Alat khusus akan digunakan dalam prosedur spirometri
Spirometri menggunakan alat khusus untuk mengukur fungsi paru Anda

Apa itu spirometri?

Spirometri adalah pemeriksaan standar yang dilakukan untuk menilai fungsi paru-paru. Tes ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis dan memantau kondisi paru-paru pasien.

Prosedur spirometri akan mengukur jumlah udara yang dapat dihirup serta dikeluarkan dalam satu tarikan napas. Pemeriksaan ini merupakan tes diagnostik yang cepat, mudah, dan umum dilakukan.

Spirometri bisa digunakan untuk mendiagnosis asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kondisi medis lain yang mempengaruhi pernapasan. Tes fungsi paru ini juga dapat dianjurkan secara berkala guna memantau fungsi paru dan memeriksa efektivitas pengobatan penyakit paru kronis.

Pemeriksaan spirometri menggunakan alat khusus yang disebut spirometer. Alat ini dapat mengukur volume udara yang dihirup dan dikeluarkan oleh paru-paru, juga kecepatan pernapasan pasien.

Secara umum, spirometri bertujuan mendeteksi dua tipe gangguan pernapasan yang menandakan kelainan paru-paru, yaitu gangguan pernapasan tipe restriksi dan tipe obstruksi.

Kenapa spirometri diperlukan?

Spirometri biasanya digunakan untuk membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit paru-paru pada pasien dengan gejala pernapasan. Pemeriksaan ini juga disarankan pada pasien yang berisiko tinggi mengalami penyakit paru-paru. Misalnya, orang dengan batuk yang tak kunjung sembuh, sesak napas, perokok berusia di atas 35 tahun.

Siapa yang perlu menjalani spirometri?

Kondisi-kondisi medis yang dapat didiagnosis dan dipantau dengan spirometri meliputi:

  • Asma, yakni kondisi yang ditandai dengan pembengkakan dan penyempitan saluran napas pada waktu-waktu tertentu
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yakni kelainan paru-paru dengan gejala penyempitan saluran napas
  • Cystic fibrosis, yakni penyakit genetik ketika paru-paru dan saluran pencernaan tersumbat oleh lendir lengket dan tebal
  • Fibrosis paru, yakni terbentuknya jaringan parut pada paru-paru

Pada pasien yang telah didiagnosis mengalami penyakit tersebut, spirometri tetap dilakukan untuk memeriksa tingkat keparahan penyakit dan respons pasien terhadap pengobatan yang telah diberikan.

Spirometri juga termasuk pemeriksaan standar yang dilakukan sebelum operasi dan merupakan bagian dari pemeriksaan umum pada pasien dengan kondisi medis lain. Misalnya, rematik.

Siapa yang sebaiknya tidak menjalani spirometri?

Spirometri dapat menyebabkan tekanan pada kepala, mata, dada dan perut. Karena itu, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum menjalani tes fungsi paru ini jika Anda memiliki kondisi-kondisi yang meliputi:

Seberapa sering Anda harus menjalani spirometri?

Spirometri yang digunakan untuk memantau gangguan pernapasan pada pasien asma atau penyakit paru obstruktif kronis yang terkendali, biasanya dilakukan satu kali setiap 1-2 tahun. Sementara pada pasien dengan masalah pernapasan yang lebih berat atau tidak terkontrol, spirometri perlu dilakukan lebih sering.

Apa saja persiapan untuk menjalani spirometri?

Anda perlu melakukan langkah-langkah persiapan di bawah ini:

  • Ikuti instruksi dokter terkait penggunaan obat-obatan yang perlu dihindari sebelum tes fungsi paru ini
  • Gunakan pakaian yang longgar agar Anda dapat menarik napas dalam dengan leluasa
  • Hindari konsumsi makanan dalam porsi besar supaya Anda tidak kekenyangan dan dapat bernapas dengan lebih mudah

Bagaimana prosedur spirometri dilakukan?

Spirometri biasanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dan dilakukan di klinik dokter. Prosedurnya meliputi:

  • Pasien akan diminta untuk duduk di tempat yang telah disediakan
  • Dokter atau tenaga medis akan memasang sebuah klip penjepit di hidung untuk menutup kedua lubang hidung
  • Dokter juga akan memasang sungkup atau masker pernapasan di sekitar mulut pasien
  • Pasien akan diminta untuk menarik napas dalam, menahan napas selama beberapa detik, lalu menghembuskannya sekuat mungkin ke dalam sungkup atau masker pernapasan tersebut.
  • Proses menarik dan hembuskan napas tersebut biasanya dilakukan setidaknya tiga kali untuk memastikan hasil yang konsisten. Spirometri akan diulang apabila hasilnya bervariasi.

Bila pasien mengalami gangguan pernapasan, dokter akan memberikan obat jenis bronkodilator hirup. Obat ini akan melebarkan jalan napas setelah pemeriksaan spirometri pertama. 15 menit kemudian, pasien akan diminta untuk mengulangi spirometri.

Dokter kemudian akan membandingkan hasil kedua pengukuran tersebut untuk menilai efektivitas obat bronkodilator pada pasien.

Seperti apa hasil tes spirometri?

Hasil tes spirometri diukur dengan dua parameter utama, yaitu forced vital capacity (FVC) dan forced expiratory volume in one second (FEV1). Keduanya menunjukkan berapa persen kapasitas udara pada paru-paru dalam satu detik.

  • Forced vital capacity (FVC)

FVC merupakan volume udara terbesar yang dapat dihembuskan oleh pasien setelah menarik napas sedalam mungkin. Hasil FVC yang lebih rendah daripada normal mengindikasikan adanya gangguan pernapasan jenis restriksi.

  • Forced expiratory volume in one second (FEV1)

Sesuai namanya, FEV1 adalah volume udara terbesar yang dapat dihembuskan pasien dalam satu detik. FEV1 dapat membantu dokter untuk menilai tingkat keparahan gangguan pernapasan yang dialami oleh pasien.

Hasil FEV1 yang lebih rendah daripada angka normal biasanya mengindikasikan adanya masalah pernapasan jenis obstruksi.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah spirometri?

Tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan setelah pemeriksaan spirometri. Anda bisa pulang sesudah menjalaninya.

Apa saja risiko spirometri?

Secara umum, spirometri adalah pemeriksaan yang aman. Beberapa pasien mungkin dapat mengalami sesak napas ringan atau pusing setelah pemeriksaan. Efek samping ini biasanya akan menghilang beberapa saat sesudah spirometri.

Healthline. https://www.healthline.com/health/spirometry
Diakses pada 10 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/spirometry/about/pac-20385201
Diakses pada 10 Maret 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/spirometry/
Diakses pada 10 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317268
Diakses pada 10 Maret 2020

Artikel Terkait

Makanan pembersih paru-paru bisa Anda coba untuk membuat napas lebih plong!

Makanan Pembersih Paru-paru yang Jarang Diketahui Orang

Memiliki paru-paru yang sehat adalah impian banyak orang. Namun, paparan polusi udara dan asap rokok terkadang tak bisa dihindari. Namun jangan khawatir, coba saja makanan pembersih paru-paru ini!