Rekonstruksi ACL

Rekonstruksi ACL dilakukan dokter dengan membuang ligamen yang rusak.
Rekonstruksi ACL direkomendasikan untuk atlet dengan cedera pada lutut.

Apa itu prosedur rekonstruksi ACL?

Operasi rekonstruksi ACL bertujuan untuk memperbaiki robekan ACL dengan cara membuang robekan dan menggantinya dengan tendon yang berasal dari pasien atau donor untuk mengembalikan stabilitas dan kekuatan lutut pascarobeknya ligamen. Operasi ini dilakukan dengan membuat lubang kecil di sendi lutut (teknik artroskopi).

Penggantian atau substitusi jaringan (graft) tendon tersebut dilakukan dengan opsi berikut ini:

  • Patellar tendon autograft, yaitu tendon lutut yang berasal dari pasien sendiri
  • Hamstring tendon autograft
  • Quadriceps tendon autograft
  • Allograft, yaitu graft yang bersal dari cadaver (donor yang sudah meninggal) dapat berupa tendon patella, achilles, semitendinosus, gracilis dan tibialis posterior

Mengapa prosedur rekonstruksi ACL perlu dilakukan?

Sendi lutut menghubungkan tulang femur (paha) dan tulang kering (tibia dan fibulla). Sendi ini diikat oleh 4 ligamen yaitu anterior cruciate ligament (ACL), medial collateral ligament (MCL), lateral collateral ligament (LCL), dan posterior cruciate ligament (PCL).

Letak ACL diagonal antara femur and tibia untuk menjaga tibia tidak bergeser. Selain itu, ACL juga mendukung stabilitas lutut saat berputar dari satu sisi ke sisi lain. Cedera lutut dapat menyebabkan robekan pada ACL. Biasanya, robekan ACL biasa terjadi pada orang yang melakukan olahraga high-impact, seperti basket, sepakbola, ski dan hoki.

Cedera ACL akan menimbulkan rasa nyeri, kemerahan dan bengkak pada lutut. Tentunya, hal ini mengganggu aktivitas. Sebenarnya fisioterapi dan latihan fisik dapat mengobati cedera ACL pada individu yang relatif tidak aktif, tidak melakukan latihan intensitas sedang, maupun dan orang yang tidak melakukan olahr aga yang membebani lutut.

Namun, rekonstruksi ACL sangat penting dilakukan pada kondisi-kondisi, seperti berikut ini:

  • Cedera pada lebih dari 1 ligamen atau meniskus lutut (pelindung lutut)
  • Cedera yang menyebabkan hambatan signifikan pada aktivitas sehari-hari
  • Atlet yang harus terus berolahraga, terutama yang melakukan putaran, lompatan, dan sliding
  • Individu berusia muda dengan instabilitas lutut

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur rekonstruksi ACL?

Sebelum tindakan, Anda akan menjalani evaluasi pra-operasi yang terdiri dari evaluasi riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti rontgen. Anda juga direkomendasikan untuk menjalani terapi fisik beberapa minggu sebelum rekonstruksi ACL dilakukan. Tujuannya untuk mengurangi nyeri, bengkak, menguatkan otot dan mengembalikan gerak sendi.

Individu dengan kekakuan sendi sebelum operasi, kemungkinan akan mengalami pembengkakan yang lebih buruk hingga membatasi gerak. Anda juga diharuskan berpuasa 8 jam sebelum tindakan. Stop merokok, hindari obat-obatan yang menimbulkan perdarahan, dan pastikan Anda dalam kondisi fit sesaat sebelum operasi dimulai.

Apa yang dilakukan dokter pada prosedur rekonstruksi ACL?

Anda akan diminta untuk melepaskan aksesoris, perhiasan dan mengenakan pakaian khusus operasi. Setelah itu dokter anestesi akan memberikan bius dan Anda akan tertidur selama operasi berlangsung. Setelah area operasi dibersihkan dengan antiseptik, dokter akan membuat sayatan kecil untuk memasukkan artroskop, sebuah selang kecil berkamera dan instrumen lain untuk mengakses celah sendi.

Kemudian, dokter akan membuang ligamen yang rusak dan menggantinya dengan tendon. Penggantian jaringan ini disebut graft. Dokter akan membuat lubang atau terowongan kecil pada tulang kering untuk memposisikan graft. Setelah itu, dokter akan menempatkan baut dan alat lainnya agar posisi graft tidak bergeser. Graft ini akan membantu jaringan ligamen baru untuk tumbuh.

Selanjutnya, sayatan kecil akan dijahit dengan jarum dan benang untuk kemudian ditutup dengan perban. Anda akan dialihkan ke ruang pemulihan sampai pengaruh obat bius menghilang.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur Rekonstruksi ACL?

Operasi rekonstruksi ACL adalah tindakan untuk memperbaiki cedera pada lutut. Lembaga American Academy of Orthopaedic Surgeon melaporkan 82-90% rekonstruksi ACl menunjukkan hasil yang baik dengan stabilitas lutut yang sempurna.

Setelah operasi, Anda mungkin merasakan nyeri, sulit beraktivitas, dan harus menggunakan alat bantu jalan atau kruk paling tidak 1 minggu. Ikuti anjuran dokter untuk mengonsumsi obat, menjalani terapi fisik dan diet dengan disiplin. Rehabilitasi pascaoperasi adalah kunci kesuksesan operasi rekonstruksi ACL. Terapi fisik yang progresif membantu menguatkan otot sekitar lutut dan meningkatkan fleksibilitas.

Masa penyembuhan ini berlangsung 6-12 minggu. Namun, seorang atlet membutuhkan waktu 6-12 bulan untuk bisa kembali turun ke lapangan.

Apa risiko dari prosedur Rekonstruksi ACL?

Seperti prosedur operasi umumnya, rekonstruksi ACL memiliki efek samping dan risiko. Prosedur ini relatif aman jika dikerjakan oleh ahli bedah tulang yang berpengalaman dan didukung oleh fasilitas kesehatan yang memadai. Namun, risiko rekonstruksi ACL berikut ini mungkin saja terjadi:

  • Infeksi. Jarang terjadi bila menggunakan teknik artroskopi. Biasanya infeksi bakteri berasal dari jaringan allograft.
  • Transmisi virus. Allograft memungkinkan transmisi HIV dan hepatitis C bila tidak melalui proses skrining.
  • Kesemutan. Hanya bersifat sementara, yang berlangsung beberapa hari-minggu pascaoperasi.
  • Perdarahan dan terbentuknya bekuan darah. Biasanya terjadi akibat cedera arteri poplitea
  • Lutut kaku dan tidak stabil
  • Penggumpalan darah. Gumpalan darah yang menjalar ke otak akan mengakibatkan stroke. Sementara itu jika terjadi di paru, akan menyebabkan emboli paru.
  • Cedera lempeng pertumbuhan tulang. Lempeng pertumbuhan berada di ujung tulang panjang seperti lengan dan tungkai. Bila terjadi cedera, maka anak tidak akan tumbuh tinggi.
  • Nyeri pada tempurung lutut
  • Kegagalan graft setelah kembali berolahraga. Olahraga yang terlalu ekstrem atau pergerakan sendi sebelum program rehabilitasi, bisa menyebabkan graft bergeser.

Paschos NK, Howell SM. Anterior cruciate ligament reconstruction: principles of treatment. EFORT Open Rev. 2017;1(11):398–408.

AAOS. https://orthoinfo.aaos.org/en/treatment/acl-injury-does-it-require-surgery/
Diakses 19 April 2020

Mayo Clinic.https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/acl-reconstruction/about/pac-20384598
Diakses 19 April 2020

British Columbia. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/hw28289
Diakses 19 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/acl-reconstruction#followup
Diakses 19 April 2020

Artikel Terkait

Operasi amandel terkadang diperlukan untuk mengatasi radang amandel yang sering diderita anak ini

Ingin Lakukan Operasi Amandel pada Anak? Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Radang amandel seringkali terjadi pada anak-anak. Operasi amandel terkadang diperlukan untuk mengatasi masalah yang sering diderita anak ini. Namun, terdapat berbagai hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan operasi amandel untuk anak.