Platysmaplasty

15 Oct 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Platysmaplasty bertujuan memperbaiki leher yang tampak kendur dan berkerutPlatysmaplasty akan mengencangkan leher yang kendur

Apa itu platysmaplasty?

Platysmaplasty adalah operasi untuk mengencangkan kulit dan otot platysma. Prosedur ini hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik.
Otot platysma terletak di bagian depan leher. Pada platysmaplasty, dokter akan mengangkat atau mengubah bentuk otot leher. Dengan ini, garis leher pasien akan tampak lebih jelas.Platysmaplasty termasuk neck lift, yaitu serangkaian operasi yang dilakukan guna memperindah penampilan leher. Prosedur ini tidak hanya memperbaiki penampilan leher, tapi juga bagian di bawah dagu.

Kenapa platysmaplasty diperlukan?

Seiring bertambahnya usia, kerutan dan lipatan dapat muncul pada kulit leher. Bila pasien menginginkan penampilan yang lebih menarik, lipatan dan kerutan ini dapat diperbaiki lewat platysmaplasty. Terkadang, platysmaplasty dan neck lift jenis lain juga dapat dilakukan beserta face lift. Keputusan ini tergantung pada pertimbangan dokter mengenai kebutuhan dan kondisi kesehatan pasien.

Siapa yang membutuhkan platysmaplasty?

Tidak semua orang cocok untuk menjalani platysmaplasty. Pasien perlu memenuhi beberapa syarat di bawah ini:
  • Dalam kondisi sehat
  • Tidak merokok
  • Memiliki harapan dan ekspektasi yang realistis terhadap hasil operasi
Leher yang kendur dapat disebabkan oleh usia tua. Namun kondisi ini juga bisa muncul akibat berat badan berlebih atau faktor keturunan.Pasien dengan leher kendur dan memiliki kerutan di leher bisa dianjurkan untuk menjalani platysmaplasty. Demikian pula dengan pasien yang mempunyai leher dan dagu atau rahang yang tampak menyatu, misalnya karena double chin.

Apa saja persiapan untuk menjalani platysmaplasty?

Persiapan yang perlu dilakukan oleh pasien sebelum prosedur meliputi:
  • Menanyakan pada dokter mengenai obat-obatan dan suplemen yang perlu dihindari sebelum operasi. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko terjadinya perdarahan.
  • Menginformasikan pada dokter bila pasien memiliki reaksi alergi terhadap obat atau anestesi.
  • Berhenti merokok setidaknya selama satu bulan sebelum dan sesudah operasi, guna membantu dalam mempercepat proses pemulihan.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Bagaimana platysmaplasty dilakukan?

Platysmaplasty dapat dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum maupun anestesi lokal. Keputusan ini tergantung keinginan pasien dan pertimbangan dokter spesialis anestesi.Bila pasien ingin tertidur selama operasi, obat anestesi umum akan diberikan. Jika tidak, obat anestesi lokal dan obat penenang dapat menjadi pilihan.Setelah anestesi bekerja dengan efektif, platysmaplasty dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut:
  • Dokter bedah plastik akan membuat sayatan pada kulit mulai dari bagian depan telinga, ke bawah dagu dan belakang telinga, hingga ke leher bagian belakang, untuk mencapai otot platysma.
  • Dokter lalu mengencangkan otot tersebut.
  • Jika dibutuhkan, dokter juga akan mengangkat beberapa bagian otot pasien.
  • Bila ada kulit yang berlebih, dokter akan memotong dan membuangnya.
  • Dokter kemudian kembali mengatur jaringan serta kulit leher pasien agar sesuai dengan otot yang sudah dioperasi.
  • Bila ada kulit yang berlebih, dokter akan memotong dan membuangnya.
  • Setelah selesai, dokter akan menutup sayatan dengan jahitan dan perban steril.
Metode operasi terkini dilakukan dengan endoskop, yakni selang tipis dengan kamera kecil di ujungnya. Karena itu, sayatan bisa berukuran lebih kecil.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah platysmaplasty?

Sesudah menjalani platysmaplasty, pasien boleh kembali bekerja setelah 10-14 hari. Namun pasien perlu menunggu sekitar tiga minggu atau lebih sebelum berolahraga.Pasien tidak dianjurkan untuk mengangkat beban berat dalam beberapa minggu. Pasien juga akan diminta untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan selama 1-2 minggu pascaoperasi.

Apa saja komplikasi platysmaplasty?

Efek samping ringan platysmaplasty dapat muncul dalam beberapa minggu pertama setelah operasi. Efek samping ini dapat berupa:
  • Pembengkakan dan memar selama beberapa hari
  • Rasa kaku, kebas, kesemutan, terbakar, atau tertarik pada kulit yang dioperasi
Seperti pada operasi lainnya, komplikasi-komplikasi di bawah ini juga bisa terjadi:
  • Infeksi pada luka operasi. Bila pasien mengalami demam atau keluarnya nanah dari lokasi operasi, segera hubungi dokter.
  • Rontoknya rambut di sekitar luka operasi.
  • Perdarahan dan memar yang berlebihan.
  • Sensasi mati rasa yang permanen.
  • Timbulnya bekas luka.
  • Hilangnya jaringan kulit dan kerutan.
  • Perubahan warna kulit.
kulit dan kecantikankulit keriputpenuaan
WebMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-neck-lift#1
Diakses pada 15 Oktober 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/neck-lift-surgery-2710044
Diakses pada 15 Oktober 2020
Real Self. https://www.realself.com/question/ontario-neck-lift-vs-platysmaplasty-surgery
Diakses pada 15 Oktober 2020
Real Self.  https://www.realself.com/question/new-york-ny-diff-platysmaplasty-cervicoplasty-tighten-neck-muscles
Diakses pada 15 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email