Resusitasi jantung paru anak harus dilakukan setelah anak mengalami serangan jantung maupun tenggelam.
Resusitasi jantung paru anak diperlukan untuk kondisi darurat, termasuk tenggelam dan serangan jantung.

Apa itu prosedur resusitasi jantung paru?

Resusitasi jantung paru (RJP) adalah prosedur penyelamatan jiwa yang digunakan pada keadaan gawat darurat seperti serangan jantung atau tenggelam, ketika detak jantung dan pernapasan berhenti.

Mengapa prosedur resusitasi jantung paru perlu dilakukan pada anak?

Ketika jantung berhenti memompa darah, suplai oksigen menjadi terganggu, dan dapat menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit. Dalam waktu 8-10 menit, seseorang anak tidak dapat bertahan tanpa ada suplai oksigen yang ukup. Oleh karena itu, RJP dilakukan untuk mempertahankan suplai oksigen di dalam darah menuju otak dan organ-organ vital lainnya, hingga bantuan medis datang untuk mengembalikan detak jantung yang normal.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan prosedur resusitasi jantung paru anak?

Kemampuan untuk melakukan RJP wajib diketahui oleh tiap penolong. Sebab, prosedur pemberian berbeda-beda, bergantung dari kemampuan atau keahlian penolongnya. Apabila Anda bukan merupakan tenaga terlatih, tidak pernah mendapatkan pelatihan RJP sebelumnya, tapi pernah mendapatkan pelatihan tetapi sudah lupa, sebaiknya berikan RJP dengan metode pijat jantung (100-120 kali per menit) tanpa bantuan napas.

Namun, apabila merupakan tenaga terlatih dan siap untuk melakukan RJP kapan saja, maka Anda disarankan untuk melakukan evaluasi RJP lengkap, pijat jantung, dan bantuan pernapasan. Sebelum melakukan prosedur RJP pada anak, berikut ini beberapa hal yang harus Anda cermati:

  • Apakah lingkungan sekitar aman? Bila tidak, amankan keadaan terlebih dahulu.
  • Bagaimana kesadaran penderita yang akan ditolong?
  • Apabila anak tidak sadar, tepuk atau goyangkan bahu dan tanyakan dengan suara yang cukup keras “Apakah kamu baik-baik saja?”
  • Bila anak tidak merespons dan tidak ada orang di sekitar Anda, segera cari akses komunikasi untuk menghubungi nomor gawat darurat sebelum melakukan RJP kemudian ambil automated external defibrillator (AED), jika ada.
  • Apabila penderita tidak merespons dan terdapat dua orang penolong, segera bagi tugas. Satu orang harus menghubungi nomor gawat darurat dan satu penolong lainnya mengambil AED.
  • Pasang AED untuk mengevaluasi irama jantung, lakukan pemberian kejutan sesuai instruksi yang terdapat pada AED, dan setelah itu lakukan RJP.

Apa yang akan dilakukan selama prosedur resusitasi jantung paru?

RJP pada anak-anak usia satu tahun ke atas hingga usia remaja

Prosedur RJP pada anak-anak usia satu tahun ke atas hingga usia remaja memiliki langkah-langkah yang sama seperti prosedur RJP dewasa, yaitu dengan tahap compression, airway, dan breathing.

Compression bertujuan untuk mengembalikan sirkulasi darah, dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Bila Anda sendiri dan tidak menyaksikan awal mula ketika penderita tidak sadar, lakukan lima siklus kompresi dan bantuan napas (sekitar dua menit) sebelum menghubungi nomor gawat darurat dan mengambil AED.
  2. Bila Anda sendiri dan menyaksikan awal mula penderita mulai tidak sadar, hubungi nomor gawat darurat, ambil AED, dan lakukan CPR. Bila ada dua orang penolong, satu orang penolong mesti menghubungi nomor gawat darurat dan mengambil AED, kemudian satu orang lainnya mulai melakukan CPR.
  3. Posisikan penderita untuk tidur terlentang pada permukaan yang datar dan solid.
  4. Berlututlah dengan memposisikan lutut di antara leher dan bahu anak.
  5. Gunakan dua tangan atau satu tangan bila anak bertubuh kecil, untuk melakukan pijat jantung atau kompresi dada.
  6. Letakkan telapak tangan di tengah dada pada garis puting. Kemudian letakkan tangan lainnya di atas tangan yang berada di tengah dada.
  7. Lakukan kompresi dada sedalam sekitar lima cm. Bila penderita telah berusia remaja, kompresi dada dilakukan dengan menekan dada sedalam 5-6 cm. Lakukan 30 kompresi dada dengan kecepatan 100-120 kali per menit.
  8. Jika Anda bukan tenaga yang terlatih, tidak pernah mendapatkan pelatihan RJP sebelumnya, pernah mendapatkan pelatihan tetapi sudah lupa, maka lakukan kompresi dada hingga bantuan medis tiba atau penderita sadar. Namun apabila Anda adalah tenaga yang terlatih dan siap melakukan RJP lanjutkan ke tahap airway dan breathing.

Airway untuk membebaskan jalan napas, dilakukan dengan tahapan berikut ini:

  1. Setelah melakukan 30 hitungan kompresi dada, buka jalan napas penderita dengan metode head-tilt dan chin-lift.
  2. Letakkan telapak tangan pada dahi penderita. Kemudian secara perlahan, tengadahkan kepala penderita. Gunakan tangan yang lain untuk menarik dagu penderita sehingga jalan napas terbuka.

Breathing untuk memberikan bantuan napas, dilakukan dengan satu siklus RJP, atau 30 hitungan kompresi dada disertai dua kali pemberian bantuan napas. Berikut ini caranya:

  1. Setelah jalan napas terbuka, pencet cuping hidung penderita dan tutup mulut penderita dengan mulut penolong, untuk memberikan dua kali bantuan napas.
  2. Pastikan selama meniupkan napas, dada penderita terangkat. Bila pada tiupan pertama dada terangkat, lanjutkan untuk memberikan bantuan napas yang kedua. Namun jika dada tidak terangkat, ulangi lagi pembebasan jalan napas dengan metode head-tilt dan chin lift. Usahakan untuk tidak memberikan bantuan napas terlalu banyak atau meniupkan napas terlalu kencang.
  3. Setelah dua napas diberikan, lanjutkan untuk melakukan siklus RJP yang kedua. Bila terdapat dua penolong, lakukan 15 hitungan kompresi dada pada satu siklus CPR dan dua kali bantuan napas.
  4. Bila terdapat AED, gunakan AED sesuai petunjuk. Jika memungkinkan, gunakan bantalan AED khusus untuk penderita anak-anak. Berikan satu kejutan dan ulangi RJP. Teruskan RJP hingga penderita sadar atau bantuan medis datang.

RJP pada bayi berusia 4 minggu ke atas

Henti jantung pada bayi umumnya disebabkan oleh kekurangan oksigen, misalnya akibat tenggelam atau tersedak. Bila Anda menyadari bahwa bayi mengalami sumbatan jalan napas, lakukan pertolongan pertama untuk membebaskan jalan napas terlebih dahulu. Bila Anda tidak mengetahui penyebab henti napas pada bayi, lakukan RJP.

Untuk memulai RJP, periksa dulu keadaan sekitar, goyangkan bayi, dan lihat respons bayi seperti ada atau tidaknya gerakan. Bila tidak terdapat respons, lakukan RJP dengan metode compression, airway, dan breathing untuk bayi di bawah satu tahun (bukan untuk bayi baru lahir).

Compression dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Bila Anda sendiri dan tidak menyaksikan ketika bayi mulai kolaps, lakukan lima siklus kompresi dan bantuan napas (sekitar dua menit), sebelum menghubungi nomor gawat darurat dan mengambil AED.
  2. Bila Anda sendiri dan melihat ketika bayi mulai kolaps, hubungi nomor gawat darurat, ambil AED, dan lakukan CPR. Jika ada dua orang penolong, satu orang penolong harus menghubungi nomor gawat darurat dan mengambil AED. Kemudian satu orang penolong lainnya mulai melakukan CPR.
  3. Posisikan bayi untuk tidur terlentang pada permukaan yang datar dan solid.
    Bayangkan garis horizontal di antara kedua puting susu bayi dan letakkan dua jari (dari satu tangan) di bawah garis tersebut di tengah dada.
  4. Lakukan kompresi dada sedalam kurang lebih 4 cm dengan hati-hati sekitar 1/3-1/2 kedalaman dada.
  5. Lakukan kompresi dada sambil menghitung jumlah kompresi dengan keras dengan kecepatan kompresi 100-120 kali per menit.

Airway dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

  1. Setelah melakukan 30 kali kompresi dada, dorong atau angkat kepala ke belakang secara perlahan, dengan satu tangan mengangkat dagu dan satu tangan lainnya mendorong dahi.
  2. Jangan memiringkan kepala ke belakang jika anak diduga mengalami cedera leher atau kepala.

Breathing dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Tutup mulut dan hidung bayi menggunakan mulut Anda. Gunakan kekuatan otot pipi untuk meniupkan udara secara perlahan ke mulut bayi. Anda tidak disarankan menggunakan tarikan napas dalam dari paru-paru. Perhatikan, jika dada bayi terangkat, maka berikan bantuan napas kedua. Namun bila tidak terangkat, lakukan atau ulangi pembebasan jalan napas dan berikan bantuan napas.
  2. Bila dada bayi tetap tidak terangkat, lanjutkan kompresi dada.
  3. Berikan dua bantuan napas setelah melakukan 30 hitungan kompresi dada. Jika ada dua penolong, berikan dua kali bantuan napas setelah 15 hitungan kompresi dada.
  4. Teruskan RJP hingga bayi sadar atau bantuan medis datang.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani satu siklus resusitasi jantung paru?

Anda disarankan untuk tetap melakukan dan menambahkan siklus RJP hingga penderita kembali sadar atau bantuan medis telah datang.

Hasil apa yang didapatkan dari resusitasi jantung paru?

Dengan melakukan RJP secara tepat pada penderita yang tidak sadar Anda telah membantu untuk mengembalikan sirkulasi dan oksigenasi ke tubuhnya. Tanpa oksigen, anak dapat mengalami kerusakan otak permanen atau mengalami kematian dalam waktu kurang dari 8 menit.

Apa saja risiko dari prosedur resusitasi jantung paru?

Dengan mendapatkan kompresi dada, penderita dapat mengalami beberapa efek samping seperti cedera dada, dada terasa sakit, patah tulang rusuk, atau kolapsnya paru-paru.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-cpr/basics/art-20056600
Diakses pada 17 Februari 2020

Familydoctor.org. https://familydoctor.org/cardiopulmonary-resuscitation-cpr/
Diakses pada 17 Februari 2020

Artikel Terkait

Tanda-tanda Dry Drowning muncul setelah anak selesai berenang

Tips Menjaga Anak dari Tenggelam dan Dry Drowning saat Berenang

Dry drowning dapat mengancam kesehatan anak-anak. Gejala dry drowning adalah batuk, dada terasa sakit, sulit bernapas. Pertolongan pertama pada dry drowning adalah tangani dengan perawatan medis.