Quad Marker Screening Test

23 Jul 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Quad marker screening test dilakukan dengan mengambil sampel darah pasienQuad marker screening test memerlukan sampel darah pasien
Apa itu quad marker screening test?
Quad marker screening test adalah pemeriksaan darah saat kehamilan yang dapat memberikan informasi terkait kondisi kesehatan janin yang dikandung ibu. Pemeriksaan skrining kehamilan ini akan mendeteksi 4 zat atau substansi dalam darah, yaitu:
  • Alpha-fetoprotein (AFP), protein yang dihasilkan oleh janin
  • Human chorionic gonadotropin (HCG), hormon yang dihasilkan oleh plasenta
  • Estriol, hormon yang dihasilkan oleh plasenta dan liver janin
  • Inhibin A, hormon yang dihasilkan oleh plasenta
Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi adanya kemungkinan kondisi medis tertentu pada janin, seperti sindrom Down atau defek tabung saraf. Tes ini biasanya dilakukan pada trimester kedua, tepatnya saat usia kehamilan mencapai 6-18 minggu. Namun tes ini juga dapat dilakukan hingga minggu ke-22 kehamilan.Kenapa quad marker screening test diperlukan?Tes ini diperlukan untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya kondisi medis tertentu pada janin, seperti:
  • Sindrom Down
Sindrom Down merupakan kelainan genetik yang menyebabkan gangguan intelektual, keterlambatan perkembangan, dan masalah kesehatan.
  • Trisomi 18
Kelainan genetik ini ditandai dengan keterlambatan perkembangan dan kelainan struktur tubuh. Bayi dengan trisomi 18 biasanya meninggal pada usia 1 tahun.
  • Spina bifida
Kelainan genetik ini ditandai dengan adanya kegagalan perkembangan atau menutupnya tabung saraf. Hal ini menyebabkan kerusakan pada saraf tulang belakang.
  • Defek (kelainan) dinding perut
Pada kelainan genetik ini, usus atau organ dalam perut lainnya keluar lewat pusar dan menembus dinding perut.Siapa yang membutuhkan quad marker screening test?Dokter merekomendasikan semua wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan ini, meskipun tetap menjadi pilihan pribadi tiap ibu untuk melakukannya. Akan tetapi, wanita hamil dengan beberapa faktor risiko berikut sangat disarankan untuk melakukan tes:
  • Berusia 35 tahun atau lebih
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetik
  • Memiliki anak dengan kelainan genetik pada kehamilan sebelumnya
  • memiliki diabetes tipe 1 sebelum kehamilan.
Apa saja persiapan untuk menjalani quad marker screening test?Sebelum pemeriksaan, tenaga medis akan menyarankan pasien untuk bertemu dengan konselor genetik terlebih dahulu. Konseling genetik akan dilakukan secara rutin selama pemerikaan prenatal. Pasien tidak perlu berpuasa sebelum pemeriksaan.Bagaimana quad marker screening test dilakukan?Pada quad marker screening test, tenaga medis akan mengambil sampel darah dari pembuluh darah vena di lengan pasien. Berikut prosedurnya:
  • Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan antiseptik untuk membunuh kuman.
  • Lengan atas akan diikat oleh perban elastis agar aliran darah di lengan dapat terkumpul.
  • Setelah vena ditemukan, darah kemudian akan diambil dengan cara menyuntikan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Ketika jumlah darah yang diambil dirasa sudah cukup, suntikan akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.
Prosedur ini biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri saat jarum disuntikkan atau dilepaskan.Seperti apa hasil quad marker screening test?Perlu diingat bahwa pemeriksaan ini tergolong tes skrining dan bukan pemeriksaan untuk mendiagnosis suatu kondisi medis. Hasil pemeriksaan yang tidak normal menandakan bahwa ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan kelainan genetik. Ibu dengan hasil quad marker screening test yang tidak normal juga dapat melahirkan bayi sehat.Secara umum, interpretasi hasil quad marker screening test adalah:
  • Hasil AFP yang lebih tinggi dari normal dapat menandakan adanya defek tabung sarag seperti spina bifida atau anencephaly. Namun, hasil ini juga dapat menandakan usia bayi yang lebih tua dari usia kehamilan atau kemungkinan mengandung anak kembar.
  • Hasil AFP, HCG, dan inhibin A yang lebih rendah dari normal dapat menandakan kemungkinan janin mengalami sindrom Down.
  • Hasil estriol yang lebih rendah dari normal juga dapat menandakan adanya risiko lebih tinggi janin mengalami sindrom Down.
Apa saja yang perlu diperhatikan setelah quad marker screening test?Tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan setelah pemeriksaan ini.Apa yang harus dilakukan bila hasil quad marker screening test tidak normal?Pada ibu hamil dengan hasil tes yang positif, dokter akan menyarankan pertemuan lebih lanjut dengan konselor genetik untuk merencanakan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut dapat berupa quad marker screening test ulang dan ultrasonografi. Bila hasilnya masih positif, pemeriksaan lain yang disarankan meliputi:
  • Prenatal cell-free DNA screening
Tes darah ini memeriksa adanya sel bebas DNA dalam plasenta dan janin yang ditemukan di darah ibu.
  • Chorionic villus sampling (CVS)
Pada pemeriksaan ini, sampel jaringan plasenta diambil untuk diperiksa.
  • Amniosentesis
Amniosentesis merupakan pengambilan sampel cairan amnion untuk diperiksa lebih lanjut.

Apa saja komplikasi quad marker screening test?

Risiko pengambilan darah sangat kecil. Pasien mungkin akan mengalami nyeri ringan atau memar pada lokasi pengambilan darah, akan tetapi gejala tersebut akan menghilang dengan sendirinya.
perkembangan janinspina bifida
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/quad-screen/about/pac-20394911
Diakses pada 23 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/baby/quad-marker-screen#1
Diakses pada 23 Juli 2020
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/prenatal-testing/quad-screen/
Diakses pada 23 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/quad-screen
Diakses pada 23 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email