Skrining Sifilis

11 Mar 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dengan menjalani skrining sifilis, Anda bisa mengantisipasi risiko penyebaran infeksi menular seksual.Tes sifilis diperlukan untuk mengantisipasi penularan infeksi menular seksual.

Apa itu prosedur tes sifilis?

Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering ditemukan. Penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang ditularkan melalui aktivitas seksual per-vaginam, per-oral, atau per-anal dengan orang yang terinfeksi. Gejala sifilis umumnya ditandai dengan lesi kecil dan tidak nyeri yang disebut sebagai chancre dan dapat ditemukan di daerah kelamin, dubur, atau mulut.
Kemudian pada tahapan berikutnya, dapat muncul gejala mirip flu (flu-like-symptoms) yang disertai dengan munculnya ruam pada kulit. Pada tahap akhir sifilis, infeksi ini dapat menyerang organ otak, saraf tulang belakang, jantung, dan organ-organ lainnya. Untuk mencegah terjadinya tahapan akhir dari sifilis, tes sifilis yang digunakan sebagai sarana skrining dan diagnostik infeksi sifilis pada tahapan pertama, ketika sifilis sudah menjadi lebih mudah diobati.

Mengapa prosedur tes sifilis perlu dilakukan?

Prosedur tes sifilis dilakukan sebagai sarana skrining dan diagnostik sifilis. Bila hasilnya positif, maka Anda harus menjalani beberapa tes lain untuk memastikan infeksi sifilis dengan tes diagnostik konfirmasi. Berikut ini beberapa tes yang menjadi sarana skrining dan diagnostik untuk memastikan adanya sifilis:

Skrining sifilis:

  • Rapid plasma regain (RPR), yang bertujuan untuk mencari antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis
  • Venereal disease research laboratory (VDRL), yang juga bertujuan untuk mencari antibodi terhadap sifilis di dalam darah atau cairan serebrospinal
  • Rapid immunochromatographic test, yang dikerjakan secara sederhana dan hasilnya dapat diketahui dengan cepat

Diagnostik sifilis:

  • Enzyme immunoassay (EIA), yang bertujuan untuk memeriksa antibodi sifilis
  • Fluorescent treponemal antibody absorbtion (FTA-ABS), yang dapat mendeteksi antibodi sifilis setelah 3-4 minggu terpapar bakteri sifilis. Tes ini dapat dilakukan pada darah atau cairan serebrospinal.
  • Treponema pallidum particle agglutination assay (TPPA)
  • Tes mikroskop lapangan gelap, untuk melihat keberadaan bakteri sifilis pada jaringan atau cairan yang didapat dari luka akibat sifilis
  • Microhemagglutination assay atau Treponema pallidum haemagglutination (MHA-TP atau TPHA), yang merupakan tes konfirmasi sifilis bila hasil skrining menunjukkan hasil positif
Tes skrining dan tes diagnostik sifilis perlu dijalani apabila pasangan telah terdiagnosis dengan sifilis dan/atau Anda memiliki gejala dari infeksi sifilis. Gejala sifilis muncul 2-3 minggu setelah infeksi terjadi dengan gejala berupa:
  • Lesi kecil dan tidak nyeri (chancre) pada daerah kelamin, dubur, dan mulut
  • Ruam pada kulit, terutama pada daerah telapak tangan dan telapak kaki
  • Demam, nyeri kepala, dan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Mudah lelah, penurunan berat badan, dan rambut rontok
Ibu hamil disarankan menjalani tes sifilis untukmencegah penularan sifilis dari ibu ke bayi. Selain itu, apabila termasuk dalam populasi risiko tinggi yang rentan mengalami infeksi sifilis, Anda juga harus menjalani tes skrining dan diagnostik untuk sifilis. Berikut ini beberapa kelompok yang dapat dikategorikan sebagai populasi dengan risiko tinggi infeksi sifilis:
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  • Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman
  • Terinfeksi HIV/AIDS
  • Memiliki penyakit menular seksual lainnya, seperti gonore

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur tes sifilis?

Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum menjalani prosedur tes sifilis. Namun, apabila akan menjalani prosedur pungsi lumbal, maka Anda disarankan untuk buang air kecil dan buang air besar sebelum menjalani tes.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur tes sifilis?

Tim medis akan mengambil sampel darah Anda menggunakan jarum kecil. Setelah jarum berhasil dimasukkan ke dalam pembuluh darah Anda, tim medis akan mengambil darah dan menempatkannya pada tabung khusus yang sudah disediakan. Prosedur ini memakan waktu kurang lebih 5 menit. Anda akan merasakan rasa nyeri sedikit selama prosedur dijalankan.

Hasil apa yang didapatkan dari tes sifilis?

Apabila hasil tes skrining sifilis negatif, artinya Anda tidak mengalami infeksi sifilis. Namun, karena antibodi terhadap sifilis dapat terbentuk selama beberapa minggu setelah infeksi terjadi, Anda disarankan untuk menjalani tes skrining ulang untuk sifilis. Konsultasikan pada tim medis mengenai waktu yang tepat untuk menjalani skrining ulang tes sifilis.Bila hasil tes skrining positif, maka tes diagnostik konfirmasi harus dilakukan untuk membuktikan Anda tidak terinfeksi oleh sifilis. Bila hasil tes konfirmasi Anda positif, maka diperlukan terapi untuk sifilis dengan menggunakan antibiotik penicillin.

Apa saja risiko dari prosedur tes sifilis?

Hanya ada sedikit risiko akibat pengambilan darah pada prosedur tes sifilis. Anda akan merasakan nyeri dan lebam pada daerah pengambilan darah, yang akan menghilang dengan sendirinya.
penyakit menular seksualinfeksi menular seksualsifilis
University of Michigan. https://www.uofmhealth.org/health-library/hw5839
Diakses pada 6 Maret 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/lab-tests/syphilis-tests/
Diakses pada 6 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email