Spinal Fusion

04 Jul 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Spinal fusion dilakukan untuk menyambungkan dua atau lebih tulang belakangSpinal fusion bertujuan menyambungkan dua atau lebih tulang belakang

Apa itu spinal fusion?

Spinal fusion adalah operasi yang dilakukan untuk menyambungkan dua atau lebih tulang belakang (vertebra). Dengan ini, tidak ada lagi pergerakan yang bisa terjadi.
Prosedur ini melibatkan penggunaan tulang tambahan yang akan mengisi ruang di antara tulang belakang. Hal ini mengurangi kelenturan tulang belakang, tapi dapat mengatasi gangguan yang menyebabkan nyeri punggung.Dokter juga mungkin menggunakan piringan logam dan sekrup guna menahan kedua tulang belakang agar dapat menyatu secara permanen selama masa pemulihan.

Kenapa spinal fusion diperlukan?

Dokter akan merekomendasikan spinal fusion untuk mengatasi:
  • Deformitas tulang belakang

Spinal fusion dapat membantu dalam mengatasi kelainan bentuk pada tulang belakang, seperti skoliosis.
  • Kelemahan atau tidak stabilnya tulang belakang

Tulang belakang bisa menjadi tidak stabil bila terdapat pergerakan abnormal atau berlebih antardua ruas tulang belakang. Kondisi ini merupakan efek samping umum dari radang sendi berat pada tulang belakang.
  • Herniasi bantalan tulang belakang

Fusi tulang belakang dapat dilakukan untuk menstabilkan tulang punggung setelah pengangkatan bantalan tulang yang mengalami herniasi.Dengan dilakukan spinal fusion, perbaikan bentuk dan kestabilan, sekaligus pengurangan nyeri bisa diberikan pada pasien.

Siapa yang membutuhkan spinal fusion?

Prosedur spinal fusion dilakukan pada pasien dengan gangguan tulang belakang yang menimbulkan nyeri. Beberapa jenis kondis medis ini meliputi:
  • Tumor
  • Stenosis spinal, yaitu enyempitan tulang belakang
  • Herniasi pada bantalan tulang belakang
  • Penyakit degenerasi bantalan tulang belakang
  • Patah tulang belakang
  • Kifosis (bungkuk)
  • Skoliosis
  • Kelemahan atau tidak stabilnya tulang belakang karena radang sendi, tumor, atau infeksi
  • Spondylolisthesis, yakni kondisi tergelincirnya tulang belakang ke tulang di bawahnya sehingga menimbulkan nyeri hebat

Apa saja persiapan untuk menjalani spinal fusion?

Beberapa langkah persiapan berikut perlu dilakukan:

1. Beberapa hari sebelum operasi

  • Menginformasikan pada dokter tentang obat-obatan, suplemen, atau obat herbal yang dikonsumsi tanpa resep dokter
  • Berhenti merokok
  • Menghentikan konsumsi obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin, ibuprofen, clopidogrel, dan warfarin setidaknya dua minggu sebelum operasi
  • Mengunjungi dokter untuk kontrol rutin terkait diabetes, penyakit jantung, dan penyakit
  • Memberitahukan pada dokter bila pasien mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar
  • Menanyakan pada dokter mengenai obat mana yang masih boleh dikonsumsi hingga hari operasi
  • Memberitahuian pada dokter mengenai riwayat demam, flu, atau penyakit lain yang dialami

2. Pada hari operasi

  • Mengikuti arahan dokter terkait puasa
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai arahan dokter
  • Sampai di rumah sakit tepat waktu

Bagaimana spinal fusion dilakukan?

Fusi spinal akan dilaksanakan di bawah pengaruh bius umum. Dengan ini, pasien akan tertidur selama operasi berlangsung.Terdapat banyak teknik spinal fusion yang bisa dilakukan. Teknik yang dipilil oleh dokter bedah akan bergantung pada lokasi tulang belakang yang akan dioperasi, penyebab, dan kondisi kesehatan pasien secara umum.Secara umum, spinal fusion dilakukan dengan cara:
  • Membuat sayatan

Untuk mencapai tulang belakang yang akan disatukan, dokter akan membuat sayatan pada salah satu dari tiga lokasi yang meliputi leher, punggung, atau perut dan tenggorokan.
  • Menyiapkan cangkok tulang

Cangkok tulang yang dipakai untuk menyatukan ruas tulang belakang biasanya berasal dari tulang pasien sendiri. Tulang panggul merupakan bagian yang sering digunakan.Dokter akan membuat sayatan di atas tulang panggul, mengangkat sebagian kecil tulang, dan menjahit sayatan.
  • Menyatukan tulang (fusi)

Untuk menyatukan tulang belakang, dokter akan meletakkan tulang cangkok yang telah diambil di antara ruas tulang punggung. Dokter bisa memakai piringan logam dan sekrup untuk menahan ruas tulang belakang ini agar dapat menyatu secara permanen selama pemulihan.Pada beberapa kasus, dokter menggunakan bahan sintetis sebagai pengganti cangkok tulang. Bahan ini akan membantu dalam merangsang pertumbuhan tulang dan mempercepat penyatuan ruas tulang belakang yang dioperasi.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah spinal fusion?

Setelah prosedur fusi spinal, pasien biasanya akan menjalani rawat inap selama 2-3 hari di rumah sakit. Pasien mungkin merasa nyeri dan kurang nyaman, tapi keluhan ini tergantung pada lokasi serta luas operasi yang dilakukan. Gejala ini akan berkurang dengan pemberian obat-obatan.Ketika sudah diperbolehkan pulang, pasien tetap harus mematuhi petunjuk dokter dengan saksama. Jangan lupa untuk segera hubungi dokter apabila terjadi infeksi di lokasi operasi dengan gejala-gejala di bawah ini:
  • Kemerahan, nyeri saat ditekan, atau bengkak
  • Keluarnya cairan dari luka operasi
  • Menggigil
  • Demam lebih dari 380 C
Butuh waktu beberapa bulan hingga tulang belakang benar-benar pulih dan menyatu. Dokter mungkin menganjurkan pemakaian brace atau alat penyangga tulang agar tulang pasien tetap lurus.Fisioterapi juga dapat dilakukan untuk membantu supaya pasien dapat bergerak, berjalan, duduk, dan berdiri dengan posisi yang tepat.Pasien biasanya dapat kembali beraktivitas dan berolahraga setelah 6-10 minggu pascaoperasi spinal fusion.

Apa saja komplikasi spinal fusion?

Spinal fusion umumnya tergolong aman, namun rsiko komplikasinya tetap ada. Beberapa komplikasi spinal fusion yang mungkin terjadi meliputi:
  • Infeksi
  • Penyembuhan luka yang kurang baik
  • Perdarahan
  • Terbentuknya gumpalan darah
  • Cedera pada pembuluh darah atau serabut saraf di sekitar tulang belakang
  • Nyeri pada lokasi pengambilan cangkok tulang
skoliosisnyeri punggung
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002968.htm
Diakses pada 4 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/spinal-fusion
Diakses pada 4 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/spinal-fusion/about/pac-20384523
Diakses pada 4 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email