Operasi Prostat

18 Mar 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Operasi prostat dilakukan sebagai salah satu penanganan kanker prostatKanker prostat bisa ditangani dengan operasi prostat

Apa itu operasi prostat?

Operasi prostat adalah tindakan medis yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar prostat.
Kelenjar prostat merupakan kelenjar yang mengelilingi saluran kemih pria, tepatnya di bawah kandung kemih. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem reproduksi pria yang berperan menghasilkan cairan pembentuk air mani.Prosedur yang juga dikenal dengan nama prostatektomi ini biasanya dilakukan untuk menangani kanker prostat atau benign prostatic hyperplasia (BPH).Terdapat dua jenis prostatektomi yang dapat direkomendasikan oleh dokter, yaitu prostatektomi radikal dan prostatektomi sederhana. Berikut penjelasannya:
  • Prostatektomi radikal

Prostatektomi radikal merupakan prosedur pengangkatan seluruh jaringan prostat dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Operasi ini biasanya dilakukan untuk menangani kanker prostat.
  • Prostatektomi sederhana

Pada prostatektomi sederhana, hanya sebagian prostat yang menyumbat aliran urine saja yang diangkat. Operasi ini biasanya dilakukan untuk menangani pembesaran prostat, yakni benign prostatic hyperplasia (BPH).Jenis operasi prostat yang akan dilakukan tergantung pada kondisi medis yang dialami oleh pasien.

Kenapa operasi prostat diperlukan?

Prostatektomi paling sering dilakukan untuk mengobati kanker prostat, selain melalui metode pengobatan lainnya. Misalnya, terapi radiasi, kemoterapi, atau terapi hormon.Operasi prostat umumnya dianjurkan untuk mengatasi:

1. Kanker prostat yang belum menyebar ke bagian tubuh lain

Jenis operasi prostat untuk kondisi ini adalah prostatektomi radikal, yang melibatkan pengangkatan seluruh jaringan prostat.

2. Sumbatan saluran kemih akibat benign prostatic hyperplasia

Jenis operasi yang dilakukan untuk menangani kondisi ini adalah prostatektomi sederhana. Operasi diharapkan dapat meringankan gejala dan komplikasi yang terjadi karena sumbatan pada saluran kemih pasien. Beberapa contoh gejalanya meliputi:
  • Frekuensi keinginan buang air kecil yang lebih sering
  • Kesulitan memulai berkemih
  • Durasi buang air kecil lebih lama
  • Lebih sering buang air kecil pada malam hari
  • Proses buang air kecil yang tersendat atau tidak lancar
  • Merasa buang air kecil tidak tuntas setelah selesai
  • Mengalami infeksi saluran kemih
  • Sulit buang air kecil

Apa saja persiapan untuk menjalani operasi prostat?

Sebelum operasi, persiapan-persiapan di bawah ini perlu dilakukan:
  • Menjalani pemeriksaan fisik lengkap dan tes penunjang lain

Dokter akan memastikan bahwa kondisi medis lain yang dimiliki oleh pasien benar-benar terkontrol. Misalnya, diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, dan gangguan paru.
  • Berhenti merokok

Pasien perlu berhenti merokok slama beberapa minggu sebelum operasi.
  • Menginformasikan obat-obatan yang sedang dikonsumsi

Beri tahu dokter mengenai pengobatan yang sedang Anda konsumsi sebelum menjalani operasi prostat. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat meningkatkan risiko pendarahan sehingga Anda akan diminta untuk menghentikan konsumsinya.Contoh obat-obatan tersebut adalah obat pengencer darah (seperti warfarin atau clopidogrel), dan obat pereda rasa sakit (seperti aspirin atau ibrupofen).
  • Menginformasikan kondisi kesehatan yang dimiliki pada dokter

Anda perlu memberitahu pada dokter mengenai riwayat medis yang dimiliki, misalnya alergi.
  • Berpuasa

Dokter akan meminta Anda untuk berpuasa semalaman.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan

Pada beberapa kasus, dokter dapat meminta Anda untuk meminum obat tertentu guna membersihkan saluran pencernaan sebelum operasi prostat.

Bagaimana prosedur operasi prostat dilakukan?

Operasi prostat biasanya dilakukan selama pasien tidak sadar karena menjalani bius total. Pada beberapa kasus, pasien diberikan bius setengah badan (anestesi spinal atau epidural) sehingga pasien tetap sadar selama operasi, namun tidak merasakan sakit.Prosedur operasi prostat bervariasi tergantung jenis prostatektomi. Berikut penjelasannya:

1. Prostatektomi sederhana

  • Dokter akan membuat sayatan di bagian perut bawah pasien, tepatnya di bawah pusar dan di atas tulang kemaluan.
  • Dokter kemudian mengangkat bagian dalam kelenjar prostat dan membiarkan bagian luarnya tetap utuh.
  • Dokter lalu menutup sayatan dengan jahitan.
  • Selang kecil akan dimasukkan ke sayatan untuk mengeluarkan cairan dari dalam rongga perut. Kateter juga akan dibiarkan di dalam kandung kemih.

2. Prostatektomi radikal

Pada prostatektomi radikal, sayatan kulit dapat dibuat melalui tiga teknik berikut:
  • Retropubik

Pada prostatektomi retropubik, dokter akan membuat sayatan kulit yang dimulai dari pusar hingga mencapai tulang kemaluan.
  • Laparoskopi

Pada prostatektomi laparoskopi, dokter membuat beberapa sayatan kecil pada kulit. Dokter kemudian memasukkan alat khusus berupa selang tipis dengan kamera di ujungnya (laparoskop) ke dalam salah satu sayatan.Gambar dari kamera akan muncul pada layar monitor. Dengan alat ini, dokter dapat melihat ke dalam perut pasien melalui monitor selama melakukan operasi.
  • Perineal

Pada prostatektomi perineal, dokter akan membuat sayatan kulit yang dimulai dari dekat anus hingga mencapai daerah dekat skrotum.Setelah membuat salah satu sayatan di atas, dokter akan melakukan prosedur pengangkatan prostat dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Mengangkat kelenjar prostat dari jaringan di sekitarnya. Kantung kecil bernama vesikula seminalis yang terletak di tepi prostat juga akan diangkat.
  • Menyambung kembali saluran kencing ke kandung kemih.
  • Mengangkat kelenjar getah bening untuk memeriksa ada tidaknya sel-sel kanker.
  • Memasukkan selang kecil pada sayatan untuk mengeluarkan cairan dari dalam rongga perut. Kateter juga akan dibiarkan di dalam kandung kemih selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
Prostatektomi sederhana maupun radikal umumnya akan berlangsung selama 2-4 jam.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah operasi prostat?

Setelah operasi prostat, pasien akan diberi obat pereda sakit. Awalnya, obat ini akan melalui infus. Sesudah beberapa hari menjalani rawat inap, obat akan diganti menjadi obat minum.Ketika dokter menilai bahwa kondisi pasien sudah cukup stabil, pasien akan diperbolehkan pulang. Namun kateter tetap akan dipasang setidaknya 5-10 hari setelah operasi.Pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa pada sekitar 4-6 minggu sesudah menjalani prosedur prostat. Dokter akan mengatur jadwal kontrol ulang selama masa pemulihan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang terjadi.

Apa saja komplikasi operasi prostat?

Komplikasi yang dapat terjadi akibat operasi prostat meliputi:
  • Pendarahan
  • Infeksi saluran kemih
  • Tidak bisa menahan buang air kecil (inkontinensia urine)
  • Disfungsi ereksi (impoten)
  • Cedera pada rektum atau struktur di sekitar prostat
  • Penyempitan saluran kemih atau leher kandung kemih
  • Terbentuknya kista yang mengandung pembuluh getah bening
  • Tidak keluar air mani ketika orgasme
prostatkanker prostatreproduksi pria
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/prostatectomy/about/pac-20385198
Diakses pada 18 Maret 2020
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/radical-prostatectomy
Diakses pada 18 Maret 2020
Mediline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007300.htm
Diakses pada 18 Maret 2020
Mediline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007416.htm
Diakses pada 18 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email