Radioterapi

29 Apr 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Mesin khusus dibutuhkan untuk radioterapiRadioterapi akan menggunakan mesin khusus

Apa itu radioterapi?

Terapi radiasi atau radioterapi adalah pengobatan kanker menggunakan sinar radiasi. Radioterapi dapat diberikan dalam beberapa cara, seperti menggunakan mesin dari luar (eksternal), pemasangan implan implan (brachytherapy), atau lewat aliran darah (sistemik) melalui suntikan, kapsul, atau cairan. 

Istilah radioterapi biasanya mengacu pada radiasi eksternal yang dihasilkan oleh mesin khusus di luar tubuh. Mesin ini akan membidikkan pancaran sinar berenergi tinggi yang menembus ke area tubuh spesifik yang ditumbuhi sel kanker

Tujuan utama radioterapi adalah untuk membunuh sel kanker dan mencegah kambuhnya kanker. Sebab, sinar radiasi yang diberikan dalam terapi ini dapat merusak DNA sel kanker dan akan menghancurkan kemampuannya untuk tumbuh dan memperbanyak diri. 

Sama halnya seperti kemoterapi, radioterapi juga bisa merusak sel-sel sehat. Namun, ketika radioterapi telah selesai dilaksanakan, sebagian besar sel normal masih dapat pulih dan berfungsi seperti semula.

Untuk meminimalkan risiko tersebut pun, tim medis yang terdiri dari berbagai dokter spesialis di bidang onkologi dan tenaga kesehatan yang berkaitan akan menyusun rencana terapi Anda dengan pertimbangan menyeluruh. 

Jenis dan dosis radioterapi yang tepat dapat memberikan pengobatan yang optimal dan risiko yang minimal. Radioterapi dapat diberikan sebagai pengobatan tunggal dalam kanker, namun seringnya dikombinasikan dengan kemoterapi (kemoradioterapi). 

Siapa yang membutuhkan radioterapi?

Radioterapi termasuk jenis pengobatan utama pada pasien kanker. Lebih dari setengah pasien kanker membutuhkan radioterapi sebagai bagian dari pengobatan. 

Secara umum, radioterapi diperlukan untuk:

  • Membunuh sel kanker dan meredakan gejala kanker yang muncul
  • Pengobatan utama kanker
  • Kombinasi pengobatan dengan terapi lainnya
  • Mengecilkan ukuran tumor sebelum melakukan operasi
  • Membunuh sel kanker yang tersisa setelah operasi 
  • Mencegah kanker kambuh di area tubuh yang lain. Pasalnya beberapa jenis kanker seperti kanker paru dapat menyebar ke otak. 

Radioterapi eksternal biasanya digunakan untuk beberapa jenis kanker, seperti kanker kulit dan kanker tulang.

Sementara brachytherapy (pemasangan implan) paling sering digunakan untuk kanker serviks, payudara, kepala, leher, prostat, dan kanker mata.

Radioterapi juga terkadang digunakan untuk mengobati kondisi lain, seperti tumor jinak, penyakit tiroid dan beberapa jenis kelainan darah.

Siapa yang tidak bisa melakukan radioterapi?

Meski dianggap sebagai pengobatan kanker yang efektif, tidak semua orang bisa menjalani radioterapi. 

Beberapa orang yang tidak bisa menjalani terapi radiasi, antara lain:

  • Sedang hamil. Terapi radiasi tidak dapat diberikan pada masa kehamilan, karena dalam dosis kecil sekalipun, sinar radiasi dapat membahayakan janin.
  • Memiliki gangguan jaringan ikat tertentu, seperti lupus eritematosus sistemik atau skleroderma dengan peradangan pembuluh darah yang parah (vaskulitis).
  • Mengidap penyakit paru-paru yang menyebabkan kapasitas difusi paru berkurang secara signifikan.
  • Telah menjalani radioterapi di area yang sama
  • Memiliki alat pacu jantung atau implan koklea yang ditanam dalam tubuh

Apa saja persiapan untuk menjalani radioterapi?

1. Perencanaan radioterapi

Sebelum radioterapi dilaksanakan, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. 

Bagi pasien wanita, dokter akan memastikan bahwa pasien tidak sedang hamil. Pasien akan diminta untuk melakukan tes urine untuk mengkonfirmasi hal ini. Selama terapi berlangsung, pasien harus menghindari terjadinya kehamilan. 

Informasikan pada dokter jika memakai alat pacu jantung atau implan koklea karena radioterapi dapat memengaruhi cara kerja berbagai perangkat tersebut.  

Setelah dokter memutuskan bahwa Anda dapat menjalani radioterapi, dokter akan melakukan simulasi radiasi untuk menentukan lokasi terapi yang tepat. 

Prosedur simulasi terapi radiasi, antara lain:

  • Pasien berbaring pada meja pemeriksaan. Pasien akan diposisikan agar radioterapi dapat dilakukan dengan baik. Dokter mungkin akan menggunakan bantal atau alat pengikat lainnya untuk memosisikan pasien.
  • Pasien akan menjalani CT-Scan atau pemeriksaan pencitraan dengan sinar-X agar dokter mengetahui seberapa luas kanker dan di mana radiasi perlu difokuskan.

Setelah menentukan lokasi terbaik untuk radioterapi, dokter akan menandai lokasi tersebut dengan penanda khusus.

Dokter akan mempertimbangkan jenis kanker, ukuran, lokasi, usia, serta kondisi kesehatan Anda secara umum untuk menentukan jenis perawatan yang tepat.Dokter juga akan menentukan dosis dan frekuensi terapi radiasi untuk jenis dan stadium kanker pasien. Sering kali radioterapi menjadi pilihan terapi pada stadium akhir, sehingga pasien akan mendapatkan metode terapi lain terlebih dahulu.

2. Persiapan sebelum menjalani radioterapi

Sebelum perawatan radiasi dimulai, Anda disarankan untuk melakukan sejumlah persiapan berikut:

  • Tidak merokok dari sebelum dan selama terapi berlangsung. Rokok dapat menyebabkan radioterapi jadi tidak efektif dan meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping.
  • Rutin merawat kulit agar tetap lembap untuk menghindari iritasi yang mungkin terjadi karena radioterapi. Pilih pelembap yang tidak mengandung wewangian dan bahan iritan lain.
  • Jangan gunakan losion, krim, parfum, bedak, kosmetik, plester atau deodoran pada area kulit yang akan ditembak sinar radiasi.
  • Jangan mencuci atau menghapus tanda atau tato yang sudah dibuat oleh dokter untuk menandakan target area.
  • Mintalah orang terdekat Anda untuk mengantar dan menjemput Anda setelah terapi. 
  • Atur cuti atau izin dari tempat kerja atau sekolah Anda agar dapat beristirahat setelah sesi radioterapi selesai. 

Tergantung pada jenis radioterapi dan kanker yang dimiliki, pasien mungkin membutuhkan persiapan khusus lainnya. Tanyakan dengan detail mengenai hal ini pada dokter Anda.

Bagaimana prosedur radioterapi dilakukan?

Berdasarkan jenisnya, berikut langkah prosedur radioterapi: 

1. Radioterapi eksternal

Radioterapi eksternal dilakukan dengan menggunakan mesin yang mengarahkan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X, gamma, atau proton dari luar ke dalam tubuh untuk membunuh sel kanker. Prosedur ini dapat dilakukan secara rawat jalan di rumah sakit. 

Anda akan diminta menggunakan pakaian khusus dan berbaring di meja pemeriksaan dekat mesin radioterapi. 

Anda akan mendengar suara dengung mesin saat dihidupkan. 

Mesin radioterapi kemudian akan bergerak di area tubuh pasien yang ditargetkan untuk mengirimkan pancaran sinar radiasi tinggi pada target lokasi terapi yang telah ditandai pada tahapan simulasi. 

Radiasi ditargetkan hanya pada bagian tubuh yang terkena kanker. Misalnya, jika Anda menderita kanker payudara, radiasi hanya akan mengarah pada payudara. Mesin ini juga telah diatur agar dapat memancarkan dosis radiasi yang tepat. 

Agar radioterapi bekerja sebaik mungkin, sinar radiasi akan mencakup seluruh kanker, ditambah batas di sekitarnya. Dokter akan memberikan dosis serendah mungkin ke jaringan sehat di sekitarnya untuk mengurangi risiko efek samping. 

Dokter dan tenaga medis lainnya dapat melihat dan memantau pasien dari ruang terpisah. Pasien dapat berkomunikasi dengan dokter melalui interkom dan koneksi video. Pada pasien dengan kanker paru-paru atau payudara, dokter akan meminta pasien untuk menahan napas ketika mesin memancarkan terapi radiasi.

Mesin ini tidak akan menyentuh pasien dan pasien tidak akan merasakan apa pun selama perawatan. Akan tetapi, mungkin saja Anda merasakan ketidaknyamanan atau rasa sakit beberapa hari setelahnya sebagai efek samping radioterapi.

Sesi pertama proses radioterapi dapat memakan waktu hingga satu jam. Namun, sesi selanjutnya biasanya lebih singkat, sekitar 15 dan 30 menit. 

Pada beberapa pasien, radioterapi dilakukan sebanyak 5 sesi per minggunya selama 3-9 minggu. Radioterapi tidak dapat dilakukan setiap hari karena dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan sekitarnya. 

Secara umum, diagnosis dan evaluasi pasien akan menentukan total durasi pengobatan. 

2. Radioterapi Internal 

Terapi radiasi internal yang  juga disebut brachytherapy dilakukan dengan pemberian radiasi dosis tinggi langsung ke sel kanker dan jaringan di dekatnya. 

Perawatan ini melibatkan pembedahan untuk menempatkan benih radioaktif. Implan bisa berbentuk kapsul yang ditempatkan di lokasi kanker atau area sekitarnya. 

Beberapa implan dapat bersifat permanen ataupun sementara. Untuk permanen, implan akan melepaskan radiasi secara bertahap dan perlahan selama beberapa bulan. Seiring waktu, dosis radiasi akan terus berkurang hingga menyisakan wadah implan yang tidak lagi mengeluarkan radiasi.

Sementara, untuk brachytherapy dosis tinggi, sumber radioaktif kuat akan dimasukkan ke dalam aplikator yang akan memancarkan radiasi secara cepat ke sel kanker. 

Aplikator tersebut kemudian akan diangkat setelah 10-20 menit. Perawatan ini dapat diulang dua kali sehari selama beberapa hari, atau sekali sehari selama beberapa minggu. 

3. Radioterapi sistemik

Terapi radiasi jenis ini diberikan melalui obat-obatan radioaktif, atau radiofarmasi dalam bentuk obat minum atau injeksi. Yodium radioaktif atau antibodi monoklonal berlabel radioaktif bisa diberikan.

Radioterapi sistemik umumnya diberikan pada pasien kanker prostat, tulang, atau kanker tiroid. Yodium radioaktif sering diberikan setelah operasi tiroid untuk menghancurkan jaringan kanker yang tersisa. 

Obat berbahan radioaktif yang masuk ke dalam tubuh tersebut akan membunuh sel kanker untuk selanjutnya dikeluarkan melalui urine, air liur, dan cairan tubuh lainnya. Oleh sebab itu, pasien memerlukan perawatan khusus untuk mencegah risiko paparan dari sisa pembuangan sel kanker.

Tindakan pencegahan tersebut termasuk termasuk rawat inap di rumah sakit selama 2-7 hari, menghindari berbagi peralatan atau barang pribadi lainnya, tidur sendiri, serta membatasi kontak dengan anak-anak dan wanita hamil.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah radioterapi?

Setelah terapi radiasi selesai, tim perawatan Anda akan memberi tahu Anda cara merawat area perawatan dan cara mengatasi efek samping yang mungkin muncul.

Berikut ini adalah beberapa perawatan pasca radioterapi yang perlu Anda lakukan sekaligus mengatasi efek samping:

  • Banyak istirahat karena tubuh akan gampang letih.
  • Makan makanan bergizi
  • Bergantung pada area tubuh yang mendapatkan radiasi (misalnya, perut atau area panggul), dokter atau perawat Anda mungkin menyarankan perubahan pola makan.
  • Perawatan kulit di area terapi karena akan jadi lebih sensitif. Tanyakan produk perawatan kulit, seperti sabun atau pelembap yang tepat untuk Anda pada dokter.
  • Jangan mengenakan pakaian ketat di sekitar area yang diterapi. Kenakan pakaian katun yang longgar dan lembut. 
  • Jangan menggosok atau memasang plester pada kulit yang diterapi. Jika kulit harus diperban, gunakan selotip kertas atau selotip lain untuk kulit sensitif.
  • Jangan terpapar panas atau dingin, seperti menggunakan bantal pemanas, lampu pemanas, atau kompres es di area yang diterapi.
  • Lindungi area yang dirawat dari sinar matahari. 
  • Bagi Anda yang terbiasa untuk berolahraga, sesuaikan jenis dan tingkat aktivitas yang Anda lakukan karena tubuh Anda cepat lelah setelah menjalani radioterapi.

Di samping itu, selama perawatan kanker, Anda mungkin akan mengalami serangkaian emosi, termasuk kecemasan, depresi, rasa takut, atau keputusasaan. Membicarakan perasaan Anda dengan anggota keluarga, teman dekat, perawat, pemuka agama, atau psikolog dapat membantu meringankannya. 

Dalam pengobatan kanker ini, dokter Anda juga mungkin saja bekerja sama dengan tenaga kesehatan mental lainnya untuk membantu Anda dari sisi psikologis. Beberapa spesialis lain yang juga mungkin turut serta, antara lain fisioterapi, dokter rehab medik, dan terapis wicara.

Umumnya, Anda boleh pulang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa saat radioterapi sudah selesai.

Anda mungkin akan melakukan beberapa kunjungan dokter untuk berkonsultasi. Hal ini dapat membantu mengelola gejala kanker yang mungkin masih terasa dan merencanakan perawatan setelah radioterapi. 

Apa saja risiko dan efek samping radioterapi?

Mengingat terapi radiasi dapat mengenai sel sehat dalam tubuh, efek samping dapat terjadi. 

Efek samping yang dirasakan pasien tergantung pada lokasi terapi dilakukan, kondisi kesehatan secara umum, serta jenis dan dosis radiasi. Efek samping jangka pendek radioterapi meliputi:

  • Kelelahan
  • Rambut rontok di area terapi, biasanya 2–3 minggu setelah terapi
  • Diare
  • Perubahan pada kulit, seperti kulit gatal, kering dan kemerahan yang umumnya muncul 1–2 minggu setelah terapi
  • Mual dan muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Masalah pencernaan
  • Mulut kering dan sakit tenggorokkan
  • Batuk atau sesak napas
  • Penurunan gairah seksual
  • Pembengkakan kandung kemih

Sementara efek samping jangka panjang tergantung pada lokasi dilakukannya radioterapi. Efek samping tersebut antara lain:

  • Kelainan jantung dan paru-paru, bila radioterapi dilakukan di area dada
  • Kelainan kelenjar tiroid yang menyebabkan gangguan hormon, bila radioterapi dilakukan di area leher
  • Limfedema, yaitu penumpukan cairan limfa yang menyebabkan rasa nyeri
  • Kemungkinan menopause dini dan gangguan hormon kewanitaan lainnya, bila radioterapi dilakukan di area panggul

Selain itu, dosis radioterapi yang tinggi dapat menimbulkan risiko timbulnya kanker jenis lain.

Tidak semua pasien dengan radioterapi mengalami efek samping jangka panjang, Efek samping yang dialami tergantung pada dosis, lokasi dilakukannya terapi, dan faktor individu.

Berapa biaya radioterapi?

Biaya radioterapi dapat bervariasi tergantung dari jenis dan dosis radioterapi yang diperoleh. Sebagai gambaran, rata-rata harga radioterapi pada rumah sakit pemerintah berkisar antara Rp11.000.000-20.000.000. 

Prosedur ini juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan ataupun JKN-KIS selama sesuai dengan indikasi medis yang disyaratkan. 

kanker

National Cancer Institute.
https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/radiation-therapy#
Diakses pada 22 Januari 2022

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/radiotherapy/
Diakses pada 22 Januari 2022

Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/radiotherapy/internal/about
Diakses pada 22 Januari 2022

American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/how-cancer-treated/radiation-therapy/side-effects-radiation-therapy
Diakses pada 22 Januari 2022

Healthline. https://www.healthline.com/health/radiation-therapy
Diakses pada 29 April 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/radiationtherapy.html
Diakses pada 22 Januari 2022

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/radiation-therapy/about/pac-20385162
Diakses pada 22 Januari 2022

NIH. https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/radiation-therapy
Diakses pada 29 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158513
Diakses pada 22 Januari 2022

Cancer Council. https://www.cancer.org.au/cancer-information/treatment/radiation-therapy
Diakses pada 22 Januari 2022

Japanese Breast Cancer Society.http://www.jccnb.net/images/rq002e.pdf
Diakses pada 22 Januari 2022

Verywellhealth.https://www.verywellhealth.com/diffusing-capacity-of-the-lungs-2249024#
Diakses pada 22 Januari 2022

NHS inform. https://www.nhsinform.scot/tests-and-treatments/non-surgical-procedures/radiotherapy
Diakses pada 22 Januari 2022

Macmillan Cancer Support. https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/treatments-and-drugs/radiotherapy-and-pregnancy
Diakses pada 22 Januari 2022

Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/radiotherapy/having-radiotherapy/pacemaker#
Diakses pada 22 Januari 2022

British Columbia Health Service. http://www.bccancer.bc.ca/books/breast/management/breast-cancer-in-pregnancy
Diakses pada 22 Januari 2022

Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/kimmel_cancer_center/patient_and_family_services/patient_information/education/side_effects/skin_care.html
Diakses pada 22 Januari 2022

Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/radiotherapy/side-effects/general-radiotherapy/about
Diakses pada 22 Januari 2022

Michigan Medicine. https://www.rogelcancercenter.org/living-with-cancer/mind-body-and-side-effects/how-cope-side-effects-radiation-therapy
Diakses pada 22 Januari 2022

Cancer Council. https://www.cancercouncil.com.au/cancer-information/cancer-treatment/radiation-therapy/life-after-cancer-treatment/
Diakses pada 22 Januari 2022

BPJS Kesehatan.https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/ae3544d7f3382ebb639eba99192b5c76.pdf
Diakses pada 22 Januari 2022

BPJS Kesehatan.https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/post/read/2021/2069/Nicki-JKN-KIS-Bantu-Ibu-Saya-Berjuang-Melawan-Kanker
Diakses pada 22 Januari 2022

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email