Rapid swab test corona memakai sampel cairan hidung
Rapid swab test corona menggunakan sampel cairan hidung

Apa itu rapid swab test corona?

Rapid swab test corona adalah salah satu tes cepat corona. Tes ini menggunakan sampel lendir dari dalam hidung maupun belakang tenggorokan.

Prosedur deteksi corona ini akan mendeteksi antigen dalam dalam tubuh pasien. Oleh sebab itu, rapid swab juga disebut tes antigen.

Antigen adalah protein yang dikeluarkan oleh virus, termasuk COVID-19. Antigen dapat terdeteksi ketika ada infeksi yang sedang berlangsung di tubuh seseorang. Karena itu, rapid swab dapat mendeteksi keberadaan antigen virus corona pada orang yang sedang mengalaminya.

Sesuai namanya, rapid swab memberikan hasil yang cepat, yakni sekitar 30 menit. Durasi ini serupa dengan rapid test corona biasa (dari sampel darah).

Meski begitu, tes antigen hanyalah pemeriksaan skrining (awal). Anda tetap membutuhkan swab test (PCR) sebagai langkah diagnosis corona agar infeksinya bisa dipastikan.

Kenapa rapid swab test corona diperlukan?

Serupa dengan rapid test corona pada umumnya, rapid swab test dilakukan sebagai langkah skrining awal guna mendeteksi infeksi virus corona. Tes ini dianjurkan untuk orang yang berisiko tinggi mengalami penularan corona.

Hasil positif dari rapid swab memiliki keakuratan yang tinggi. Petugas medis kemudian menganjurkan Anda untuk menjalani tes PCR dan isolasi (baik karantina secara mandiri di rumah maupun di fasilitas khusus).

Bagi orang yang mendapatkan hasil rapid swab negatif, mereka perlu menjalani tes PCR sebagai cara mendeteksi corona lebih lanjut. Pasalnya, sensitivitas pemeriksaan ini berkisar antara 34-80%.

Singkatnya, apapun hasil tes antigen yang Anda peroleh, Anda sebaiknya tetap melakukan tes PCR untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Siapa yang membutuhkan rapid swab test corona?

Rapid swab test corona dapat dianjurkan untuk semua orang yang pernah terpapar COVID-19. Berikut contohnya:

  • Orang yang mengalami gejala sejenis flu, khususnya demam 38 derajat Celcius ke atas dan batuk.
  • Orang tanpa gejala (OTG), tapi pernah terpapar COVID-19 (seperti melakukan kontak minimal tujuh hari dengan pasien positif corona) atau menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit.
  • Orang yang memiliki risiko tertular dari penderita seperti petugas kesehatan.
  • Orang dalam pemantauan (ODP).
  • Pasien dalam pengawasan (PDP).
  • Orang dengan penyakit penyerta (komorbid), terutama bagi yang tinggal di zona merah covid 19. Beberapa jenis komorbid meliputi gangguan paru, penyakit jantung, masalah ginjal, gangguan hati, diabetes, kelainan darah, dan lain-lain. Kalangan orang ini lebih berisiko untuk mengalami komplikasi bila terkena COVID-19
  • Pasien yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit, terutama lansia dan pasien dengan penyakit penyerta.
  • Orang dengan profesi yang mengharuskannya melakukan kontak dengan orang banyak. Contohnya, polisi, TNI, sopir kendaraan umum, tukang ojek (online maupun pangkalan), petugas bandara, kurir, pejabat publik, dan sebagainya.

Kapan waktu yang tepat untuk menjalani rapid swab test corona?

Rapid swab test corona lebih efektif jika dijalani pada 5-10 hari setelah Anda terpapar virus corona. Apa alasannya?

Jeda waktu 5-10 hari tersebut diperlukan agar pemeriksaan lebih efektif dalam mendeteksi antigen virus yang ada dalam tubuh. Namun apabila Anda mengalami keluhan yang dicurigai sebagai gejala COVID-19, jangan menunda tes dan segera periksakan diri ke fasilitas medis terdekat.

Apa saja persiapan sebelum rapid swab test corona?

Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum menjalani rapid swab corona. Pasien hanya perlu mengenakan masker serta perlengkapan keamanan lainnya agar terhindar dari penularan serta tidak menyebarkan virus pada orang lain.

Bagaimana prosedur rapid swab test corona dilakukan?

Rapid swab test corona dilakukan dengan cara mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan. Petugas medis akan menggunakan swab berbentuk seperti cotton bud dengan tangkai yang lebih panjang.

Alat swab yang sudah digunakan kemudian dimasukkan ke kantong atau tabung khusus untuk dianalisis lebih lanjut. Proses pengambilan sampel ini hanya berlangsung selama beberapa menit.

Seperti apa hasil rapid swab test corona?

Hasil rapid swab test corona umumnya akan keluar dalam waktu 30 menit. Hasilnya bisa berupa:

  • Hasil reaktif (positif)

Hasil deteksi antigen yang positif akan menandakan bahwa pasien sedang mengalami infeksi virus.

Namun jangan langsung panik jika hasil tes Anda positif. Pasalnya, rapid swab COVID-19 juga bisa memberikan hasil positif apabila Anda sedang mengalami infeksi virus lain, misalnya influlenza akibat virus corona jenis lain.

Maka dari itu, dokter akan merujuk Anda untuk langsung melakukan tes PCR untuk benar- benar memastikan Anda terinfeksi COVID-19 atau tidak.

  • Hasil nonreaktif (negatif)

Hasil deteksi antigen yang negatif menunjukkan bahwa pasien tidak sedang mengalami infeksi virus. Petugas medis akan menyarankan Anda untuk melakukan tes PCR agar diagnosisnya lebih akurat.

Apa yang harus dilakukan bila hasil rapid swab test corona positif?

Jika rapid swab test corona menunjukkan hasil positif, petugas medis akan menganjurkan Anda untuk melakukan tes PCR dan melakukan isolasi. Berikut penjelasannya:

  • OTG dan ODP wajib melakukan karantina mandiri di rumah, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan physical distancing. Pasien bisa menghubungi layanan kesehatan online jika butuh konsultasi dengan dokter.
  • PDP dengan gejala ringan harus menjalani karantina mandiri di rumah.
  • PDP yang mengalami gejala sedang harus melakukan karantina diri di rumah sakit darurat.
  • PDP dengan gejala yang makin parah, wajib melakukan isolasi di rumah sakit rujukan corona.

Apa saja risiko rapid swab test corona?

Rapid swab test corona termasuk pemeriksaan yang aman dan tidak memiliki efek samping serius. Anda mungkin hanya akan merasa sedikit tidak nyaman ketika alat swab dimasukkan ke hidung atau tenggorokan untuk mengambil sampel lendir.

FDA. https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-fda-authorizes-first-antigen-test-help-rapid-detection-virus-causes
Diakses pada 2 Juli 2020

FDA. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/coronavirus-testing-basics
Diakses pada 2 Juli 2020

FDA. https://www.fda.gov/media/138094/download
Diakses pada 2 Juli 2020

NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32293168/
Diakses pada 2 Juli 2020

WHO. https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/advice-on-the-use-of-point-of-care-immunodiagnostic-tests-for-covid-19
Diakses pada 2 Juli 2020

Indian Council of Medical Research. https://www.icmr.gov.in/pdf/covid/strategy/Advisory_for_rapid_antigen_test14062020.pdf
Diakses pada 2 Juli 2020

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/apa-yang-harus-dilakukan-jika-hasil-rapid-tes-covid-19-positif
Diakses pada 2 Juli 2020

Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia. https://covid19.idionline.org/wp-content/uploads/2020/04/18.-PATKLIN-Rapid-test.pdf
Diakses pada 2 Juli 2020

Artikel Terkait

Macam-macam virus, seperti corona, dapat menjangkiti manusia

Tak hanya Corona, Ini Macam-Macam Virus yang Berbahaya bagi Manusia

Selain virus corona, macam-macam virus yang harus Anda waspadai, yakni HIV, dengue, rotavirus, hepatitis, maupun virus lain yang dapat menimbulkan berbagai penyakit.