Rontgen Gigi

25 May 2021|Popy Hervi Putri
Ditinjau olehNina Hertiwi Putri
Rontgen gigi akan memberikan gambar kondisi gigi dengan detailRontgen gigi memberikan gambar kondisi gigi secara detail

Apa itu rontgen gigi?

Rontgen gigi adalah gambar gigi-geligi yang digunakan dokter gigi untuk mengevaluasi kesehatan mulut pasien. Sinar X ini memakai radiasi tingkat rendah guna menangkap gambar bagian dalam gigi serta gusi.
Prosedur yg juga disebut radiograf atau ini bertujuan membantu dokter gigi dalam mengidentifikasi masalah. Misalnya, gigi berlubang, kerusakan gigi, dan gigi yang tidak bisa keluar dari gusi (impaksi).Rontgen gigi memang menggunakan radiasi dan mungkin tampak rumit, tapi termasuk aman untuk dijalani. Oleh karena itu, pasien tidak perlu takut.

Kenapa rontgen gigi diperlukan?

Rontgen gigi diperlukan untuk mendiagnosis gangguan kesehatan gigi dan rahang. Berikut contohnya:
  • Pembusukan gigi yang berkembang (seperti gigi susu)
  • Ruang di mulut untuk menampung semua gigi yang masuk
  • Perkembangan gigi bungsu
  • Impaksi gigi, termasuk gigi bungsu
  • Pembusukan gigi, terutama area kecil pembusukan di antara gigi
  • Kerusakan di bawah tambalan gigi
  • Keropos tulang di rahang
  • Perubahan pada tulang atau saluran akar akibat infeksi
  • Kondisi dan posisi gigi untuk membantu persiapan pasang kawat gigi, implan gigi, gigi palsu atau prosedur gigi lain
  • Abses gigi
  • Kista dan beberapa jenis tumor
  • Penyakit periodontal (gusi)

Siapa yang membutuhkan rontgen gigi?

Rontgen gigi umumnya dibutuhkan oleh beberapa orang dengan kondisi berikut:
  • Suka mengonsumsi makanan dan minuman manis
  • Memiliki mulut kering, baik karena obat-obatan (seperti obat antidepresan, obat anti-kecemasan, antihistamin, dan lain-lain) atau kondisi medis (seperti sindrom Sjogren, kelenjar ludah yang rusak, pengobatan radiasi pada kepala dan leher)
  • Merokok karena berisiko tinggi terkena penyakit gusi

Seberapa sering Anda harus menjalani rontgen gigi?

Kebutuhan rontgen gigi bisa berbeda-beda untuk tiap orang, tergantung pada kondisi kesehatan gigi dan mulutnya. Sebagian orang bisa menjalani prosedur ini tiap enam bulan sekali atau satu tahun sekali.

Apa saja persiapan untuk menjalani rontgen gigi?

Sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan mulut, termasuk rontgen gigi, pasien sebaiknya mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Menyikat gigi dengan bersih
  • Membuat daftar mengenai kebiasaan makan
  • Mencatat obat-obatan yang dikonsumsi, termasuk obat medis, obat herbal, serta suplemen
  • Mencatat riwayat penyakit, misalnya alergi

Bagaimana rontgen gigi dilakukan?

Ada beberapa prosedur rontgen gigi yang dapat dianjurkan oleh dokter gigi. Apa sajakah itu?

Intraoral X-ray

Intraonal X-ray adalah jenis rontgen gigi yang paling sering dilakukan oleh dokter gigi. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk menemukan gigi berlubang dan memeriksa kesehatan akar maupun tulang di sekitar gigi.Prosedur rontgen gigi ini dibagi lagi menjadi beberapa tibe berikut:
  • Bitewing

Saat melakukan bitewing, dokter akan meminta pasien untuk menggigit selembar kertas khusus. Tindakan medis ini berguna untuk mendeteksi kerusakan di antara gigi dan perubahan ketebalan tulang akibat penyakit gusi.
  • Oklusal

Rontgen oklusal dilakukan saat rahang pasien tertutup, guna melihat gigi atas dan bawah sejajar atau tidak. Tujuannya adalah mendeteksi kelainan anatomi di dasar atau langit-langit mulut.
  • Periapikal

Rontgen gigi periapikal memungkinkan dokter untuk melihat seluruh struktur gigi, dari mahkota hingga akar gigi. Dengan ini, dokter bisa mendeteksi ada tidaknya perubahan abnormal pada akar maupun struktur tulang di sekitar gigi.

Extraoral X-ray

Extraoral X-ray bermanfaat untuk mendeteksi masalah gigi di rahang dan tengkorak pasien. Jenis-jenisnya meliputi:
  • Panorama

Untuk melakukan rontgen panorama, dokter akan meletakkan mesin yang berputar di sekitar kepala pasien. Dokter gigi biasanya menggunakan teknik ini untuk memeriksa gigi bungsu, merencanakan pemasangan perangkat gigi, atau menyelidiki masalah rahang.
  • Tomogram

Tomogram akan menunjukkan lapisan mulut tertentu dan mengaburkan lapisan lainnya. Sinar X ini berguna untuk memeriksa struktur yang sulit terlihat.
  • Sialogram

Untuk melakukan sialogram, dokter akan menyuntikkan cairan pewarna ke kelenjar ludah. Dengan ini, kelenjar ludah dapat terlihat dengan jelas.Jenis rontgen ini bermanfaat untuk menemukan sumber masalah pada kelenjar ludah. Contonya, penyumbatan kelenjar atau sindrom Sjogren.
  • Cephalometric projections

Cephalometric projections akan menunjukkan seluruh sisi kepala pasien. Jenis rontgen bertujuan melihat hubungan antara kondisi gigi dengan rahang.
  • Cone beam CT

Cone beam CT dilakukan untuk mendeteksi masalah gusi, akar gigi, dan rahang. Prosedur ini juga dapat mengevaluasi kista maupun tumor di mulut serta wajah.
  • Dental computed tomography (CT)

Dental CT berfungsi menemukan masalah pada tulang wajah, seperti kista, tumor, dan patah tulang.

Apa saja yang perlu dilakukan setelah rontgen gigi?

Setelah rontgen gigi, dokter gigi akan segera memeriksa hasilnya. Jika ditemukan masalah, seperti gigi berlubang atau kerusakan gigi lain, dokter akan mendiskusikan perawatan lebih lanjut dengan pasien.Namun bila tidak ada gangguan gigi signifikan yang ditemukan, dokter biasanya akan melakukan perawatan gigi seperti biasa. Dokter juga akan menyarankan pasien untuk tetap menjalani pemeriksaan gigi dengan rutin, yakni enam bulan sekali.

Apa saja risiko komplikasi rontgen gigi?

Risiko komplikasi rontgen gigi tergolong kecil. Pasalnya, prosedur ini aman untuk dijalani, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.Namun untuk mengurangi risiko terpapar sinar X, dokter gigi dapat meletakkan bib atau celemek khusus di bagian dada, perut, dan panggul pasien.
sakit gigigigi bungsugigi berlubang
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11199-dental-x-rays
Diakses pada 25 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-x-rays
Diakses pada 25 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/dental-x-rays
Diakses pada 25 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email