Prosedur skin graft dapat dilakukan oleh dokter kulit dan dokter bedah plastik
Skin graft bisa dilakukan oleh dokter bedah plastik maupun dokter kulit

Apa itu skin graft?

Skin graft adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan cara mengambil kulit di area tubuh tertentu, kemudian mencangkoknya pada area kulit lain yang bermasalah. Prosedur ini disebut juga transplantasi kulit.

Biasanya, prosedur skin graft dilakukan pada kasus luka bakar, cedera, atau penyakit lain yang memengaruhi tampilan kulit penderitanya.

Terdapat dua jenis skin graft yang meliputi:

  • Partial atau split thickness skin graft. Prosedur ini hanya mengambil lapisan tipis kulit.
  • Full thickness skin graft yang mengambil lapisan kulit yang lebih tebal.

Kenapa skin graft diperlukan?

Beberapa kondisi medis yang menjadi alasan skin graft meliputi:

  • Infeksi kulit
  • Luka bakar yang dalam
  • Luka terbuka yang luas
  • Luka pada kulit yang belum sembuh sempurna dan proses penyembuhannya lama
  • Operasi pada kanker kulit

Seberapa sering Anda harus menjalani skin graft?

Hingga kini, belum ada panduan spesifik mengenai seberapa sering seseorang harus  menjalani skin graft. Dokter akan melakukan evaluasi setelah prosedur ini guna menilai apakah transplantasi kulit tersebut berhasil atau tidak.

Bila skin graft dianggap tidak berhasil oleh dokter, Anda mungkin membutuhkan prosedur cangkok kulit lanjutan. Alasan skin graft tidak berhasil umumnya adalah bila:

  • Terjadi infeksi
  • Adanya penumpukan cairan atau pembekuan darah di bawah kulit yang dicangkok
  • Terlalu banyak pergerakan pada area kulit yang sudah menjalani transplantasi
  • Aliran darah yang buruk pada area kulit yang dicangkok akibat merokok

Apa saja persiapan untuk menjalani skin graft?

Persiapan yang bisa Anda lakukan sebelum menjalani prosedur skin graft meliputi:

  • Mendiskusikan manfaat dan risiko prosedur skin graft dengan dokter
  • Informasikan pada dokter tentang obat-obatan yang rutin Anda konsumsi (terutama obat pengencer darah) atau bila Anda sering mengonsumsi alkohol
  • Berhenti merokok sebelum dan sesudah operasi karena merokok dapat mengganggu proses pemulihan skin graft
  • Berpuasa pada malam sebelum prosedur dilakukan

Bagaimana prosedur skin graft dilakukan?

Seperti disebutkan sebelumnya, terdapat dua jenis skin graft yang meliputi split thickness skin graft dan full thickness skin graft.

Prinsip kedua jenis prosedur tersebut sama, yaitu mengambil jaringan kulit dari area tubuh tertentu dan mencangkoknya ke bagian kulit lain yang membutuhkannya. Perbedaaannya hanyalah pada ketebalan kulit yang diambil.

Prosedur skin graft umumnya meliputi:

1. Pembiusan

Pasien menjalani pembiusan sesuai kondisinya dan kebutuhan prosedur operasi.

2. Pengambilan kulit

Dokter akan mengambil kulit yang diperlukan dari bagian tubuh tertentu. Proses ini bisa menggunakan metode split thickness atau full thickness.

  • Split-thickness skin graft

Pada prosedur split-thickness skin graft, dokter akan mengambil kulit dari bagian tubuh yang biasanya tersembunyi oleh pakaian. Misalnya, area panggul atau bagian luar paha.

  • Full-thickness skin graft

Pada full-thickness skin graft, dokter akan mengambil kulit dari area perut, selangkangan, lengan bawah, atau area kulit di atas tulang klavikula pada bahu.

3. Pencangkokan

Setelah bagian kulit diambil, dokter bedah perlahan-lahan akan mencangkoknya pada area kulit yang ditargetkan. Dokter kemudian mempertahankannya agar tetap di tempatnya dengan semacam dressing (penutup), staples, atau jahitan.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah prosedur skin graft?

Proses pemulihan kulit setelah operasi skin graft tergantung pada jenis prosedurnya. Berikut penjelasannya:

  • Bila Anda menjalani prosedur split-thickness skin graft, durasi penyembuhan relatif cepat.
  • Jika Anda menjalani full-thickness skin graft, Anda mungkin butuh rawat inap di rumah sakit selama 1-2 minggu setelahnya.

Setelah Anda keluar dari rumah sakit, ikutilah petunjuk-petunjuk berikut untuk mempercepat pemulihan kulit dan meningkatkan keberhasilan skin graft:

  • Memakai perban pada area kulit yang transplantasi kulit selama 1-2minggu. Dokter akan mengajarkan cara merawat dan mengganti perban pada Anda.
  • Melindungi area skin graft dari trauma atau cedera selama 3-4 minggu. Misalnya, menghindari gesekan atau benturan, serta tidak melakukan olahraga yang dapat mencederai atau meregangkan skin graft.
  • Mengikuti terapi fisik sesuai rekomendasi dokter bedah Anda.

Apa saja komplikasi skin graft?

Seperti prosedur medis lainnya, skin graft juga memiliki risikonya sendiri. Beberapa komplikasi transplantasi kulit ini meliputi:

  • Alergi terhadap obat bius
  • Gangguan pernapasan
  • Perdarahan
  • Infeksi, terutama di lokasi skin graft
  • Gangguan pembekuan darah
  • Kegagalan skin graft yang menyebabkan proses pemulihan kulit pascaprosedur berlangsung lama
  • Penurunan sensasi atau indera peraba pada kulit
  • Peningkatan sensitivitas kulit
  • Jaringan parut pada kulit yang menjalani skin graft
  • Perubahan warna pada kulit
  • Permukaan kulit menjadi tidak rata

Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-graft#procedure
Diakses pada 3 Maret 2020

NHS.uk. https://www.nhs.uk/conditions/plastic-surgery/what-happens/
Diakses pada 3 Maret 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002982.htm
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait

Flu singapura sebagai salah satu penyakit kulit pada bayi ditandai dengan adanya ruam.

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi Ini Sering Menyerang

Penyakit kulit pada bayi biasa terjadi karena sistem imun bayi belum berkembang dengan sempurna. Penyakit kulit pada bayi, seperti flu singapura, campak, cacar air, dsb.