Sistoskopi atau Cystoscopy

08 Feb 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sistoskopi atau cystoscopy adalah prosedur medis untuk memeriksa kondisi permukaan kandung kemih dan uretra.Sistoskopi atau cystoscopy dilakukan untuk memeriksa permukaan kandung kemih serta uretra.

Apa itu prosedur sistoskopi?

Sistoskopi adalah suatu prosedur yang dilakukan dokter untuk memeriksa permukaan kandung kemih dan uretra. Prosedur sistoskopi dilakukan dengan memasukkan sebuah tabung (sistoskop) yang dilengkapi dengan kamera melalui uretra (terletak di ujung penis bagi pria dan terletak di atas vagina bagi wanita).
Tabung ini dimasukkan hingga mencapai kandung kemih. Sistoskopi dilakukan di ruangan khusus. Sebelum prosedur sistoskopi dilakukan, pasien mendapatkan anestesi lokal atau umum, untuk mengurangi rasa sakit selama tindakan berjalan.

Mengapa prosedur sistoskopi perlu dilakukan?

Dokter melakukan sistoskopi untuk mendiagnosis, memonitor, dan melakukan terapi bagi kondisi medis yang mengganggu fungsi kandung kemih dan uretra. Secara spesifik, prosedur sistokopi dibutuhkan untuk:
  • Mencari penyebab munculnya gejala klinis seperti darah pada urine (hematuria), inkontinensia urine, nyeri saat berkemih (disuria), dan kandung kemih overaktif. Sistoskopi dapat juga digunakan untuk menentukan penyebab infeksi saluran kemih yang berulang.
  • Untuk mendiagnosis gangguan pada uretra dan kandung kemih seperti kanker, striktur, batu kandung kemih, peradangan kandung kemih (sistitis), dan nyeri panggul.
  • Tindakan terapi bagi beberapa gangguan pada kandung kemih. Tumor yang berukuran kecil pada kandung kemih dapat diangkat dengan prosedur sistoskopi.
  • Memeriksa pembesaran prostat yang ditandai dengan adanya penyempitan uretra di daerah sekitar kelenjar prostat.
  • Mengambil sampel seperti sampel urine dan sampel jaringan.
  • Memeriksa ginjal dengan sinar-X. Dalam tindakan medis ini, sistoksopi juga digunakan untuk menyuntikkan zat kontras.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur sistoskopi?

Dokter akan memberikan antibiotik sebelum dan sesudah pasien menjalani prosedur sistoskopi. Tes laboratorium untuk urine juga dapat dilakukan sebelum prosedur sistoskopi dilaksanakan. Apabila akan menjalani prosedur sistoskopi dengan menggunakan anestesi umum (bius total), mintalah kerabat untuk mendampingi selama proses pemulihan dan mengantarkan Anda pulang. Bila Anda mengonsumsi obat-obatan secara rutin, beritahukan kepada dokter mengenai hal tersebut. Sebab, beberapa obat-obatan dapat menyebabkan perdarahan berlebih.

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur sistoskopi?

Sebelum menjalani prosedur sistoskopi pastikan Anda sudah mengosongkan kandung kemih dengan buang air kecil.

Apa yang akan dilakukan tim medis selama prosedur sistoskopi berlangsung?

Prosedur sistoskopi umumnya dapat memakan waktu 5-30 menit. Berikut ini langkah-langkah dalam prosedur sistoskopi:
  1. Dokter akan meminta Anda untuk mengosongkan kandung kemih. Setelah kandung kemih kosong, Anda akan diminta tidur terlentang dengan meletakkan kaki pada sadel ranjang periksa, dengan posisi lutut tertekuk.
  2. Dokter akan memberikan sedasi atau anestesi bila diperlukan. Sedasi dan anestesi diberikan melalui pembuluh darah di lengan.
  3. Dokter akan memasukkan sistoskop (kaku atau fleksibel) dengan ukuran yang sesuai secara perlahan. Sebelum memasukkan sistoskop, dokter akan memberikan gel anestesi ke dalam uretra untuk mencegah timbulnya rasa nyeri pada saat sistoskop dimasukkan.
  4. Dokter akan memeriksa uretra dan kandung kemih melalui lensa yang tertanam di sistoskop fsn terhubung dengan kamera video. Pada saat mengevaluasi kandung kemih, dokter akan mengisi kandung kemih dengan cairan steril untuk mengembangkan kandung kemih, Jadi, kandung kemih dapat dievaluasi dengan lebih jelas. Pada saat kandung kemih terisi dengan cairan steril, Anda akan merasa ingin buang air kemih dan itu merupakan hal yang wajar.
  5. Bila diperlukan, prosedur lain seperti pengambilan jaringan juga bisa dilakukan bersamaan tindakan sistoskopi.
  6. Setelah prosedur selesai, dokter akan mengeluarkan sistoskop dan meminta Anda berkemih untuk membuang cairan steril yang diisikan di kandung kemih.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani prosedur sistoskopi?

Anda dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari jika tidak mendapatkan sedasi atau anestesi umum. Namun, bila mendapat sedasi dan anestesi umum, Anda akan diminta untuk berada di ruang pemulihan hingga efek obat-obatan menghilang.Setelah menjalani prosedur sistoskopi, beberapa efek samping prosedur seperti perdarahan dari uretra, sensasi terbakar saat berkemih, dan sering berkemih dapat muncul. Untuk mengtasi hal tersebut Anda dapat meletakkan kain bersih hangat di sekitar ujung uretra dan minum air yang lebih banyak untuk mengurangi iritasi pada kanding kemih.

Hasil apa yang didapatkan dari sistoskopi?

Hasil dari sistoskopi dapat didiskusikan langsung segera setelah prosedur selesai. Bila pada prosedur sistoskopi, dokter mengambil jaringan untuk diperiksa, maka hasil tersebut akan keluar beberapa hari setelah hasil tes dilakukan.

Apa saja risiko dari prosedur sistoskopi?

Pada saat maupun setelah prosedur sistoskopi dilakukan, beberapa komplikasi yang bisa timbul berupa:
  • Infeksi. Meskipun jarang, infeksi saluran kemih dapat terjadi setelah prosedur sistoskopi. Oleh karena itu, dokter akan memberikan antibiotik sebelum dan sesudah prosedur sistoskopi dilakukan.
  • Perdarahan pada urine.
  • Nyeri perut dan sensasi terbakar pada saat berkemih. Gejala ini umumnya bersifat ringan dan akan menghilang dengan sendirinya,s beberapa saat setelah prosedur selesai dilakukan. Bila nyeri dan sensasi terbakar pada saat berkemih berlangsung lebih dari dua hari, segera hubungi dokter.
infeksi saluran kemihkandung kemih
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cystoscopy/about/pac-20393694
Diakses pada 5 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/prostate-cancer/guide/cystoscopy#1
Diakses pada 5 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/cystoscopy#anesthesia
Diakses pada 5 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email