Sunat

12 Feb 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sunat adalah prosedur pemotongan kulit luar yang menutupi kepala penisSunat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan pria, salah satunya mengurangi risiko penyakit

Apa itu sunat?

Sunat atau khitan adalah prosedur pemotongan kulit luar yang menyelubungi kepala penis. Dalam dunia medis, prosedur ini disebut sebagai sirkumsisi dan dapat dilakukan sejak usia bayi, anak-anak, maupun dewasa. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahkan merekomendasikan sunat karena prosedur ini dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi HIV.
Beberapa keluarga memilih melakukan prosedur sunat pada anak laki-laki atas alasan budaya dan kepercayaan agama. Kebersihan dan kesehatan kelamin anak juga kerap menjadi alasan. Namun ada pula sebagian orang yang menganggap operasi ini tidak terlalu penting.Oleh karena itu, Anda dapat berdiskusi dengan dokter sebelum memutuskan melakukan sunat pada anak laki-laki Anda maupun untuk diri sendiri.

Apa saja manfaat sunat?

Selain karena alasan budaya dan agama, sunat juga memiliki beberapa keuntungan medis seperti berikut ini:
  • Menjaga kebersihan penis

Dengan prosedur ini, menjaga kebersihan penis akan lebih mudah dilakukan.
  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) jarang terjadi pada laki-laki. Namun penyakit ini lebih umum ditemukan pada laki-laki yang tidak disunat. Bila terjadi berkepanjangan, ISK yang parah dapat menyebabkan masalah pada ginjal di kemudian hari.
  • Menurunkan risiko penyakit menular seksual

Sunat dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit menular seksual, misalnya HIV.
  • Mencegah gangguan medis pada penis

Seringkali, kulup yang tidak disunat menjadi terlalu ketat dan tidak bisa ditarik melewati kepala penis. Kondisi yang disebut fimosis ini dapat menyebabkan peradangan kulup maupun kepala penis.
  • Mengurangi risiko kanker penis

Meskipun kanker penis termasuk sangat jarang, risiko penyakit ini akan lebih rendah pada laki-laki yang sudah disunat.
  • Mengurangi risiko kanker serviks pada wanita

Sebuah penelitian di Johns Hopkins University, Amerika serikat, membuktikan bahwa terjadi penurunan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita yang berhubungan intim dengan pria yang melakukan sunat.

Apa saja penyakit yang bisa disembuhkan lewat sunat?

Karena memiliki keuntungan medis, bayi atau anak laki-laki disarankan untuk menjalani sunat. Selain itu, prosedur ini juga dibutuhkan untuk mengobati beberapa penyakit, seperti: 
  • Fimosis

Fimosis adalah gangguan penis di mana kulup (kulit luar penis) menempel ketat sehingga tidak bisa ditarik dari ujung penis. Kondisi ini dapat terjadi pada laki-laki yang lahir dengan kulup yang ketat atau memiliki bekas luka, infeksi, atau peradangan pada penis.Upaya pengobatan fimosis yang dapat dilakukan meliputi konsumsi obat kortikosteroid atau menjalani prosedur sunat.
  • Parafimosis

Parafimosis adalah kondisi medis ketika kulup terjebak di kepala penis dan menghambat aliran darah ke ujung penis. Hal ini dapat terjadi karena pemasangan kateter urine.Parafimosis merupakan kondisi gawat darurat medis harus segera ditangani. Penanganan awal dilakukan untuk mengurangi pembengkakan, namun sirkumsisi perlu dilakukan untuk mencegah kondisi ini terjadi lagi.
  • Balanitis

Balanitis merupakan kondisi peradangan atau pembengkakan pada kepala penis. Penyebabnya bisa berupa iritasi, penyakit kulit, atau infeksi menular seksual. Prosedur sunat dilakukan untuk mencegah kambuhnya penyakit ini.

Siapa yang tidak boleh menjalani sunat?

Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak disarankan menjalani sunat atau sirkumsisi, seperti:
  • Memiliki gangguan pembekuan darah seperti hemofilia
  • Berusia kurang dari 12-24 jam (untuk bayi)
  • Punya kelaianan pada kulit atau jaringan ikat yang akan menghambat proses penyembuhan luka
  • Mengalami hispopadia
  • Ada gangguan posisi penis

Apa saja persiapan untuk menjalani sunat?

Sebelum sunat dilakukan, dokter akan menjelaskan risiko dan keuntungan prosedur ini. Orangtua anak yang akan disunat perlu mengisi formulir persetujuan tindakan medis sebelum prosedur dilakukan.Sementara sirkumsisi pada pria dewasa bisa dilakukan setelah pasien atau keluarganya menandatangani surat persetujuan tersebut.Pemeriksaan darah juga sebaiknya dilakukan sebelum sunat, bleeding time dan clotting time harus diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya masalah dengan pembekuan darah.Dokter pun akan menanyakan riwayat hemoflia pada keluarga. Kelainan darah ini dikhawatirkan bisa memicu komplikasi pendarahan seusai proses sirkumsisi.

Bagaimana proses sunat dilakukan?

Sunat pada bayi baru lahir biasanya dilakukan di rumah sakit pada 10 hari pascakelahiran. Berikut langkah-langkah proses sunat:
  • Anak akan dibaringkan.
  • Tangan dan kakinya akan dipegangi.
  • Penis dan area sekitarnya akan dibersihkan dengan cairan antiseptik.
  • Obat bius akan disuntikkan ke pangkal penis atau dioleskan pada penis dalam bentuk
  • Alat berupa klem atau cincin plastik diletakkan pada penis.
  • Kulup pun kemudian akan dipotong.
  • Setelah kulup terpotong, penis akan diolesi dengan salep, seperti salep antibiotik atau gel petroleum.
Prosedur tersebut biasanya berlangsung sekitar 10 menit. Secara umum, langkah-langkah sirkumsisi pada bayi, anak-anak, dan laki-laki dewasa sama. Namun pada anak-anak dan dewasa, pasien biasanya dibius total selama prosedur.Durasi penyembuhan dan risiko komplikasi sunat juga akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang.

Apa saja yang harus diperhatikan setelah sunat?

Area penis yang disunat akan mengalami memar dan bengkak selama dua hingga tiga minggu. Rasa nyeri saat buang air kecil juga dapat dirasakan selama beberapa hari sampai beberapa minggu setelahnya.Rasa tidak nyaman dapat muncul sesudah sirkumsisi. Tapi nyeri yang dirasakan biasanya tidak terlalu parah dan dapat ditangani dengan obat antinyeri.Dokter akan merekomendasikan beberapa hal di bawah selama masa penyembuhan:
  • Mengenakan celana dalam dengan ukuran yang tepat dan tidak terlalu longgar.
  • Minum banyak air untuk melarutkan keasaman urine dan mengurangi perih saat buang air kecil.
  • Menghindari aktivitas fisik hingga luka sembuh total. Durasi pemulihan biasanya sekitar tiga minggu untuk anak laki-laki dan dewasa.
  • Tidak menggunakan krim antiseptik atau krim lain yang tidak diresepkan oleh dokter. Obat-obatan ini dapat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.

Apa saja risiko dan komplikasi sunat?

Komplikasi sunat yang paling sering terjadi adalah pendarahan dan infeksi pada penis. Selain itu, efek samping terkait penggunaan obat bius juga dapat terjadi.Meskipun jarang, sirkumsisi juga dapat menyebabkan masalah pada kulup penis yang meliputi:
  • Kulup yang terpotong terlalu panjang atau terlalu pendek.
  • Kulup penis yang tidak sembuh total.
  • Sisa kulup penis menempel kembali pada ujung penis, sehingga membutuhkan operasi perbaikan.
fimosisparafimosiskulup penissunat
WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/guide/circumcision
Diakses pada 12 Februari 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/prenatal/decisions-to-make/Pages/Circumcision.aspx
Diakses pada pada 12 Februari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/302234.php
Diakses pada pada 12 Februari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/circumcision/about/pac-20393550
Diakses pada pada 12 Februari 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/circumcision.html
Diakses pada pada 12 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email