Perawatan luka bisa Anda lakukan sendiri di rumah, sebelum meminta bantuan tenaga medis.
Perawatan luka mampu mencegah timbulnya komplikasi akibat luka.

Apa itu prosedur perawatan luka?

Prosedur perawatan luka dilakukan sebagai tindakan medis untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mempertahankan fungsi anggota tubuh yang mengalami luka. Sebelum meminta bantuan tim medis, Anda juga bisa melakukan perawatan luka sendiri di rumah.

Mengapa prosedur perawatan luka perlu dilakukan?

Umumnya luka dapat ditangani sendiri dengan pertolongan pertama di rumah. Misalnya mencuci dengan air bersih dan membalut luka untuk mencegah infeksi. Berikut ini beberapa indikasi yang membutuhkan prosedur perawatan luka oleh tenaga medis profesional:

  • Perdarahan dari luka tidak dapat dihentikan dengan bebat tekan atau memposisikan lebih tinggi daerah yang mengalami luka
  • Luka yang dialami disebabkan oleh trauma berat
  • Luka terbuka yang membutuhkan jahitan
  • Luka akibat gigitan hewan atau membutuhkan imunisasi rabies
  • Luka kotor dan sulit untuk dibersihkan
  • Terdapat tanda-tanda infeksi pada luka seperti kemerahan, bengkak, nyeri, dan munculnya nanah
  • Status vaksinasi tetanus belum diperbaharui atau membutuhkan pencegahan tetanus

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur perawatan luka?

Bila sempat, bersihkan dengan air bersih dan tutup luka dengan perban, mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan luka.

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur perawatan luka?

Dokter akan memastikan tidak ada trauma atau luka lain seperti patah tulang maupun benda asing. Untuk memastikan hal-hal tersebut, beberapa pemeriksaan seperti foto sinar-X, USG, dan fluoroskopi dapat dilakukan. Selain langkah tersebut, tim medis juga akan memastikan penyebab luka, untuk menentukan perawatan maupun pengobatan bagi Anda.

Sebagai contoh, luka karena gigitan hewan akan membutuhkan penanganan yang berbeda dari luka akibat terjatuh di tempat bermain. Kemudian, tim medis juga akan menanyakan beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi proses penyembuhan luka seperti diabetes, status imunisasi tetanus, dan riwayat penyakit yang Anda miliki.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur perawatan luka?

Berikut ini beberapa prosedur yang dapat dilakukan oleh tim medis dalam prosedur perawatan luka:

  1. Menghentikan perdarahan dengan menekan daerah luka dengan kasa steril
  2. Membersihkan luka dengan larutan garam fisiologis untuk menghilangkan debris, kotoran, dan bakteri di sekitar luka.
  3. Bila perlu, tim medis akan melakukan tindakan pembedahan debridemen untuk membersihkan luka dan mengangkat jaringan mati dan serpihan-serpihan benda asing, seperti kotoran, rumput, kayu, maupun pecahan kaca sampai luka benar-benar bersih.
  4. Memeriksa fungsi bagian tubuh di sekitar luka untuk mencari adanya kelainan pada tendon, pembuluh darah, dan persarafan
  5. Menutup luka dengan perban tahan air yang telah dicampur dengan larutan fisiologis dan bila perlu, ditambah dengan antibiotik. Namun pada beberapa luka, seperti luka terbuka yang terinfeksi, Anda tidak disarankan untuk menutup luka hingga infeksi sembuh.
  6. Menjahit luka dapat dilakukan bila perlu, terutama pada luka terbuka atau luka robek. Namun, luka terbuka yang telah terjadi lebih dari 6-12 jam umumnya tidak akan dijahit, karena jahitan malah akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani prosedur perawatan luka?

Anda disarankan untuk mengganti perban secara rutin dan melihat kemungkinan munculnya tanda infeksi setiap 24 jam. Selalu lakukan disinfeksi dan keringkan luka sebelum mengaplikasikan perban steril.

Apa saja risiko dari prosedur perawatan luka?

Beberapa risiko dapat terjadi akibat luka maupun perawatan luka, seperti:

  • Kulit menjadi merah, bengkak, dan teraba hangat di sekitar luka
  • Nyeri yang semakin hebat
  • Terdapat produksi cairan atau nanah di luka
  • Lecet dan melepuh pada kulit yang luka
  • Demam
  • Pembengakakan kelenjar getah bening
  • Infeksi bakteri seperti infeksi bakteri Staphylococcus, infeksi tetanus, dan necrotizing fasciitis
  • Luka menjadi luka kronik yang membutuhkan waktu lama untuk dapat sembuh

EMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/wound_care/article_em.htm
Diakses pada 25 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325260#treatments. Diakses pada 25 Februari 2020

WHO. https://www.who.int/surgery/publications/WoundManagement.pdf
Diakses pada 26 Februari 2020

Artikel Terkait

Salep luka bakar dapat digantikan dengan banyak bahan alami lain

7 Bahan Alami Pengganti Salep Luka Bakar yang Ampuh

Luka bakar biasa diobati dengan salep luka bakar. Ternyata pengobatan alami seperti madu, susu, dll, juga bisa mengobati luka bakar tingkat pertama & kedua.