Resusitasi Jantung Paru Dewasa

19 Feb 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Resusitasi jantung paru (RJP) merupakan tindakan yang penting dilakukan saat terjadi henti napas.Resusitasi jantung paru (RJP) perlu dilakukan ketika henti napas terjadi.

Apa itu prosedur resusitasi jantung paru?

Resusitasi jantung paru (RJP) adalah prosedur penyelamatan nyawa pada kondisi gawat darurat yang terjadi akibat terhentinya pernapasan dan detak jantung. Dengan dilakukannya RJP, maka diharapkan aliran udara dan darah di tubuh kembali berjalan dan kematian dapat dihindari. Dalam istilah medis asing, prosedur ini dinamakan sebagai cardiopulmonary resucitation (CPR).

Mengapa prosedur resusitasi jantung paru perlu dilakukan?

Prosedur RJP dilakukan pada kondisi ketika pernapasan dan detak jantung terhenti seperti pada kondisi serangan jantung atau tenggelam. Pada kondisi tersebut, RJP diperlukan untuk tetap mempertahankan jalannya sirkulasi aliran darah, terutama ke daerah otak dan organ vital lain sembari menunggu bantuan medis tiba.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan prosedur resusitasi jantung paru?

Pertama, Anda harus mengetahui kemampuan diri sendiri dalam melakukan RJP. Apabila bukan merupakan tenaga terlatih, tidak pernah mendapatkan pelatihan RJP sebelumnya, pernah mendapatkan pelatihan tetapi sudah lupa, maka Anda disarankan untuk memberikan RJP dengan metode pijat jantung (100-120 kali per menit) tanpa memberikan bantuan napas.Namun, apabila merupakan tenaga terlatih dan siap untuk melakukan RJP kapan saja, maka Anda disarankan untuk melakukan evaluasi RJP lengkap, yaitu pijat jantung, dan bantuan pernapasan. Sebelum melakukan prosedur RJP, berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan dan periksa:
  • Apakah lingkungan sekitar aman? Bila tidak, amankan keadaan terlebih dahulu.
  • Bagaimana kesadaran penderita yang akan ditolong?
  • Apabila penderita tidak sadar, tepuk atau goyangkan bahu dan tanyakan dengan suara yang cukup keras “Apakah Anda baik-baik saja?”
  • Bila penderita tidak merespons dan tidak ada orang di sekitar Anda, segera cari akses komunikasi untuk menghubungi nomor gawat darurat sebelum melakukan RJP kemudian ambil automated external defibrillator (AED), jika ada.
  • Bila penderita tidak merespons dan ada dua orang lain di sekitar Anda, segera bagi tugas, masing-masing untuk menghubungi nomor gawat darurat dan mengambil AED.
  • Pasang AED untuk memeriksa irama jantung. Lakukan pemberian kejut listrik sesuai instruksi yang terdapat pada AED, dan setelah itu lakukan RJP.

Apa yang harus dilakukan selama prosedur resusitasi jantung paru?

Untuk melakukan RJP, selalu ingat C-A-B yang berarti compression, airway, dan breathing. yang diuraikan di bawah ini:

Compression (untuk mengembalikan sirkulasi darah):

  1. Posisikan pasien untuk tidur terlentang pada permukaan yang datar dan solid.
  2. Berlututlah dengan memposisikan lutut di antara leher dan bahu penderita.
  3. Letakkan telapak tangan bagian bawah (tumit) di tengah dada di antara puting susu kemudian letakkan tangan lainnya di atas tangan yang berada di tengah dada.
  4. Usahakan untuk selalu memposisikan siku selurus mungkin, dengan posisi bahu sejajar tangan.
  5. Gunakan berat tubuh Anda untuk melakukan kompresi dada atau pijat jantung dengan kedalaman kurang lebih lima sentimeter dengan kecepatan 100-120 kali per menit.
  6. Bila Anda bukan tenaga yang terlatih, tidak pernah mendapatkan pelatihan RJP sebelumnya, atau pernah mendapatkan pelatihan tetapi sudah lupa, maka lakukan kompresi dada hingga bantuan medis tiba.
  7. Namun apabila Anda tenaga yang terlatih dan siap melakukan RJP, lanjutkan ke tahap airway dan breathing.

Airway (untuk membebaskan jalan napas):

  1. Setelah melakukan kompresi dada sebanyak 30 hitungan, buka jalan napas penderita dengan metode head-tilt dan chin-lift.
  2. Letakkan telapak tangan pada dahi penderita dan secara perlahan tengadahkan kepala penderita.
  3. Gunakan tangan yang lain untuk menarik dagu penderita sehingga jalan napas terbuka.

Breathing (pemberian bantuan napas):

  1. Breathing atau pemberian bantuan napas dapat dilakukan dengan metode mulut ke mulut atau mulut ke hidung, bila mulut tidak dapat dibuka atau mengalami cedera berat.
  2. Setelah jalan napas terbuka, pencet cuping hidung penderita dan tutup mulut penderita dengan mulut Anda untuk memberikan dua kali bantuan napas.
  3. Pastikan selama meniupkan napas, dada penderita terangkat.
Catatan: Satu siklus RJP adalah 30 kali kompresi dada diikuti dua kali bantuan napas.

Apa yang harus dilakukan setelah melakukan satu siklus resusitasi jantung paru?

Anda disarankan untuk tetap melakukan dan menambahkan siklus RJP hingga penderita kembali sadar, atau bantuan medis telah datang.

Hasil apa yang didapatkan dari resusitasi jantung paru?

Dengan melakukan RJP secara tepat pada penderita yang tidak sadar, Anda telah membantu untuk mengembalikan sirkulasi dan oksigenasi ke tubuh penderita. Tanpa oksigen, seseorang dapat mengalami kerusakan otak permanen atau bahkan kematian dalam waktu kurang dari delapan menit.

Apa saja risiko dari prosedur resusitasi jantung paru?

Dengan melakukan kompresi dada, penderita dapat mengalami beberapa efek samping seperti cedera dada, dada terasa sakit, patah tulang rusuk, atau paru-paru menjadi kolaps.
penyakit paru-paruserangan jantunghenti jantung mendadak
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-cpr/basics/art-20056600
Diakses pada 12 Februari 2020
Familydoctor.org. https://familydoctor.org/cardiopulmonary-resuscitation-cpr/
Diakses pada 12 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email