Peritoneography termasuk CT scan
Peritoneography adalah salah satu jenis CT scan

Apa itu peritoneography?

Peritoneography adalah pemeriksaan pencitraan dengan CT scan pada bagian perut dan pinggul. Prosedur ini biasanya dilakukan setelah cuci darah peritoneal untuk memeriksa kemungkinan komplikasi setelah proses cuci darah ini.

Cuci darah atau dialisis dalam bahasa medis merupakan tindakan medis untuk membuang zat sisa yang berbahaya, air, dan garam berlebih dari darah. Proses ini dilakukan ketika ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik.

Terdapat dua metode cuci darah, yaitu hemodialisis dan cuci darah peritoneal. Pada cuci darah peritoneal, jaringan tubuh pasien pada rongga perut digunakan untuk menyaring darah.

Tindakan medis yang juga disebut CT peritoneography ini dilaksanakan setelah dokter memasukkan campuran zat pewarna kontras dan zat yang digunakan pada cuci darah, yaitu dialisat.

Kenapa peritoneography diperlukan?

Setelah campuran zat pewarna kontras dan cairan dialisat dimasukkan ke dalam tubuh, pencitraan akan dilakukan. Zat pewarna kontras dapat membantu dokter untuk menemukan penumpukan cairan dan menentukan adanya perlengketan dari penyebaran cairan dialisat yang tampak tidak merata.

Pemeriksaan ini juga dapat menentukan lokasi kebocoran cairan dialisat dan membantu untuk membedakan kebocoran cairan dialisat dengan kebocoran cairan yang berasal dari hernia.

Siapa yang membutuhkan peritoneography?

Peritoneography biasanya disarankan pada pasien dengan kondisi medis di bawah ini:

  • Kebocoran cairan dari panggul atau punggung
  • Bengkak pada dinding perut atau jaringan lunak pada organ genital
  • Adanya penonjolan dari perut (hernia)
  • Pertukaran cairan cuci darah yang mengalami gangguan.
  • Gangguan pada penyaringan cuci darah.

Apa saja persiapan untuk menjalani peritoneography?

Sebelum prosedur ini dilakukan, seluruh cairan dialisat pada rongga perut akan dikeluarkan terlebih dahulu.

Bagaimana peritoneography dilakukan?

Pada umumnya, peritoneography dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

  • Dokter akan mencampur zat pewarna kontras dengan cairan dialisat, lalu memasukkannya ke dalam rongga perut pasien sekitar satu jam sebelum pemeriksaan pencitraan.
  • Pasien dianjurkan untuk berjalan dan mengejan guna memastikan penyebaran cairan yang merata dalam rongga perut.
  • Pasien diminta untuk berbaring.
  • Pemeriksaan pencitraan dengan CT scan kemudian dilakukan.
  • CT scan mungkin diulang pada empat jam kemudian bila hasil tes pertama negatif.
  • Pasien juga mungkin dianjurkan untuk mengubah posisi, seperti tengkurap, jika hasil pemeriksaan sebelumnya kurang jelas.
  • Setelah prosedur selesai, campuran cairan dialisat dan zat pewarna kontras akan dikeluarkan dari rongga perut pasien.

Seperti apa hasil peritoneography?

Hasil CT peritoneography dapat membantu dokter dalam mendeteksi ada tidaknya komplikasi pascaprosedur cuci darah.

Komplikasi yang paling sering terjadi setelah cuci darah peritoneal adalah peritonitis, yakni peradangan rongga perut. Sementara komplikasi lainnya dapat berupa gangguan pada kateter cuci darah, adanya cairan dialisat yang bocor, dan hernia.

Apa yang harus dilakukan bila hasil peritoneography tidak normal?

Hasil pemeriksaan peritoneography yang tidak normal dapat menunjukkan adanya komplikasi cuci darah peritoneal. Dokter akan menentukan pengobatan lebih lanjut, tergantung pada jenis komplikasi yang dialami oleh pasien.

Apa saja komplikasi peritoneography?

Komplikasi peritoneography dapat berupa paparan zat pewarna kontras yang dapat merusak ginjal dan penurunan fungsi ginjal.

BC Renal Agency. http://www.bcrenalagency.ca/resource-gallery/Documents/PD_Procedures-CT_Peritoneography_for_PD_Leak.pdf
Diakses pada 1 Agustus 2020

BioMed Central. https://rrtjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s41100-018-0181-8
Diakses pada 1 Agustus 2020

European Society of Radiology. https://epos.myesr.org/poster/esr/ecr2016/C-1595/Findings%20and%20procedure%20details#poster
Diakses pada 1 Agustus 2020

Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/ct-peritoneography
Diakses pada 1 Agustus 2020

Radiological Society of North America. https://pubs.rsna.org/doi/10.1148/radiographics.17.4.9225388
Diakses pada 1 Agustus 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dialysis/
Diakses pada 1 Agustus 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/dialysis.html
Diakses pada 1 Agustus 2020

Artikel Terkait

Makanan untuk ginjal sehat perlu diperhatikan agar tehindar dari gangguan ginjal

6 Makanan untuk Ginjal yang Sehat Ini Perlu Rutin Dikonsumsi

Nutrisi yang baik memainkan peran penting bagi kesehatan tubuh, termasuk ginjal. Jika asupan ini tak terpenuhi, bukan tak mungkin ginjal akan mengalami gangguan. Untuk mencegahnya, apa sajakah makanan untuk ginjal yang perlu Anda konsumsi?