Prosedur sunat bisa dijalani sejak seorang pria masih bayi
Sunat bisa dilakukan pada laki-laki sejak ia masih bayi

Apa itu sunat?

Sunat adalah operasi untuk memotong kulup, yakni kulit yang menyelubungi ujung penis. Prosedur yang disebut sirkumsisi dalam dunia medis ini sudah dapat dilakukan pada beberapa hari setelah bayi lahir.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahkan merekomendasikan sunat karena prosedur ini dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi HIV.

Beberapa keluarga memilih melakukan prosedur sunat pada anak laki-laki atas alasan budaya dan kepercayaan agama. Kebersihan dan kesehatan kelamin anak juga kerap menjadi alasan. Namun ada pula sebagian orang yang menganggap operasi ini tidak terlalu penting.

Oleh karena itu, Anda dapat berdiskusi dengan dokter sebelum memutuskan melakukan sunat pada anak laki-laki Anda maupun untuk diri sendiri.

Kenapa sunat diperlukan?

Selain karena alasan budaya dan agama, sunat juga memiliki beberapa keuntungan medis berikut ini:

  • Menjaga kebersihan penis

Dengan prosedur ini, menjaga kebersihan penis akan lebih mudah dilakukan.

  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) jarang terjadi pada laki-laki. Namun penyakit ini lebih umum ditemukan pada laki-laki yang tidak disunat. Bila terjadi berkepanjangan, ISK yang parah dapat menyebabkan masalah pada ginjal di kemudian hari.

  • Menurunkan risiko penyakit menular seksual

Sunat dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit menular seksual, misalnya HIV.

  • Mencegah gangguan medis pada penis

Seringkali, kulup yang tidak disunat menjadi terlalu ketat dan tidak bisa ditarik melewati kepala penis. Kondisi yang disebut fimosis ini dapat menyebabkan peradangan kulup maupun kepala penis.

  • Mengurangi risiko kanker penis

Meskipun kanker penis termasuk sangat jarang, risiko penyakit ini akan lebih rendah pada laki-laki yang sudah disunat.

  • Mengurangi risiko kanker serviks pada wanita

Sebuah penelitian di Johns Hopkins University, Amerika serikat, membuktikan bahwa terjadi penurunan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita yang berhubungan intim dengan pria yang melakukan sunat.

Siapa yang membutuhkan sunat?

Karena memiliki keuntungan medis, bayi atau anak laki-laki disarankan untuk menjalani sunat. Selain itu, prosedur ini juga dibutuhkan ketika beberapa kondisi medis di bawah ini terjadi:

  • Fimosis

Fimosis adalah gangguan penis di mana kulup menempel ketat sehingga tidak bisa ditarik dari ujung penis. Kondisi ini dapat terjadi pada laki-laki yang lahir dengan kulup yang ketat atau memiliki bekas luka, infeksi, atau peradangan pada penis.

Upaya pengobatan fimosis yang dapat dilakukan meliputi konsumsi obat kortikosteroid atau menjalani prosedur sunat.

  • Parafimosis

Parafimosis adalah kondisi medis ketika kulup terjebak di kepala penis dan menghambat aliran darah ke ujung penis. Hal ini dapat terjadi karena pemasangan kateter urine.

Parafimosis merupakan kondisi gawat darurat medis harus segera ditangani. Penanganan awal dilakukan untuk mengurangi pembengkakan, namun sirkumsisi perlu dilakukan untuk mencegah kondisi ini terjadi lagi.

  • Balanitis

Balanitis merupakan kondisi peradangan atau pembengkakan pada kepala penis. Penyebabnya bisa berupa iritasi, penyakit kulit, atau infeksi menular seksual. Prosedur sunat dilakukan untuk mencegah kambuhnya penyakit ini.

Apa saja persiapan untuk menjalani sunat?

Sebelum sunat dilakukan, dokter akan menjelaskan risiko dan keuntungan prosedur ini. Orangtua anak yang akan disunat perlu mengisi formulir persetujuan tindakan medis sebelum prosedur dilakukan.

Sementara sirkumsisi pada pria dewasa bisa dilakukan setelah pasien atau keluarganya menandatangani surat persetujuan tersebut.

Pemeriksaan darah juga sebaiknya dilakukan sebelum sunat, bleeding time dan clotting time harus diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya masalah dengan pembekuan darah.

Dokter pun akan menanyakan riwayat hemoflia pada keluarga. Kelainan darah ini dikhawatirkan bisa memicu komplikasi pendarahan seusai proses sirkumsisi.

Bagaimana prosedur sunat dilakukan?

Sunat pada bayi baru lahir biasanya dilakukan di rumah sakit pada 10 hari pascakelahiran. Berikut langkah-langkahnya:

  • Anak akan dibaring
  • Tangan dan kakinya akan dipegangi.
  • Penis dan area sekitarnya akan dibersihkan dengan cairan antiseptik.
  • Obat bius akan disuntikkan ke pangkal penis atau dioleskan pada penis dalam bentuk
  • Alat berupa klem atau cincin plastik diletakkan pada penis.
  • Kulup pun kemudian akan dipotong.
  • Setelah kulup terpotong, penis akan diolesi dengan salep, seperti salep antibiotik atau gel petroleum.

Prosedur tersebut biasanya berlangsung sekitar 10 menit. Secara umum, langkah-langkah sirkumsisi pada bayi, anak-anak, dan laki-laki dewasa sama. Namun pada anak-anak dan dewasa, pasien biasanya dibius total selama prosedur.

Durasi penyembuhan dan risiko komplikasi sunat juga akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang.

Apa saja yang perlu diperhatikan selama penyembuhan sunat?

Area penis yang disunat akan mengalami memar dan bengkak selama dua hingga tiga minggu. Rasa nyeri saat buang air kecil juga dapat dirasakan selama beberapa hari sampai beberapa minggu setelahnya.

Rasa tidak nyaman dapat muncul sesudah sirkumsisi. Tapi nyeri yang dirasakan biasanya tidak terlalu parah dan dapat ditangani dengan obat antinyeri.

Dokter akan merekomendasikan beberapa hal di bawah selama masa penyembuhan:

  • Mengenakan celana dalam dengan ukuran yang tepat dan tidak terlalu longgar.
  • Minum banyak air untuk melarutkan keasaman urine dan mengurangi perih saat buang air kecil.
  • Menghindari aktivitas fisik hingga luka sembuh total. Durasi pemulihan biasanya sekitar tiga minggu untuk anak laki-laki dan dewasa.
  • Tidak menggunakan krim antiseptik atau krim lain yang tidak diresepkan oleh dokter. Obat-obatan ini dapat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.

Apa saja risiko dan komplikasi sunat?

Komplikasi sunat yang paling sering terjadi adalah pendarahan dan infeksi pada penis. Selain itu, efek samping terkait penggunaan obat bius juga dapat terjadi.

Meskipun jarang, sirkumsisi juga dapat menyebabkan masalah pada kulup penis yang meliputi:

  • Kulup yang terpotong terlalu panjang atau terlalu pendek.
  • Kulup penis yang tidak sembuh total.
  • Sisa kulup penis menempel kembali pada ujung penis, sehingga membutuhkan operasi perbaikan.

WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/guide/circumcision
Diakses pada 12 Februari 2020

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/prenatal/decisions-to-make/Pages/Circumcision.aspx
Diakses pada pada 12 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/302234.php
Diakses pada pada 12 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/circumcision/about/pac-20393550
Diakses pada pada 12 Februari 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/circumcision.html
Diakses pada pada 12 Februari 2020

Artikel Terkait

Fimosis merupakan ketidakmampuan kulup pria untuk ditarik menjauhi ujung kepala penis

Apa yang Terjadi pada Kulup Pria Penderita Fimosis?

Kulup adalah kelopak kulit yang menutupi ujung kemaluan laki-laki. Ada yang membuang kulit kulup agar terhindar dari penyakit fimosis dan parafimosis. Namun, ada juga yang mempertahankan kulup karena alasan kesehatan hingga performa hubungan seksual.