Rontgen Dada (Thoraks)

15 Jan 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Rontgen dada dilakukan dengan alat khususRontgen dada bisa Anda jalani sambil berbaring

Apa itu rontgen dada?

Rontgen dada adalah suatu pemeriksaan pencitraan struktur dan organ di bagian dada, yang menggunakan sinar-X. Prosedur ini bersifat non-invasif, sehingga tidak memerlukan pembedahan.
Pemindaian X-ray melibatkan radiasi untuk menghasilkan gambar jantung, paru-paru, saluran napas, pembuluh darah, dan tulang di bagian dada.Selain untuk mengevaluasi kondisi paru-paru, jantung, dan dinding dada, prosedur ini juga bisa membantu dokter dalam:
  • Menentukan penyebab sesak napas, batuk lama, demam, nyeri dada, atau cedera.
  • Mendiagnosis dan memantau efektivitas pengobatan dari beberapa penyakit, seperti emfisema paru dan kanker.
Karena rontgen dada (thoraks) tergolong cepat dan mudah dilakukan, prosedur ini seringkali diperlukan dalam diagnosis dan penanganan kegawatdaruratan medis.

Berapa biaya rontgen dada?

Biaya rontgen dada bisa bervariasi. Perbedaan harga ini tergantung pada banyaknya posisi gambar yang diperlukan serta pusat layanan kesehatan yang menyelenggarakannya. Namun secara umum, harganya di rumah sakit swasta dimulai dari Rp 180.000.

Kenapa rontgen dada diperlukan?

Rontgen dada merupakan pemeriksaan umum yang akan dilakukan sebagai prosedur awal pada pasien dengan penyakit jantung atau gangguan paru-paru. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mengecek respons pasien terhadap pengobatan.Rontgen dada dapat membantu dokter dalam melihat kondisi-kondisi sebagai berikut:
  • Kondisi paru-paru

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kanker, infeksi, atau udara yang terkumpul di sekitar paru-paru (pneumothoraks).Rontgen dada juga bisa mendeteksi penyakit paru-paru kronis. Misalnya, emfisema atau cystic fibrosis dan komplikasi terkait gangguan paru tersebut.
  • Kelainan jantung

Rontgen dada dapat melihat perubahan paru-paru yang terjadi karena kelainan jantung. Contohnya, penumpukan cairan dalam paru-paru (edema paru) yang bisa disebabkan oleh gagal jantung.
  • Ukuran dan batas jantung

Adanya perubahan dalam ukuran dan batas jantung dapat menjadi indikasi gagal jantung, penumpukan cairan di sekeliling jantung (efusi perikardial), atau gangguan katup jantung.
  • Pembuluh darah

Batas dari pembuluh darah arteri dan vena pulmonal yang terletak di dekat jantung akan tampak jelas pada foto rontgen. Karena itu, kelainan pembuluh darah atau penyakit jantung bawaan dapat terdeteksi melalui pemindaian ini.
  • Penumpukan kalsium

Rontgen dada juga bisa mendeteksi adanya kalsium dalam jantung atau pembuluh darah. Kalsium menandakan kerusakan pada katup jantung, pembuluh darah koroner, otot jantung, atau lapisan pelindung yang mengelilingi jantung.Penumpukan kalsium di paru-paru umumnya berasal dari infeksi lama yang sebenarnya telah sembuh.
  • Patah tulang atau fraktur

Patah tulang iga, patah tulang belakang, atau kelainan tulang lainnya dapat diketahui melalui rontgen dada.
  • Kondisi pascaoperasi

Pemeriksaan ini diperlukan untuk memantau keadaan pasien pascaoperasi dada. Misalnya, setelah operasi jantung, paru-paru, atau tenggorokan.Dokter dapat melihat selang atau saluran yang dipasang ketika operasi guna memastikan tidak adanya kebocoran atau penumpukan air maupun udara.
  • Kondisi alat pacu jantung, defibrilator, atau kateter

Rontgen dada biasanya dilakukan setelah pemasangan alat pacu jantung (pacemakers), defibrilator, atau kateter. Langkah ini bertujuan memastikan alat-alat tersebut sudah terpasang pada posisi yang tepat.

Siapa yang membutuhkan rontgen dada?

Rontgen dada termasuk pemeriksaan pencitraan yang pertama kali dilakukan untuk membantu dokter dalam mendiagnosis pasien dengan gejala yang meliputi:

Apa saja persiapan untuk menjalani rontgen dada?

Beberapa persiapan yang biasanya dilakukan sebelum rontgen dada meliputi:
  • Informasikan pada dokter bila Anda sedang atau berkemungkinan Rontgen dada biasanya tidak boleh dilakukan selama enam bulan pertama kehamilan.
  • Beritahukan pada dokter jika Anda memiliki tindikan atau tato di daerah dada.
  • Mengenakan pakaian yang mudah dilepas, misalnya berkancing di bagian depan.
  • Menandatangani formulir persetujuan prosedur.
  • Melepaskan aksesoris dan perhiasan.
Pasien umumnya tidak perlu berpuasa sebelum pemeriksaan dilakukan. Obat anestesi (bius) juga tidak diperlukan selama prosedur.

Bagaimana prosedur rontgen dada dilakukan?

Secara umum, rontgen dada (thoraks) hanya berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit dengan prosedur sebagai berikut:
  • Pasien akan diminta melepaskan pakaian, perhiasan, atau aksesoris lainnya karena dapat mengganggu jalannya pemeriksaan.
  • Pasien akan diminta mengenakan pakaian khusus dari rumah sakit.
  • Pasien akan diposisikan berbaring, duduk, atau berdiri, tergantung pada gambar rontgen dada yang dibutuhkan.
  • Pasien akan diminta untuk mendorong bahu ke depan, mengambil napas panjang, dan menahannya hingga rontgen dada dilakukan. Bila pasien tidak bisa menahan napas, teknisi medis (radiolog) akan mengambil gambar sambil memperhatikan gerakan napas pasien.
  • Pasien tidak boleh bergerak selama pemeriksaan ini. Gerakan dapat mempengaruhi kualitas gambar rontgen.
  • Bila gambar rontgen harus diambil dari samping, pasien akan diminta menghadap kanan atau kiri dan mengangkat lengan di atas kepala.
  • Radiolog akan berdiri di belakang jendela khusus selama gambar rontgen diambil.

Seperti apa hasil rontgen dada?

Hasil rontgen dada berupa gambar hitam-putih dari organ-organ di dalam rongga dada. Struktur yang tidak dapat ditembus radiasi akan berwarna putih, sedangkan struktur yang dapat dilewati radiasi akan berwarna hitam.Tulang tampak putih karena sifatnya yang padat. Begitu juga dengan jantung. Namun paru-paru yang berisi udara dan hanya dapat ditembus oleh radiasi dalam jumlah kecil akan tampak gelap.Dokter spesialis radiologi akan menganalisis hasil rontgen dada, mencari tanda-tanda yang dapat mengindikasikan adanya gagal jantung, cairan di sekeliling jantung, kanker, pneumonia, atau kondisi medis lainnya.

Apa saja yang perlu diperhatikan selama dan setelah rontgen dada?

Ronten dada tidak menimbulkan nyeri. Namun pasien mungkin akan merasa tidak nyaman karena suhu ruangan dan pelat sinar-X yang dingin.Pasien dengan arthritis (radang sendi) atau cedera pada dinding dada, bahu, atau lengan mungkin akan merasa tidak nyaman ketika diminta tidak bergerak selama pemeriksaan.Setelah rontgen dada, tidak ada perawatan khusus yang diperlukan. Tapi dokter bisa saja memberikan instruksi lain sesudah pemeriksaan sesuai dengan kondisi pasien.

Apa saja komplikasi rontgen dada?

Risiko rontgen dada adalah paparan radiasi dalam jumlah rendah. Prosedur ini diatur dan dipantau sehingga kadar radiasi yang diperlukan untuk menghasilkan gambar sangat minimum.Ibu hamil dan anak-anak merupakan kalangan yang lebih sensitif terhadap risiko rontgen dada. Namun manfaat pemeriksaan ini dinilai lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkannya.
penyakit jantungkanker paru-paruinfeksi paru-parunyeri dada
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003804.htm
Diakses pada 26 Februari 2020
Johns Hopskins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/chest-xray
Diakses pada 26 Februari 2020
Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=chestrad
Diakses pada 26 Februari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chest-x-rays/about/pac-20393494
Diakses pada 26 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/diagnosing-chest-x-ray
Diakses pada 26 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email