Sunat

22 May 2022|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sunat adalah prosedur pemotongan kulit luar yang menutupi kepala penisSunat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan pria, salah satunya mengurangi risiko penyakit

Apa itu sunat?

Sunat atau khitan adalah prosedur pemotongan kulit luar yang menyelubungi kepala penis. Dalam dunia medis, prosedur ini disebut sirkumsisi dan dapat dilakukan pada bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. 

Di Indonesia, kebanyakan prosedur sunat dilakukan pada anak laki-laki atas alasan budaya dan kepercayaan agama. Namun kebersihan dan kesehatan kelamin juga kerap menjadi alasannya. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahkan menganjurkan sunat karena prosedur ini dapat mengurangi risiko infeksi HIV. Di samping itu, ada beberapa kondisi medis yang mengharuskan khitan sebagai bagian dari proses pengobatan. 

Oleh karena itu, Anda sebaiknya berdiskusi dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan sunat pada anak laki-laki Anda maupun diri sendiri.

Apa saja manfaat sunat?

Selain karena alasan budaya dan agama, manfaat khitan bisa berupa:

  • Menjaga kebersihan penis

Dengan prosedur ini, menjaga kebersihan penis akan lebih mudah dilakukan.

  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) memang jarang terjadi pada laki-laki. Tapi bila terjadi, penyakit ini lebih sering ditemukan pada laki-laki yang tidak disunat. 

Jika berlangsung lama, ISK yang parah dapat menyebabkan masalah pada ginjal di kemudian hari.

  • Menurunkan risiko penyakit menular seksual

Sunat dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit menular seksual, seperti HIV.

  • Mengurangi risiko kanker penis

Meski kanker penis termasuk sangat jarang, risiko penyakit ini akan lebih rendah pada laki-laki yang sudah disunat.

 

  • Mengatasi sejumlah penyakit 

 

Sunat juga dapat menjadi salah satu pengobatan untuk beberapa penyakit pada pria. Contohnya, fimosis, parafimosis, balanitis. 

  • Mengurangi risiko kanker serviks pada wanita

Sebuah penelitian mengemukakan bahwa proses khitan pada pria dapat membantu menurunkan risiko kanker serviks, trikomoniasis, vaginosis bakteri, dan ulkus kemaluan pada wanita, yang berhubungan intim dengan pria yang sudah disunat.

Siapa yang tidak boleh menjalani sunat?

Dokter tidak menyarankan sunat apabila Anda memiliki beberapa kondisi di bawah ini:

  • Bayi berusia kurang dari 12-24 jam
  • Gangguan pembekuan darah seperti hemofilia
  • Kelainan pada kulit atau jaringan ikat yang akan menghambat proses penyembuhan luka
  • Hipospadia
  • Gangguan pada posisi penis

Apa saja persiapan untuk menjalani sunat?

Sebelum menjalani sunat, hal-hal berikut perlu dilakukan:

  • Dokter akan menjelaskan risiko dan manfaat sunat
  • Orangtua pasien atau pasien dewasa juga perlu mengisi formulir persetujuan tindakan medis
  • Menjalani tes darah untuk memeriksa bleeding time dan clotting time (CT BT) pasien
  • Menjelaskan riwayat penyakit tertentu dalam keluarga, misalnya hemofilia yang dikhawatirkan bisa memicu komplikasi perdarahan seusai sunat
  • Pasien dewasa yang akan menjalani sunat, akan diminta untuk menghindari hubungan seks dan aktivitas fisik yang berat sebelum operasi
  • Sehari sebelum sunat, pasien dewasa biasanya diminta untuk mencukur bulu kemaluannya
  • Pasien dewasa akan diminta untuk tidak merokok dan minum alkohol setidaknya dua hari sebelum operasi guna menghindari kemungkinan perdarahan berlebih setelah sunat 
  • Pada hari operasi, bagi pasien anak-anak, orangtua harus memastikan Si Kecil sudah mandi sebelum pergi ke fasilitas sunat
  • Membawa benda-benda yang dapat membuat pasien anak nyaman, seperti selimut kesayangan, boneka, buku bacaan, atau gadget untuk bermain game
  • Menyiapkan cuti ke kantor atau izin sekolah untuk beristirahat dan menjalani proses pemulihan pascasunat

Bagaimana prosedur sunat dilakukan?

Sunat pada bayi baru lahir sudah bisa dilakukan di rumah sakit pada 10 hari pasca-kelahiran, dan hanya memerlukan waktu yang singkat. untuk anak-anak atau orang dewasa, proses khitan bisa memakan waktu antara 30 menit hingga satu jam, tergantung pada metode yang dipilih.

Prosedur sunat sendiri memiliki banyak jenis. Mulai dari bedah konvensional hingga jenis sunat modern, seperti sunat laser CO2, klem, atau electric cauter. 

Meski begitu, proses sunat sebenarnya memiliki prinsip pengerjaan yang sama, yakni dengan memotong kulit kulup pada penis. Yang membedakan tiap jenis sunat hanyalah alat pemotongnya.

Secara umum, berikut langkah-langkah sunat:

  • Pasien akan diminta untuk berbaring di kasur klinik
  • Tangan dan kaki pasien akan dipegangi
  • Penis dan area sekitarnya akan dibersihkan dengan cairan antiseptik
  • Obat bius akan disuntikkan ke pangkal penis atau dioleskan pada penis (pada bayi atau pada seseorang dengan gangguan serangan panik dapat dilakukan bius total)
  • Tergantung jenis operasi sunat yang dipilih, dokter akan memotong kulup pasien dengan pisau bedah, klem, cincin plastik, atau laser
  • Jika masih ada pendarahan maka dapat dihentikan dengan menggunakan kauter
  • kulit di area sunat biasanya akan dijahit kembali ke batang penis dengan jahitan yang akan menyatu ke daging, sehingga tidak perlu dilepas lagi
  • Saat jahitan sudah terpasang,  penis akan diolesi dengan salep, seperti salep antibiotik atau gel petroleum lalu penis akan dibungkus dengan perban, dan pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan

Seperti apa perawatan setelah sunat?

Durasi penyembuhan luka sunat dapat berbeda-beda dan tergantung pada usia pasien dan metode yang dipilih. 

Rata-rata waktu pemulihan sunat untuk bayi adalah sekitar 7-10 hari. Sedangkan penyembuhan sunat anak-anak dan dewasa biasanya memakan waktu dua sampai tiga minggu.

Area penis yang disunat akan mengalami memar dan bengkak selama beberapa waktu. Untuk pasien anak dan dewasa, area memar ini bisa dikompres dengan es batu dibungkus kain bersih selama 10-20 menit setiap dua jam.

Rasa tidak nyaman dan nyeri, terutama saat buang air kecil, juga bisa dirasakan selama beberapa hari sampai beberapa minggu setelah khitan. Bila tidak terlalu parah, keluhan ini bisa ditangani dengan obat antinyeri, seperti paracetamol 

Untuk pasien bayi, pastikan Anda membersihkan penis dan mengganti perban di area sunat setiap kali mengganti popok.

Gantilah popok 2-3 jam sekali untuk mencegah lembab dan infeksi. Pasang popok sedikit longgar dengan menyisakan ruang di area sunat untuk membantu ujung penis sembuh lebih cepat.

Pasien dewasa juga harus membersihkan penisnya setiap hari dengan air dan sabun untuk kulit sensitif hingga luka operasi sembuh.

Gantilah perban tiap hari atau segera gunakan yang baru bila perban basah. Disarankan pula untuk mengoleskan krim antibiotik yang diresepkan dokter dan petroleum jelly sebelum memakai perban yang baru.

Di samping langkah di atas, dokter dapat menganjurkan beberapa hal di bawah selama masa penyembuhan sunat:

  • Mengenakan celana dalam dengan ukuran pas dan tidak terlalu longgar dan tidak ketat
  • Minum banyak air untuk melarutkan keasaman urine dan mengurangi perih saat buang air kecil
  • Menghindari aktivitas fisik hingga luka sembuh total Jangan menggunakan krim antiseptik atau krim lain tanpa resep dokter karena berpotensi mengganggu proses pemulihan dan meningkatkan risiko infeksi
  • Tidak berhubungan intim selama 4-6 minggu setelah sunat

Segera hubungi dokter apabila luka sunat menunjukkan tanda infeksi yang meliputi:

  • Pembengkakan di penis yang semakin parah hingga berhari-hari 
  • Memar kemerahan yang semakin memburuk bahkan menyebar
  • Muncul gelembung berisi nanah dan berbau tidak sedap
  • Nyeri yang tidak kunjung membaik dan justru bertambah parah
  • Pembengkakan di sekeliling bekas irisan sunat yang tidak kunjung membaik
  • Demam tinggi

Apa saja risiko dan komplikasi sunat?

Sunat adalah tindakan medis yang umumnya aman. Namun prosedur ini tetap memiliki risiko komplikasi, yang akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang.

Risiko sunat yang paling sering terjadi adalah perdarahan dan infeksi pada penis. Selain itu, efek samping terkait penggunaan obat bius bisa saja muncul, seperti mual, muntah, dan pusing.

Meski jarang, sirkumsisi juga dapat menyebabkan sejumlah komplikasi berupa masalah pada kulup penis yang meliputi:

  • Kulup yang terpotong terlalu panjang atau terlalu pendek
  • Kulup penis yang tidak sembuh total
  • Sisa kulup penis menempel kembali pada ujung penis, sehingga pasien membutuhkan operasi perbaikan
  • Cedera pada penis

Berapa biaya sunat?

Biaya sunat dapat bervariasi dan tergantung usia pasien, metode yang dipilih, dan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakannya. Sebagai gambaran, kisaran tarif sunat, termasuk biaya sunat laser di puskesmas untuk bayi, adalah sekitar Rp600.000-Rp800.000.

Sedangkan biaya sunat anak-anak usia 1-12 tahun berkisar antara Rp650.000-Rp 820.000. Lalu sunat remaja dan dewasa berusia 15-20 tahun umumnya dikenakan biaya sekitar Rp950.000-Rp1.500.000.

Bagi peserta BPJS Kesehatan yang akan menjalani sunat karena alasan medis, prosedur ini dapat ditanggung oleh BPJS. Namun apabila khitan dilakukan tanpa indikasi medis atau atas keinginan sendiri, biayanya tidak ditanggung oleh BPJS dan harus dibayar sendiri oleh pasien. 

fimosisparafimosiskulup penissunat

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/hiv/risk/male-circumcision.html
Diakses pada 11 Mei 2022

WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/guide/circumcision
Diakses pada 11 Mei 2022

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/prenatal/decisions-to-make/Pages/Circumcision.aspx
Diakses pada 11 Mei 2022

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/302234.php
Diakses pada 11 Mei 2022

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/circumcision/about/pac-20393550
Diakses pada 11 Mei 2022

Healthline. https://www.healthline.com/health/circumcision#
Diakses pada 11 Mei 2022

Healthline. https://www.healthline.com/health/adult-circumcision
Diakses pada 11 Mei 2022

Gulf Coast Urology. https://www.gulfcoast-urology.com/blog/what-to-know-if-youre-considering-adult-circumcision#
Diakses pada 11 Mei 2022

Modality Circumcision Services. https://modalitycircumcisionservices.com/preparing-older-children-for-circumcision

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/circumcision.html
Diakses pada 11 Mei 2022

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6365441/
Diakses pada 11 Mei 2022 

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial RI. https://www.kodebpjs.com/biaya-sunat-di-puskesmas/
Diakses pada 11 Mei 2022

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial RI. https://bpjsonline.com/apakah-khitan-atau-sunat-di-tanggung-bpjs/
Diakses pada 11 Mei 2022

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email