapat dilakukan oleh siapa saja yang merasa tidak sehat selama pandemi Covid-19, bahkan jika orang tersebut telah menerima vaksin Covid-19.

Kapan waktu yang tepat untuk menjalani tes PCR Covid-19?

Tes PCR sudah bisa dilakukan sejak dua hari setelah Anda mengalami gejala infeksi virus corona, atau terpapar virus ini. Hasil pemeriksaan akan keluar dalam waktu 24 jam atau beberapa hari.

Anda mungkin perlu mengulang tes PCR beberapa kali tergantung kondisi kesehatan. Saat ini, untuk mendiagnosis Covid-19, pasien yang menunjukkan gejala hanya membutuhkan tes PCR sebanyak satu kali jika hasilnya positif. 

Namun, jika hasilnya negatif, dokter biasanya menyarankan untuk mengulang kembali tes PCR.

Sementara untuk pasien tanpa gejala, tes PCR cukup dilakukan satu kali. Tes PCR ulang juga sering kali dibutuhkan untuk memastikan kesembuhan pada pasien yang terkonfirmasi positif covid dan telah menerima pengobatan serta karantina mandiri.

Bagaimana prosedur tes PCR Covid-19 dilakukan?

Pada prosedur swab test PCR, sampel yang biasa digunakan adalah lendir atau apusan tenggorok di belakang hidung (nasofaring) atau belakang mulut (orofaring).

Swab test corona dengan sampel nasofaring lebih direkomendasikan. Sementara sampel orofaring diambil sebagai alternatif.

1. Cara pengambilan sampel swab test corona lewat hidung

  • Anda akan diminta untuk mengembuskan napas melalui hidung guna memastikan tidak ada sumbatan dan kemudian mendongak.
  • Alat swab berbentuk cotton bud dengan tangkai panjang akan dimasukkan ke dalam lubang hidung pasien hingga mencapai bagian belakang hidung.
  • Dokter akan mengambil sampel dengan cara menyapukan dan memutar alat swab tersebut selama beberapa detik.

2. Cara pengambilan sampel swab test lewat tenggorokan

  • Pasien akan diminta membuka mulut lebar-lebar.
  • Dokter akan memasukkan alat swab ke mulut pasien hingga mencapai bagian belakang tenggorokan. Swab tidak boleh menyentuh lidah.
  • Dokter akan mengambil sampel dengan menyapukan dan memutar alat swab tersebut selama beberapa detik.

Setelah selesai, alat swab akan dimasukkan ke dalam tabung khusus dan dikirim ke laboratorium untuk diamati dengan metode PCR.

Proses pengambilan sampel dengan swab test mungkin akan terasa tidak nyaman bagi pasien. Sensasi yang dirasakan mungkin mirip dengan hidung yang kemasukan air. 

Namun, proses ini hanya berlangsung sebentar. Tetap tenang agar proses pengambilan sampel bisa mendapatkan hasil yang akurat.

Bagaimana cara membaca hasil tes PCR Covid-19?

Hasil tes PCR umumnya akan keluar dalam waktu 1-2 hari. Namun, beberapa fasilitas kesehatan bisa saja mengeluarkan hasil tes di hari yang sama. 

Pada laporan hasil pemeriksaan, akan tertera hasil tes yang menyatakan pasien positif atau negatif Covid-19. Beberapa tempat pengujian menyertakan nilai CT value.

Semakin rendah nilai CT, maka semakin banyak jumlah virus yang ada di dalam tubuh. Nilai rujukan CT di setiap laboratorium bisa jadi berbeda-beda.

Akan tetapi, pada umumnya, batas ambang nilai CT adalah di atas 40, dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Nilai CT kurang dari 29: hasil positif, menunjukkan kadar asam nukleat virus yang sangat banyak
  • Nilai CT 30-37: hasil positif, menunjukkan asam nukleat virus dengan jumlah sedang
  • Nilai CT 38-40: Hasil positif lemah, menunjukkan asam nukleat virus dalam jumlah sedikit, dan ada kemungkinan hasil deteksi adalah kontaminasi dari lingkungan.
  • Nilai CT 40 ke atas: Hasil negatif

Selain mendeteksi jumlah virus, CT value juga dapat menginformasikan seberapa tinggi kemungkinan seseorang menularkan virus.

Semakin tinggi nilai CT, semakin rendah kemungkinannya untuk menyebarkan virus yang dapat menginfeksi.

Biaya tes PCR Covid-19?

Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI No HK.02.02/i/2845/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan PCR, dinyatakan bahwa harga swab PCR ditetapkan sebagai berikut:

  • Harga tes PCR di Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp495.000
  • Harga tes PCR di luar Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp525.000

Batasan biaya tersebut berlaku bagi masyarakat yang melakukan pemeriksaan PCR secara mandiri. Harga di atas bisa saja lebih rendah, tergantung pada fasilitas kesehatan yang menyelenggarakannya.

Sementara bagi pasien yang dirujuk ke rumah sakit pemerintah yang menerima bantuan pemeriksaan PCR, biaya tes akan ditanggung pemerintah. 

Adakah efek samping tes PCR Covid-19 jika terlalu sering melakukannya?

Selama dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dan dilakukan di fasilitas kesehatan yang terpercaya, tes PCR adalah salah satu pemeriksaan yang aman dan tidak memiliki efek samping serius. 

Anda mungkin hanya merasakan sedikit tidak nyaman saat proses swab test, ketika ada benda yang dimasukkan ke hidung. Reaksi seperti batuk atau mata berair sering kali terjadi saat proses tes berlangsung. Namun efek ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa saat.

Jadi, tak perlu khawatir jika Anda terlalu sering melakukan swab hidung untuk pemeriksaan Covid-19. Prosedur ini tidak akan menimbulkan efek samping, asalkan swab dilakukan secara profesional.

covid-19

Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Diakses pada 30 November 2021

Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia. Usulan Alur Pemeriksaan Rapid Test Antibodi SARS-COV-2.
Diakses pada 30 November 2021

Department of Health Rhode Island. https://health.ri.gov/publications/instructions/COVID-19-Specimen-Collection-Kit.pdf
Diakses pada 30 November 2021

FDA. https://www.fda.gov/media/136151/download
Diakses pada 30 November 2021

Live Science. https://www.livescience.com/how-coronavirus-tests-work.html
Diakses pada 30 November 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/pcr_polymerase_chain_reaction/article.htm#what_is_pcr_polymerase_chain_reaction
Diakses pada 30 November 2021

International Atomic Energy Agency. https://www.iaea.org/newscenter/news/how-is-the-covid-19-virus-detected-using-real-time-rt-pcr
Diakses pada 30 November 2021

Tennessee Department of Health. https://www.tn.gov/content/dam/tn/health/documents/cedep/novel-coronavirus/Ct_Fact_Sheet.pdf
Diakses pada 30 November 2021

Wisconsin University. https://www.wvdl.wisc.edu/wp-content/uploads/2013/01/WVDL.Info_.PCR_Ct_Values1.pdf
Diakses pada 30 November 2021

WHO. https://www.who.int/diagnostics_laboratory/eual/eul_0515_202_00_covid19_coronavirus_real_time_pcr_kit_ifu.pdf?ua=1
Diakses pada 30 November 2021

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21462-covid-19-and-pcr-testing
Diakses pada 30 November 2021

Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/pcr-tests/
Diakses pada 30 November 2021

Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/20101700001/begini-alur-pelayanan-pasien-covid-19.html
Diakses pada 30 November 2021

Kementerian Kesehatan RI. https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/2021/Mei/kmk-no-hk0107-menkes-4641-2021-ttg-panduan-pelaksanaan-pemeriksaan-pelacakan-karantina-isolasi-dalam-pencegahan-covid-19-sign.pdf
Diakses pada 30 November 2021

Kementerian Kesehatan RI. https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/2021/Februari/KMK%20No.%20HK.01.07-MENKES-446-2021%20ttg%20Rapid%20Diagnostic%20Test%20Antigen%20Dalam%20Pemeriksaan%20COVID-19-sign.pdf
Diakses pada 30 November 2021

Kementerian Kesehatan RI. https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/2021/Agustus/SE%20BATAS%20TARIF%20TERTINGGI%20PEMERIKSAAN%20RT-PCR_210816_161458.pdf
Diakses pada 30 November 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email