Rontgen adalah pemeriksaan dengan sinar-x, untuk melihat kondisi berbagai organ dalam tubuh.
Rontgen dilakukan dengan menggunakan sinar-x.

Apa itu prosedur rontgen?

Prosedur rontgen adalah tes diagnostik berbasis pencitraan dengan sinar-x (X-ray) yang digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh, tanpa harus membuat sayatan di bagian tubuh. Selain digunakan untuk kepentingan diagnostik, rontgen juga mampu memonitor dan mengobati berbagai macam kondisi. Ada beberapa macam tipe prosedur rontgen, dengan tujuan tersendiri. Misalnya, mamografi untuk memeriksa payudara dan barium enema untuk mengamati saluran pencernaan.

Mengapa prosedur rontgen perlu dilakukan?

Tim medis akan meminta Anda menjalani prosedur rontgen untuk:

  • Memeriksa bagian tubuh yang menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman
  • Mengamati perkembangan penyakit tertentu, seperti osteoporosis
  • Mengevaluasi efektivitas terapi yang diberikan
  • Mengamati beberapa kondisi seperti, kanker tulang, tuberkulosis, tumor payudara, pembesaran jantung, penyakit paru-paru, patah tulang, infeksi, gigi berlubang, maupun benda asing yang tertelan

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur rontgen?

Rontgen adalah prosedur standar yang umumnya tidak memerlukan persiapan khusus sebelum menjalaninya. Anda mungkin akan disarankan untuk menggunakan pakaian yang lebih longgar dan nyaman. Sebab, beberapa pemeriksaan rontgen mengharuskan Anda untuk mengubah posisi.

Bila memakai perhiasan, kacamata, atau aksesoris lain dari berbahan dasar logam, Anda akan diminta untuk melepasnya, karena dapat memengaruhi hasil bacaan rontgen. Jika memiliki riwayat pemasangan implan pada tulang, beritahukan hal tersebut pada tim medis sebelum menjalanin rontgen.

Apabila akan menjalani prosedur rontgen untuk saluran pencernaan Anda diminta untuk berpuasa dan tim medis mungkin akan memberikan obat pencahar supaya gambaran rontgen ampak lebih jelas. Pada beberapa kondisi, Anda akan mendapatkan zat kontras atau zat warna sebelum prosedur rontgen dilakukan. Hal ini dilakukan supaya gambaran yang dikehendaki menjadi lebih jelas. Zat kontras ini berbahan dasar iodin atau barium, yang dapat diberikan dengan beberapa cara seperti diminumkan, disuntikkan, atau melalui prosedur enema.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur rontgen?

Anda akan diminta untuk mengganti baju dengan baju yang telah disediakan. Teknisi radiologi (radiografer) atau dokter radiologi akan menginstruksikan posisi yang sesuai, bisa duduk, berbaring, atau berdiri. Mesin rontgen akan ditempatkan di dekat Anda untuk dapat mengambil gambaran rontgen. Anda akan diminta untuk tetap diam, tenang, dan menahan napas selama gambar diambil, supaya hasil gambaran rontgen menjadi lebih jelas.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani prosedur rontgen?

Anda dapat kembali mengenakan pakaian pribadi dan beristirahat sebentar, atau langsung kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Hasil apa yang didapatkan dari rontgen?

Dokter radiologi akan mengevaluasi hasil rontgen dan melaporkannya pada dokter yang merawat Anda. Pemeriksaan tambahan mungkin dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat. Bila penyebab keluhan Anda telah ditemukan pada prosedur rontgen, maka dokter akan memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi tersebut.

Apa saja risiko dari prosedur rontgen?

Efek sinar radiasi pada prosedur rontgen masih dalam batas aman bagi orang dewasa, tetapi tidak aman bagi janin. Oleh karena itu, bila Anda hamil atau merasa sedang hamil beritahukan hal tersebut kepada dokter yang merawat. Dengan demikian, dokter bisa melakukan pemeriksaan selain rontgen seperti MRI, yang aman bagi janin.

Zat kontras dapat memiliki risiko atau efek samping seperti reaksi alergi pada kulit (biduran), gatal, mual, pusing, dan rasa logam di dalam mulut. Meskipun jarang ditemukan, zat kontras dapat menyebabkan reaksi alergi berat atau anafilaksis, yang ditandai dengan penurunan tekanan darah hingga henti jantung.

Healthline. https://www.healthline.com/health/x-ray
Diakses pada 6 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-x-ray#1
Diakses pada 6 Maret 2020

Artikel Terkait

Salah satu perawatan payudara saat menyusui yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengganti breast pad secara berkala

Jadi Ibu Pintar Yuk, Ketahui Cara Perawatan Payudara Bagi Ibu Menyusui

Kunci dari perawatan payudara bagi ibu menyusui adalah selalu menjaga kebersihannya. Gunakan juga bra yang tepat dan sering-seringlah memeriksa payudara sendiri.