Suntik Botox atau Botulinum Toxin

09 Feb 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Suntik botox berguna untuk mencegah kontraksi otot sementara waktu.Suntik botox bisa digunakan untuk mengurangi kerutan pada kulit wajah.

Apa yang dimaksud dengan prosedur suntik botox?

Suntik botox atau botulinum toxin umumnya digunakan untuk mengatasi atau mengurangi kerutan yang muncul di wajah. Selain untuk keperluan kosmetik, injeksi botulinum toxin juga dapat mengatasi beberapa gangguan medis seperti spasme leher (distonia servikal), keringat berlebihan (hiperhidrosis), kandung kemih overaktif, mata malas, dan migrain kronik.
Prosedur suntik botox dilakukan dengan menggunakan neurotoksin bernama onobotulinumtoxin A, yang mencegah otot-otot untuk berkontraksi secara sementara. Toksin ini diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum, yang mengakibatkan penyakit botulisme, salah satu penyebab keracunan makanan.

Mengapa prosedur suntik botox perlu dilakukan?

Injeksi botulinum toksin menghambat pelepasan molekul kimia acetylcholine dari serabut saraf yang menyebabkan otot-otot berkontraksi. Dengan terhambatnya kontraksi, maka otot-otot mengalami relaksasi secara sementara. Berikut ini beberapa kondisi yang memerlukan hambatan kontraksi otot dengan suntik botox:
  • Keperluan kosmetik, untuk mengurangi kerutan pada wajah akibat kontraksi otot-otot wajah
  • Distonia servikal, kondisi nyeri leher akibat otot-otot leher berkontraksi tanpa disadari
  • Mata malas dan strabismus, akibat ketidakseimbangan otot-otot yang bertugas memposisikan bola mata
  • Kontraktur otot, seperti pada lumpuh otak (cerebral palsy)
  • Keringat berlebih atau hiperhidrosis
  • Migrain kronik, yaitu migraine yang terjadi selama 15 hari dalam sebulan
  • Disfungsi otot kandung kemih atau kandung kemih overaktif
  • Mata berkedut akibat kontraktur otot-otot di sekitar mata

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur suntik botox?

Pastikan Anda sedang tidak hamil, menyusui, atau memiliki alergi terhadap protein susu sapi. Suntik botox hanya boleh dilakukan oleh dokter terlatih. untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Pilihlah dokter dengan spesialisasi yang sesuai dengan kondisi Anda.Sampaikan kepada dokter mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi, terutama obat pelemas otot, obat tidur, obat alergi, dan obat-obatan pengencer darah. Apabila Anda mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, obat tersebut mungkin harus dihentikan pemakaiannya, untuk menghindari risiko perdarahan selama prosedur suntik botox dilakukan. Apabila Anda mendapatkan injeksi botox dalam waktu kurang dari empat bulan terakhir, informasikan hal tersebut kepada dokter.

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur suntik botox?

Rasa tidak nyaman dan nyeri akan dirasakan pada saat prosedur suntik botox dilakukan. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri selama prosedur, dokter akan mengoleskan anestesi topikal atau anestesi menggunakan es dan vibrasi, dengan menggunakan metode pemijatan.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur suntik botox?

Injeksi botulinum toxin hanya boleh dilakukan di fasilitas kesehatan. Dokter akan menggunakan jarum tipis untuk menginjeksi botulinum toksin ke dalam kulit atau otot. Sebelum botox disuntikkan, dokter akan mengencerkan botox dengan larutan garam fisiologis. Jumlah suntikan bergantung dari luasnya area yang akan diterapi dengan botox.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani prosedur suntik botox?

Setelah prosedur suntik botox selesai, Anda diminta untuk tidak memijat atau menggosok area yang disuntik selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk mencegah botox menyebar ke area lain. Anda dapat beraktivitas seperti biasa setelah prosedur ini selesai dilakukan.

Hasil apa yang didapatkan dari suntik botox?

Hasil dari suntik botox dapat dilihat satu hingga tiga hari setelah terapi. Efek dari suntik botox dapat berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Untuk tetap mendapatkan efek dari botulinum toksin, Anda harus mendapatkan suntikan secara berkala.

Apa saja risiko dari prosedur suntik botox?

Pada umumnya, suntik botox merupakan prosedur yang aman bila dilakukan oleh dokter terlatih. Namun, tetap ada beberapa efek samping dan komplikasi yang dapat timbul setelah suntik botox dilakukan, seperti:
  • Nyeri, bengkak, dan lebam di daerah suntikan
  • Sakit kepala
  • Kelopak mata turun
  • Garis senyum asimetris
  • Mengeluarkan air liur tanpa disadari
  • Mata kering atau produksi air mata berlebih
  • Penyebaran botox ke tempat lain dengan gejala kelemahan otot, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, kesulitan menelan, gangguan pernafpasan, dan tidak dapat mengontrol buang air kecil selama beberapa jam hingga beberapa minggu.
kulit dan kecantikanbotoxmasalah kulit
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/botox/about/pac-20384658
Diakses pada 6 Februari 2020.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158647.php#what-is-botox
Diakses pada 6 Februari 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email