Rhinoplasty dilakukan oleh tim dokter bedah
Tim dokter bedah melaksanakan rhinoplasty

Apa itu rhinoplasty?

Operasi hidung atau rhinoplasty adalah prosedur memperbaiki bentuk hidung, bisa memodifikasi tulang maupun tulang rawan pada hidung. Prosedur ini merupakan salah satu jenis operasi plastik yang paling umum dilakukan.

Tujuan rhinoplasty bisa berupa alasan estetika maupun kesehatan, dan hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik. Dengan mengubah bentuk atau ukuran hidung, fitur wajah pasien akan menjadi lebih seimbang dan penampilan akan tampak lebih menarik.

Sementara untuk alasan kesehatan, prosedur ini dapat memperbaiki gangguan pernapasan yang disebabkan oleh kelainan pada hidung.

Kenapa rhinoplasty diperlukan?

Operasi hidung diperlukan untuk memperbaiki proporsi hidung dan keharmonisan wajah. Rhinoplasty biasanya dilakukan pada beberapa kondisi berikut:

  • Memperbaiki posisi septum, yakni sekat di antara kedua lubang hidung. Ini merupakan operasi hidung yang paling umum dilakukan.
  • Mengubah ukuran hidung yang tidak sesuai dengan ukuran wajah, misalnya terlalu besar atau kecil.
  • Memperbaiki bentuk di bagian pangkal atau ujung hidung.
  • Mengubah ukuran dan bentuk lubang hidung.
  • Memperbaiki hidung yang tidak simetris.
  • Memperbaiki gangguan pernapasan akibat masalah pada struktural di dalam hidung.
  • Memperbaiki kelainan bentuk hidung karena cacat lahir maupun cedera.

Siapa yang membutuhkan rhinoplasty?

Rhinoplasty menjadi metode yang dipilih untuk alasan kosmetika maupun medis. Berkut penjelasannya:

  • Alasan medis

Rhinoplasty dapat dianjurkan guna mengatasi sumbatan jalan napas ketika pengobatan lain tidak efektif. Sumbatan jalan napas dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti mengorok dan sleep apnea, atau mengganggu aktivitas sehari-hari pasien.

  • Alasan kosmetika

Operasi hidung atas indikasi kosmetik atau estetika dapat dijadwalkan terlebih dahulu. Usia yang disarankan untuk melakukan prosedur ini dimulai dari usia 14-15 tahun pada perempuan dan di atas 15 tahun untuk laki-laki.

Dokter bedah plastik umumnya baru menyarankan operasi hidung pada usia tersebut karena tulang hidung sudah berhenti bertumbuh.

Apa saja persiapan untuk menjalani rhinoplasty?

Sebelum rhinoplasty dilakukan, dokter akan memberikan beberapa petunjuk terkait persiapan operasi. Berikut contohnya:

  • Pasien diminta untuk menghentikan penggunaan obat-obatan pengencer darah seperti aspirin atau ibuprofen.
  • Pemeriksaan rutin preoperasi akan dilakukan untuk memastikan pasien dalam kondisi sehat, sehingga operasi dapat dilakukan dengan aman.
  • Pasien diminta untuk berhenti merokok sekitar 2-3 minggu sebelum dan sesudah operasi.
  • Pasien perlu memastikan ada keluarga atau teman yang mengantarnya pulang setelah operasi.

Bagaimana prosedur rhinoplasty dilakukan?

Rhinoplasty dilakukan di bawah pengaruh obat anestesi atau bius. Teknik anestesi dapat berupa anestesi lokal atau total, tergantung pada tingkat kesulitan prosedur dan anjuran dokter bedah plastik.

Secara umum, prosedur rhinoplasty meliputi:

  • Dokter akan membuat sayatan dari bagian dalam atau luar hidung.
  • Dokter lalu memposisikan tulang dan tulang rawan di bawah kulit hidung.
  • Dokter kemudian mengubah bentuk tulang atau tulang rawan dengan beberapa teknik.
  • Dokter dapat melakukan prosedur pencangkokan tulang dari tulang rawan dari telinga atau bagian hidung yang lebih dalam. Untuk perubahan yang lebih signifikan, dokter bisa memakai tulang rawan dari rusuk, tulang di bagian tubuh lain, atau implan.
  • Setelah perubahan dilakukan, dokter akan mengembalikan kulit dan jaringan hidung pada tempatnya.
  • Dokter lalu menutup sayatan dengan jahitan.
  • Jika posisi septum tidak berada di tengah, dokter akan memperbaikinya guna melancarkan jalur pernapasan pasien.

Setelah oeperasi, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan. Selama di ruang tersebut, tanda-tanda vital pasien akan dipantau, seperti detak jantung, tekanan darah, serta tingkat kesadaran.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah rhinoplasty?

Pasien biasanya dapat pulang di hari yang sama dengan hari operasi. Setelah rhinoplasty, hidung dan wajah pasien akan bengkak serta terasa nyeri. Sakit kepala juga umum dirasakan oleh pasien.

Perban biasanya akan dilepas dalam 3-5 hari pascaoperasi. Sementara penyangga (splint) hidung akan tetap dipasang selama 1-2 minggu.

Pemulihan total membutuhkan waktu beberapa minggu. Pasalnya, proses penyembuhan rhinoplasty tergolong lambat dan bertahap.

Ujung hidung pasien mungkin akan terasa baal dan bengkak selama beberapa bulan. Hasil optimal baru akan tampak hingga satu tahun sesudah operasi.

Apa saja komplikasi rhinoplasty?

Sama seperti operasi besar lainnya, rhinoplasty juga memiliki sederet komplikasi. Beberapa di antaranya meiputi:

  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Reaksi alergi terhadap obat anestesi
  • Kesulitan bernapas melalui hidung
  • Sensai mati rasa atau baal di sekitar hidung yang tidak kunjung hilang
  • Kemungkinan hidung yang tidak simetris
  • Nyeri, bengkak, dan perubahan warna pada hidung yang terus terjadi
  • Bekas luka
  • Lubang pada septum (perforasi septum)
  • Kemungkinan dibutuhkannya operasi tambahan

Healthline. https://www.healthline.com/health/rhinoplasty
Diakses pada 30 Maret 2020

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/otolaryngology/specialty_areas/facial-plastic-reconstructive/cosmetic/rhinoplasty.html
Diakses pada 30 Maret 2020

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/nose-rhinoplasty
Diakses pada 30 Maret 2020

American Society of Plastic Surgeons. https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/rhinoplasty
Diakses pada 30 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/rhinoplasty/about/pac-20384532
Diakses pada 30 Maret 2020

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/thinking-about-rhinoplasty-2019030616112
Diakses pada 30 Maret 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002983.htm
Diakses pada 30 Maret 2020

Artikel Terkait

Bedah vaskuler dapat mengatasi masalah yang ada pada pembuluh darah

Bedah Vaskuler, Prosedur Bedah yang Bisa Menyelamatkan Nyawa

Pembuluh darah memiliki fungsi penting untuk membawa darah ke seluruh tubuh. Namun, adanya masalah pada pembuluh darah bisa membuat organ-organ tubuh tidak berjalan dengan baik. Bedah vaskuler pun menjadi pilihan untuk mengatasi hal ini.